‹ Daftar slidePertemuan 13: Statistik Inferensial: Uji Kelayakan Model & Hipotesis
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Statistika Bisnis II
Pertemuan 13 — Statistik Inferensial: Uji Kelayakan Model & Hipotesis
Dari persamaan regresi ke keputusan: menguji apakah model layak (uji F), variabel mana yang signifikan (uji t), dan bagaimana mengintegrasikan hasilnya ke dalam proposal penelitian.
RPS MINGGU 14 • SUB-CPMK 7 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menguji kelayakan model dan hipotesis (Sub-CPMK 7):
CAPAIAN 1 — ANOVA
TABEL F
Menyusun tabel ANOVA regresi dan menghitung F-statistic dari nol — SS, MS, df benar, tanpa kesalahan aritmetika.
CAPAIAN 2 — UJI t
UJI t
Menginterpretasikan uji t parsial dan p-value dalam konteks manajerial yang relevan dan akurat.
CAPAIAN 3 — PRAKTIS
EFEK
Membedakan signifikansi statistik vs praktis — R², Cohen's f² (effect size yang tidak bergantung ukuran sampel).
CAPAIAN 4 — PROPOSAL
RISET
Menyusun mini-proposal terstruktur: hipotesis → metode → hasil → implikasi manajerial.
Dari Persamaan ke Keputusan
Di Pertemuan 10, Anda mendapat persamaan regresi berganda. Tapi apakah persamaan itu bisa dipercaya?
TANPA UJI INFERENSIAL
R² = 0,72
DER (Debt-to-Equity Ratio) dan ROA (Return on Assets) tampak berpengaruh — tapi ini bisa terjadi secara kebetulan di sampel n = 30 dari populasi yang sesungguhnya tidak ada hubungannya sama sekali.
DENGAN UJI INFERENSIAL
F = 34,77
Uji F: F(2,27) = 34,77, p < 0,001 → model terbukti layak secara statistik. Uji t ROA: t = 4,218, p = 0,000 → bukan kebetulan. Baru layak dijadikan dasar keputusan.
Persamaan regresi dari sampel adalah estimasi, bukan kebenaran. Uji inferensial adalah cara kita menilai seberapa besar kepercayaan yang layak diberikan kepada persamaan tersebut.
Bagian 1 dari 4
Kerangka Uji Inferensial Regresi
Tiga pertanyaan utama setelah estimasi OLS — dan dekomposisi variasi sebagai fondasi matematisnya.
Apakah model layak?Variabel mana?Seberapa besar?
Tiga Pertanyaan Inferensial Setelah Estimasi OLS
PERTANYAAN 1 — MODEL
UJI F
Uji F Global. "Apakah model secara keseluruhan signifikan?" H₀: β₁ = β₂ = … = βₖ = 0. Dijawab dengan F-statistic dan tabel ANOVA.
PERTANYAAN 2 — VARIABEL
UJI t
Uji t Parsial. "Variabel mana yang signifikan secara individual?" H₀: βj = 0 (untuk setiap j). Dijawab dengan t-statistic dan p-value per koefisien.
PERTANYAAN 3 — PRAKTIS
EFEK
Effect Size. "Seberapa besar pengaruhnya secara praktis?" Dijawab dengan R², R² adjusted, dan Cohen's f².
Urutan ini penting: tanya kelayakan MODEL dulu, baru VARIABEL individual, baru UKURAN pengaruh. Jangan lompat langsung ke uji t sebelum model dinyatakan layak oleh uji F.
Dekomposisi Variasi: SS Total = SS Regresi + SS Residual
Setiap nilai Y bisa "dibongkar" menjadi dua komponen:
SST = Σ(Yᵢ − Ŷ)² — total variasi Y SSR = Σ(Ŷᵢ − Ŷ)² — dijelaskan model SSE = Σ(Yᵢ − Ŷᵢ)² — galat/residual Identitas: SST = SSR + SSE
R² = SSR/SST = proporsi variasi Y yang dijelaskan model. R² tinggi berarti SSR besar relatif terhadap SST.
