‹ Daftar slidePertemuan 3: Distribusi Normal: Kurva Normal dan Nilai-Z
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Statistika Bisnis
Pertemuan 3 — Distribusi Normal: Kurva Normal dan Nilai-Z
Bagaimana membaca sebuah kurva berbentuk lonceng, mengubah data ke nilai-Z, dan menghitung peluang di baliknya untuk keputusan bisnis sehari-hari.
RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengenali dan menghitung menggunakan distribusi normal. Secara rinci:
KONSEP
01
Menjelaskan ciri-ciri kurva normal dan mengapa banyak fenomena bisnis mengikuti pola ini.
KETERAMPILAN
02
Mengonversi nilai mentah (raw score) menjadi nilai-Z dan sebaliknya, lalu membaca tabel-Z.
APLIKASI
03
Menghitung peluang suatu nilai berada di atas, di bawah, atau di antara dua batas tertentu.
EMPIRICAL RULE
04
Menerapkan aturan 68-95-99,7% untuk estimasi cepat tanpa tabel.
Mengapa Distribusi Normal Penting bagi Bisnis?
Bayangkan Anda manajer kualitas di sebuah pabrik kemasan minuman UMKM di Semarang. Mesin diatur mengisi 330 ml per botol, tapi tidak semua botol persis sama.
Selisih kecil ini bukan kesalahan — ini variasi alami. Pertanyaannya: berapa persen botol yang terisi di bawah 325 ml (berisiko komplain pelanggan)? Distribusi normal memberi jawabannya secara matematis, bukan tebakan.
Pola sebaran berbentuk lonceng ini juga muncul di: nilai ujian mahasiswa, waktu tunggu customer service aplikasi seperti Gojek, tinggi badan populasi, dan return harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bagian 1 dari 4
Mengenal Kurva Normal
Bentuk, ciri, dan mengapa distribusi ini begitu sering muncul di data bisnis.
Apa Itu Distribusi Normal?
Distribusi normal adalah pola sebaran data kontinu yang membentuk kurva simetris menyerupai lonceng, dengan sebagian besar nilai mengumpul di sekitar rata-rata.
Diagram: Kurva Lonceng
Puncak kurva berada tepat di rata-rata, dan kurva melebar ke kiri-kanan secara simetris sejauh simpangan baku (standard deviation) — ukuran seberapa "menyebar" data dari rata-ratanya.
Coba Sendiri: Geser μ dan σ pada Kurva Normal
Geser slider rata-rata (μ) dan simpangan baku (σ), amati bagaimana posisi puncak dan lebar kurva berubah secara langsung.
Tiga Ciri Kunci Kurva Normal
CIRI 1
↔
Simetris Sempurna
Sisi kiri dan kanan kurva adalah cerminan satu sama lain terhadap rata-rata.
CIRI 2
≡
Mean = Median = Modus
Ketiga ukuran pemusatan data bertemu di satu titik yang sama, tepat di puncak.
CIRI 3
∞
Ekor Tak Terhingga
Kedua ujung kurva mendekati sumbu-x tapi tidak pernah benar-benar menyentuhnya.
Karena bentuknya baku, luas total di bawah kurva selalu = 1 (atau 100%) — ini yang membuatnya bisa dipakai menghitung peluang.
Aturan Empiris: 68-95-99,7%
Untuk distribusi normal, ada jalan pintas terkenal yang disebut Empirical Rule — tanpa tabel, kita sudah tahu perkiraan peluangnya.
Diagram: Sebaran di Sekitar Rata-Rata
68% data berada dalam ±1 simpangan baku (σ, dibaca "sigma") dari rata-rata; 95% dalam ±2σ; 99,7% dalam ±3σ.
Bagian 2 dari 4
Nilai-Z: Bahasa Universal Data
Mengubah angka mentah apa pun menjadi satuan yang bisa dibandingkan.
Apa Itu Nilai-Z?
Nilai-Z (Z-score) mengukur "seberapa jauh" sebuah data dari rata-rata, dinyatakan dalam satuan simpangan baku — bukan satuan aslinya (rupiah, ml, cm, dsb).
Z = (X − μ) ÷ σ
X
Nilai data yang diamati
μ (MU)
Rata-rata populasi
σ (SIGMA)
Simpangan baku populasi
Z = 0 berarti nilai persis di rata-rata. Z positif berarti di atas rata-rata, Z negatif berarti di bawah rata-rata.
Hitung dari Nol: Nilai-Z Nilai Ujian
Nilai ujian statistika di kelas Anda: rata-rata (μ) = 75, simpangan baku (σ) = 5. Andi mendapat nilai 85. Berapa nilai-Z Andi?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Selisih X dari μ
85 − 75
10
2. Bagi dengan σ
10 ÷ 5
Z = 2,0
Artinya nilai Andi berada 2 simpangan baku di atas rata-rata kelas — termasuk kelompok atas (ingat aturan 95%: ±2σ).
