stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Pengujian Hipotesis Univariat
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Statistika Bisnis

Pertemuan 7 — Pengujian Hipotesis Univariat

Dari estimasi satu variabel menuju keputusan berbasis bukti: menguji klaim tentang rata-rata dan proporsi populasi menggunakan sampel.

RPS MINGGU 7 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merumuskan dan menguji hipotesis univariat untuk mendukung keputusan bisnis. Secara rinci:

CAPAIAN 1
RUMUSKAN
Menyusun hipotesis nol (H0) dan alternatif (H1) dari klaim/pertanyaan bisnis.
CAPAIAN 2
HITUNG
Menghitung statistik uji z dan t untuk rata-rata, serta memahami dua jenis kesalahan.
CAPAIAN 3
PUTUSKAN
Mengambil keputusan tolak/terima H0 memakai nilai kritis maupun p-value.
CAPAIAN 4
TERAPKAN
Menerapkan uji hipotesis satu-arah dan dua-arah pada kasus bisnis nyata.

Mengapa Uji Hipotesis Penting bagi Bisnis?

Setiap hari, manajer membuat klaim yang harus diuji dengan data, bukan sekadar diyakini.

KASUS 1
UMKM
Pemilik warung kopi di Semarang klaim rata-rata pengeluaran pelanggan Rp 45.000. Benarkah, atau cuma perasaan?
KASUS 2
E-COMMERCE
Tim produk Shopee klaim fitur baru menaikkan konversi checkout di atas 8%. Apakah kenaikan itu nyata atau kebetulan sampel?
KASUS 3
MANUFAKTUR
QC pabrik klaim berat kemasan Indomie rata-rata tepat 85 gram sesuai label. Perlu diuji sebelum ditegur BPOM.
Tanpa uji hipotesis, keputusan bisnis hanya berdasar intuisi atau anekdot — berisiko mahal saat diterapkan ke ribuan pelanggan.
Bagian 1 dari 3
Merumuskan Hipotesis
Dari klaim bisnis menjadi H0 dan H1 yang bisa diuji secara statistik.

Hipotesis Nol (H0) vs Hipotesis Alternatif (H1)

H0 adalah klaim status quo yang dianggap benar sampai ada bukti kuat menolaknya — mirip asas praduga tak bersalah di pengadilan.

H0 — Hipotesis Nol
  • Pernyataan "tidak ada perbedaan" atau nilai tertentu (=, ≤, ≥)
  • Selalu memuat tanda sama dengan
  • Dianggap benar sampai terbukti sebaliknya
H1 — Hipotesis Alternatif
  • Pernyataan yang ingin dibuktikan peneliti
  • Memuat tanda ≠, >, atau <
  • Diterima hanya jika bukti sampel cukup kuat
H0: μ = 500.000   |   H1: μ ≠ 500.000

Uji Satu-Arah (One-Tailed) vs Dua-Arah (Two-Tailed)

Arah H1 menentukan bentuk kurva pengujian dan cara membaca daerah penolakan.

Dua-Arah (H1: ≠)α/2α/2Satu-Arah (H1: >)αContoh: rata-rata TIDAK SAMA DENGAN targetContoh: konversi checkout LEBIH TINGGI dari 8%
Kata kunci klaim bisnis: "berbeda dari" → dua-arah. "lebih besar/lebih kecil dari" → satu-arah.

Dua Jenis Kesalahan dalam Pengujian

Setiap keputusan statistik punya risiko keliru — dua jenisnya harus dipahami manajer sebelum bertindak.

 H0 BenarH0 Salah
Terima H0Keputusan benarKesalahan Tipe II (β)
Tolak H0Kesalahan Tipe I (α)Keputusan benar
Tipe I (α): menolak H0 padahal benar — "false alarm". Contoh: menghentikan produksi karena mengira ada cacat, padahal tidak.
Tipe II (β): gagal menolak H0 padahal salah — "missed detection". Contoh: tidak mendeteksi produk cacat yang sebenarnya ada.

