stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Statistik Non-Parametrik: Tabulasi Silang
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Statistika Bisnis

Pertemuan 2 — Statistik Non-Parametrik: Tabulasi Silang

Bagaimana membaca hubungan antara dua variabel kategorik — misalnya gender pelanggan dan metode pembayaran favorit — menggunakan tabel dan uji statistik sederhana.

RPS MINGGU 2 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Data ke Tabel
Mengapa dua variabel kategorik perlu dibaca bersama — bukan sendiri-sendiri.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun dan menguji tabulasi silang untuk data kategorik. Secara rinci:

CAPAIAN 1
KONSEP
Membedakan statistik parametrik dan non-parametrik, dan kapan tabulasi silang dipakai.
CAPAIAN 2
TABEL
Membaca & menyusun tabel kontingensi dari data dua variabel kategorik.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung frekuensi harapan dan statistik chi-square langkah demi langkah.
CAPAIAN 4
PUTUSAN
Menginterpretasi hasil uji — apakah dua variabel saling terkait — untuk keputusan bisnis.

Kenapa Pertanyaan "Apakah Terkait?" Penting?

Tim pemasaran UMKM Katering Sehat yang berjualan di Tokopedia ingin tahu: apakah gender pelanggan memengaruhi pilihan metode pembayaran mereka? Jawabannya menentukan tiga hal berikut:

JIKA TERKAIT
SEGMENTASI
Kampanye promo QRIS bisa disasar ke segmen gender tertentu yang paling banyak memakainya.
JIKA TIDAK TERKAIT
SATU STRATEGI
Cukup satu strategi pembayaran untuk semua pelanggan — tidak perlu segmentasi berbasis gender.
TANPA UJI
TEBAKAN
Tanpa alat statistik, keputusan hanya berdasarkan "perasaan" tim pemasaran — berisiko salah arah anggaran.
Pertanyaan seperti ini — apakah dua variabel kategorik saling terkait — muncul terus-menerus dalam riset pasar: usia investor BEI vs preferensi saham (mis. BBCA yang stabil vs saham spekulatif), atau jenis kanal pemasaran vs keputusan beli. Tabulasi silang adalah alat pertama untuk menjawabnya.

Statistik Parametrik vs Non-Parametrik

Pertemuan lalu kita hitung peluang kejadian. Sekarang kita masuk ke kelompok uji non-parametrik — kelompok yang tidak mensyaratkan data berdistribusi normal.

PARAMETRIK
BUTUH ASUMSI
Mensyaratkan data berskala interval/rasio & berdistribusi tertentu (mis. normal) — akan kita bahas di Pertemuan 3–4.
NON-PARAMETRIK
MINIM ASUMSI
Cocok untuk data kategorik (nominal/ordinal) — tanpa syarat distribusi tertentu.
Data gender ("Pria"/"Wanita") dan metode pembayaran ("Transfer"/"QRIS") tidak punya makna angka — keduanya kategorik. Ini sebabnya kita pakai jalur non-parametrik, bukan uji rata-rata biasa.

Apa Itu Tabulasi Silang (Crosstab)?

Tabulasi silang (cross tabulation / contingency table) adalah tabel yang menghitung frekuensi gabungan dua variabel kategorik sekaligus.
STRUKTUR
BARIS × KOLOM
Baris (r) mewakili kategori variabel pertama, kolom (c) mewakili kategori variabel kedua.
ISI SEL
FREKUENSI
Setiap sel berisi jumlah observasi yang memenuhi kombinasi baris & kolom tersebut.
Contoh: tabel 2×2 gender (Pria/Wanita) × metode pembayaran (Transfer Bank/QRIS) — akan kita bangun langkah demi langkah mulai slide berikutnya.

Anatomi Tabel Kontingensi

Survei ilustratif 200 pelanggan UMKM Katering Sehat di Tokopedia — gender × metode pembayaran yang dipilih.

Gender \ BayarTransfer BankQRISTotal BarisPria6040100Wanita3070100Total Kolom90110200
Sel abu tua di kanan-bawah (200) disebut grand total — harus sama jika dijumlah dari total baris (100+100) maupun total kolom (90+110).
Bagian 2 dari 3
Menguji Independensi
Dari tabel observasi ke keputusan statistik: uji Chi-Square.

