Mengubah data pengunjung dan pengguna aplikasi menjadi keputusan bisnis yang terukur.
RPS minggu 11 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
SUB-CPMK 1
Ukur
Menjelaskan metrik dasar web dan mobile analytics (traffic, funnel, retensi) serta cara menghitungnya.
SUB-CPMK 2
Baca
Memahami cara kerja alat pengukuran (GA4, UTM, atribusi) tanpa perlu menulis kode pelacakan sendiri.
SUB-CPMK 3
Uji
Memahami logika A/B testing dan cohort analysis sebagai dasar keputusan produk berbasis data.
SUB-CPMK 4
Jaga
Mengenali batas privasi data pengguna (UU PDP, GDPR) saat merancang pengukuran.
Bagian 1 dari 3
Fondasi Analytics: Mengapa Mengukur?
Dari intuisi ke bukti: metrik dasar web dan mobile yang wajib dikenal setiap pengambil keputusan bisnis digital.
Mengapa Data Mengalahkan Intuisi?
Sebelum era digital, keputusan bisnis banyak bersandar pada firasat pemilik toko. Web dan mobile analytics mengubah setiap klik, kunjungan, dan transaksi menjadi jejak data yang bisa dianalisis.
TANPA ANALYTICS
Keputusan berdasar tebakan atau suara paling lantang di rapat
Baru sadar produk gagal setelah dana promosi habis
Tidak tahu fitur mana yang benar-benar dipakai pengguna
DENGAN ANALYTICS
Setiap klaim bisa diuji: "benarkah promo ini menaikkan penjualan?"
Masalah terdeteksi dini lewat penurunan metrik kunci
Anggaran iklan dialihkan ke kanal yang terbukti efektif
Contoh nyata: Gojek dan Tokopedia (kini GoTo) membangun tim data science besar justru karena skala transaksi hariannya membuat "menebak" jadi terlalu mahal untuk dilakukan.
Web Analytics vs Mobile Analytics
Keduanya mengukur perilaku pengguna, tapi unit pengukuran dan alatnya berbeda karena arsitektur teknologinya juga berbeda (ingat Pertemuan 4).
Glosarium: SDK (Software Development Kit) adalah paket kode siap pakai yang ditanam developer ke dalam aplikasi agar bisa mengirim data pemakaian ke server analytics.
Metrik Dasar Traffic Web
Empat istilah yang paling sering muncul di laporan pemasaran digital manapun.
SESSION
Sesi
Satu kunjungan berkelanjutan seorang pengguna ke situs, biasanya dianggap berakhir setelah 30 menit tanpa aktivitas.
PAGEVIEW
Halaman
Setiap kali satu halaman dimuat/dilihat. Satu sesi bisa berisi banyak pageview.
BOUNCE RATE
Pentalan
Persentase pengunjung yang pergi setelah melihat satu halaman saja tanpa interaksi lain — sinyal konten kurang menarik.
CTR
Klik
Click-Through Rate: persentase orang yang mengklik sebuah tautan/iklan dari total yang melihatnya.
Hitung dari Nol: Funnel Conversion Rate
Kasus: toko fashion UMKM di Shopee dalam satu bulan. Funnel = urutan tahap yang dilalui calon pembeli sebelum bertransaksi.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Pengunjung → Tambah keranjang
2.500 ÷ 10.000 × 100
25%
2. Keranjang → Mulai checkout
900 ÷ 2.500 × 100
36%
3. Checkout → Transaksi selesai
360 ÷ 900 × 100
40%
4. Conversion rate keseluruhan
360 ÷ 10.000 × 100
3,6%
Dari 10.000 pengunjung, hanya 360 (3,6%) yang jadi pembeli. Titik paling bocor ada di tahap keranjang → checkout (hanya 36% lanjut) — di situlah perbaikan sebaiknya difokuskan.
Coba Sendiri: Uji Corong Konversi Toko Daring Anda
Ubah jumlah pengunjung di tiap tahap funnel, lalu amati di mana titik kebocoran terbesar dan berapa conversion rate keseluruhannya.
Metrik Dasar Aplikasi Mobile
Karena pengguna aplikasi cenderung memakainya berulang (bukan sekali kunjung seperti web), metrik mobile berfokus pada keaktifan dan bertahan-tidaknya pengguna.