Coba Sendiri: Trade-off Error Tipe I, Tipe II, dan Power

Geser α dan jarak rata-rata H1 dari H0, lalu amati bagaimana area error Tipe I, Tipe II, dan power uji berubah.

Bagian 2 dari 3
Statistik Uji: Z dan t
Mengubah data sampel menjadi satu angka yang bisa dibandingkan dengan nilai kritis.

Statistik Uji Z (Sampel Besar, σ Diketahui)

Dipakai ketika simpangan baku populasi (σ) diketahui, atau ukuran sampel besar (n ≥ 30).

z = (x̄ − μ0) / (σ / √n)
RATA-RATA SAMPEL
Dihitung langsung dari data yang Anda kumpulkan.
μ0
NILAI HIPOTESIS
Angka klaim yang sedang diuji, dari H0.
σ / √n
GALAT BAKU
Standard error — variasi rata-rata sampel di sekitar rata-rata populasi.

Hitung dari Nol: Uji Z untuk Rata-Rata Transaksi

UMKM klaim rata-rata transaksi harian μ0 = Rp 500.000. Sampel n=36 hari: x̄ = Rp 520.000, σ = Rp 60.000, α = 5% (dua-arah).

LangkahPerhitunganNilai
1. Galat baku60.000 ÷ √36 = 60.000 ÷ 6
10.000
2. Selisih rata-rata520.000 − 500.000
20.000
3. Statistik z20.000 ÷ 10.000
z = 2,00
4. Nilai kritis (α=5%, dua-arah)tabel z, α/2 = 2,5%
±1,96
5. Keputusan|2,00| > 1,96 → masuk daerah penolakan
TOLAK H0

Statistik Uji t (Sampel Kecil, σ Tidak Diketahui)

Kondisi paling umum di praktik bisnis: simpangan baku populasi tidak diketahui dan sampel kecil (n < 30).

t = (x̄ − μ0) / (s / √n)
Beda dengan uji z hanya pada satu hal: σ (populasi) diganti s (sampel), dan pembandingnya bukan tabel z melainkan tabel distribusi t dengan derajat bebas (df) = n − 1.

Derajat bebas (degrees of freedom, df) adalah jumlah nilai bebas bervariasi setelah rata-rata sampel ditentukan — mengoreksi bahwa s hanya estimasi, sehingga distribusi t lebih "gemuk" di ujung dibanding distribusi normal.

Hitung dari Nol: Uji t untuk Rating Aplikasi

Startup klaim rating rata-rata aplikasinya μ0 = 4,2. Sampel n=16 ulasan: x̄ = 4,0, s = 0,4, α = 5% (satu-arah, H1: μ < 4,2).

LangkahPerhitunganNilai
1. Derajat bebasdf = n − 1 = 16 − 1
df = 15
2. Galat baku0,4 ÷ √16 = 0,4 ÷ 4
0,10
3. Statistik t(4,0 − 4,2) ÷ 0,10
t = −2,00
4. Nilai kritis (df=15, α=5%, satu-arah)tabel t, ekor kiri
−1,753
5. Keputusan−2,00 < −1,753 → masuk daerah penolakan
TOLAK H0

Pendekatan p-Value: Alternatif Nilai Kritis

Software statistik (SPSS, Excel, Python) umumnya langsung menampilkan p-value — cara membaca hasilnya jauh lebih praktis.

Definisi

p-value = probabilitas mendapatkan statistik uji seekstrem atau lebih ekstrem dari hasil sampel, jika H0 benar.

Aturan Keputusan
  • p-value < α → tolak H0
  • p-value ≥ α → gagal tolak H0
Sama seperti kasus rating aplikasi (t = −2,00, df=15): p-value ≈ 0,032. Karena 0,032 < 0,05 → tolak H0 — konsisten dengan hasil nilai kritis.
Bagian 3 dari 3
Uji Hipotesis Proporsi
Ketika yang diuji bukan rata-rata, tapi persentase atau pangsa (misalnya tingkat konversi, tingkat cacat, tingkat kepuasan).