Skala Data: Nominal vs Ordinal

Tabulasi silang bekerja pada data kategorik — dua jenis skala yang perlu Anda bedakan:

NOMINAL
TANPA URUTAN
Kategori setara, tidak ada peringkat — contoh: gender, metode pembayaran, kota domisili.
ORDINAL
BERURUTAN
Kategori punya peringkat — contoh: tingkat kepuasan "rendah/sedang/tinggi", kelas produk "reguler/premium".
Gender dan metode pembayaran pada kasus kita sama-sama nominal — tabulasi silang & uji chi-square bisa dipakai untuk kombinasi nominal–nominal, nominal–ordinal, maupun ordinal–ordinal.

Konsep Independensi: Hipotesis H0 dan H1

Uji chi-square menjawab satu pertanyaan: apakah dua variabel saling bebas (independen) secara statistik?

H0 — HIPOTESIS NOL
TIDAK TERKAIT
Gender dan metode pembayaran independen — pola di tabel hanya kebetulan sampel.
H1 — HIPOTESIS ALTERNATIF
TERKAIT
Gender dan metode pembayaran saling terkait (dependen) — polanya bermakna.
Uji chi-square membandingkan frekuensi observasi (O) yang benar-benar terjadi dengan frekuensi harapan (E) yang seharusnya terjadi jika H0 benar (dua variabel benar-benar independen).

Rumus Frekuensi Harapan (Expected Frequency)

Jika H0 benar (dua variabel independen), frekuensi harapan setiap sel dihitung dari proporsi total baris & kolom:

E = (Total Baris × Total Kolom) ÷ Grand Total
MAKNA
PROPORSI MURNI
E menggambarkan sel jika proporsi kolom sama persis di setiap baris — tanda "tidak ada hubungan".
DIHITUNG PER SEL
4 SEL
Tabel 2×2 punya 4 sel — masing-masing punya E sendiri, dihitung dari margin baris/kolomnya.

Hitung dari Nol: Frekuensi Harapan (E)

Data observasi: Total Pria = 100, Total Wanita = 100, Total Transfer Bank = 90, Total QRIS = 110, Grand Total = 200.

LANGKAH PERHITUNGAN FREKUENSI HARAPAN
LangkahPerhitunganNilai
E (Pria, Transfer Bank)(100 × 90) ÷ 20045
E (Pria, QRIS)(100 × 110) ÷ 20055
E (Wanita, Transfer Bank)(100 × 90) ÷ 20045
E (Wanita, QRIS)(100 × 110) ÷ 20055
Cek total E (harus = grand total)45+55+45+55200 ✓
POLA JIKA H0 BENAR
45 – 55 – 45 – 55
bandingkan dengan observasi asli: 60 – 40 – 30 – 70 — terlihat cukup berbeda

Rumus Chi-Square & Derajat Kebebasan

χ² = Σ (O − E)² ÷ E
O DAN E
SELISIH PER SEL
O = frekuensi observasi (data asli), E = frekuensi harapan — dihitung untuk setiap sel, lalu dijumlahkan (Σ).
DERAJAT KEBEBASAN (DF)
(r−1)(c−1)
Untuk tabel 2×2: df = (2−1)×(2−1) = 1 — menentukan nilai kritis pembanding.
Semakin besar selisih O dan E di setiap sel, semakin besar nilai χ² — semakin kuat indikasi dua variabel saling terkait (menolak H0).

Hitung dari Nol: Statistik Chi-Square

Observasi (O): 60, 40, 30, 70. Frekuensi harapan (E) dari slide sebelumnya: 45, 55, 45, 55.

LANGKAH PERHITUNGAN CHI-SQUARE HITUNG
LangkahPerhitunganNilai
(O−E)²/E — Pria, Transfer Bank(60−45)² ÷ 455,00
(O−E)²/E — Pria, QRIS(40−55)² ÷ 554,09
(O−E)²/E — Wanita, Transfer Bank(30−45)² ÷ 455,00
(O−E)²/E — Wanita, QRIS(70−55)² ÷ 554,09
χ² hitung (jumlah 4 sel)5,00+4,09+5,00+4,0918,18
CHI-SQUARE HITUNG
18,18
df = 1 — siap dibandingkan dengan nilai kritis di slide berikutnya

Coba Sendiri: Uji Independensi Chi-Square

Ubah frekuensi observasi pada tabel kontingensi dan amati bagaimana nilai chi-square hitung serta keputusan tolak/terima H0 berubah seketika.

Interpretasi: Tolak atau Terima H0?