Coba Sendiri: Geser Titik Scatter, Amati R² dan Se
Ubah sebaran titik data pada scatter plot dan lihat bagaimana garis OLS, R², dan standard error of estimate berubah.
Tabel ANOVA Regresi — Struktur Lengkap
Sumber Variasi
SS
df
MS
F
Regresi
SSR
k
MSR = SSR / k
F = MSR / MSE
Residual (Galat)
SSE
n − k − 1
MSE = SSE / (n−k−1)
—
Total
SST
n − 1
—
—
n = jumlah observasi • k = jumlah variabel prediktor • dfRegresi = k • dfResidual = n−k−1 • dfTotal = n−1
Cek cepat: df Total = n−1 = k + (n−k−1). Kalau df tidak cocok setelah dijumlahkan, ada kesalahan input dalam perhitungan Anda.
Bagian 2 dari 4
Uji F Global: Apakah Model Layak?
Menghitung F-statistic dari tabel ANOVA, membandingkan dengan nilai kritis, dan menginterpretasikan kelayakan model secara manajerial.
F = MSR / MSE
Uji F Global — Rumus dan Logika
Hipotesis:
H₀: β₁ = β₂ = … = βk = 0 (tidak ada satu pun prediktor yang berguna)
H₁: Minimal satu βj ≠ 0
F = MSR / MSE = [SSR/k] / [SSE/(n−k−1)]
Distribusi di bawah H₀: F ~ F(k, n−k−1)
Menolak H₀ uji F TIDAK berarti semua βj ≠ 0. Artinya hanya: minimal satu prediktor berguna. Untuk tahu yang mana, lanjut ke uji t parsial.
Model: Harga Saham (Y) = f(DER, ROA), n = 30 emiten LQ45 BEI 2023. Dari OLS: SSR = 4.250.000, SSE = 1.650.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung SST
SSR + SSE = 4.250.000 + 1.650.000
SST = 5.900.000
2. Hitung R²
SSR / SST = 4.250.000 / 5.900.000
R² = 0,7203
3. df Regresi
k = 2 (DER dan ROA)
dfR = 2
4. df Residual
n − k − 1 = 30 − 2 − 1
dfE = 27
5. MSR
SSR / dfR = 4.250.000 / 2
MSR = 2.125.000
6. MSE
SSE / dfE = 1.650.000 / 27
MSE = 61.111
7. F-statistic
MSR / MSE = 2.125.000 / 61.111
F = 34,77
8. F kritis (α=0,01)
F(0,01; df₁=2; df₂=27) dari tabel
Fkritis = 5,49
9. Kesimpulan
34,77 ≫ 5,49
Tolak H₀, p < 0,001
Model LAYAK pada α = 0,01. DER dan ROA bersama-sama secara signifikan menjelaskan 72% variasi harga saham emiten LQ45. F(2,27) = 34,77, p < 0,001.
Membaca Output Regresi: Tiga Tabel yang Selalu Ada
Setiap software regresi (SPSS, Excel, R) menghasilkan tiga tabel wajib — baca dalam urutan ini:
1
TABEL 1 — MODEL SUMMARY
R, R², R² Adjusted (R² yang disesuaikan untuk jumlah prediktor — tidak naik otomatis hanya karena variabel ditambah), Std. Error of Estimate. → "Seberapa kuat model secara keseluruhan?"
2
TABEL 2 — ANOVA
SS, df, MS, F, Sig. (p-value dalam output SPSS). → "Apakah model layak? (uji F global)"
3
TABEL 3 — COEFFICIENTS
B (koefisien), Std. Error, t, Sig. → "Variabel mana yang signifikan? (uji t parsial)"
Baca berurutan 1 → 2 → 3. Jangan langsung lompat ke tabel koefisien sebelum memastikan tabel ANOVA menunjukkan Sig. < 0,05.
Bagian 3 dari 4
Uji t Parsial: Variabel Mana yang Signifikan?