Statistik Uji untuk Proporsi (p)

Dipakai untuk klaim berbentuk persentase/pangsa, misalnya tingkat konversi atau tingkat cacat produk.

z = (p̂ − p0) / √(p0(1−p0) / n)
PROPORSI SAMPEL
Jumlah "sukses" dibagi ukuran sampel n.
p0
PROPORSI KLAIM
Angka dalam H0, dinyatakan sebagai desimal (mis. 8% = 0,08).
n
UKURAN SAMPEL
Syarat: n·p0 ≥ 5 dan n(1−p0) ≥ 5 agar aproksimasi normal valid.

Hitung dari Nol: Uji Proporsi Konversi Checkout

Tim produk klaim fitur baru menaikkan konversi checkout > 8% (p0=0,08). Sampel n=500 pengunjung: 50 checkout, α=5% (satu-arah).

LangkahPerhitunganNilai
1. Proporsi sampel50 ÷ 500
p̂ = 0,10
2. Galat baku√(0,08 × 0,92 ÷ 500)
0,0121
3. Statistik z(0,10 − 0,08) ÷ 0,0121
z ≈ 1,65
4. Nilai kritis (α=5%, satu-arah)tabel z, ekor kanan
1,645
5. Keputusan1,65 > 1,645 → (sangat tipis) masuk penolakan
TOLAK H0

Sensitivitas: Bagaimana α Mengubah Keputusan?

Tingkat signifikansi (α) yang dipilih memengaruhi seberapa mudah H0 ditolak — pilihan α bukan sekadar formalitas.

α (signifikansi)Nilai Kritis z (satu-arah)Kasus konversi (z=1,65)
10% (longgar)1,282Tolak H0 (bukti lebih mudah diterima)
5% (standar)1,645Tolak H0 (tipis, seperti dihitung)
1% (ketat)2,326Gagal tolak H0 (bukti dianggap belum cukup kuat)
Kesimpulan yang sama bisa berubah total hanya karena α berbeda — manajer harus menetapkan α sebelum melihat data, bukan memilih α yang "menguntungkan" hasil.

Rangkuman: Enam Langkah Uji Hipotesis

LangkahDeskripsi
1 Rumuskan hipotesisTentukan H0 (status quo) dan H1 (klaim yang diuji) dari pertanyaan bisnis
2 Tetapkan αPilih tingkat signifikansi (umumnya 5%) sebelum melihat data
3 Pilih statistik ujiz (σ diketahui/n besar), t (σ tak diketahui/n kecil), atau uji proporsi
4 Hitung statistik ujiMasukkan data sampel ke rumus yang sesuai
5 BandingkanNilai kritis (tabel) atau p-value (software) — dua jalur, satu kesimpulan
6 SimpulkanTolak/gagal tolak H0, lalu terjemahkan ke bahasa bisnis

Latihan Kelas: Uji Hipotesis Anda Sendiri

Kerjakan berpasangan, waktu 10 menit. Sebuah platform belajar daring (mirip Ruangguru) klaim rata-rata waktu pengerjaan kuis 15 menit.

Data Sampel
  • n = 25 mahasiswa, x̄ = 17,5 menit, s = 5 menit
  • α = 5%, uji dua-arah (H1: μ ≠ 15)
Instruksi: (1) rumuskan H0/H1, (2) hitung df dan statistik t, (3) tentukan nilai kritis, (4) putuskan tolak/gagal tolak H0.
Petunjuk: karena n=25 dan σ populasi tidak diketahui → gunakan rumus uji t, bukan uji z.

Penutup: Minggu Depan & Tugas

Minggu Depan

Setelah UTS, kita masuk babak baru: analisis korelasi — mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel, misalnya hubungan belanja iklan digital dengan penjualan. Ini fondasi menuju regresi.

TUGAS
STUDI KASUS
Kumpulkan klaim bisnis nyata (dari iklan/laporan perusahaan), rumuskan H0/H1, dan uji dengan data yang tersedia. Kumpul sebelum UTS.
Kuasai enam langkah uji hipotesis hari ini — ini fondasi yang akan terus dipakai sampai regresi berganda di akhir semester.