Dari estimasi satu variabel menuju keputusan berbasis bukti: menguji klaim tentang rata-rata dan proporsi populasi menggunakan sampel.
RPS MINGGU 7 • $2 \times 50$ MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merumuskan dan menguji hipotesis univariat untuk mendukung keputusan bisnis. Secara rinci:
CAPAIAN 1
RUMUSKAN
Menyusun hipotesis nol (H0) dan alternatif (H1) dari klaim/pertanyaan bisnis.
CAPAIAN 2
HITUNG
Menghitung statistik uji z dan t untuk rata-rata, serta memahami dua jenis kesalahan.
CAPAIAN 3
PUTUSKAN
Mengambil keputusan tolak/terima H0 memakai nilai kritis maupun p-value.
CAPAIAN 4
TERAPKAN
Menerapkan uji hipotesis satu-arah dan dua-arah pada kasus bisnis nyata.
Mengapa Uji Hipotesis Penting bagi Bisnis?
Setiap hari, manajer membuat klaim yang harus diuji dengan data, bukan sekadar diyakini.
KASUS 1
UMKM
Pemilik warung kopi di Semarang klaim rata-rata pengeluaran pelanggan Rp 45.000. Benarkah, atau cuma perasaan?
KASUS 2
E-COMMERCE
Tim produk Shopee klaim fitur baru menaikkan konversi checkout di atas 8%. Apakah kenaikan itu nyata atau kebetulan sampel?
KASUS 3
MANUFAKTUR
QC pabrik klaim berat kemasan Indomie rata-rata tepat 85 gram sesuai label. Perlu diuji sebelum ditegur BPOM.
Tanpa uji hipotesis, keputusan bisnis hanya berdasar intuisi atau anekdot — berisiko mahal saat diterapkan ke ribuan pelanggan.
Bagian 1 dari 3
Merumuskan Hipotesis
Dari klaim bisnis menjadi H0 dan H1 yang bisa diuji secara statistik.
Hipotesis Nol (H0) vs Hipotesis Alternatif (H1)
H0 adalah klaim status quo yang dianggap benar sampai ada bukti kuat menolaknya — mirip asas praduga tak bersalah di pengadilan.
H0 — Hipotesis Nol
Pernyataan "tidak ada perbedaan" atau nilai tertentu $(=, \leq, \geq)$
Selalu memuat tanda sama dengan
Dianggap benar sampai terbukti sebaliknya
H1 — Hipotesis Alternatif
Pernyataan yang ingin dibuktikan peneliti
Memuat tanda $\neq$, >, atau <
Diterima hanya jika bukti sampel cukup kuat
$$H0: \mu = 500.000 | H1: \mu \neq 500.000$$
Uji Satu-Arah (One-Tailed) vs Dua-Arah (Two-Tailed)
Arah H1 menentukan bentuk kurva pengujian dan cara membaca daerah penolakan.
Kata kunci klaim bisnis: "berbeda dari" $\to$ dua-arah. "lebih besar/lebih kecil dari" $\to$ satu-arah.
Dua Jenis Kesalahan dalam Pengujian
Setiap keputusan statistik punya risiko keliru — dua jenisnya harus dipahami manajer sebelum bertindak.
H0 Benar
H0 Salah
Terima H0
Keputusan benar
Kesalahan Tipe $II (\beta)$
Tolak H0
Kesalahan Tipe $I (\alpha)$
Keputusan benar
Tipe $I (\alpha)$: menolak H0 padahal benar — "false alarm". Contoh: menghentikan produksi karena mengira ada cacat, padahal tidak.
Tipe $II (\beta)$: gagal menolak H0 padahal salah — "missed detection". Contoh: tidak mendeteksi produk cacat yang sebenarnya ada.
Coba Sendiri: Trade-off Error Tipe I, Tipe II, dan Power
Geser $\alpha$ dan jarak rata-rata H1 dari H0, lalu amati bagaimana area error Tipe I, Tipe II, dan power uji berubah.
Bagian 2 dari 3
Statistik Uji: Z dan t
Mengubah data sampel menjadi satu angka yang bisa dibandingkan dengan nilai kritis.
