stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Statistika Bisnis II / Pertemuan 10: Regresi Linear Berganda
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font

Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

X₁ PrediktorX₂ PrediktorX₃ DummyY

Statistika Bisnis II

Pertemuan 10 — Regresi Linear Berganda

Dari satu prediktor ke banyak prediktor — mengukur pengaruh simultan $X_{1}, X_{2}, \dots, X_{k}$ terhadap Y, dengan pengujian F dan t.

RPS Minggu 11  ·  Sub-CPMK 6  ·  Durasi 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu (Sub-CPMK 6):

Tujuan 1
T1
Menuliskan & menafsirkan model regresi berganda $Ŷ = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1} + \dots + \beta _{k}X_{k}$ untuk minimal dua prediktor.
Tujuan 2
T2
Mengestimasi koefisien OLS (Ordinary Least Squares) dan menginterpretasikan makna koefisien parsial ceteris paribus — "hal lain dipegang konstan".
Tujuan 3
T3
Menghitung & menginterpretasikan $R^{2}$ adjusted, uji F overall, dan uji t parsial pada α = 0,05.
Tujuan 4
T4
Mengidentifikasi masalah multikolinearitas awal dan menggunakan variabel dummy 0/1 untuk variabel kategoris.

Mengapa Satu Prediktor Tidak Cukup?

Regresi sederhana hanya memakai satu prediktor — padahal dunia bisnis multidimensi.

Regresi Sederhana
$$Ŷ = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1}$$
  • Hanya satu prediktor — variabel lain diabaikan
  • Risiko: estimasi $\beta _{1}$ bisa bias karena variabel yang terabaikan (omitted variable bias)
  • Contoh: omzet UMKM hanya dari lama usaha — mengabaikan jumlah karyawan & lokasi
Regresi Berganda
$$Ŷ = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1} + \beta _{2}X_{2} + \beta _{3}X_{3}$$
  • Setiap β dihitung sambil mengontrol prediktor lain
  • Estimasi lebih akurat & tidak meminjam kredit variabel lain
  • Contoh: omzet dimodelkan dari lama usaha + karyawan + lokasi (dummy) sekaligus
Menambah prediktor relevan $\to R^{2}$ naik, estimasi lebih bersih. Menambah prediktor tidak relevan $\to R^{2}$ adjusted turun (ada penalti). Prediktor (variabel bebas / variabel independen) = variabel X; Y = variabel respons (variabel terikat / variabel dependen).
Bagian 1  ·  Slide 5–9
Model Regresi Berganda

Persamaan, asumsi, dan prinsip estimasi OLS (Ordinary Least Squares — metode kuadrat terkecil)

$Ŷ = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1} + \beta _{2}X_{2} + \beta _{3}X_{3}$

Model Populasi vs Model Taksiran

Model Populasi (tidak diketahui)
$$Y = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1} + \dots + \beta _{k}X_{k} + \varepsilon $$
  • $\beta _{0}, \beta _{1}, \dots, \beta _{k} =$ parameter populasi sejati (tidak bisa diketahui pasti)
  • ε (epsilon / error term / galat) = semua variasi Y yang tidak dijelaskan prediktor
Model Taksiran OLS (dari sampel)
$$Ŷ = b_{0} + b_{1}X_{1} + b_{2}X_{2} + \dots + b_{k}X_{k}$$
  • $b_{0}, b_{1}, \dots, b_{k} =$ koefisien estimasi dari data sampel
  • Ŷ (fitted value / nilai dugaan) = nilai Y yang diprediksi model
  • Residual: $e_{i} = Y_{i} - Ŷ_{i}$ (kesalahan aktual pada observasi ke-i)
Tujuan OLS: minimalkan $\sum e_{i}^{2} = \sum (Y_{i} - Ŷ_{i})^{2}$ — di mana Σ (sigma) berarti "jumlahkan untuk seluruh observasi i = 1 hingga n". Konvensi angka Indonesia: titik = pemisah ribuan, koma = desimal. Contoh: 1.845,2 = seribu delapan ratus empat puluh lima koma dua.

Asumsi OLS & Intuisi Estimasi

OLS menghasilkan estimasi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator — estimator linear tak-bias terbaik) jika asumsi Gauss-Markov terpenuhi.

A1 — Linearitas

Hubungan Y dan X memang linear — tidak melengkung secara sistematis.

A2 — Tidak Ada Multikolinearitas Sempurna ⚠
X₁X₂r < 1

Prediktor tidak 100% berkorelasi satu sama lain. Akan dibahas lebih dalam di Bagian 3.

A3 — Galat Berperilaku Rapi
E(ε)=0 · homoskedastik

Rata-rata nol, varians konstan (homoskedastik), tidak berkorelasi antarobservasi.

Catatan penting: Normalitas galat BUKAN syarat BLUE. Teorema Gauss-Markov hanya membutuhkan A1–A3 untuk menjamin OLS adalah BLUE. Normalitas hanya diperlukan agar uji t dan F valid secara eksak pada sampel kecil.

