stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Analisis Regresi Berganda: Menghitung Parameter
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Statistika Bisnis

Pertemuan 10 — Analisis Regresi Berganda: Menghitung Parameter

Dari satu prediktor ke banyak prediktor sekaligus — belajar menghitung dan memaknai parameter regresi berganda memakai kasus bisnis digital nyata.

RPS MINGGU 11 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sesuai Sub-CPMK minggu ini, pertemuan ini membangun kemampuan Anda menghitung dan menafsirkan parameter model regresi dengan lebih dari satu prediktor. Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

Kemampuan Menghitung
  • Menuliskan persamaan regresi berganda dengan benar
  • Menghitung koefisien (b1, b2) dan intersep (a) dari data mentah
  • Menghitung R² dan Adjusted R² untuk menilai kecocokan model
Kemampuan Menafsirkan
  • Membaca koefisien parsial secara ceteris paribus
  • Membedakan koefisien terstandardisasi (beta) dari yang tidak
  • Membaca tabel output regresi ala software statistik
Bagian 1
Dari Satu Prediktor ke Banyak Prediktor

Mengapa regresi berganda dibutuhkan, dan bagaimana persamaannya dibentuk.

Recap: Kenapa Satu Prediktor Sering Tidak Cukup?

Minggu lalu, regresi sederhana memprediksi Y dari satu X saja: Ŷ = a + bX. Tapi dalam bisnis nyata, hampir tidak pernah hanya satu faktor yang bekerja.

Regresi Sederhana
Contoh: penjualan toko daring hanya diprediksi dari besar diskon — padahal jumlah promosi konten juga jelas berpengaruh, tapi diabaikan.
Regresi Berganda
Memasukkan diskon DAN jumlah konten promosi sekaligus ke satu model — lebih realistis dan lebih akurat memprediksi penjualan.
Model yang mengabaikan prediktor penting berisiko salah menyimpulkan — misalnya menganggap diskon satu-satunya penyebab naiknya penjualan, padahal sebagian besar sebenarnya berasal dari gencarnya promosi konten.

Persamaan Regresi Berganda

Bentuk umumnya memperluas regresi sederhana dengan menambah satu istilah per prediktor tambahan.

Ŷ = a + b1X1 + b2X2 + … + bkXk
Ŷ (Y-topi)
Nilai Y yang diprediksi model — misalnya penjualan mingguan hasil prediksi.
a (Intersep)
Nilai Ŷ saat SEMUA X bernilai nol — titik potong garis dengan sumbu Y.
b1, b2
Koefisien parsial — perubahan Ŷ per satu satuan kenaikan X terkait, dengan X lain dijaga tetap.

Studi Kasus: Toko Kopi Kemasan "Warung Kenangan" di Marketplace

Sebuah UMKM penjual kopi kemasan mencatat data lima minggu terakhir: besar diskon (X1), jumlah konten promosi yang diposting (X2), dan unit terjual (Y).

MingguDiskon X1 (%)Konten Promosi X2 (posting)Unit Terjual Y
15222
210433
315332
420647
525546

Pemilik toko ingin tahu: seberapa besar pengaruh diskon dan pengaruh konten promosi masing-masing terhadap penjualan? Mari kita hitung dari nol.

Hitung dari Nol #1: Koefisien Regresi Berganda

Untuk dua prediktor, koefisien dicari dengan menyelesaikan persamaan normal dari jumlah kuadrat & hasil kali deviasi (X − rata-rata X).

LangkahPerhitunganNilai
1. Rata-rata tiap variabelΣY/n = 180/5  |  ΣX1/n = 75/5  |  ΣX2/n = 20/5Ō=36, X̄1=15, X̄2=4
2. Jumlah hasil kali deviasi X × YΣx1y = Σ(X1−X̄1)(Y−Ō)  |  Σx2y = Σ(X2−X̄2)(Y−Ō)Σx1y=310, Σx2y=64
3. Jumlah kuadrat & hasil kali deviasi XΣx1²=250  |  Σx2²=10  |  Σx1x2=40(dipakai langkah 4)
4. Selesaikan persamaan normal untuk b1, b2250b1+40b2=310  dan  40b1+10b2=64b1=0,60; b2=4,00
5. Hitung intersep aa = Ō − b11 − b22 = 36 − (0,60×15) − (4,00×4)a = 11,00
Persamaan Regresi Berganda Hasil
Ŷ = 11,00 + 0,60X1 + 4,00X2

Menafsirkan Koefisien: Apa Arti 0,60 dan 4,00?