Statistik Uji Z (Sampel Besar, $\sigma$ Diketahui)
Dipakai ketika simpangan baku populasi $$(\sigma)$$ diketahui, atau ukuran sampel besar $(n \geq 30)$.
$$z = (\bar{x} - \mu_{0}) / (\sigma/ \sqrt{n})$$
$\bar{x}$
RATA-RATA SAMPEL
Dihitung langsung dari data yang Anda kumpulkan.
$\mu_{0}$
NILAI HIPOTESIS
Angka klaim yang sedang diuji, dari H0.
$\sigma/ \sqrt{n}$
GALAT BAKU
Standard error — variasi rata-rata sampel di sekitar rata-rata populasi.
Hitung dari Nol: Uji Z untuk Rata-Rata Transaksi
UMKM klaim rata-rata transaksi harian $\mu_{0} = Rp 500.000$. Sampel n=36 hari: $\bar{x} = Rp 520.000, \sigma = Rp 60.000, \alpha = 5\%$ (dua-arah).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Galat baku
$60.000 \div \sqrt36 = 60.000 \div 6$
10.000
2. Selisih rata-rata
520.000 - 500.000
20.000
3. Statistik z
$20.000 \div 10.000$
z = 2,00
4. Nilai kritis $(\alpha=5\%$, dua-arah)
tabel $z, \alpha/2 = 2,5\%$
$\pm1,96$
5. Keputusan
|2,00| > $1,96 \to$ masuk daerah penolakan
TOLAK H0
Statistik Uji t (Sampel Kecil, $\sigma$ Tidak Diketahui)
Kondisi paling umum di praktik bisnis: simpangan baku populasi tidak diketahui dan sampel kecil (n < 30).
$$t = (\bar{x} - \mu_{0}) / (s / \sqrt{n})$$
Beda dengan uji z hanya pada satu hal: $$\sigma$$ (populasi) diganti s (sampel), dan pembandingnya bukan tabel z melainkan tabel distribusi t dengan derajat bebas (df) = n - 1.
Derajat bebas (degrees of freedom, df) adalah jumlah nilai bebas bervariasi setelah rata-rata sampel ditentukan — mengoreksi bahwa s hanya estimasi, sehingga distribusi t lebih "gemuk" di ujung dibanding distribusi normal.
Coba Sendiri: Uji-t Satu Sampel dalam Praktik
Masukkan rata-rata sampel, rata-rata teoretis, dan simpangan baku; dapatkan statistik t, derajat bebas, serta keputusan.
Software statistik (SPSS, Excel, Python) umumnya langsung menampilkan p-value — cara membaca hasilnya jauh lebih praktis.
Definisi
p-value = probabilitas mendapatkan statistik uji seekstrem atau lebih ekstrem dari hasil sampel, jika H0 benar.
Aturan Keputusan
p-value < $\alpha \to$ tolak H0
p-value $\geq \alpha \to$ gagal tolak H0
Sama seperti kasus rating aplikasi (t = -2,00, df=15): p-value $\approx 0,032$. Karena 0,032 < $0,05 \to$ tolak H0 — konsisten dengan hasil nilai kritis.
Coba Sendiri: Distribusi p-Value di Bawah H0
Lihat bagaimana p-value terdistribusi seragam di bawah H0 benar, dan bagaimana ia menggeser ke kiri saat H1 benar.
Bagian 3 dari 3
Uji Hipotesis Proporsi
Ketika yang diuji bukan rata-rata, tapi persentase atau pangsa (misalnya tingkat konversi, tingkat cacat, tingkat kepuasan).
Statistik Uji untuk Proporsi (p)
Dipakai untuk klaim berbentuk persentase/pangsa, misalnya tingkat konversi atau tingkat cacat produk.
Angka dalam H0, dinyatakan sebagai desimal (mis. 8% = 0,08).
n
UKURAN SAMPEL
Syarat: $n\cdot p0 \geq 5$ dan $n(1-p0) \geq 5$ agar aproksimasi normal valid.