Estimasi OLS: $\hat{\beta} = (X'X)^{-1}X'Y$

Regresi berganda = menyelesaikan k+1 persamaan serentak. Matriks adalah cara ringkas menulis sistem persamaan itu.

$$\hat{\beta} = (X'X)^{-1}X'Y$$
Komponen Rumus
  • X = matriks desain n×(k+1) — kolom pertama semua bernilai 1 (untuk intercept)
  • X' (X transpose) = X dengan baris dan kolom ditukar
  • $(X'X)^{-1}$ = invers matriks, seperti "membagi" dalam aljabar matriks
  • Y = vektor respons n×1
  • β̂ = vektor koefisien $[b_{0}, b_{1}, \dots, b_{k}]ᵀ$
Dalam Praktik
  • Untuk k=2: 3 persamaan normal diselesaikan bersama $\to b_{0}, b_{1}, b_{2}$
  • Tidak perlu inversi matriks manual — gunakan software
  • Excel Data Analysis · SPSS · R (lm()) · Python (statsmodels)
  • Fokus Anda: input data benar, baca output tepat, interpretasi koefisien bermakna
Anda tidak perlu menginversi matriks secara manual. Pahami bahwa software melakukannya untuk Anda. Fokus pada interpretasi output.

Hitung dari Nol 1 — UMKM Kuliner Semarang (n=30)

Data 30 UMKM kuliner Semarang — Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang (nilai ilustratif)

Variabel
SimbolKeterangan
YOmzet (Rp juta/bulan)
$X_{1}$Lama usaha (tahun)
$X_{2}$Jumlah karyawan
$X_{3}$Lokasi dummy (1=pusat kota, 0=pinggiran)

Output software regresi berganda (k=3, n=30):

$$Ŷ = 8,42 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2} + 5,60X_{3}$$
Langkah membaca output:
  1. Catat persamaan regresi berganda
  2. Interpretasikan tiap koefisien (slide berikutnya)
  3. Periksa $R^{2}, R^{2}$ adjusted, F-stat, p-value
Output regresi (regression output) = tabel hasil yang dihasilkan software statistik, memuat koefisien, standar error, t-stat, p-value, $R^{2}$, dan F-stat. Nilai parameter diperoleh dari software karena k=3 membutuhkan inversi matriks 4×4.

Interpretasi Koefisien Parsial: Ceteris Paribus

$$Ŷ = 8,42 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2} + 5,60X_{3}$$
$b_{0} = 8,42$
Ketika $X_{1}=0, X_{2}=0, X_{3}=0 \to$ omzet dugaan Rp 8,42 juta/bulan (UMKM baru, nol karyawan, pinggiran). Hati-hati: intercept bisa tidak bermakna praktis.
$b_{1} = 1,85$
Setiap +1 tahun lama usaha → omzet naik ~Rp 1,85 juta/bulan, dengan $X_{2}$ dan $X_{3}$ dipegang konstan.
$b_{2} = 3,20$
Setiap +1 karyawan $\to$ omzet naik ~Rp 3,20 juta/bulan, dengan $X_{1}$ dan $X_{3}$ dipegang konstan.
$b_{3} = 5,60$
UMKM pusat kota $$(X_{3}=1)$$ memiliki omzet ~Rp 5,60 juta/bulan lebih tinggi vs. pinggiran $(X_{3}=0)$, dengan $X_{1}$ dan $X_{2}$ konstan.
Kata kunci: "…dengan variabel lain dipegang konstan" = ceteris paribus (Latin: "hal-hal lain dipegang konstan"). Koefisien parsial ≠ korelasi bivariate — bisa berbeda nilai, bahkan berbeda tanda.

Coba Sendiri: Putar Bidang Regresi 3D, Amati Koefisien Parsial

Putar bidang regresi tiga dimensi dan ubah nilai satu prediktor sementara prediktor lain tetap konstan.

🧪 Buka kalkulator penuh (rumus + contoh + FAQ) · kalkulator R²

Coba Sendiri: Geser Data Dua Prediktor, Amati $\beta_1$ & $\beta_2$

Lihat bagaimana koefisien parsial $\beta$ berubah saat kontribusi relatif dua prediktor bergeser — intuisi ceteris paribus dalam aksi langsung.

