‹ Daftar slidePertemuan 6: Praktikum Statistik: Mengolah Data dengan Software
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Statistika Bisnis
Pertemuan 6 — Praktikum Statistik: Mengolah Data dengan Software
Dari rumus di papan tulis ke klik di layar — mengubah data mentah menjadi angka deskriptif, tabulasi silang, uji normalitas, dan ANOVA dengan bantuan software.
RPS minggu 6 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Dari Rumus ke Klik: Kenapa Software?
Mengenal alasan, alat, dan anatomi software statistik sebelum kita mulai mengolah data sungguhan.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengolah data bisnis dengan software statistik, mulai dari input sampai interpretasi output. Secara rinci:
Input & Struktur
Menyusun dataset yang rapi dan menentukan skala pengukuran tiap variabel sebelum diolah.
Deskriptif & Distribusi
Menjalankan statistik deskriptif, crosstab, dan uji normalitas lewat software, lalu membaca outputnya.
ANOVA di Software
Menjalankan uji ANOVA satu arah dan menafsirkan tabel F beserta signifikansinya.
Siap Praktikum Mandiri
Mengerjakan latihan olah data sendiri sebagai bekal menuju uji hipotesis pertemuan depan.
Peta Perjalanan: dari Probabilitas ke Praktikum
Pertemuan ini adalah titik temu dari lima materi yang sudah Anda pelajari — hari ini semuanya dipraktikkan dengan software, bukan lagi kalkulator.
P1–P2
Probabilitas & statistik non-parametrik (tabulasi silang) → jadi menu Crosstabs di software.
P3–P4
Distribusi normal, nilai-z, ANOVA → jadi menu Explore dan One-Way ANOVA.
P5–P6
Estimasi univariat → hari ini kita praktikkan semuanya lewat software, satu dataset utuh.
Pertemuan 7 akan melanjutkan langsung ke uji hipotesis univariat — jadi kemahiran Anda mengoperasikan software hari ini akan langsung terpakai.
Manual vs Software: Kapan Pakai yang Mana?
Keduanya bukan pesaing — manual membangun logika, software membangun kecepatan dan skala.
Hitung Manual
Cocok untuk data kecil (di bawah ~20 baris) dan untuk belajar konsep.
Anda melihat setiap langkah rumus — bagus untuk ujian dan pemahaman dasar.
Rawan salah hitung kalau datanya besar, misalnya 500 transaksi harian toko online.
Software Statistik
Cocok untuk data besar — ribuan baris data penjualan atau data survei pelanggan.
Hasil konsisten & cepat, bisa diulang kalau ada data baru masuk.
Tetap butuh Anda paham logika di baliknya supaya tidak salah interpretasi output.
Software hanya secepat dan seakurat data yang Anda masukkan — garbage in, garbage out tetap berlaku.
Kenalan Software: Excel, SPSS, dan Sekilas Python/R
Kelas ini fokus pada Excel dan SPSS karena paling umum di dunia bisnis; Python/R sekadar dikenalkan sebagai gambaran jenjang lanjutan.
Software
Kelebihan Utama
Contoh Pemakaian di Bisnis
Microsoft Excel
Familiar, cepat untuk data kecil-menengah, langsung bisa bikin grafik
Laporan penjualan bulanan UMKM, rekap kas kecil
SPSS
Menu statistik lengkap & siap pakai, output tabel akademik standar
Riset pasar, survei kepuasan pelanggan e-commerce
Python / R
Fleksibel, bisa otomatisasi & data besar (big data)
Analisis data transaksi skala jutaan baris di fintech
Praktikum hari ini kita gunakan SPSS sebagai contoh utama karena tampilan menunya paling menuntun untuk pemula — logikanya sama saja bila nanti Anda pakai software lain.
Anatomi Software: Data View & Variable View
Sebelum input data, kenali dua "ruang kerja" utama di software statistik seperti SPSS.
Tipe Data & Skala Pengukuran
Software perlu tahu skala tiap variabel supaya analisis yang dijalankan tidak salah menu.
