stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Dasar Investasi untuk Individu: saham, obligasi, reksadana — profil risiko-imbal hasil
RPS minggu 4 · 2x50 menit

Dasar Investasi untuk Individu

Saham, obligasi, reksadana — memahami profil risiko-imbal hasil sebelum menaruh uang Anda

Pertemuan 4 · Mata Kuliah Wealth Management · Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Bagian I dari III
Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?

Menyambung dari anggaran dan manajemen utang di pertemuan sebelumnya, kita masuk ke alasan mendasar mengapa uang yang sudah aman dari utang perlu ditumbuhkan lewat investasi, bukan sekadar disimpan.

Posisi Pertemuan 4 dalam Alur Wealth Management

Mata kuliah ini bergerak dari fondasi personal menuju keputusan investasi konkret — hari ini adalah titik pindah dari mengelola uang menjadi menumbuhkan uang.

Sudah Dilalui
  • P1 — Proses perencanaan keuangan
  • P2 — Anggaran & tujuan finansial
  • P3 — Manajemen utang personal
Hari Ini — P4
  • Konsep risiko-imbal hasil
  • Saham, obligasi, reksadana
  • Cara menghitung return sederhana
Akan Datang
  • P5 — Alokasi aset per profil risiko
  • P6 — Dana darurat & likuiditas
  • P8 — Goal-based investing

Trade-off Dasar: Risiko dan Imbal Hasil

Prinsip paling fundamental dalam investasi adalah semakin tinggi potensi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus Anda tanggung — tidak ada instrumen yang memberi return tinggi tanpa risiko.

Risiko →Imbal Hasil →Deposito / RD Pasar UangObligasi (SBN/Korporasi)Saham
Deposito dan reksadana pasar uang relatif aman namun return-nya kecil; saham berpotensi return besar namun harganya bisa naik-turun tajam dalam waktu singkat.

Mengapa Menabung Saja Tidak Cukup: Inflasi

Uang yang hanya didiamkan di rekening tabungan biasa kehilangan daya beli setiap tahun karena inflasi — harga barang naik lebih cepat daripada bunga tabungan Anda.

Fakta Inflasi Indonesia
  • Target inflasi Bank Indonesia ~2,5% ± 1% per tahun
  • Bunga tabungan biasa umumnya hanya ~0,5-1% per tahun
  • Selisihnya berarti daya beli uang tunai tetap tergerus
Ilustrasi Sederhana
  • Uang Rp 100.000 hari ini bisa beli 10 porsi nasi Padang @Rp 10.000
  • Lima tahun lagi, harga nasi Padang naik jadi ~Rp 12.000
  • Uang Rp 100.000 yang sama hanya cukup untuk ~8 porsi

Hitung dari Nol: Return Riil vs Return Nominal

Return riil adalah keuntungan investasi Anda setelah dikurangi efek inflasi — inilah angka yang benar-benar menggambarkan pertumbuhan daya beli Anda.

LangkahPerhitunganNilai
Return nominal tahunan (RD pasar uang)Diberikan5%
Inflasi tahunanDiberikan (asumsi target BI)3%
Faktor pertumbuhan nominal1 + 5%1,05
Faktor inflasi1 + 3%1,03
Return riil (persis)(1,05 / 1,03) - 11,94%
Return riil (aproksimasi cepat)5% - 3%2,00%
Return Riil (Persis)
≈1,94%
per tahun, setelah memperhitungkan inflasi
Bagian II dari III
Tiga Instrumen Investasi Ritel Dasar

Saham, obligasi, dan reksadana adalah tiga pintu masuk paling umum bagi investor ritel Indonesia — masing-masing punya cara kerja, sumber keuntungan, dan risiko yang berbeda.

Saham: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Saham adalah bukti kepemilikan sebagian atas suatu perusahaan — ketika Anda membeli saham BBCA, Anda secara proporsional menjadi salah satu pemilik Bank Central Asia.

Cara Kerja
  • Perusahaan menjual sebagian kepemilikan lewat Bursa Efek Indonesia (BEI)
  • Harga saham terbentuk dari mekanisme permintaan-penawaran investor
  • Pemegang saham berhak atas dividen bila perusahaan untung
  • Pemegang saham berhak suara dalam RUPS sesuai porsi kepemilikan
Dua Sumber Keuntungan
  • Capital gain: selisih harga jual lebih tinggi dari harga beli
  • Dividen: bagian laba yang dibagikan tunai ke pemegang saham

Hitung dari Nol: Total Return Saham

Total return saham adalah gabungan capital gain dan dividend yield — jangan hanya menghitung salah satunya saat mengevaluasi kinerja investasi saham Anda.