Hitung dari Nol: Uji Proporsi Konversi Checkout
Tim produk klaim fitur baru menaikkan konversi checkout > $8\% (p_{0}=0,08)$. Sampel n=500 pengunjung: 50 checkout, $\alpha=5\%$ (satu-arah).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Proporsi sampel
$50 \div 500$
$\hat{p} = 0,10$
2. Galat baku
$\sqrt{0,08 \times 0,92 \div 500}$
0,0121
3. Statistik z
$(0,10 - 0,08) \div 0,0121$
$z \approx 1,65$
4. Nilai kritis $(\alpha=5\%$, satu-arah)
tabel z, ekor kanan
1,645
5. Keputusan
1,65 > $1,645 \to$ (sangat tipis) masuk penolakan
TOLAK H0
Coba Sendiri: Uji-t Dua Sampel: Bandingkan Dua Kelompok
Bandingkan rata-rata dua kelompok (mis. kelompok kontrol vs perlakuan) dengan uji-t dua sampel yang sesuai.
Sensitivitas: Bagaimana $\alpha$ Mengubah Keputusan?
Tingkat signifikansi $(\alpha)$ yang dipilih memengaruhi seberapa mudah H0 ditolak — pilihan $\alpha$ bukan sekadar formalitas.
$\alpha$ (signifikansi)
Nilai Kritis z (satu-arah)
Kasus konversi (z=1,65)
10% (longgar)
1,282
Tolak H0 (bukti lebih mudah diterima)
5% (standar)
1,645
Tolak H0 (tipis, seperti dihitung)
1% (ketat)
2,326
Gagal tolak H0 (bukti dianggap belum cukup kuat)
Kesimpulan yang sama bisa berubah total hanya karena $\alpha$ berbeda — manajer harus menetapkan $\alpha$ sebelum melihat data, bukan memilih $\alpha$ yang "menguntungkan" hasil.
Rangkuman: Enam Langkah Uji Hipotesis
Langkah
Deskripsi
1 Rumuskan hipotesis
Tentukan H0 (status quo) dan H1 (klaim yang diuji) dari pertanyaan bisnis
2 Tetapkan $\alpha$
Pilih tingkat signifikansi (umumnya 5%) sebelum melihat data
3 Pilih statistik uji
$z (\sigma$ diketahui/n besar)$, t (\sigma$ tak diketahui/n kecil), atau uji proporsi
4 Hitung statistik uji
Masukkan data sampel ke rumus yang sesuai
5 Bandingkan
Nilai kritis (tabel) atau p-value (software) — dua jalur, satu kesimpulan
6 Simpulkan
Tolak/gagal tolak H0, lalu terjemahkan ke bahasa bisnis
Latihan Kelas: Uji Hipotesis Anda Sendiri
Kerjakan berpasangan, waktu 10 menit. Sebuah platform belajar daring (mirip Ruangguru) klaim rata-rata waktu pengerjaan kuis 15 menit.
Data Sampel
n = 25 mahasiswa, $\bar{x} = 17,5$ menit, s = 5 menit
$\alpha = 5\%$, uji dua-arah $(H1: \mu \neq 15)$
Instruksi: (1) rumuskan H0/H1, (2) hitung df dan statistik t, (3) tentukan nilai kritis, (4) putuskan tolak/gagal tolak H0.
Petunjuk: karena n=25 dan $\sigma$ populasi tidak diketahui $\to$ gunakan rumus uji t, bukan uji z.
Penutup: Minggu Depan & Tugas
Minggu Depan
Setelah UTS, kita masuk babak baru: analisis korelasi — mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel, misalnya hubungan belanja iklan digital dengan penjualan. Ini fondasi menuju regresi.
TUGAS
STUDI KASUS
Kumpulkan klaim bisnis nyata (dari iklan/laporan perusahaan), rumuskan H0/H1, dan uji dengan data yang tersedia. Kumpul sebelum UTS.
Kuasai enam langkah uji hipotesis hari ini — ini fondasi yang akan terus dipakai sampai regresi berganda di akhir semester.