stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Teori Probabilitas: Pengertian dan Cara Perhitungan
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Statistika Bisnis

Pertemuan 1 — Teori Probabilitas: Pengertian dan Cara Perhitungan

Mengapa manajer, analis, dan investor selalu berbicara tentang "kemungkinan" — dan bagaimana kemungkinan itu dihitung secara sistematis, bukan sekadar tebakan.

RPS minggu 1 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Probabilitas & Cara Menentukannya
Mulai dari istilah paling dasar, lalu tiga pendekatan berbeda yang dipakai dunia bisnis untuk menentukan angka probabilitas.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep probabilitas dan menghitungnya dengan pendekatan yang tepat (Sub-CPMK Minggu 1). Secara rinci:

Konsep
  • Menjelaskan istilah dasar: eksperimen, hasil, peristiwa, ruang sampel
  • Membedakan tiga pendekatan penentuan probabilitas
  • Membedakan peristiwa saling lepas vs. tidak, independen vs. dependen
Hitung
  • Menghitung probabilitas klasik & empiris langkah demi langkah
  • Menerapkan aturan penjumlahan & perkalian
  • Menghitung permutasi & kombinasi untuk kasus pengambilan keputusan

Mengapa Probabilitas Penting bagi Pengambilan Keputusan Bisnis?

Hampir semua keputusan bisnis dibuat di bawah ketidakpastian — probabilitas adalah bahasa formal untuk mengukur ketidakpastian itu.

Keuangan
Analis BBCA menghitung peluang nasabah gagal bayar sebelum menyetujui kredit.
Pemasaran Digital
Tim Tokopedia memprediksi peluang pengunjung website benar-benar checkout.
Operasional UMKM
Pemilik UMKM menaksir peluang stok bahan baku habis sebelum jadwal restok berikutnya.
Tanpa probabilitas, keputusan hanya berbasis firasat. Dengan probabilitas, keputusan bisa diukur, dibandingkan, dan dipertanggungjawabkan secara kuantitatif.

Istilah Dasar: Fondasi Bahasa Probabilitas

Empat Istilah Kunci
  • Eksperimen (experiment): proses yang menghasilkan satu hasil dari sejumlah kemungkinan, hasilnya tidak pasti sebelum terjadi
  • Hasil (outcome): satu kemungkinan tunggal dari eksperimen
  • Peristiwa (event): kumpulan satu atau lebih hasil dari eksperimen
  • Ruang sampel (sample space): himpunan seluruh hasil yang mungkin terjadi
Ruang Sampel (S)Peristiwa (E) = satu hasil terpilih
Contoh: eksperimen = "melihat status transaksi kartu di mesin EDC BCA"; ruang sampel = {berhasil, ditolak, timeout}; peristiwa = "transaksi berhasil".

Tiga Pendekatan Menentukan Probabilitas

PendekatanDasar PenentuanContoh Bisnis
1. KlasikLogika struktur situasi — semua hasil dianggap sama kemungkinannya (equally likely)Peluang terambil kartu As dari satu set kartu remi
2. EmpirisFrekuensi relatif dari data historis yang sudah terjadiPeluang pelanggan Tokopedia melakukan pembelian ulang, dari data 5.000 pelanggan
3. SubjektifPenilaian, pengalaman, atau keyakinan personal — tanpa data historis yang rigidPerkiraan founder start-up bahwa produk barunya "70% kemungkinan diterima pasar"
Ketiganya sah dipakai — pilihannya tergantung jenis informasi yang tersedia, bukan mana yang "lebih benar".

Hitung dari Nol #1: Probabilitas Klasik

Kasus: satu kartu ditarik acak dari satu set kartu remi standar (52 lembar). Berapa peluang kartu yang terambil adalah As?

LangkahPerhitunganNilai
1. Total hasil yang mungkin (n)Diketahui — jumlah kartu52
2. Hasil yang memenuhi peristiwa (f)Diketahui — jumlah kartu As4
3. Rumus klasikP(As) = f ÷ n4 ÷ 52
4. Hasil desimal4 ÷ 520,0769
5. Dalam persen0,0769 × 1007,7%
P(Kartu As Terambil)
7,7%
4 dari 52 kartu — semua kartu sama kemungkinannya

Hitung dari Nol #2: Probabilitas Empiris

Kasus: dari 5.000 pelanggan baru Tokopedia, tercatat 1.150 orang melakukan pembelian ulang dalam 30 hari. Berapa probabilitas seorang pelanggan baru akan repeat purchase?