Menguji kontribusi masing-masing prediktor sambil mengendalikan pengaruh variabel lain — uji t dan p-value per koefisien.
t = bj / SE(bj)
Uji t Parsial — Rumus dan Logika
Hipotesis (untuk setiap prediktor j):
H₀: βj = 0 (prediktor j tidak berkontribusi signifikan) H₁: βj ≠ 0 (uji dua arah, dipakai saat hipotesis tidak mendiktekan tanda pengaruh)
Studi Kasus: Uji t Parsial — DER & ROA → Harga Saham LQ45
Output regresi dari n = 30 emiten LQ45 BEI 2023, α = 0,05. Data ilustrasi.
Variabel
Koefisien (B)
Std. Error
t
Sig.
Kesimpulan
Konstanta
1.250
320
3,906
0,001
—
DER (Debt-to-Equity Ratio)
−185
75
−2,467
0,020
Signifikan*
ROA (Return on Assets)
620
147
4,218
0,000
Signifikan**
*p < 0,05; **p < 0,01. Variabel dependen: Harga Saham Penutupan (Rp). Sumber: IDX (idx.co.id), ilustrasi.
Kedua variabel signifikan pada α = 0,05. ROA (t = 4,218) lebih kuat sinyalnya daripada DER (t = −2,467). Arah pengaruh: DER negatif (leverage tinggi → harga cenderung turun), ROA positif (profitabilitas tinggi → harga cenderung naik) — keduanya konsisten secara teori keuangan.
Cara Membaca Coefficients Table — Kolom per Kolom
Kolom
Isi
Cara Baca
B (Unstd.)
Koefisien regresi bj
Perubahan Y jika Xj naik 1 satuan, ceteris paribus (dengan hal lain tetap sama)
Std. Error
SE(bj)
Presisi estimasi bj — makin kecil makin baik
Beta (Std.)
Koefisien standar
Bandingkan kekuatan relatif antar variabel (unit sudah dinormalisasi)
t
bj / SE(bj)
Makin jauh dari 0, makin signifikan
Sig.
p-value
< 0,05: signifikan; < 0,01: sangat signifikan
Beta standar berguna untuk menjawab: "DER atau ROA yang lebih berpengaruh?" karena satuan sudah dinormalisasi ke deviasi standar.
B unstandardized yang dipakai untuk PREDIKSI dan INTERPRETASI arah pengaruh — jangan pakai Beta standar untuk prediksi nilai Y.
p-value: Definisi Tepat dan Jebakan Umum
APA ITU p-VALUE?
Probabilitas mendapatkan F/t sebesar ini atau lebih ekstrem jika H₀ benar.
Semakin kecil p, semakin kuat bukti melawan H₀.
BUKAN ARTINYA p-VALUE
× Bukan probabilitas H₀ benar × Bukan ukuran besar/kecilnya pengaruh × Bukan bukti bahwa variabel "penting" secara bisnis
p = 0,049 vs p = 0,051 — perbedaan statistisnya nyata (≤/≥ 0,05), tetapi maknanya sangat tipis. Hindari pengambilan keputusan yang hanya bergantung pada sisi mana dari 0,05 angka itu jatuh.
Dalam konteks manajerial: laporkan p-value TEPAT (mis. p = 0,020), bukan hanya "signifikan/tidak signifikan". Tambahkan R² dan effect size untuk melengkapi gambaran.
Bagian 4 dari 4
Signifikansi Praktis & Integrasi ke Proposal
Effect size, pelaporan sistematis, dan framework mini-proposal: dari latar belakang hingga implikasi manajerial.
Latar Belakang→Hipotesis→Metode→Hasil→Implikasi
Signifikansi Statistik vs Signifikansi Praktis
SIGNIFIKANSI STATISTIK
Ditentukan oleh p-value vs α.
Dipengaruhi ukuran sampel — n besar bisa membuat pengaruh trivial tampak sangat signifikan secara statistik.
SIGNIFIKANSI PRAKTIS (EFFECT SIZE)
Ukuran besarnya pengaruh, tidak bergantung n.
• R²: proporsi variasi Y. R² > 0,25 = "large" (Cohen). • Cohen's f² = R² / (1−R²): f² ≥ 0,35 = large effect. Model LQ45: f² = 2,57. • Implikasi bisnis: β DER = −185 → kenaikan DER 1 poin → harga saham turun Rp 185.