LangkahPerhitunganNilai
Harga beli awal (per lembar)DiberikanRp 8.500
Harga di akhir tahun (per lembar)DiberikanRp 9.200
Capital gain (Rp)Rp 9.200 - Rp 8.500Rp 700
Capital gain (%)Rp 700 / Rp 8.5008,24%
Dividen tunai diterima (per lembar)DiberikanRp 150
Dividend yieldRp 150 / Rp 8.5001,76%
Total return8,24% + 1,76%10,00%
Total Return Setahun
≈10,00%
capital gain + dividend yield

Saham: Risiko yang Perlu Diwaspadai

Saham memberi potensi return tertinggi di antara tiga instrumen ini, namun juga membawa risiko fluktuasi harga (volatilitas) yang bisa sangat tajam dalam waktu singkat.

Jenis Risiko Saham
  • Risiko pasar: IHSG turun bersamaan saat sentimen negatif global
  • Risiko perusahaan: kinerja emiten memburuk, laba turun
  • Risiko likuiditas: saham lapis tiga sulit dijual cepat tanpa diskon harga
Contoh Nyata di BEI
  • IHSG sempat anjlok lebih dari 30% saat awal pandemi Covid-19 2020
  • Saham teknologi seperti GoTo pernah terkoreksi tajam pasca-IPO
  • Namun IHSG pulih dan mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa tahun berikutnya

Obligasi: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Obligasi adalah surat utang — ketika Anda membeli obligasi, Anda meminjamkan uang ke penerbit (pemerintah atau perusahaan) dengan janji bunga (kupon) dan pengembalian pokok di jatuh tempo.

Cara Kerja
  • Penerbit (mis. pemerintah via SBN/ORI, atau korporasi) meminjam dana dari investor
  • Investor menerima kupon (bunga) secara berkala, umumnya tetap
  • Pada jatuh tempo, nilai pokok (nominal) dikembalikan penuh
Istilah Kunci
  • Nilai nominal: jumlah pokok utang yang tertera di surat obligasi
  • Kupon: bunga tahunan, biasanya persentase dari nilai nominal
  • Jatuh tempo (maturity): tanggal pokok utang harus dilunasi

Hitung dari Nol: Current Yield Obligasi

Current yield mengukur imbal hasil obligasi berdasarkan harga beli aktual di pasar, bukan hanya nilai nominalnya — penting karena obligasi sering diperjualbelikan di harga diskon atau premium.

LangkahPerhitunganNilai
Nilai nominal obligasiDiberikanRp 1.000.000
Kupon tahunan (%)Diberikan6,5%
Kupon tahunan (Rp)6,5% x Rp 1.000.000Rp 65.000
Harga beli di pasar sekunderDiberikan (diskon dari nominal)Rp 970.000
Current yieldRp 65.000 / Rp 970.0006,70%
Current Yield
≈6,70%
lebih tinggi dari kupon nominal karena dibeli diskon

Coba Sendiri: Geser Harga Obligasi, Amati Yield-nya

Ubah harga beli di pasar sekunder — perhatikan bagaimana current yield naik-turun berlawanan arah dengan harga.

Obligasi: Jenis dan Risiko

Jenis Obligasi Utama
  • Obligasi Pemerintah (SBN, ORI, Sukuk Ritel) — risiko gagal bayar sangat rendah
  • Obligasi Korporasi — kupon lebih tinggi, risiko tergantung kesehatan perusahaan
  • Obligasi jangka pendek vs jangka panjang — beda sensitivitas suku bunga
Risiko Utama
  • Risiko kredit/gagal bayar: penerbit tak sanggup bayar kupon/pokok
  • Risiko suku bunga: harga obligasi turun saat suku bunga acuan naik
  • Risiko likuiditas: sulit dijual cepat di pasar sekunder tanpa diskon besar

Reksadana: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Reksadana adalah wadah pengumpulan dana dari banyak investor yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional untuk dibelikan portofolio saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.

