‹ Daftar slidePertemuan 14: Rangkuman & Etika Penelitian Statistik
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Statistika Bisnis II
Pertemuan 14 — Rangkuman & Etika Penelitian Statistik
Menutup perjalanan statistika bisnis II dengan review terintegrasi seluruh topik, fondasi etika analisis data, checklist kelayakan laporan, dan persiapan UAS.
RPS Minggu 15 • Sub-CPMK 9 • Durasi 2 × 50 Menit
Tujuan Pertemuan Penutup
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menunjukkan integritas dan etika dalam analisis data (Sub-CPMK 9). Secara rinci:
Capaian 1 — Roadmap
Menyusun peta perjalanan statistika bisnis II dari probabilitas hingga uji asumsi klasik dalam satu diagram alur tanpa panduan.
Capaian 2 — Etika Data
Mengidentifikasi tiga bentuk pelanggaran etika — fabrikasi, falsifikasi, p-hacking — dan dampak akademik/profesionalnya.
Capaian 3 — Checklist
Memeriksa laporan statistik menggunakan checklist kelayakan sebelum dikumpulkan, tanpa bantuan dosen.
Capaian 4 — Pemilihan Uji
Memilih uji yang tepat (parametrik vs non-parametrik) lewat decision tree (pohon keputusan — diagram alur bercabang berdasarkan kondisi data).
Kenapa Etika dan Akurasi Sama Pentingnya?
"Kemampuan statistika tanpa etika menghasilkan angka yang 'benar secara teknis' tetapi menyesatkan secara substansi."
Kasus Nyata (Internasional): Penelitian psikologi 2015 — hanya ~36% dari 100 studi bisa direplikasi (pengulangan studi untuk memverifikasi temuan asli). Salah satu faktor utama: p-hacking dan selective reporting (hanya melaporkan hasil yang mendukung hipotesis). Sumber: Open Science Collaboration, 2015, Science 349(6251).
Konteks Indonesia: Laporan keuangan perusahaan publik BEI yang data statistiknya tidak dapat diverifikasi ulang menjadi sinyal red flag (sinyal peringatan dini bahwa ada sesuatu yang bermasalah) bagi OJK (Otoritas Jasa Keuangan — pengawas sektor keuangan Indonesia).
Standar analisis yang beretika melindungi karir Anda, meningkatkan kepercayaan pada temuan, dan berkontribusi pada ilmu yang dapat diandalkan.
Bagian 1 dari 4
Roadmap Statistika Bisnis II
Dari probabilitas sebagai fondasi hingga regresi berganda dan uji asumsi klasik — satu semester dalam satu peta.
Setiap blok bergantung pada blok sebelumnya. Regresi adalah ujung piramida — tidak bisa dijalankan tanpa menguasai uji hipotesis, dan uji hipotesis tidak bisa dipahami tanpa distribusi. CLT = Central Limit Theorem (rata-rata sampel besar mendekati distribusi normal); VIF = Variance Inflation Factor (ukuran derajat multikolinearitas).
Review: Estimasi & Distribusi Sampling
Estimasi menghubungkan statistik sampel (x̄, p̂) dengan parameter populasi (μ, π) melalui selang kepercayaan. SE = standar error (standar deviasi dari distribusi sampling); df = degrees of freedom / derajat bebas.
Konsep
Rumus / Formula
Catatan
Interval kepercayaan μ (σ diketahui)
x̄ ± z(α/2) · σ/√n
Pakai tabel Z
Interval kepercayaan μ (σ tidak diketahui)
x̄ ± t(α/2, n-1) · s/√n
Tabel t, df = n–1
Interval kepercayaan proporsi
p̂ ± z(α/2) · √[p̂(1−p̂)/n]
Syarat: np̂ ≥ 5 DAN n(1−p̂) ≥ 5
Standar error mean
SE = σ/√n
Makin besar n → SE mengecil
Tingkat kepercayaan 95% artinya: jika proses sampling diulang 100 kali, sekitar 95 interval akan mencakup μ yang sebenarnya — bukan berarti 95% kemungkinan μ ada di dalam satu interval tertentu.
Review: Kerangka Uji Hipotesis
Lima langkah universal — berlaku untuk uji Z, t, F, χ², ANOVA, dan semua uji statistik.
1Rumuskan H₀ dan H₁ — H₀ = klaim yang diuji (status quo); H₁ = alternatif yang dibuktikan.
2Tetapkan tingkat signifikansi (α) — biasanya 0,05 atau 0,01. Ini probabilitas kesalahan Tipe I (menolak H₀ yang sebenarnya benar; "false positive") yang Anda toleransi.