Riset berkualitas melaporkan keduanya. "DER berpengaruh signifikan (β = −185, t = −2,467, p = 0,020, R² = 0,72)" — bukan hanya menulis "signifikan" tanpa angka.
Pelaporan Hasil Sistematis: Tiga Tabel Wajib di Bab IV Skripsi
Format standar FEB UNDIP / jurnal manajemen Indonesia:
Baris: Regresi, Residual, Total. Kolom: SS, df, MS, F, Sig. Minimal ini yang muncul di Bab IV sebagai dasar uji F.
C
TABEL C — KOEFISIEN
Satu baris per variabel: B, SE, β standar, t, Sig. Cantumkan *, ** untuk α=0,05 dan 0,01 (konvensi internasional).
Beri catatan kaki: *p < 0,05; **p < 0,01. Sumber: IDX (tahun). n = XX emiten. Variabel dependen: Harga Saham.
Hitung dari Nol — HDN-2: Uji t Parsial DER & ROA
Dari koefisien dan standar error → hitung t → bandingkan tkritis → keputusan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tentukan df
df = n − k − 1 = 30 − 2 − 1
df = 27
2. tkritis (α=0,05, dua arah)
Tabel t, baris df=27, kolom α/2=0,025
tkritis ≈ 2,052
3. Hitung t DER
t = B / SE = −185 / 75
tDER = −2,467
4. Keputusan DER
|−2,467| = 2,467 > 2,052?
Ya → Tolak H₀ (p=0,020)
5. Hitung t ROA
t = B / SE = 620 / 147
tROA = 4,218
6. Keputusan ROA
4,218 > 2,052?
Ya → Tolak H₀ (p<0,001)
7. Bandingkan kekuatan
|tROA| = 4,218 vs |tDER| = 2,467
ROA lebih kuat sinyalnya
Kedua variabel signifikan. Template langkah ini bisa diulang untuk setiap variabel prediktor tambahan.
Cara baca tabel t: (1) baris df=27; (2) kolom α/2=0,025; (3) baca sel = 2,052.
Studi Kasus: Susun Mini-Proposal Penelitian
Topik: "Pengaruh DER dan ROA terhadap Harga Saham Emiten LQ45 BEI 2023."
Bagian
Konten
Latar Belakang
Harga saham dipengaruhi kinerja fundamental. DER dan ROA adalah rasio keuangan yang sering digunakan investor. Gap: belum jelas mana yang dominan pada emiten LQ45 periode terkini.
Hipotesis
H₁: DER berpengaruh signifikan negatif terhadap harga saham LQ45. H₂: ROA berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham LQ45.
Metode
Regresi berganda OLS; data cross-section (data satu titik waktu dari banyak unit) 30 emiten LQ45 2023; sumber: IDX; variabel dependen: harga saham penutupan akhir tahun.
Pengujian
Uji F global (α=0,01), uji t parsial (α=0,05); asumsi BLUE diperiksa (normalitas, White test heteroskedastisitas, VIF < 10 untuk multikolinearitas).
Hasil
F(2,27) = 34,77, p < 0,001 → model layak. DER: β = −185, t = −2,467, p = 0,020 → H₁ didukung. ROA: β = +620, t = 4,218, p < 0,001 → H₂ didukung. R² = 0,72.
Implikasi
Investor sebaiknya lebih memperhatikan profitabilitas (ROA) dibanding leverage (DER) saat memilih emiten LQ45 berdasarkan fundamental.
Mini-proposal ini adalah kerangka Bab I–IV skripsi — dari rumusan masalah hingga kesimpulan dan implikasi manajerial.
Contoh Teks Hasil di Bab IV Skripsi
Berdasarkan output regresi LQ45 di atas, teks laporan yang tepat dan lengkap:
CONTOH PARAGRAF BAB IV — FORMAT STANDAR FEB UNDIP
"Hasil pengujian model secara simultan menunjukkan nilai F(2,27) = 34,77 dengan signifikansi p < 0,001 (α = 0,01), sehingga model regresi dinyatakan layak. Koefisien determinasi R² = 0,720 mengindikasikan bahwa 72,0% variasi harga saham emiten LQ45 dapat dijelaskan oleh DER dan ROA secara bersama-sama, sementara 28,0% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model.