DAU / MAU
Aktif
Daily/Monthly Active Users: jumlah pengguna unik yang membuka aplikasi dalam sehari/sebulan.
RETENTION
Bertahan
Persentase pengguna yang kembali membuka aplikasi setelah periode tertentu (mis. 7 hari) sejak pertama instal.
CHURN RATE
Kabur
Kebalikan retensi: persentase pengguna yang berhenti memakai aplikasi dalam periode tertentu.
STICKINESS
Lengket
Rasio DAU/MAU — seberapa sering pengguna bulanan kembali setiap hari. Akan kita hitung berikutnya.
Hitung dari Nol: Stickiness Aplikasi (DAU/MAU)
Kasus: aplikasi dompet digital dengan data bulan berjalan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Rata-rata DAU bulan ini
data tercatat sistem
45.000
2. MAU bulan ini
data tercatat sistem
300.000
3. Stickiness ratio
45.000 ÷ 300.000 × 100
15%
4. Pertumbuhan DAU vs bulan lalu (36.000)
(45.000 − 36.000) ÷ 36.000 × 100
25%
Stickiness 15% berarti rata-rata setiap pengguna bulanan hanya membuka aplikasi sekitar 1 dari 7 hari. Aplikasi media sosial biasanya di atas 50%; 15% menandakan ruang perbaikan besar pada frekuensi pemakaian.
Coba Sendiri: Hitung Stickiness Aplikasi Anda
Ubah angka DAU dan MAU, lalu amati bagaimana rasio stickiness berubah dan bandingkan dengan aplikasi media sosial populer.
Bagian 2 dari 3
Alat & Teknik Pengukuran
Dari Google Analytics 4 sampai atribusi kampanye: bagaimana data itu ditangkap dan ditafsirkan.
Google Analytics 4 (GA4): Model Berbasis Event
GA4 adalah alat web & mobile analytics gratis paling banyak dipakai. Bedanya dari versi lama (Universal Analytics): semua interaksi dicatat sebagai "event", bukan sekadar pageview.
MODEL LAMA (PAGEVIEW-BASED)
Fokus mencatat "halaman apa yang dibuka"
Sulit menyatukan data web dan mobile app
Klik tombol, scroll, video butuh setup tambahan rumit
MODEL GA4 (EVENT-BASED)
Semua tindakan (klik, scroll, beli) = satu "event"
Satu properti bisa menggabungkan situs + aplikasi
Lebih siap menghadapi era tanpa cookie pihak ketiga
Glosarium: event dalam GA4 adalah setiap tindakan spesifik yang dicatat, contoh: page_view, add_to_cart, purchase.
Melacak Sumber Trafik: Parameter UTM
UTM (Urchin Tracking Module) adalah kode tambahan di ujung URL agar sistem analytics tahu persis dari mana pengunjung datang.
Satu pelanggan sering bersentuhan dengan banyak kanal sebelum akhirnya membeli. Model atribusi menentukan kanal mana yang dapat "kredit".
Langkah
Model Atribusi
Kanal yang Dapat Kredit
1. Sederhana & paling umum
Last-click
100% ke Email Promo (sentuhan terakhir)
2. Menghargai titik awal
First-click
100% ke Iklan Instagram (sentuhan pertama)
3. Lebih adil, lebih rumit
Multi-touch (linear)
Dibagi rata ke ketiga kanal (≈33% masing-masing)
Coba Sendiri: Bandingkan Model Atribusi Konversi
Ubah kanal-kanal yang dilalui pelanggan, lalu amati bagaimana kredit konversi terbagi berbeda antara last-click, first-click, dan multi-touch.
A/B Testing: Menguji Sebelum Meluncurkan
A/B testing membagi pengguna secara acak ke dua versi (A = kontrol, B = variasi) untuk melihat mana yang berkinerja lebih baik, sebelum diterapkan ke semua orang.
VERSI A (KONTROL)
50%
Tombol "Beli Sekarang" warna biru — tampilan lama, sebagai pembanding.
VERSI B (VARIASI)
50%
Tombol "Beli Sekarang" warna merah — tampilan baru yang diuji hipotesisnya.