LangkahPerhitunganNilai
1. Total pelanggan diamatiDiketahui — data historis5.000
2. Jumlah yang repeat purchaseDiketahui — data historis1.150
3. Rumus frekuensi relatifP(repeat) = jumlah kejadian ÷ total observasi1.150 ÷ 5.000
4. Hasil desimal1.150 ÷ 5.0000,23
5. Dalam persen0,23 × 10023%
P(Repeat Purchase 30 Hari)
23%
Berdasarkan frekuensi relatif 5.000 pelanggan historis
Bagian 2 dari 3
Aturan-Aturan Dasar Probabilitas
Setelah bisa menghitung probabilitas satu peristiwa, sekarang kita belajar menggabungkan dua peristiwa atau lebih dengan aturan penjumlahan dan perkalian.

Peristiwa Saling Lepas vs. Tidak Saling Lepas

Langkah 1: Saling Lepas

Dua peristiwa saling lepas (mutually exclusive) bila keduanya tidak bisa terjadi bersamaan.

Contoh: saham BBCA hari ini ditutup naik atau ditutup turun — tidak mungkin dua-duanya sekaligus.

Langkah 2: Tidak Saling Lepas

Dua peristiwa tidak saling lepas bila keduanya bisa terjadi bersamaan (ada irisan).

Contoh: UMKM memakai medsos untuk promosi dan sekaligus memakai marketplace — keduanya bisa terjadi bersamaan.

A: Pakai MedsosB: Pakai MarketplaceA dan B

Hitung dari Nol #3: Aturan Penjumlahan Khusus

P(A atau B) = P(A) + P(B)  (untuk peristiwa saling lepas)

Kasus: pada penutupan perdagangan hari ini, P(saham BBCA naik) = 0,45 dan P(saham BBCA turun) = 0,40. Berapa peluang saham BBCA naik atau turun (bukan tetap/flat)?

LangkahPerhitunganNilai
1. P(saham naik)Diketahui0,45
2. P(saham turun)Diketahui0,40
3. Cek saling lepas?Tidak mungkin naik & turun bersamaanYa, saling lepas
4. P(naik atau turun)0,45 + 0,400,85
5. Dalam persen0,85 × 10085%
P(Naik atau Turun)
85%
Sisanya, 15%, adalah peluang harga tetap (flat)

Hitung dari Nol #4: Aturan Penjumlahan Umum

P(A atau B) = P(A) + P(B) − P(A dan B)

Kasus survei UMKM digital: 60% memakai medsos untuk promosi, 35% memakai marketplace, dan 20% memakai keduanya. Berapa peluang sebuah UMKM memakai medsos atau marketplace?

LangkahPerhitunganNilai
1. P(pakai medsos)Diketahui0,60
2. P(pakai marketplace)Diketahui0,35
3. P(pakai keduanya — irisan)Diketahui0,20
4. P(medsos atau marketplace)0,60 + 0,35 − 0,200,75
5. Dalam persen0,75 × 10075%
P(Medsos atau Marketplace)
75%
Irisan 20% dikurangi agar tidak terhitung dua kali

Peristiwa Independen vs. Dependen

Langkah 1: Independen

Peristiwa independen: hasil peristiwa A tidak memengaruhi peluang peristiwa B.

Contoh: apakah nasabah 1 memakai mobile banking hari ini tidak memengaruhi apakah nasabah 2 memakainya.

Langkah 2: Dependen

Peristiwa dependen: hasil peristiwa A memengaruhi peluang peristiwa B.

Contoh: menarik dua kartu As berturut-turut tanpa pengembalian — kartu tersisa berubah setelah tarikan pertama.

Uji cepat: tanyakan “apakah terjadinya A mengubah komposisi/peluang B?” — kalau ya, dependen; kalau tidak, independen.

Hitung dari Nol #5: Probabilitas Bersyarat & Aturan Perkalian

P(A dan B) = P(A) × P(B|A)

Kasus: dua kartu ditarik berturut-turut tanpa pengembalian dari satu set kartu remi (52 lembar). Berapa peluang keduanya As?

LangkahPerhitunganNilai
1. P(kartu pertama = As)4 ÷ 520,0769
2. Sisa kartu & As setelah tarikan 1Diketahui51 kartu, 3 As
3. P(kartu kedua = As | kartu 1 = As)3 ÷ 510,0588
4. P(keduanya As)0,0769 × 0,05880,0045
5. Dalam persen0,0045 × 1000,45%
P(Dua Kartu As Berturut-turut)
0,45%
Peluang bersyarat kartu kedua berubah karena tanpa pengembalian

Coba Sendiri: Baca Probabilitas Bersyarat dari Tabel Kontingensi

Geser angka sel pada tabel kontingensi dan amati bagaimana P(B|A) berubah saat baris atau kolom yang jadi syarat berbeda.

