Cara mengukur profil risiko lewat kuesioner & faktor personal
Horizon investasi & hubungannya dengan toleransi volatilitas
Jam ke-2 (50 menit)
Prinsip diversifikasi & model alokasi aset per profil
Menghitung alokasi portofolio & rebalancing dari nol
Studi kasus 3 investor + kesalahan umum yang harus dihindari
Bagian 1 dari 3
Profil Risiko dan Horizon Investasi
Mengenali diri sendiri sebelum menyusun portofolio
Apa itu Profil Risiko Investor?
Profil risiko adalah tingkat kenyamanan dan kemampuan seseorang menanggung fluktuasi (naik-turun) nilai investasi demi potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Konservatif
Utamakan keamanan modal
Tidak tahan lihat portofolio merah; prioritas dana pokok tidak berkurang. Cocok untuk dana yang akan dipakai dekat waktu, misalnya DP rumah tahun depan.
Moderat
Seimbang risiko & imbal hasil
Bisa terima fluktuasi wajar demi pertumbuhan bertahap. Umum dipakai karyawan muda yang menabung untuk tujuan 3-7 tahun ke depan.
Agresif
Kejar pertumbuhan maksimal
Tahan melihat nilai portofolio turun 20-30% sementara, asal jangka panjang naik lebih tinggi. Cocok untuk dana pensiun 20 tahun lagi.
Mengukur Profil Risiko: Faktor-Faktor Kunci
Faktor kemampuan (capacity)
Usia & sisa masa produktif kerja
Stabilitas pendapatan & jumlah tanggungan keluarga
Sudah punya dana darurat & asuransi dasar atau belum
Besar kekayaan bersih relatif terhadap kebutuhan hidup
Faktor kesediaan (willingness)
Reaksi emosional saat nilai portofolio turun tajam
Pengalaman & pemahaman terhadap pasar modal
Preferensi pribadi terhadap kepastian vs peluang
Hasil kuesioner profil risiko (biasanya 10-15 pertanyaan)
Penasihat keuangan & aplikasi investasi (mis. Bibit, Bareksa) selalu meminta calon investor mengisi kuesioner profil risiko sebelum merekomendasikan produk — ini kewajiban prinsip suitability (kesesuaian) dalam regulasi OJK.
Horizon Investasi: Berapa Lama Uang Ini "Bekerja"?
Horizon investasi adalah rentang waktu antara mulai berinvestasi hingga dana tersebut benar-benar dibutuhkan untuk dipakai.
Kategori Horizon
Rentang Waktu
Contoh Tujuan
Jangka pendek
< 1-2 tahun
Dana darurat, DP motor, biaya SPP semester depan
Jangka menengah
2-7 tahun
DP rumah, modal usaha, biaya S2
Jangka panjang
> 7-10 tahun
Dana pensiun, pendidikan anak (goal-based investing)
Kesalahan paling umum pemula: menaruh dana jangka pendek di instrumen berfluktuasi tinggi seperti saham — begitu butuh dana mendadak, terpaksa jual rugi (forced selling).
Hubungan Horizon dan Toleransi Volatilitas
Semakin panjang horizon, semakin besar ruang untuk menampung porsi saham — karena ada cukup waktu "menunggu" pasar pulih dari koreksi sementara.
Bagian 2 dari 3
Diversifikasi dan Model Alokasi Aset
Meracik kelas aset menjadi satu portofolio yang koheren
Diversifikasi: Lebih dari Sekadar "Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang"
Diversifikasi adalah strategi menyebar dana ke berbagai instrumen yang korelasinya rendah atau negatif — sehingga saat satu aset turun, aset lain berpotensi menahan atau bahkan menutup kerugian.
Contoh korelasi rendah
Saham BEI turun saat suku bunga BI naik
Obligasi pemerintah (SBN) relatif stabil, kadang naik saat saham turun
Emas cenderung naik saat ketidakpastian ekonomi tinggi
Punya 3 reksadana saham dari manajer investasi berbeda ≠ otomatis aman
Diversifikasi sejati = lintas kelas aset, bukan cuma lintas produk
Kelas Aset Utama untuk Alokasi Portofolio
Kelas Aset
Karakter Risiko
Peran dalam Portofolio
Kas & pasar uang
Sangat rendah, likuid
Bantalan darurat, stabilitas jangka pendek
Obligasi (SBN, korporasi)
Rendah-menengah
Pendapatan tetap, penyeimbang volatilitas saham
Reksadana campuran
Menengah
Diversifikasi instan, dikelola profesional
Saham (langsung/reksadana saham)
Tinggi
Mesin pertumbuhan jangka panjang
Ingat dari pertemuan sebelumnya: reksadana saham berisi puluhan emiten (mis. BBCA, TLKM, ASII) sekaligus, sementara SBN Ritel diterbitkan langsung oleh pemerintah dengan kupon tetap.
Model Alokasi Aset per Profil Risiko
Profil Risiko
Saham
Obligasi
Kas/Pasar Uang
Konservatif
20%
50%
30%
Moderat
50%
30%
20%
Agresif
75%
20%
5%
Angka ini adalah titik awal, bukan rumus baku — penasihat keuangan menyesuaikan lagi dengan horizon investasi spesifik & tujuan keuangan tiap klien.
Hitung dari Nol: Alokasi Portofolio Rp100 Juta (Profil Moderat)
Seorang karyawan berusia 30 tahun, profil moderat, punya Rp100.000.000 untuk diinvestasikan sesuai model 50% saham — 30% obligasi — 20% kas.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Alokasi saham (50%)
50% x Rp100.000.000
Rp50.000.000
Alokasi obligasi (30%)
30% x Rp100.000.000
Rp30.000.000
Alokasi kas/pasar uang (20%)
20% x Rp100.000.000
Rp20.000.000
Total portofolio
Rp50 jt + Rp30 jt + Rp20 jt
Rp100.000.000
Coba Sendiri: Susun Alokasi Aset Sesuai Profil Risiko
Ubah profil risiko dan nominal portofolio — amati bagaimana rupiah terbagi ke saham, obligasi, dan kas.