Distribusi Normal Baku dan Tabel-Z
Setelah dikonversi ke Z, semua data (dari sumber apa pun) mengikuti distribusi normal baku (standard normal distribution): rata-rata = 0, simpangan baku = 1.
Diagram: Luas di Bawah Kurva = Peluang
Tabel-Z (tabel distribusi normal baku) sudah menghitung luas kurva untuk setiap nilai Z — kita tinggal mencari baris dan kolomnya, tanpa integral rumit.
Cara Membaca Tabel-Z
Tabel-Z standar menunjukkan luas (peluang) dari Z = 0 sampai Z tertentu. Contoh cuplikan tabel:
Z
0,00
0,01
0,02
1,9
0,4713
0,4719
0,4726
2,0
0,4772
0,4778
0,4783
2,1
0,4821
0,4826
0,4830
Untuk Z = 2,00 (kasus Andi tadi): luas dari tengah sampai Z=2,0 adalah 0,4772 (47,72%). Karena separuh kurva = 50%, maka peluang di atas Andi = 50% − 47,72% = 2,28%.
Bagian 3 dari 4
Menghitung Peluang Bisnis
Tiga pola soal: di atas, di bawah, dan di antara dua nilai.
Tiga Pola Soal Peluang Normal
P(X > a)
Luas di kanan nilai Z. Peluang "lebih dari".
P(X < a)
Luas di kiri nilai Z. Peluang "kurang dari".
P(a < X < b)
Luas di antara dua nilai Z.
Hitung dari Nol: Kasus Kualitas Produk
Berat kemasan snack UMKM: μ = 100 gram, σ = 4 gram. Berapa peluang sebuah kemasan beratnya kurang dari 92 gram (dianggap cacat)?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung Z
(92 − 100) ÷ 4
Z = −2,0
2. Cari luas tabel-Z untuk |Z|=2,0
lihat tabel-Z
0,4772
3. Peluang di ekor kiri
50% − 47,72%
2,28%
Dari setiap 1.000 kemasan, sekitar 23 kemasan (2,28% × 1000) berisiko dianggap cacat — informasi penting untuk kendali mutu.
Peluang "Di Antara" Dua Nilai
Masih kasus snack (μ=100g, σ=4g). Berapa peluang berat kemasan berada antara 96 dan 108 gram?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Z untuk 96g
(96 − 100) ÷ 4
Z = −1,0
2. Z untuk 108g
(108 − 100) ÷ 4
Z = +2,0
3. Luas tabel-Z (Z=1,0 & Z=2,0)
0,3413 + 0,4772
81,85%
Karena kedua Z berada di sisi berlawanan dari rata-rata (satu negatif, satu positif), luasnya dijumlahkan, bukan dikurangkan.
Bagian 4 dari 4
Latihan dan Rangkuman
Menguji pemahaman Anda sebelum masuk ke pertemuan berikutnya.
Latihan: Coba Sendiri
Waktu pengiriman paket sebuah e-commerce (mis. Shopee Express) berdistribusi normal dengan μ = 3 hari, σ = 0,5 hari.
Pertanyaan 1
Berapa nilai-Z untuk paket yang tiba dalam 4 hari?
Pertanyaan 2
Berapa peluang paket tiba lebih dari 4 hari (dianggap terlambat)?
Kerjakan berpasangan (5 menit), gunakan langkah yang sama seperti "Hitung dari Nol" tadi. Kita bahas bersama setelahnya.
Rangkuman: Cheat Sheet Distribusi Normal
Konsep
Rumus / Aturan
Makna
Nilai-Z
Z = (X − μ) ÷ σ
Jarak data dari rata-rata dalam satuan σ
Empirical Rule
68% - 95% - 99,7%
Peluang dalam ±1σ, ±2σ, ±3σ
P(X > a), Z sama sisi
50% − luas tabel
Peluang ekor (di atas/bawah)
P(a < X < b), Z beda sisi
luas1 + luas2
Peluang di antara dua nilai
Kunci sukses: gambar dulu kurvanya, tandai posisi Z, baru putuskan tambah atau kurang.
Sebelum Pertemuan Berikutnya
Minggu Depan
Analisis Varians (ANOVA) — distribusi F dan uji kesamaan lebih dari dua rata-rata populasi sekaligus.
TUGAS
Selesaikan 3 soal latihan nilai-Z (dibagikan di e-learning) sebelum pertemuan berikutnya. Bawa kalkulator dan tabel-Z cetak Anda.