Nominal & Ordinal
Kategori tanpa/dengan urutan — contoh: jenis kelamin, tingkat kepuasan (puas/cukup/kurang). Dianalisis dengan crosstab.
Interval & Rasio
Angka sungguhan dengan jarak bermakna — contoh: nilai penjualan (Rp), jumlah unit terjual. Dianalisis dengan mean, ANOVA.
Contoh Variabel
Skala
Menu Analisis yang Cocok
Metode pembayaran (transfer/e-wallet/COD)
Nominal
Frequencies, Crosstabs
Kategori kepuasan pelanggan (1–5)
Ordinal
Crosstabs, median
Omzet harian (Rp)
Rasio
Descriptives, ANOVA
Bagian 2 dari 3
Input, Deskripsi, dan Distribusi Data
Praktik langsung: memasukkan data, menghitung statistik deskriptif, tabulasi silang, dan uji normalitas dengan software.
Langkah Input Data: dari Excel ke SPSS
Alur paling umum di dunia kerja: data dikumpulkan di Excel, lalu diimpor ke SPSS untuk analisis lebih dalam.
1
Rapikan data di ExcelSatu baris = satu unit data (mis. satu transaksi), satu kolom = satu variabel, tanpa sel kosong di tengah.
2
Beri nama kolom yang jelasContoh: "penjualan_unit", bukan "Sheet1!B2" — hindari spasi dan simbol aneh.
3
Impor ke SPSSFile → Open → Data, pilih tipe file Excel (.xlsx), centang "Read variable names".
4
Cek Variable ViewPastikan tipe data (numeric/string) dan skala pengukuran (nominal/ordinal/skala) sudah sesuai.
5
Cek ulang di Data ViewScroll sekilas, pastikan tidak ada angka yang "meleset baris" akibat proses impor.
Hitung dari Nol: Statistik Deskriptif
Data penjualan harian toko online (unit) selama 5 hari: 40, 45, 50, 55, 60. Mari verifikasi manual sebelum membandingkan dengan output software.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah data (n)
cacah data
5
Total penjualan (Σx)
40+45+50+55+60
250
Rata-rata (mean)
250 ÷ 5
50 unit
Jumlah kuadrat selisih
10²+5²+0²+5²+10²
250
Variansi sampel (s²)
250 ÷ (5−1)
62,5
Standar deviasi (s)
√62,5
≈ 7,91 unit
Jalankan Analyze → Descriptive Statistics → Descriptives di SPSS — angka mean 50 dan std. deviation 7,91 akan muncul otomatis, persis hasil hitungan manual ini.
Membaca Output Descriptive Statistics
Tabel output SPSS memuat lebih banyak angka dari sekadar mean — ini cara membacanya.
Kolom Output
Artinya
Contoh (data kita)
N
Jumlah data yang diolah
5
Minimum / Maximum
Nilai terkecil & terbesar
40 / 60
Mean
Rata-rata
50,00
Std. Deviation
Sebaran data dari rata-rata
7,905
Kalau N di output tidak sama dengan jumlah baris data Anda, biasanya ada data kosong (missing) yang otomatis dikeluarkan software — ini sinyal untuk cek ulang input Anda.
Tabulasi Silang (Crosstab) dengan Software
Mengulang materi pertemuan 2 — kali ini lewat menu Analyze → Descriptive Statistics → Crosstabs.
1
Pilih dua variabel kategoriContoh: "metode pembayaran" (baris) dan "wilayah pelanggan" (kolom) dari data toko online.
2
Masukkan ke kotak Row(s) dan Column(s)SPSS otomatis menyusun tabel kontingensi seperti yang dulu Anda buat manual.
3
Centang Cell → PercentagesSupaya tabel menampilkan persentase, bukan hanya jumlah mentah — lebih mudah dibaca.
4
Baca pola di outputCari wilayah/metode mana yang paling dominan, bandingkan dengan dugaan awal Anda.