Jalan Pintas: Rule "100 Minus Usia" untuk Porsi Saham
Aturan praktis lama: porsi saham (%) ≈ 100 − usia — semakin muda, semakin besar porsi saham karena horizon kerja masih panjang.
Langkah 1 — Mahasiswa magang, usia 22 tahun
Porsi saham ≈ 100 − 22 = 78%
Sisa 22% dibagi obligasi & kas sesuai kebutuhan likuiditas
Langkah 2 — Karyawan mendekati pensiun, usia 55 tahun
Porsi saham ≈ 100 − 55 = 45%
Porsi obligasi & kas naik jadi 55% untuk jaga modal pensiun
Rule ini hanya titik awal kasar — tidak memperhitungkan besar tanggungan keluarga, kesehatan finansial, atau tujuan spesifik lain.
Bagian 3 dari 3
Rebalancing dan Studi Kasus
Menjaga portofolio tetap sesuai rencana dari waktu ke waktu
Rebalancing: Kenapa Portofolio Perlu "Diluruskan Kembali"?
Rebalancing adalah menyesuaikan kembali komposisi portofolio ke target alokasi semula, setelah pergerakan pasar membuat bobot masing-masing aset bergeser.
Kapan perlu rebalancing?
Terjadwal: setiap 6-12 bulan sekali (paling umum)
Berbasis ambang batas: bobot bergeser >5-10% dari target
Setelah perubahan besar tujuan/horizon investasi
Kenapa penting?
Mencegah portofolio jadi lebih berisiko dari niat awal
Disiplin "jual tinggi, beli murah" secara otomatis
Menjaga alokasi tetap selaras profil risiko & horizon
Hitung dari Nol: Rebalancing Setelah Pergerakan Pasar
Portofolio moderat Rp100 juta (50/30/20) setelah setahun: saham naik 30%, obligasi naik 5%, kas tetap. Target tetap 50% saham.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Nilai saham baru
Rp50.000.000 x 1,30 (naik 30%)
Rp65.000.000
Nilai obligasi baru
Rp30.000.000 x 1,05 (naik 5%)
Rp31.500.000
Nilai kas (tetap)
Rp20.000.000 x 1,00
Rp20.000.000
Total portofolio baru
Rp65 jt + Rp31,5 jt + Rp20 jt
Rp116.500.000
Bobot saham saat ini
Rp65.000.000 / Rp116.500.000
≈ 55,8%
Target nilai saham (kembali 50%)
50% x Rp116.500.000
Rp58.250.000
Jual saham untuk rebalancing
Rp65.000.000 − Rp58.250.000
Rp6.750.000
Studi Kasus: Tiga Investor, Tiga Alokasi Berbeda
Investor
Usia & Horizon
Alokasi yang Sesuai
Anisa, mahasiswa magang
22 tahun, horizon >20 tahun (pensiun)
Agresif: 75% saham, 20% obligasi, 5% kas
Budi, karyawan swasta
35 tahun, horizon 5-7 tahun (DP rumah kedua & pendidikan anak)
Moderat: 50% saham, 30% obligasi, 20% kas
Citra, mendekati pensiun
58 tahun, horizon <3 tahun (pensiun dekat)
Konservatif: 20% saham, 50% obligasi, 30% kas
Perhatikan: alokasi ditentukan oleh kombinasi usia, horizon, dan tujuan spesifik — bukan usia semata.
Kesalahan Umum dalam Alokasi Aset
Kesalahan pemula
Overconcentration: semua dana di satu saham/sektor favorit
Chasing return: pindah ke aset yang baru saja naik tinggi
Mengabaikan horizon: dana jangka pendek ditaruh di saham
Cara menghindarinya
Tentukan profil risiko & horizon SEBELUM memilih produk
Ikuti model alokasi, rebalancing terjadwal, bukan ikut sentimen
Evaluasi ulang alokasi saat tujuan hidup berubah signifikan
Latihan: Susun Alokasi Portofolio Pribadi Anda
Kerjakan secara individu, dikumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.
Instruksi tugas
Tentukan profil risiko Anda (konservatif/moderat/agresif) beserta alasan berdasarkan faktor kemampuan & kesediaan
Tentukan satu tujuan keuangan konkret beserta horizon investasinya (mis. DP rumah 5 tahun lagi)
Susun alokasi aset dalam persentase DAN nilai rupiah, asumsikan dana awal Rp20.000.000
Jelaskan kelas aset/produk konkret yang akan dipilih untuk tiap alokasi (mis. reksadana saham apa, SBN Ritel seri apa)
Tulis dalam 1 halaman A4, kumpulkan via portal e-learning sebelum pertemuan 6
Ringkasan Pertemuan & Jembatan ke Minggu Depan
Yang sudah kita pelajari
Profil risiko = kemampuan + kesediaan menanggung fluktuasi
Horizon investasi menentukan seberapa besar porsi saham layak diambil
Diversifikasi sejati = lintas kelas aset, bukan hanya lintas produk
Rebalancing menjaga portofolio tetap sesuai rencana dari waktu ke waktu
Pertemuan 6: Dana Darurat & Likuiditas
Berapa besar dana darurat yang ideal untuk tiap profil pekerjaan?
Di mana sebaiknya dana darurat disimpan agar tetap likuid?
Hubungan dana darurat dengan porsi "kas" yang sudah kita hitung hari ini