Bagian 3 dari 3
Teknik Menghitung Lanjutan: Permutasi & Kombinasi
Ketika pertanyaannya bukan lagi "berapa peluangnya", tapi "ada berapa banyak cara" — di sinilah aturan pencacahan (counting) berperan.

Aturan Perkalian Dasar (Counting Rule)

Total cara = m × n × ...

Kasus: sebuah UMKM fesyen di marketplace punya 5 pilihan warna baju dan 4 pilihan ukuran. Ada berapa varian produk unik yang bisa ditampilkan di etalase toko?

Langkah 1: Identifikasi Tahapan

Ada 2 tahap keputusan independen: memilih warna (5 cara) lalu memilih ukuran (4 cara) untuk setiap warna.

Langkah 2: Kalikan Jumlah Cara

Total varian = 5 × 4 = 20 varian produk unik yang bisa dipajang di etalase.

Aturan ini adalah fondasi dari permutasi dan kombinasi yang akan kita hitung di dua slide berikutnya.

Hitung dari Nol #6: Permutasi (Urutan Penting)

nPr = n! ÷ (n−r)!

Kasus: sebuah start-up mem-shortlist 6 kandidat untuk 3 posisi berbeda (CEO, CTO, CFO). Berapa banyak cara penyusunan yang mungkin? (glos: faktorial n! = n × (n−1) × ... × 1)

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah kandidat (n)Diketahui6
2. Jumlah posisi (r)Diketahui3
3. n! = 6!6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1720
4. (n−r)! = 3!3 × 2 × 16
5. nPr = n! ÷ (n−r)!720 ÷ 6120 cara
Susunan Manajemen Mungkin
120
Urutan penting: siapa jadi CEO/CTO/CFO menghasilkan susunan berbeda

Hitung dari Nol #7: Kombinasi (Urutan Tidak Penting)

nCr = n! ÷ [r! × (n−r)!]

Kasus: dari 6 investor yang berminat, sebuah start-up akan memilih 3 investor untuk masuk ke putaran pendanaan seed. Urutan pemilihan tidak penting — berapa banyak kombinasi yang mungkin?

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah investor (n)Diketahui6
2. Jumlah dipilih (r)Diketahui3
3. n! ÷ r! = 6! ÷ 3!720 ÷ 6120
4. (n−r)! = 3!3 × 2 × 16
5. nCr = 120 ÷ 6120 ÷ 620 kombinasi
Kombinasi Investor Mungkin
20
Urutan tidak penting: satu set 3 investor yang sama tetap 1 kombinasi

Ringkasan: Peta Konsep Probabilitas Hari Ini

Menentukan P
  • Klasik: f ÷ n
  • Empiris: frekuensi relatif
  • Subjektif: penilaian ahli
Aturan Gabungan
  • Penjumlahan khusus (saling lepas)
  • Penjumlahan umum (kurangi irisan)
  • Perkalian & bersyarat P(B|A)
Pencacahan
  • Aturan perkalian dasar (m × n)
  • Permutasi — urutan penting
  • Kombinasi — urutan tidak penting
Minggu depan kita lanjut ke statistik non-parametrik & tabulasi silang — probabilitas hari ini menjadi dasar untuk menghitung peluang gabungan dua variabel kategorik.

Latihan Mandiri: Kerjakan Sebelum Pertemuan 2

Kerjakan langkah demi langkah seperti contoh "Hitung dari Nol" di atas, tuliskan setiap langkah beserta rumusnya. Bawa hasil kerja Anda ke pertemuan berikutnya untuk dibahas.

Soal 1 — Probabilitas Klasik & Penjumlahan

Sebuah kotak berisi 10 kupon undian UMKM: 3 kupon hadiah voucher Shopee, 2 kupon hadiah voucher Tokopedia, sisanya tidak berhadiah. Hitung P(dapat kupon Shopee), lalu P(dapat kupon Shopee atau Tokopedia).

Soal 2 — Perkalian & Kombinasi

Sebuah tim riset pasar terdiri dari 4 anggota yang harus dipilih dari 8 kandidat mahasiswa (urutan tidak penting). Hitung berapa banyak kombinasi tim yang mungkin, lalu jelaskan bedanya jika urutan peran (ketua, sekretaris, dst.) diperhitungkan.

Bawa kalkulator dan catatan langkah lengkap — jawaban akhir saja tidak mendapat nilai penuh.