Bandingkan χ² hitung dengan nilai kritis dari tabel distribusi chi-square pada taraf signifikansi α = 5% dan df = 1.

LANGKAH 1
χ² HITUNG = 18,18
Nilai yang baru kita hitung dari data observasi 200 pelanggan.
LANGKAH 2
χ² KRITIS = 3,841
Nilai baku dari tabel chi-square untuk α = 5%, df = 1 (dicari di tabel, bukan dihitung manual).
18,18 > 3,841 → Tolak H0 — gender dan metode pembayaran terbukti saling terkait secara statistik.
Implikasi bisnis: tim pemasaran UMKM Katering Sehat layak menyasar promosi QRIS ke segmen wanita secara lebih intensif, karena polanya bukan kebetulan sampel.
Bagian 3 dari 3
Praktik & Batasan
Syarat pemakaian, studi kasus lain, dan latihan menyusun tabulasi silang sendiri.

Syarat & Batasan Penggunaan Chi-Square

Uji chi-square sangat berguna, tapi tidak bisa dipakai sembarangan. Perhatikan tiga syarat berikut:

SYARAT 1
DATA KATEGORIK
Kedua variabel harus berskala nominal/ordinal — bukan data numerik kontinu.
SYARAT 2
E ≥ 5
Sebagian besar frekuensi harapan (E) tiap sel sebaiknya ≥ 5 — jika terlalu kecil, hasil uji tidak dapat diandalkan.
SYARAT 3
OBSERVASI BEBAS
Setiap responden hanya dihitung sekali — bukan observasi berulang dari orang yang sama.
Kasus kita tadi (E = 45 dan 55) memenuhi syarat. Jika sampel terlalu kecil (mis. survei ke 10 orang saja), banyak sel akan punya E < 5, dan hasil chi-square jadi tidak valid untuk diinterpretasikan.

Studi Kasus Lain: Usia Investor vs Preferensi Saham

Analis di Bursa Efek Indonesia (BEI) ingin tahu: apakah kelompok usia investor terkait dengan pilihan antara saham blue chip (mis. BBCA) dan saham berisiko tinggi?

Usia \ PreferensiBlue Chip (BBCA dkk)Saham Berisiko Tinggi
< 30 tahunProporsi lebih rendah (ilustratif)Proporsi lebih tinggi (ilustratif)
≥ 30 tahunProporsi lebih tinggi (ilustratif)Proporsi lebih rendah (ilustratif)
Logika ujinya identik dengan kasus gender × metode pembayaran tadi: susun tabel observasi, hitung E per sel, hitung χ², bandingkan dengan nilai kritis pada df yang sesuai. Alat yang sama berlaku lintas industri — perbankan, e-commerce, hingga pasar modal.

Latihan: Susun & Uji Tabulasi Silang Anda Sendiri

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), 20 menit. Gunakan data ilustratif berikut: 150 pengguna aplikasi belanja online, dibagi menurut usia dan kanal ditemukannya aplikasi.

LANGKAH 1
SUSUN TABEL
Buat tabel 2×2: Usia (<25 / ≥25 tahun) × Kanal (Iklan Media Sosial / Rekomendasi Teman).
LANGKAH 2
HITUNG E & χ²
Hitung frekuensi harapan tiap sel, lalu statistik chi-square hitung — ikuti langkah slide 12 & 14.
LANGKAH 3
SIMPULKAN
Bandingkan dengan nilai kritis df=1, α=5% (3,841) — tolak atau terima H0?
Dua kelompok akan diminta presentasi singkat (2 menit) di akhir sesi — jelaskan apakah kanal penemuan aplikasi terkait usia pengguna, dan apa implikasinya bagi anggaran pemasaran.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET — ALUR UJI TABULASI SILANG
LangkahInti
1Susun tabel kontingensi (observasi) dari data kategorik
2Rumuskan H0 (tidak terkait) vs H1 (terkait)
3Hitung E = (Total Baris × Total Kolom) ÷ Grand Total
4Hitung χ² = Σ(O−E)²/E, df = (r−1)(c−1)
5Bandingkan dengan nilai kritis → tolak/terima H0
MINGGU DEPAN (P3)
Distribusi Normal — kurva & nilai-z, fondasi untuk statistik parametrik yang akan kita pakai mulai UTS.
TUGAS
LATIHAN KELOMPOK
Selesaikan & kumpulkan hasil tabulasi silang kelompok Anda sebelum pertemuan berikutnya.