Kunci membaca koefisien regresi berganda adalah frasa Latin ceteris paribus — "dengan variabel lain dijaga tetap".

b1 = 0,60
Setiap kenaikan diskon 1 persen, penjualan naik rata-rata 0,60 unitdengan asumsi jumlah konten promosi tidak berubah.
b2 = 4,00
Setiap tambahan 1 posting konten promosi, penjualan naik rata-rata 4,00 unitdengan asumsi diskon tidak berubah.
Implikasi bisnis: menaikkan satu posting konten promosi setara dampaknya dengan menaikkan diskon lebih dari 6 persen (4,00 ÷ 0,60 ≈ 6,7) — promosi konten jauh lebih "ampuh" per unit usaha di kasus ini.

Coba Sendiri: Regresi Berganda dalam Ruang Tiga Dimensi

Ubah nilai b1 dan b2, lalu amati bagaimana bidang regresi (bukan lagi garis lurus) memotong ruang data berdimensi tiga.

Bagian 2
Menilai Seberapa Baik Model Ini

R², Adjusted R², koefisien terstandardisasi, dan cara membaca output software.

R² dan Adjusted R²: Mengukur Kecocokan Model

R² menunjukkan proporsi variasi Y yang berhasil dijelaskan oleh seluruh prediktor dalam model, dari 0 (tidak menjelaskan apa-apa) sampai 1 (menjelaskan sempurna).

R² = 1 − (SSE / SST)
Masalah R² Biasa
selalu naik setiap kali menambah prediktor baru ke model — bahkan prediktor yang sama sekali tidak relevan.
Solusi: Adjusted R²
Memberi "penalti" untuk jumlah prediktor (k) — hanya naik jika prediktor baru benar-benar menambah daya jelas model.

Hitung dari Nol #2: R² dan Adjusted R²

Memakai persamaan Ŷ = 11,00 + 0,60X1 + 4,00X2 dari perhitungan sebelumnya, dengan n=5 observasi dan k=2 prediktor.

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung Ŷ tiap minggu dari persamaanMgg1: 11+0,6(5)+4(2)  |  …  |  Mgg5: 11+0,6(25)+4(5)22; 33; 32; 47; 46
2. Jumlah kuadrat sisa (SSE = Σ(Y−Ŷ)²)(22−22)²+(33−33)²+(32−32)²+(47−47)²+(46−46)²SSE = 0,00
3. Jumlah kuadrat total (SST = Σ(Y−Ō)²)(22−36)²+(33−36)²+(32−36)²+(47−36)²+(46−36)²SST = 570
4. R² = 1 − SSE/SST1 − (0 / 570)R² = 1,00
5. Adjusted R² = 1−(1−R²)(n−1)/(n−k−1)1 − (0)(4)/(2)Adj R² = 1,00
Data latihan ini sengaja disederhanakan agar setiap langkah mudah diverifikasi manual — sehingga cocok sempurna (R²=1,00). Data bisnis nyata hampir tidak pernah punya kecocokan sesempurna ini; R² sekitar 0,60–0,85 sudah tergolong kuat untuk data lapangan.

Koefisien Terstandardisasi (Beta): Membandingkan Prediktor Beda Satuan

b1=0,60 (satuan persen) dan b2=4,00 (satuan posting) tidak bisa dibandingkan langsung — satuannya berbeda. Solusinya: standardisasi.

LangkahPenjelasanHasil
1. Ubah semua variabel ke skor-zSetiap X dan Y dikurangi rata-ratanya, lalu dibagi simpangan bakunya — sehingga semua variabel jadi "tanpa satuan"X1, X2, Y → skor-z
2. Jalankan regresi ulang dengan skor-zHasilnya koefisien beta (β) — sudah tanpa satuan asli, bisa langsung dibandingkan besarnyaβ1, β2
Aturan baca: β yang nilai absolutnya lebih besar = prediktor dengan pengaruh relatif lebih kuat terhadap Y — terlepas dari satuan aslinya (persen vs jumlah posting).

Membaca Tabel Output Regresi ala Software Statistik

Di dunia kerja, Anda jarang menghitung manual seperti tadi — software (SPSS, Excel, R) menghasilkan tabel ringkasan seperti ini. Latihan membacanya sekarang.

