Setiap produk yang keluar dari pabrik membawa tiga jenis biaya: bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Ketiganya tidak langsung jadi beban — mereka “mengalir” lewat tiga akun persediaan dulu sebelum akhirnya mendarat di Beban Pokok Penjualan saat barang terjual. Memahami alur ini adalah dasar penyusunan Skedul Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) untuk bisnis manufaktur, termasuk UMKM.

Cara Pakai

Klik lima panah pada diagram secara berurutan dari kiri ke kanan: bahan baku, tenaga kerja langsung (TKL), dan overhead pabrik (BOP) mengalir masuk ke akun BDP (Barang Dalam Proses); setelah produk selesai dikerjakan, biayanya berpindah ke Persediaan Barang Jadi; dan saat barang terjual, biayanya berpindah lagi menjadi BPP (Beban Pokok Penjualan). Saldo tiap akun ter-update otomatis setiap kali panah diklik. Tombol “Ulang” mengembalikan semua saldo ke posisi awal.

Rumus Kunci

$$HPP_{Produksi} = BB + TKL + BOP + (BDP_{awal} - BDP_{akhir})$$$$BPP = FG_{awal} + HPP_{Produksi} - FG_{akhir}$$

di mana $BB$ = bahan baku langsung yang dipakai, $HPP_{Produksi}$ = Harga Pokok Produksi (biaya barang yang selesai dikerjakan periode ini), dan $FG$ = Persediaan Barang Jadi.

Contoh Angka

Kasus Mebel Jati Bu Siti (UMKM, Jepara). Saldo awal: Persediaan Bahan Baku Rp 20.000.000, BDP Rp 3.000.000, Persediaan Barang Jadi Rp 4.000.000, BPP Rp 0.

Biaya yang mengalir masuk ke BDP bulan ini:

  • Pemakaian bahan baku langsung: Rp 14.000.000
  • Tenaga kerja langsung (TKL): Rp 8.000.000
  • Overhead pabrik (BOP): Rp 5.000.000
  • Total masuk BDP = 14.000.000 + 8.000.000 + 5.000.000 = Rp 27.000.000

BDP tersedia = Rp 3.000.000 (awal) + Rp 27.000.000 = Rp 30.000.000. Produk selesai yang dipindah ke Barang Jadi: Rp 25.000.000, sehingga BDP akhir = 30.000.000 − 25.000.000 = Rp 5.000.000.

Cek dengan rumus: $HPP_{Produksi} = 27.000.000 + (3.000.000 - 5.000.000) = 27.000.000 - 2.000.000 = Rp\ 25.000.000$ ✓

Barang Jadi tersedia = Rp 4.000.000 (awal) + Rp 25.000.000 = Rp 29.000.000. Barang yang terjual dan berpindah menjadi BPP: Rp 24.000.000, sehingga Barang Jadi akhir = 29.000.000 − 24.000.000 = Rp 5.000.000.

Cek dengan rumus: $BPP = 4.000.000 + 25.000.000 - 5.000.000 = Rp\ 24.000.000$ ✓ — angka inilah yang muncul sebagai Beban Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi.