‹ Daftar slidePertemuan 5: Estimasi Univariat: Prediksi Satu Variabel
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Statistika Bisnis
Pertemuan 5 — Estimasi Univariat: Prediksi Satu Variabel
Dari satu sampel yang terbatas menuju simpulan tentang seluruh populasi — belajar menduga rata-rata dan proporsi populasi beserta seberapa yakin kita terhadap dugaan itu.
RPS minggu 5 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Dari Sampel ke Populasi: Dasar-dasar Estimasi
Mengapa kita perlu menduga, apa bedanya dugaan titik dan dugaan interval, serta konsep standard error dan tingkat kepercayaan.
Mengapa Perlu Estimasi? Populasi Terlalu Besar untuk Disurvei Semua
Dalam bisnis, kita hampir tidak pernah bisa mengumpulkan data dari seluruh populasi — terlalu mahal, terlalu lama, atau bahkan mustahil. Solusinya: ambil sampel yang mewakili, lalu duga (estimasi) karakteristik populasinya.
Contoh Kasus 1
Marketplace seperti Tokopedia ingin tahu rata-rata belanja bulanan dari jutaan penggunanya. Alih-alih bertanya ke semua pengguna, tim riset mengambil sampel acak 100–500 pengguna.
Contoh Kasus 2
Bank Indonesia ingin tahu proporsi UMKM yang sudah menerima pembayaran digital. Disurvei sampel beberapa ratus UMKM di beberapa kota, bukan seluruh ~65 juta UMKM Indonesia.
Prinsip inti: sampel yang diambil secara acak dan cukup besar akan mencerminkan karakteristik populasi dengan tingkat kesalahan yang bisa diukur — itulah yang dipelajari di estimasi.
Dua Jenis Dugaan: Estimasi Titik vs Estimasi Interval
Estimasi Titik
Satu Angka Tunggal
Rata-rata sampel (x̄) dipakai langsung sebagai dugaan rata-rata populasi (μ). Contoh: "rata-rata belanja pengguna ≈ Rp 850.000".
Estimasi Interval
Rentang Nilai + Keyakinan
Dugaan berupa rentang, mis. "kita 95% yakin rata-rata populasi ada di antara Rp 810.800 dan Rp 889.200".
Kelemahan estimasi titik: tidak memberi info seberapa akurat dugaan itu. Estimasi interval mengatasi ini dengan menambahkan ukuran ketidakpastian — itulah fokus utama pertemuan ini.
Distribusi Sampling Rata-rata & Dalil Limit Pusat
Jika kita ambil banyak sampel berulang kali dari populasi yang sama, rata-rata tiap sampel akan bervariasi. Sebaran rata-rata sampel ini disebut distribusi sampling.
Dalil Limit Pusat (Central Limit Theorem): berapa pun bentuk distribusi populasi asalnya, jika ukuran sampel n cukup besar (umumnya n ≥ 30), distribusi sampling rata-rata akan mendekati distribusi normal. Inilah dasar dari semua rumus interval kepercayaan yang akan kita pakai.
Coba Sendiri: Simulasi Dalil Limit Pusat
Ubah bentuk populasi dan ukuran sampel (n), lalu amati bagaimana distribusi sampling rata-rata mendekati bentuk normal.
Standard Error: Seberapa Jauh Rata-rata Sampel Bisa Meleset
Standard error (SE) mengukur seberapa besar variasi rata-rata sampel di sekitar rata-rata populasi — semacam "standar deviasi dari rata-rata sampel".
SE = σ ÷ √n (atau s ÷ √n jika σ populasi tidak diketahui)
n LEBIH BESAR
SE Mengecil
Sampel lebih besar → dugaan rata-rata lebih presisi → interval kepercayaan lebih sempit.
σ (VARIASI DATA) BESAR
SE Membesar
Data yang lebih beragam (mis. belanja sangat bervariasi) → dugaan rata-rata kurang presisi.
Tingkat Kepercayaan (Confidence Level) & Nilai Kritis Z
Tingkat kepercayaan adalah persentase keyakinan bahwa interval yang kita hitung memuat parameter populasi sebenarnya. Makin tinggi tingkat kepercayaan, makin besar nilai kritis z yang dipakai.
Tingkat Kepercayaan
Area di Ekor (2 sisi)
Nilai Kritis z
90%
5% + 5%
1,645
95%
2,5% + 2,5%
1,96
99%
0,5% + 0,5%
2,576
Memilih Distribusi: Kapan Pakai Z, Kapan Pakai t?
Kondisi
Distribusi yang Dipakai
Alasan
σ populasi diketahui
Z (normal standar)
Tidak ada tambahan ketidakpastian dari menaksir σ
σ tidak diketahui, n besar (n ≥ 30)
Z (didekati)
s sampel jadi penaksir yang cukup stabil untuk σ
σ tidak diketahui, n kecil (n < 30)
t (Student, df = n−1)
Ekor distribusi t lebih tebal — mengompensasi ketidakpastian tambahan
Dalam praktik bisnis, σ populasi hampir selalu tidak diketahui — itulah sebabnya distribusi t (dengan derajat bebas / degrees of freedom, df = n−1) jauh lebih sering dipakai daripada Z pada riset dengan sampel kecil, misalnya survei ke belasan UMKM.
Bagian 2 dari 3
Interval Kepercayaan untuk Rata-rata Populasi
Menghitung interval kepercayaan langkah demi langkah — dengan distribusi Z maupun distribusi t.
Formula Interval Kepercayaan Rata-rata — σ Diketahui (Z)
CI = x̄ ± z × (σ ÷ √n)
Komponen Rumus
x̄ = rata-rata sampel
z = nilai kritis sesuai tingkat kepercayaan
σ ÷ √n = standard error (SE)
z × SE = margin of error (ME)
BATAS INTERVAL
Bawah = x̄ − ME
Atas = x̄ + ME
Interval kepercayaan = "sekitar x̄, dengan lebar ±ME"
Hitung dari Nol — HDN-1: CI Rata-rata Belanja Pengguna E-commerce
Sampel 100 pengguna sebuah marketplace menunjukkan rata-rata belanja bulanan Rp 850.000. Dari riset sebelumnya, standar deviasi populasi diketahui σ = Rp 200.000. Hitung interval kepercayaan 95%.
Langkah Demi Langkah
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
x̄=Rp850.000; σ=Rp200.000; n=100; 95% (z=1,96)
—
Standard Error
σ ÷ √n = 200.000 ÷ 10
Rp 20.000
Margin of Error
z × SE = 1,96 × 20.000
Rp 39.200
Interval Kepercayaan
850.000 ± 39.200
Rp 810.800 – Rp 889.200
CI 95%
Rp 810.800 – Rp 889.200
Kita 95% yakin rata-rata belanja bulanan seluruh pengguna marketplace ada di rentang ini — bukan hanya sampel yang kita survei.
Formula Interval Kepercayaan Rata-rata — σ Tidak Diketahui (t)
CI = x̄ ± t × (s ÷ √n) , df = n − 1
Beda dengan Rumus Z
s (standar deviasi sampel) menggantikan σ
t (bukan z) menggantikan nilai kritis
Nilai t dicari dari tabel t pakai derajat bebas (df = n−1) dan tingkat kepercayaan
CONTOH
n=16 → df=15
95% & df=15 → t = 2,131 (dari tabel t, lebih besar dari z=1,96)
Hitung dari Nol — HDN-2: CI Rata-rata Omzet Harian UMKM Kuliner
Survei terhadap 16 UMKM kuliner di Semarang menunjukkan rata-rata omzet harian Rp 1.200.000 dengan standar deviasi sampel s = Rp 300.000. Hitung interval kepercayaan 95% (σ populasi tidak diketahui).
Interval jauh lebih lebar daripada HDN-1 — wajar, karena n hanya 16 (sampel kecil) dan memakai nilai t yang lebih besar dari z.
Interpretasi Interval Kepercayaan: Apa Arti "95% Yakin"?
Ini salah satu konsep yang paling sering disalahpahami. Mari kita luruskan lewat dua pernyataan — mana yang benar?
✗ SALAH
"Ada 95% kemungkinan rata-rata populasi sebenarnya berada di dalam interval Rp 810.800–Rp 889.200 ini."
Rata-rata populasi adalah angka tetap (walau tak kita ketahui) — bukan variabel acak yang punya "kemungkinan".
✓ BENAR
"Jika prosedur pengambilan sampel & penghitungan interval ini diulang berkali-kali, 95% dari interval-interval yang dihasilkan akan memuat rata-rata populasi sebenarnya."
Margin of Error: Trade-off Lebar Interval vs Tingkat Kepercayaan
Menaikkan tingkat kepercayaan membuat interval lebih lebar (lebih "aman" tapi kurang presisi). Memperbesar sampel membuat interval lebih sempit tanpa mengorbankan keyakinan.
Ingin interval sempit DAN keyakinan tinggi? Satu-satunya cara: perbesar ukuran sampel (n) — bukan menurunkan tingkat kepercayaan. Ini yang dibahas di slide "ukuran sampel" pada bagian berikutnya.
Bagian 3 dari 3
Interval Kepercayaan untuk Proporsi & Ukuran Sampel
Menduga persentase populasi (mis. adopsi QRIS), dan menghitung berapa besar sampel yang perlu diambil.
Formula Interval Kepercayaan untuk Proporsi Populasi
CI = p̂ ± z × √( p̂(1−p̂) ÷ n )
Komponen Rumus
p̂ (p-hat) = proporsi sampel = x ÷ n
x = jumlah "sukses" dalam sampel
√(p̂(1−p̂)÷n) = standard error proporsi
z = nilai kritis (sama seperti tabel sebelumnya)
Mirip rumus rata-rata, hanya standard error-nya memakai p̂(1−p̂) sebagai pengganti σ² — karena data proporsi hanya berisi 0 (gagal/tidak) dan 1 (sukses/ya).
Hitung dari Nol — HDN-3: Proporsi UMKM Pengguna QRIS
Dari survei terhadap 250 UMKM di Jawa Tengah, 175 di antaranya sudah menerima pembayaran via QRIS. Hitung interval kepercayaan 95% untuk proporsi populasi UMKM yang sudah memakai QRIS.
Langkah Demi Langkah
Langkah
Perhitungan
Nilai
Proporsi Sampel
p̂ = 175 ÷ 250
0,70 (70%)
Standard Error
√(0,70×0,30 ÷ 250)
0,029
Margin of Error
z × SE = 1,96 × 0,029
0,057 (5,7%)
Interval Kepercayaan
0,70 ± 0,057
64,3% – 75,7%
CI 95% PROPORSI
64,3% – 75,7%
Kita 95% yakin proporsi seluruh UMKM Jawa Tengah yang memakai QRIS ada di rentang ini — berguna untuk laporan Bank Indonesia atau OJK.
Menentukan Ukuran Sampel Minimum
Sebelum riset dimulai, kita bisa membalik rumus margin of error untuk menghitung berapa besar sampel (n) yang dibutuhkan agar hasil sesuai target presisi.
n = ( z × σ ÷ E )² (rata-rata) | n = p̂(1−p̂) × ( z ÷ E )² (proporsi)
Contoh Cepat
Perusahaan riset ingin margin of error maksimal E = Rp 20.000 untuk rata-rata belanja, tingkat kepercayaan 95% (z=1,96), estimasi σ ≈ Rp 200.000 (dari riset sebelumnya):
Selalu bulatkan ke atas (mis. 384,16 → 385) — sampel yang kurang dari kebutuhan minimum tidak akan mencapai presisi target.
Latihan Mandiri & Ringkasan Pertemuan 5
Latihan (Kerjakan & Kumpulkan)
Sebuah survei terhadap 36 pelanggan BBCA mobile banking menunjukkan rata-rata waktu transaksi 45 detik, standar deviasi sampel 12 detik. Hitung interval kepercayaan 90% untuk rata-rata waktu transaksi seluruh pengguna (pakai distribusi t, df=35, t≈1,690).
Tunjukkan seluruh langkah: identifikasi → SE → ME → interval.
Ringkasan Poin Kunci
Estimasi titik vs interval — interval memberi info ketidakpastian
CI rata-rata: pakai Z (σ diketahui) atau t (σ tak diketahui)
CI proporsi: p̂ ± z√(p̂(1−p̂)/n)
n lebih besar → interval lebih sempit (lebih presisi)
Pertemuan berikutnya (P6): praktikum olah data menghitung interval kepercayaan & statistik lain langsung dengan software statistik — bawa laptop Anda.