3Pilih dan hitung statistik uji — Z, t, F, dll. Bergantung pada jenis data dan asumsi yang terpenuhi.
4Bandingkan dengan nilai kritis atau hitung p-value — tolak H₀ jika |statistik uji| > nilai kritis, atau jika p-value < α. p-value = probabilitas mendapatkan hasil setidaknya se-ekstrem hasil yang diamati, asumsi H₀ benar.
5Buat kesimpulan dalam konteks — jangan hanya tulis "tolak H₀"; terjemahkan ke bahasa substantif.
Kesalahan Tipe I (α): menolak H₀ yang benar. Kesalahan Tipe II (β): gagal menolak H₀ yang salah. Keduanya tidak bisa diminimalkan bersamaan tanpa menambah n.
Review: Korelasi vs Regresi Sederhana
Keduanya menganalisis hubungan dua variabel kuantitatif, tetapi dengan tujuan yang berbeda.
Korelasi Pearson (r)
Mengukur kekuatan dan arah hubungan linear. Nilai: −1 ≤ r ≤ +1. Tidak ada X "penyebab" dan Y "akibat" — hubungan simetris.
Uji signifikansi: t = r√(n−2)/√(1−r²), df = n−2.
Regresi Sederhana (ŷ = a + bX)
Membangun model prediksi — seberapa besar perubahan Y ketika X naik satu satuan. X = prediktor, Y = respons.
R² (koefisien determinasi — proporsi variansi Y yang dapat dijelaskan model) = r² untuk regresi sederhana.
Korelasi ≠ kausalitas. Es krim terjual lebih banyak di bulan angka tenggelam tinggi — korelasi positif, tetapi es krim bukan penyebab tenggelam (keduanya naik saat musim panas). Selalu tanyakan: adakah variabel ketiga yang menjelaskan korelasi ini?
Review: Regresi Berganda & Empat Asumsi Klasik
Model: Ŷ = b₀ + b₁X₁ + b₂X₂ + … + bₖXₖ. Empat asumsi MUST dipenuhi agar estimasi OLS (Ordinary Least Squares — metode kuadrat terkecil biasa) valid. Akronim bantu: MNHA.
Asumsi
Nama
Uji Deteksi
Solusi Umum
Residual berdistribusi normal
Normalitas
Histogram residual; Kolmogorov-Smirnov
Transformasi data; tambah n
Tidak ada korelasi antar-prediktor
Bebas Multikolinearitas
VIF < 10
Hapus/gabung variabel
Variansi residual konstan
Bebas Heterokedastisitas
Scatterplot residual; Breusch-Pagan
Transformasi Y; WLS
Residual tidak berkorelasi serial
Bebas Autokorelasi
Durbin-Watson (DW ≈ 2)
Diferensiasi; model AR
Multikolinearitas (VIF > 10 = bahaya) · Normalitas (distribusi residual, bukan data mentah) · Heterokedastisitas (pola kipas pada scatterplot) · Autokorelasi (DW jauh dari 2 — umum pada data deret waktu)
Decision Tree: Uji Apa yang Harus Saya Pakai?
Aturan simpel: data kuantitatif + asumsi terpenuhi → uji parametrik. Pelanggaran asumsi atau data ordinal/nominal → pertimbangkan non-parametrik.
Coba Sendiri: Jawab Pertanyaan, Temukan Uji yang Tepat
Jawab serangkaian pertanyaan tentang data dan tujuan analisis Anda, lalu lihat uji statistik mana yang direkomendasikan.
Bagian 2 dari 4
Etika dalam Analisis Data
Tiga pelanggaran yang wajib dihindari, plagiarisme statistik, dan Kode Etik Peneliti UNDIP.
FabrikasiFalsifikasiP-Hacking
Tiga Pelanggaran Etika Data yang Wajib Dihindari
1 — Fabrikasi (Fabrication)
Membuat data fiktif yang tidak pernah dikumpulkan.
Contoh: mengisi kuesioner sendiri untuk memenuhi target n, atau mengarang angka hasil survei yang tidak pernah dilakukan.
2 — Falsifikasi (Falsification)
Memodifikasi data nyata agar sesuai hipotesis.
Contoh: menghapus outlier yang "mengganggu" tanpa alasan metodologis, atau membulatkan angka secara tidak jujur agar tampak signifikan.
3 — P-Hacking (Selective Reporting)
Mencoba banyak variasi analisis (variabel, sampel, metode) hingga mendapat p < 0,05, lalu hanya melaporkan yang signifikan — menyembunyikan yang tidak signifikan.