Cara Kerja
  • Investor membeli Unit Penyertaan (UP) reksadana lewat aplikasi/agen penjual
  • Dana dikumpulkan lalu dikelola Manajer Investasi (MI) berizin OJK
  • Kinerja tercermin dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan
Kelebihan bagi Investor Pemula
  • Modal awal kecil, mulai dari puluhan ribu rupiah
  • Diversifikasi otomatis — dana tersebar ke banyak aset sekaligus
  • Dikelola profesional, tidak perlu analisis saham/obligasi sendiri

Reksadana: Empat Jenis Utama

Jenis ReksadanaIsi PortofolioProfil Risiko
Pasar UangDeposito, SBN jangka pendekRendah
Pendapatan TetapMayoritas obligasiRendah-Moderat
CampuranKombinasi saham + obligasiModerat
SahamMayoritas sahamTinggi
Semakin besar porsi saham dalam portofolio reksadana, semakin tinggi potensi return sekaligus fluktuasinya — pilih jenis reksadana sesuai horizon dan toleransi risiko Anda.

Coba Sendiri: Bandingkan Kinerja Reksadana Disesuaikan Risiko

Pilih jenis reksadana yang berbeda lalu amati bagaimana return dan risikonya berubah bersamaan, bukan return saja.

Membandingkan Tiga Instrumen dalam Satu Spektrum

InstrumenPotensi ReturnTingkat RisikoLikuiditas
Reksadana Pasar UangRendah (~4-6%/th)Sangat rendahSangat tinggi
Obligasi (SBN/ORI)Moderat (~6-7%/th)Rendah-moderatModerat
Reksadana CampuranModeratModeratTinggi
SahamTinggi (jangka panjang)TinggiTinggi (namun harga fluktuatif)
Tidak ada instrumen "terbaik" secara mutlak — yang ada adalah instrumen yang paling sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko Anda.
Bagian III dari III
Profil Risiko dan Diversifikasi

Setelah mengenal tiga instrumen dasar, langkah berikutnya adalah mengenali profil risiko diri sendiri dan memahami mengapa mencampur beberapa instrumen sekaligus jauh lebih bijak daripada bertaruh pada satu instrumen saja.

Profil Risiko Investor: Konservatif, Moderat, Agresif

Profil risiko menggambarkan seberapa besar Anda sanggup menoleransi penurunan nilai investasi sementara demi potensi return lebih tinggi di kemudian hari.

Konservatif

Prioritas keamanan dana; toleransi rugi sangat rendah; cocok dana darurat atau kebutuhan <2 tahun. Dominasi: pasar uang & obligasi.

Moderat

Menerima fluktuasi sedang demi return lebih baik; horizon 3-5 tahun. Kombinasi: obligasi + reksadana campuran/saham porsi terbatas.

Agresif

Siap menerima fluktuasi tajam demi return maksimal; horizon >5-10 tahun (mis. dana pensiun). Dominasi: saham & reksadana saham.

Diversifikasi: Jangan Taruh Semua Telur di Satu Keranjang

Diversifikasi berarti menyebar dana ke berbagai instrumen/sektor yang pergerakannya tidak selalu searah, sehingga kerugian di satu aset bisa diimbangi kinerja aset lain.

Hanya 1 SahamNaik-turun tajammengikuti 1 perusahaanRisiko terkonsentrasiSaham + ObligasiSaat saham turun,obligasi cenderung stabilRisiko lebih seimbangMulti-Aset (Reksadana)Puluhan saham + obligasidalam satu wadahDiversifikasi optimal

Latihan Kelas: Rancang Portofolio Sederhana Anda

Kerjakan secara individu, waktu 10 menit, lalu 3 mahasiswa akan diminta memaparkan hasilnya di depan kelas.

Instruksi
  • Anggap Anda punya dana Rp 5.000.000 untuk diinvestasikan selama 3 tahun ke depan.
  • Tentukan profil risiko Anda (konservatif/moderat/agresif) dan jelaskan alasannya.
  • Bagi Rp 5.000.000 tersebut ke tiga instrumen yang sudah dipelajari (saham, obligasi, reksadana) dalam persentase yang menurut Anda sesuai.
  • Hitung estimasi total return riil setahun bila diasumsikan return nominal blended portofolio Anda 8% dan inflasi 3%.
Siapkan jawaban Anda untuk didiskusikan bersama — tidak ada jawaban tunggal yang benar, yang dinilai adalah konsistensi logika antara profil risiko dan alokasi yang Anda pilih.