Keputusan yang melibatkan banyak kriteria — memilih saham, memilih lokasi cabang, memilih vendor — sering macet karena kriteria-kriteria itu tidak bisa dibandingkan langsung dalam satuan yang sama. Analytic Hierarchy Process (AHP) memecahkan ini dengan meminta pengambil keputusan membandingkan kriteria berpasangan memakai skala 1–9 Saaty, lalu mengubah penilaian subjektif itu menjadi bobot numerik yang teruji konsistensinya.
Cara Pakai
Geser tiga slider perbandingan berpasangan — Likuiditas vs Laba, Likuiditas vs Valuasi, Laba vs Valuasi — dari −8 (kriteria kanan menang mutlak) sampai +8 (kriteria kiri menang mutlak), dengan 0 berarti sama penting. Widget membangun matriks perbandingan 3×3, menghitung bobot prioritas tiap kriteria (metode normalisasi kolom + rata-rata baris), lalu menampilkan λ maks, Consistency Index (CI), dan Consistency Ratio (CR). Panel bawah mengalikan bobot kriteria dengan skor tetap tiga saham (BBCA, BBRI, UMKM ritel) untuk menghasilkan skor global dan ranking otomatis.
Rumus Kunci
Nilai slider $k$ diubah ke skala Saaty resiprokal $a_{ij}$: $a_{ij}=1$ jika $k=0$; $a_{ij}=k+1$ jika $k>0$; $a_{ij}=1/(1-k)$ jika $k<0$; dengan $a_{ji}=1/a_{ij}$.
Bobot prioritas (metode normalisasi kolom, rata-rata baris) dan konsistensi:
$$w_i = \frac{1}{n}\sum_{j=1}^{n} \frac{a_{ij}}{\sum_{l=1}^{n} a_{lj}} \qquad \lambda_{maks} = \frac{1}{n}\sum_{i=1}^{n} \frac{(Aw)_i}{w_i}$$$$CI = \frac{\lambda_{maks} - n}{n - 1} \qquad CR = \frac{CI}{RI}$$dengan $RI = 0{,}58$ untuk $n=3$ (Random Index, Saaty 1980). Judgment dianggap konsisten jika $CR \leq 0{,}10$.
Contoh Angka
Perbandingan default widget: Likuiditas vs Laba = sama penting ($a_{12}=1$), Likuiditas vs Valuasi = Likuiditas 3× lebih penting ($a_{13}=3$), Laba vs Valuasi = Laba 2× lebih penting ($a_{23}=2$).
- Bobot: Likuiditas = 44,3%, Pertumbuhan Laba = 38,7%, Valuasi Murah = 17,0%
- λ maks = 3,018
- CI = (3,018 − 3) / 2 = 0,009
- CR = 0,009 / 0,58 = 0,016 — jauh di bawah 0,10, judgment konsisten
Skor global (skor kriteria tetap × bobot): BBCA = 9×0,443 + 6×0,387 + 3×0,170 = 6,82; BBRI = 7×0,443 + 7×0,387 + 5×0,170 = 6,66; UMKM ritel = 3×0,443 + 8×0,387 + 8×0,170 = 5,79. Dengan bobot kriteria ini, BBCA menang tipis atas BBRI karena bobot Likuiditas (kekuatan utama BBCA) paling besar di antara ketiga kriteria.