Iklan yang mendatangkan banyak penjualan belum tentu mendatangkan laba — kalau biaya iklan menggerus lebih banyak dari margin kotor produk, toko rugi meski omzet naik. ACOS dan ROAS adalah dua cara membaca efisiensi iklan, tapi keduanya baru bermakna kalau dibandingkan dengan margin kotor toko sebagai ambang batas aman.

Cara Pakai

Widget menghitung ACOS dari biaya iklan dibagi omzet yang dihasilkan iklan, dan ROAS dari omzet dibagi biaya iklan — dua sisi mata uang yang sama. Input ketiga, margin kotor toko, menjadi garis ambang: kalau ACOS berada di bawah margin kotor, status AMAN (masih untung); kalau ACOS sama dengan atau melebihi margin kotor, status RUGI. Diagram batang memvisualkan posisi ACOS relatif terhadap garis ambang margin, dengan selisih ditampilkan sebagai sisa margin (aman) atau defisit (rugi) dalam poin persentase.

Rumus Kunci

$$ACOS = \frac{\text{Biaya iklan}}{\text{Omzet dari iklan}} \times 100\%$$$$ROAS = \frac{\text{Omzet dari iklan}}{\text{Biaya iklan}}$$

Status aman jika:

$$ACOS < \text{Margin kotor toko}$$

Contoh Angka

Toko “Kopi Nusantara” berjualan di marketplace dengan biaya iklan Rp 750.000, omzet dari iklan Rp 3.000.000, dan margin kotor toko 35,0% (nilai default widget).

  • ACOS = Rp 750.000 ÷ Rp 3.000.000 × 100% = 25,0%
  • ROAS = Rp 3.000.000 ÷ Rp 750.000 = 4,0x
  • Karena ACOS (25,0%) < margin kotor (35,0%), status: AMAN — UNTUNG
  • Sisa margin setelah iklan ≈ 35,0% − 25,0% = 10,0 poin persentase

Kalau biaya iklan naik menjadi Rp 1.200.000 dengan omzet tetap Rp 3.000.000, ACOS naik jadi 40,0% — melebihi margin kotor 35,0% — dan status berubah menjadi RUGI meski ROAS masih terlihat positif di 2,5x.