Ketiganya melanggar Kode Etik Peneliti UNDIP (LPPM UNDIP, 2020) dan berpotensi mengakibatkan: pembatalan nilai/skripsi, sanksi akademik, pencabutan gelar, dan pelarangan publikasi.
Studi Kasus: Bagaimana P-Hacking Bekerja
Simulasi: peneliti menguji k variabel tidak relevan satu per satu terhadap Y, α = 0,05. Formula: P(≥ 1 positif palsu) = 1 − (1 − α)^k = 1 − (0,95)^k
Langkah
k (jumlah uji)
Perhitungan
Hasil
L1
k = 1
1 − (0,95)¹ = 1 − 0,9500
0,05 ≈ 5% (wajar)
L2
k = 5
(0,95)⁵ = 0,7738; lalu 1 − 0,7738
0,2262 ≈ 23% (bermasalah)
L3
k = 10
(0,95)¹⁰ = 0,5987; lalu 1 − 0,5987
0,4013 ≈ 40% (tidak dipercaya)
L4
k = 20
(0,95)²⁰ = 0,3585; lalu 1 − 0,3585
0,6415 ≈ 64% (mayoritas palsu)
P(k=20) = 64% positif palsu — inflasi Type I Error
Solusi etis: pre-registrasi hipotesis (mendaftarkan hipotesis dan rencana analisis secara publik sebelum data dikumpulkan) sebelum mengumpulkan data; laporkan semua uji yang dilakukan; koreksi Bonferroni (bagi α dengan k) jika uji berganda.
Plagiarisme Statistik: Bentuk & Konsekuensi
Plagiarisme tidak hanya menyalin teks — menyalin angka, tabel, dan diagram tanpa atribusi (pemberian kredit kepada sumber asli) juga termasuk plagiarisme.
Bentuk Plagiarisme Data
Mengambil tabel statistik dari paper/laporan lain tanpa mencantumkan sumber
Menampilkan grafik orang lain sebagai "hasil analisis sendiri"
Menggunakan dataset orang lain tanpa izin atau kredit
Menyalin interpretasi statistik verbatim tanpa tanda kutip/atribusi
Konsekuensi
Di UNDIP: nilai E atau pembatalan tugas/skripsi
Catatan akademik permanen (transkrip)
Berpotensi pencabutan gelar setelah lulus
Di dunia kerja: PHK, tuntutan hukum
Solusi: selalu citasi sumber data dan tabel; gunakan Turnitin/Urkund untuk cek teks; dokumentasikan asal-usul setiap angka (siapa yang mengumpulkan, kapan, metode apa).
Kode Etik Peneliti UNDIP — Poin Kunci
Diterbitkan LPPM UNDIP (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNDIP, 2020) — berlaku untuk semua sivitas akademika, termasuk mahasiswa yang mengerjakan tugas dan skripsi.
1Kejujuran: Melaporkan metode, data, dan hasil secara jujur dan transparan.
2Objektivitas: Tidak membiarkan kepentingan pribadi atau bias mempengaruhi interpretasi data.
3Integritas: Konsisten antara apa yang direncanakan, yang dilakukan, dan yang dilaporkan.
4Kehati-hatian: Menghindari kesalahan dalam pengumpulan data, analisis, dan penafsiran.
5Keterbukaan: Bersedia berbagi data, metode, dan hasil dengan komunitas ilmiah.
6Larangan Fabrikasi & Falsifikasi: Secara eksplisit melarang membuat, memodifikasi, atau menghilangkan data.
7Pengakuan Kontribusi: Memberikan kredit kepada semua pihak yang berkontribusi pada penelitian.
Kode Etik UNDIP selaras dengan Singapore Statement on Research Integrity (2010) — deklarasi internasional yang diadopsi oleh ratusan universitas dari lebih dari 60 negara, termasuk MIT, Oxford, dan universitas-universitas Asia top.
Standar Pelaporan: Konteks Indonesia & Internasional
Format pelaporan berbeda tergantung konteks penggunaan — laporan regulasi, laporan survei, atau publikasi akademik.
Standar
Digunakan Oleh
Elemen Wajib
OJK (prinsip keterbukaan informasi — verifikasi di ojk.go.id)
Laporan keuangan & analisis emiten BEI (BBCA, TLKM, dll.)