Contoh nyata: sebuah UMKM fesyen di Shopee ingin tahu apakah pelanggan di Jabodetabek lebih sering memakai e-wallet dibanding pelanggan luar Jawa — jawabannya langsung terlihat di satu tabel crosstab.
Hitung dari Nol: Cek Posisi Data dengan Skor-z
Memakai hasil pertemuan 3 (distribusi normal & nilai-z) untuk mengecek posisi hari penjualan tertinggi (60 unit) dalam distribusi.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Nilai data (x)
hari penjualan tertinggi
60 unit
Rata-rata (μ)
dari slide sebelumnya
50 unit
Standar deviasi (σ)
dari slide sebelumnya
7,91 unit
Selisih (x − μ)
60 − 50
10
Skor-z
10 ÷ 7,91
≈ 1,26
Posisi di kurva normal
tabel-Z untuk z=1,26
≈ persentil ke-89,6
Membaca Grafik Normalitas: Histogram & Q-Q Plot
Software juga menampilkan grafik uji normalitas — dua yang paling sering dipakai adalah histogram dengan kurva normal, dan Q-Q plot.
Bagian 3 dari 3
Dari ANOVA ke Siap Uji Hipotesis
Menjalankan ANOVA satu arah dengan software, menghindari kesalahan umum, lalu latihan mandiri.
Menjalankan ANOVA Satu Arah di Software
Menguji apakah rata-rata penjualan berbeda signifikan antar tiga cabang toko — lewat Analyze → Compare Means → One-Way ANOVA.
Masukkan ke kotak yang sesuaiPenjualan → Dependent List; Cabang → Factor.
3
Klik Options → DescriptiveSupaya output menampilkan mean tiap cabang, bukan hanya hasil uji F.
4
Klik OK dan tunggu outputSPSS menghitung sum of squares, F, dan Sig. dalam hitungan detik.
Membaca Output ANOVA: Tabel F & Sig.
Fokus pada dua kolom ini dulu sebelum menafsirkan tabel ANOVA yang lebih lengkap.
Sumber Varians
df
F
Sig.
Between Groups (antar cabang)
2
5,84
0,012
Within Groups (dalam cabang)
27
—
—
Total
29
—
—
Aturan cepat: kalau Sig. < 0,05, rata-rata antar kelompok berbeda signifikan. Pada contoh ini, Sig. = 0,012 < 0,05 → rata-rata penjualan ketiga cabang berbeda signifikan.
Kesalahan Umum Saat Praktikum
Empat kesalahan yang paling sering membuat hasil olah data software jadi keliru.
Salah skala pengukuran Variabel kategori (mis. metode bayar) diatur sebagai skala numerik — mean-nya jadi tidak bermakna.
Data kosong tak diperiksa Baris kosong atau salah ketik (mis. "5O" bukan angka "50") membuat N di output tidak sesuai harapan.
Koma vs titik desimal Pengaturan region berbeda (Indonesia pakai koma) bisa membuat software salah baca angka desimal.
Tidak cek Variable View Lupa mengecek tipe data sebelum analisis — menu yang muncul jadi terbatas atau salah.
Latihan Praktikum Hari Ini
Kerjakan dengan dataset yang dibagikan dosen (data penjualan 3 cabang, 30 hari) — kumpulkan sebelum pertemuan berakhir.
Tugas Praktikum
Input data ke SPSS, atur Variable View dengan benar.
Jalankan Descriptives — catat mean & std. deviation.
Jalankan Crosstabs untuk variabel kategori yang tersedia.
Jalankan One-Way ANOVA antar 3 cabang, catat nilai Sig.
Jembatan ke Pertemuan 7
Nilai Sig. ANOVA hari ini akan langsung dipakai untuk uji hipotesis.
Bawa hasil praktikum Anda — jadi bahan latihan minggu depan.
Topik: menyusun H0/H1 dan menguji hipotesis univariat.
Kalau ada output yang terasa janggal (mis. mean negatif untuk data penjualan), kembali cek Variable View dan skala pengukuran — jangan langsung menyalahkan software.