Sekilas Kenal: Ketika Dua Prediktor Saling Berkorelasi

Bayangkan dua toko digital berbeda menambahkan prediktor ketiga ke model mereka. Perhatikan bedanya secara bertahap.

LangkahToko AToko B
1. Prediktor ketiga yang ditambahkan"Jumlah ulasan positif produk""Jumlah like di Instagram toko"
2. Hubungan dgn prediktor "konten promosi"Relatif independen — ulasan datang dari pembeli, bukan dari posting tokoSangat berkorelasi — makin banyak posting, makin banyak like otomatis
3. Efek pada koefisien modelKoefisien tetap stabil & mudah ditafsirkanKoefisien jadi tidak stabil & sulit dipisahkan pengaruh murninya
Ini disebut multikolinearitas — dua atau lebih prediktor yang saling berkorelasi tinggi, membuat koefisien regresi sulit ditafsirkan secara terpisah. Kita akan bahas cara mendeteksi & menanganinya secara lengkap di pertemuan berikutnya.
Bagian 3
Latihan Terapan

Menghindari kesalahan umum, lalu praktik menghitung sendiri dalam kelompok.

Tiga Kesalahan Umum Menafsirkan Regresi Berganda

Kenali pola kesalahan ini sebelum Anda mengerjakan latihan dan tugas — kesalahan ini sering lolos meski perhitungan matematisnya benar.

Kesalahan 1
Korelasi disamakan dengan kausalitas. Koefisien positif tidak otomatis berarti X menyebabkan Y — bisa jadi ada faktor lain di baliknya.
Kesalahan 2
Lupa "ceteris paribus". Menafsirkan b1 seolah X2 ikut berubah, padahal artinya X2 dijaga tetap.
Kesalahan 3
Membandingkan b mentah antar-prediktor beda satuan — seharusnya pakai koefisien beta terstandardisasi (Slide 13).

Latihan Kelompok: Hitung Parameter Regresi Anda Sendiri

Kerjakan bersama kelompok Anda (4–5 orang) dalam 25 menit, lalu siapkan 2 menit untuk presentasi singkat ke kelas.

Instruksi & Data
  • Data baru: 5 minggu penjualan toko roti daring — X1 = harga rata-rata per unit (ribuan Rp), X2 = jumlah ulasan positif, Y = unit terjual (data dibagikan dosen di kelas)
  • Hitung b1, b2, dan a memakai langkah persis Slide 7
  • Tafsirkan kedua koefisien secara ceteris paribus (Slide 8)
  • Hitung R² model Anda memakai langkah Slide 12
  • Tuliskan hasilnya di kertas/slide sederhana untuk dipresentasikan
Dosen akan berkeliling memantau — siapkan pertanyaan bila kelompok Anda buntu di langkah persamaan normal (Langkah 4, Slide 7).

Ringkasan: Cheat Sheet Regresi Berganda

Simpan tabel ini sebagai rujukan cepat untuk latihan dan tugas Anda ke depan.

IstilahMaknaRumus Kunci
b1, b2Koefisien parsial (ceteris paribus)Selesaikan persamaan normal
aIntersep — nilai Ŷ saat semua X=0a = Ō − b11 − b22
Proporsi variasi Y yang dijelaskan model1 − SSE/SST
Adjusted R²R² dengan penalti jumlah prediktor1−(1−R²)(n−1)/(n−k−1)
Beta (β)Koefisien terstandardisasi, bisa dibandingkanRegresi dari skor-z

Penutup & Menuju Pertemuan Berikutnya

Hari ini kita berhasil menghitung dan menafsirkan parameter regresi berganda dari nol — fondasi yang akan kita uji validitasnya minggu depan.

Yang Sudah Kita Kuasai
  • Menghitung b1, b2, a lewat persamaan normal
  • Menafsirkan koefisien secara ceteris paribus
  • Menghitung R² & Adjusted R², mengenal koefisien beta
Pertemuan Berikutnya: Asumsi Regresi Berganda
  • Empat asumsi klasik & cara mendeteksi penyimpangannya (termasuk multikolinearitas, Slide 15)
  • Tugas: bawa hasil latihan kelompok hari ini, akan dipakai lagi

📖 Baca juga: Beta Unlevering Relevering — penjelasan mendalam dan contoh numerik.