Transparansi metodologi, keterbukaan asumsi, konsistensi data
N, M, SD, t/F/χ², df, p-value, effect size (ukuran besaran pengaruh: Cohen's d / η²)
Untuk tugas/skripsi di FEB UNDIP: ikuti format APA 7th. OJK relevan jika Anda menganalisis data pasar modal. BPS relevan jika mengutip data survei nasional. Effect size wajib dilaporkan berdampingan dengan p-value — karena p kecil tidak selalu berarti efek besar secara praktis.
Bagian 3 dari 4
Standar Pelaporan & Checklist Kelayakan
Format tabel statistik APA 7th, checklist sebelum submit, dan red flags yang harus dihindari.
APAChecklistRed Flags
Format Tabel Statistik — APA 7th Edition
Tabel statistik yang benar harus mandiri — pembaca mengerti tanpa membaca teks utama.
Tabel 1
Hasil Uji Regresi: Pengaruh Iklan dan Harga terhadap Penjualan
Variabel
B
SE
β
t
p
Konstanta
12,45
2,30
—
5,41
<.001
Biaya Iklan (juta Rp)
3,12
0,48
.52
6,50
<.001
Harga (ribu Rp)
−0,87
0,21
−.31
−4,14
<.001
Catatan. N = 85. R² = .63, F(2, 82) = 70,22, p < .001. B = koefisien tidak terstandar; SE = standar error; β = koefisien terstandar. p dilaporkan dengan titik (konvensi APA). Tidak ada garis vertikal — hanya 3 garis horizontal.
Hitung dari Nol — HDN-B: CI 95%
Survei kepuasan: n = 100, x̄ = 7,2, s = 1,5. Hitung CI 95%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
df = n − 1
100 − 1
99
t* (df=99, α/2=0,025)
Tabel t
1,984
SE = s / √n
1,5 / √100 = 1,5 / 10
0,15
ME = t* × SE
1,984 × 0,15
0,298
Batas bawah
7,2 − 0,298
6,902
Batas atas
7,2 + 0,298
7,498
CI 95%: (6,902 ; 7,498)
Checklist Kelayakan — Bag. 1: Data & Analisis
Centang semua sebelum menyerahkan laporan analisis statistik Anda (7 dari 12 poin).
A. Data & Sampling
Ukuran sampel dicantumkan dan memadai untuk uji yang digunakan
Sumber data disebutkan (dari mana, kapan, metode pengumpulan)
Tidak ada data yang dihapus tanpa alasan yang didokumentasikan
B. Analisis
Uji statistik yang dipilih sesuai dengan skala data dan tujuan penelitian
Lanjutan checklist (poin 8–12). Pastikan komunikasi temuan Anda jujur dan tidak menyesatkan.
C. Pelaporan & Interpretasi
Poin 8 — Tabel dan grafik diberi judul, sumber, dan catatan kaki
Poin 9 — Semua sumber data dan referensi dicitasi dengan benar
Poin 10 — Interpretasi membedakan signifikansi statistik dari signifikansi praktis (effect size dilaporkan)
Poin 11 — Kesimpulan tidak melampaui apa yang data izinkan — tidak over-claim (membuat klaim lebih kuat dari yang didukung data, misal menyebut kausalitas dari data korelasional)
Poin 12 — Tidak ada angka yang tidak bisa dilacak asal-usulnya
Dua poin yang paling sering dilanggar: "semua uji dilaporkan" (poin 6, slide sebelumnya) dan "tidak over-claim" (poin 11 ini). Keduanya adalah akar masalah etika terbesar dalam laporan mahasiswa.
Tanda Bahaya (Red Flags) dalam Laporan Analisis
Sinyal peringatan yang menunjukkan laporan berpotensi bermasalah secara metodologis atau etis.
!
"Semua variabel signifikan pada p < 0,05" — mencurigakan jika variabel banyak; kemungkinan p-hacking atau pemilihan model ad hoc (dibuat setelah melihat data, tanpa rencana sebelumnya).
!
R² > 0,99 tanpa alasan jelas — bisa jadi overfitting (model terlalu pas pada data latih, gagal prediksi di luar sampel), terlalu sedikit observasi relatif terhadap variabel, atau data dibuat-buat.
!
Tidak ada uji asumsi — laporan langsung ke hasil tanpa memeriksa normalitas, heteroskedastisitas, dll.
!
Sampel sangat kecil (n < 30) untuk uji parametrik — hasil tidak stabil; CLT belum bekerja dengan baik.
!
Interpretasi sebab-akibat dari data korelasional — "X menyebabkan Y meningkat" hanya dari regresi tanpa desain eksperimen atau metode kausalitas yang valid.