Secara parsial, DER berpengaruh signifikan negatif terhadap harga saham (β = −185; t = −2,467; p = 0,020), sehingga H₁ didukung. ROA berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham (β = 620; t = 4,218; p < 0,001), sehingga H₂ didukung. Effect size model dikategorikan besar (Cohen's f² = 2,57 > 0,35)."
Laporan ini menyertakan: F(df), p, R², β, t, p, arah, keputusan hipotesis, dan effect size. Ini adalah standar minimum yang diharapkan di FEB UNDIP dan jurnal terindeks.
Lima Jebakan Interpretasi Regresi
1F signifikan = semua β ≠ 0 — × Keliru. F hanya membuktikan minimal satu prediktor berguna. Wajib lanjut ke uji t.
2p kecil = pengaruh besar — × Keliru. p dipengaruhi n. Laporkan selalu bersama R² atau f².
3t tidak signifikan = variabel tidak relevan — × Belum tentu. Bisa karena multikolinearitas, n kecil, atau pengukuran buruk.
4R² tinggi = model sempurna — × Keliru. R² tidak mengukur kausalitas (hubungan sebab-akibat) dan tidak menjamin prediksi out-of-sample (ke data baru) yang baik.
5Konstanta harus signifikan — × Tidak perlu. Konstanta sering tidak punya interpretasi substantif; signifikansinya bukan syarat kelayakan model.
Jebakan 1–3 adalah yang paling sering menyebabkan kesalahan fatal di Bab IV dan sidang skripsi. Hafalkan dan antisipasi pertanyaan penguji.
Cheat Sheet: Alur Uji Inferensial Regresi
Urutan ini tidak boleh dibalik: Estimasi → Asumsi → F → t → Effect Size → Pelaporan.
Peta Konsep: Statistika Inferensial Regresi
Semua cabang lahir dari satu ide: mempartisi variasi Y menjadi bagian yang dapat dan tidak dapat dijelaskan model.
Latihan & Diskusi Kelas
LATIHAN 1 — TABEL ANOVA
Data: n = 40, k = 3, SSR = 2.800, SSE = 1.200. Hitung: (a) SST (b) df Regresi dan df Residual (c) MSR dan MSE (d) F-statistic (e) Kesimpulan pada α = 0,05 jika Fkritis(3,36) = 2,87
LATIHAN 2 — INTERPRETASI
Tabel koefisien: X₁: B=45, SE=22, t=2,045, p=0,049. X₂: B=120, SE=110, t=1,091, p=0,282. (a) Variabel mana yang signifikan pada α=0,05? (b) Apakah B yang lebih besar berarti pengaruh lebih kuat? (c) Mengapa X₂ tidak signifikan meskipun koefisiennya lebih besar?
Kerjakan 8 menit. Latihan 2c — diskusikan dengan tetangga sebelum dijawab mandiri. Latihan 2b menyentuh langsung "jebakan 2" dari Slide 22.
Persiapan UAS & Penutup Semester
RANGKUMAN PERTEMUAN 13
1. Uji F global → kelayakan model (MSR/MSE, tabel ANOVA). 2. Uji t parsial → kontribusi per variabel (bj/SE). 3. Signifikansi statistik vs praktis (R², Cohen's f²). 4. Integrasi ke proposal: Hipotesis → Metode → Hasil → Implikasi.
PERSIAPAN UAS
Cakupan: P10–P13 (regresi berganda, asumsi BLUE, interpretasi koefisien, uji inferensial). Latihan: Kerjakan ulang HDN-1 dan HDN-2 mandiri. Bawa: kalkulator, tabel F & t (disediakan), alat tulis. Pola soal: perhitungan 50% + interpretasi 30% + penerapan ke proposal 20%.
Selamat menyelesaikan Statistika Bisnis II. Penguasaan teknik di semester ini adalah fondasi riset empiris Anda di semester-semester ke depan. Semangat UAS!