Aturan dasar: hanya ubah satu variabel per uji coba (contoh: warna tombol saja), jalankan cukup lama sampai jumlah sampel signifikan secara statistik, baru simpulkan pemenangnya.
Coba Sendiri: Uji Signifikansi Hasil A/B Testing Anda
Masukkan jumlah pengguna dan konversi versi A dan B, lalu amati berapa besar uplift dan apakah hasilnya cukup signifikan.
Cohort Analysis: Membaca Retensi dari Waktu ke Waktu
Cohort = kelompok pengguna yang mulai memakai produk pada periode yang sama (misalnya, semua yang mendaftar bulan Januari). Analisis cohort melihat bagaimana kelompok itu bertahan seiring waktu.
Kurva yang terus menurun tajam ("leaky bucket") adalah tanda bahaya — produk menarik pengguna baru tapi gagal membuat mereka bertahan. Kurva yang akhirnya mendatar menandakan ada inti pengguna setia.
Dari Tujuan Bisnis ke Metrik: KPI Tree
Data yang baik selalu mengalir dari tujuan bisnis, bukan sebaliknya. KPI (Key Performance Indicator) adalah indikator kunci yang mewakili tujuan itu.
Bagian 3 dari 3
Privasi, Studi Kasus, & Praktik
Batas hukum dan etika pengukuran data, ditutup dengan studi kasus dan diskusi kelas.
Privasi Data: Batas yang Wajib Dijaga
Mengumpulkan data pengguna bukan tanpa batas. Di Indonesia, aturan utamanya adalah UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
UU PDP (INDONESIA)
Wajib ada persetujuan (consent) sebelum mengumpulkan data pribadi
Pengguna berhak tahu datanya dipakai untuk apa
Kebocoran data bisa berujung sanksi administratif & pidana
ATURAN GLOBAL SERUPA
GDPR (Uni Eropa) — acuan global paling ketat
ATT Apple (App Tracking Transparency) — app wajib minta izin sebelum melacak lintas-aplikasi
Google & browser mulai membatasi cookie pihak ketiga
Implikasi bisnis: dunia analytics bergerak dari "lacak semua diam-diam" menuju "minta izin lebih dulu" — perusahaan yang lambat beradaptasi akan kehilangan sebagian data pelacakannya.
Studi Kasus: Funnel Bocor di Marketplace UMKM
SITUASI
Sebuah UMKM kerajinan di Yogyakarta menjual produknya lewat Shopee dan Instagram Shop. Data GA4 & laporan Shopee bulan ini menunjukkan: trafik naik 40% (berkat konten TikTok viral), namun conversion rate turun dari 4% menjadi 2%. Rata-rata waktu di halaman checkout memanjang dari 20 detik menjadi 90 detik, dan ongkos kirim baru saja dinaikkan penyedia logistik.
Diskusi kelompok (10 menit):
Metrik apa saja yang perlu Anda cek lagi untuk memastikan dugaan penyebabnya?
Apakah kenaikan trafik dari TikTok ini "berkualitas" — bagaimana Anda membuktikannya dengan UTM & atribusi?
Eksperimen apa (A/B test) yang akan Anda usulkan untuk memperbaiki conversion rate?
Rangkuman & Tugas Minggu Depan
Konsep
Inti
Funnel & conversion rate
Menemukan titik bocor perjalanan pengguna sebelum bertransaksi
DAU/MAU & retensi
Mengukur seberapa "lengket" dan bertahan sebuah aplikasi
UTM & atribusi
Melacak dan menilai kanal mana yang layak dapat kredit & anggaran
A/B test & cohort
Menguji ide dan membaca retensi berbasis bukti, bukan tebakan
UU PDP & privasi
Mengumpulkan data pengguna butuh persetujuan dan batas etika
MINGGU DEPAN
Pertemuan 11: API & Integrasi Sistem — bagaimana aplikasi analytics ini sebenarnya "berbicara" dengan sistem lain di balik layar.
TUGAS
Individu
Ambil screenshot dashboard analytics gratis (mis. GA4 demo account) dan identifikasi 1 metrik yang menurut Anda paling penting bagi bisnis tersebut, beserta alasannya.