!
Sumber data tidak dapat dilacak — "data diperoleh dari internet" tanpa URL, tanggal, atau lembaga yang jelas.
Jika menemukan red flag dalam laporan sendiri: perbaiki sebelum submit, bukan setelah.
Bagian 4 dari 4
Persiapan UAS & Tanya Jawab
Kisi-kisi topik UAS, format soal, strategi menjawab, dan sesi tanya jawab terbuka.
Kisi-KisiStrategiTanya Jawab
Kisi-Kisi UAS — Topik & Bobot Indikatif
UAS mencakup seluruh materi Statistika Bisnis II. Bobot indikatif berdasarkan kompleksitas dan Sub-CPMK.
Topik
Bobot*
Sub-CPMK
Bentuk Soal
Probabilitas & distribusi
~15%
Sub-CPMK 1–2
Hitungan + PG (Pilihan Ganda)
Estimasi & interval kepercayaan
~15%
Sub-CPMK 3
Hitungan
Uji hipotesis (satu & dua sampel)
~25%
Sub-CPMK 4–5
Hitungan + interpretasi
Korelasi & regresi sederhana
~20%
Sub-CPMK 6–7
Hitungan + interpretasi
Regresi berganda & asumsi klasik
~20%
Sub-CPMK 8
Interpretasi output
Etika analisis data
~5%
Sub-CPMK 9
PG + esai pendek
*Bobot indikatif — konfirmasi ke dosen pengampu untuk bobot resmi. Topik uji hipotesis mendapat porsi terbesar karena merupakan inti inferensi statistika. Jadwal UAS: konfirmasi ke Prodi / SIAP UNDIP (Sistem Informasi Akademik Perencanaan UNDIP).
Format Soal UAS & Strategi Menjawab
Format Soal UAS
Pilihan Ganda: konsep & hitungan ringan
Soal Hitungan: tunjukkan langkah lengkap (bukan hanya jawaban akhir)
Interpretasi Output: diberi output SPSS (Statistical Package for Social Sciences) / Excel, diminta analisis
Esai Pendek: etika, pemilihan uji, interpretasi
Strategi Menjawab
Baca soal dua kali sebelum mulai — identifikasi jenis data, tujuan, dan asumsi
Tuliskan H₀ dan H₁ jika ada uji hipotesis — jangan langsung hitung
Tunjukkan semua langkah — nilai parsial (nilai per langkah benar) diberikan meski jawaban akhir salah
Periksa satuan — pastikan i dan n konsisten
Alokasikan waktu — soal berbobot besar dikerjakan lebih dahulu
Rumus yang paling penting diingat: interval kepercayaan (x̄ ± t·s/√n), statistik uji Z/t, koefisien korelasi Pearson (r), persamaan regresi (ŷ = a + bX), dan VIF untuk multikolinearitas.
Tanya Jawab & Latihan Soal Review
Soal A — Uji-t Satu Sampel (HDN-A)
Perusahaan FMCG mengklaim μ = Rp 5.500.000. Sampel n = 36 gerai: x̄ = 5.300.000, s = 900.000, α = 0,05. Apakah klaim dapat diterima?
t = −1,333 → Gagal tolak H₀ (klaim dapat diterima, α = 0,05)
Delapan Prinsip Analisis Data yang Beretika
Bawa delapan prinsip ini ke semua pekerjaan analisis Anda — sekarang dan seumur karir.
1Rancang sebelum menganalisis — putuskan hipotesis dan metode sebelum melihat data.
2Laporkan semua uji — bukan hanya yang signifikan.
3Dokumentasikan setiap keputusan — mengapa outlier dihapus, mengapa variabel dipilih.
4Bedakan statistik dari substantif — p-value kecil bukan berarti efek besar secara praktis.
5Citasi semua sumber data — angka tanpa sumber adalah angka yang tidak dapat dipercaya.
6Periksa asumsi sebelum menyimpulkan — validitas kesimpulan bergantung pada terpenuhinya asumsi.
7Rendah hati tentang kausalitas — korelasi ≠ kausalitas; perhatikan variabel pengganggu (confounding variable — variabel ketiga yang berkorelasi dengan X dan Y).
8Jadikan data dapat diverifikasi — simpan data mentah, kode analisis, dan dokumentasi metode.
Statistika yang benar dan beretika adalah investasi jangka panjang untuk reputasi dan kepercayaan profesional Anda. Sumber: Kode Etik Peneliti UNDIP (LPPM UNDIP, 2020); APA (2020); Lind, Marchal & Wathen (2015).