Bagian 2  ·  Slide 11–15
Mengukur Kebaikan Model

$R^{2}$ adjusted, Uji F overall, dan Uji t parsial — tiga alat yang saling melengkapi

$R^{2}$  |  F  |  t

$R^{2}$ dan $R^{2}$ Adjusted — Dua Ukuran Kebaikan

$R^{2} -$ Koefisien Determinasi
$$R^{2} = \frac{SSR}{SST} = 1 - \frac{SSE}{SST}$$
  • SST (Sum of Squares Total) $= \sum (Y_{i} - Ȳ)^{2} -$ total variabilitas Y
  • SSR (Sum of Squares Regression) $= \sum (Ŷ_{i} - Ȳ)^{2} -$ variasi dijelaskan model
  • SSE (Sum of Squares Error) $= \sum (Y_{i} - Ŷ_{i})^{2} -$ variasi tidak dijelaskan
  • SST = SSR + SSE selalu berlaku
  • $⚠ R^{2}$ selalu naik saat prediktor ditambah — bisa menyesatkan
$R^{2}$ Adjusted — Dengan Penalti Prediktor
$$R^{2}_{adj} = 1 - \frac{(1-R^{2})(n-1)}{n-k-1}$$
  • n = jumlah observasi; k = jumlah prediktor (tidak termasuk intercept)
  • Memberikan penalti untuk prediktor tambahan yang tidak berguna
  • $R^{2}_$adj bisa turun jika prediktor baru tidak meningkatkan fit secara bermakna
  • Gunakan $R^{2}_$adj untuk membandingkan model dengan jumlah prediktor berbeda
Σ (sigma) = "jumlahkan untuk seluruh i dari 1 hingga n". Patokan informal: untuk data bisnis cross-sectional, $R^{2}_$adj di atas 0,50 sudah cukup baik — yang penting koefisien masuk akal secara teori.

Uji F Overall: Apakah Model Berguna?

Hipotesis Uji F
$$H_{0}: \beta _{1} = \beta _{2} = \dots = \beta _{k} = 0$$
$$H_{1}: minimal satu \beta _{j} \neq 0$$

$H_{0} = "$tidak ada prediktor yang berguna sama sekali$". H_{1} = "$minimal satu prediktor berguna".

Statistik Uji
$$F = \frac{MSR}{MSE} = \frac{SSR/k}{SSE/(n-k-1)}$$
  • MSR (Mean Square Regression) = SSR/k
  • MSE (Mean Square Error) = SSE/(n−k−1)
  • df (degrees of freedom / derajat kebebasan) pembilang = k
  • df penyebut = n − k − 1
Aturan keputusan (α = 0,05):
Tolak $H_{0}$ jika $F_$hitung > $F_$tabel(k, n−k−1; α) atau p-value < $0,05 \to$ model signifikan

Catatan: Uji F menjawab "apakah model keseluruhan berguna?" — bukan "prediktor mana yang penting?" (itu tugas uji t).

Tabel ANOVA Regresi — Cara Membaca

Tabel ANOVA (Analysis of Variance / Analisis Ragam) = jantung output regresi berganda

SumberSSdfMSF_hitungp-value
RegresiSSRkMSR = SSR/kF = MSR/MSE
Galat (Residual)SSEn−k−1MSE = SSE/(n−k−1)
TotalSSTn−1

Contoh UMKM Semarang (k=3, n=30, nilai ilustratif):

SumberSSdfMSFp-value
Regresi1.845,23615,118,74< 0,001
Galat852,62632,8
Total2.697,829
$R^{2} = 1.845,2 / 2.697,8 =$ 0,684 $\to 68,4\%$ variasi omzet dijelaskan model. $F_$hitung = 18,74 > $F_$tabel$(3,26;0,05) \approx 2,98 \to$ Tolak $$H_{0}$$ pada α=0,05 — model secara keseluruhan signifikan (p < 0,001).

Uji t Parsial: Siapa Prediktor yang Signifikan?

$$t_{hitung} = \frac{b_{j}}{SE(b_{j})}$$
  • $H_{0}$: $\beta _{j} = 0 (X_{j}$ tidak berkontribusi signifikan)
  • $H_{1}$: $\beta _{j} \neq 0 (X_{j}$ berkontribusi signifikan)
  • df = n − k − 1
  • $SE(b_{j})$ (Standard Error koefisien) = ukuran ketidakpastian estimasi $b_{j}$
  • Tolak $H_{0}$ jika $|t_$hitung| > $t_$tabel atau p-value < 0,05 (uji dua sisi)
Variabel$b_{j}$$SE(b_{j})$t_hitungp-valueKet.
$b_{0}$ Intercept8,422,153,920,001Sig.
$b_{1}$ Lama usaha $(X_{1})$1,850,483,850,001Sig.
$b_{2}$ Karyawan $(X_{2})$3,200,724,44<0,001Sig.
$b_{3}$ Lokasi dummy $(X_{3})$5,601,344,18<0,001Sig.

$df = 26; t_$tabel(α=0,05, dua sisi) ≈ 2,056. Semua |t| > $2,056 \to$ tolak $H_{0}$.

Dalam laporan riset, lazim bintang signifikansi: * = p<0,05; ** = p<0,01; *** = p<0,001 — standar yang sama di jurnal internasional maupun SINTA.

Hitung dari Nol 2 — Emiten LQ45 IDX (n=25)

ROE (Return on Equity, %) ~ DER + TATO + NPM — data laporan keuangan tahunan IDX (nilai ilustratif)

Output Regresi Berganda
$$Ŷ = -4,21 + 2,18X_{1} + 8,74X_{2} + 1,52X_{3}$$

$R^{2}_$adj = 0,712 → 71,2% variasi ROE dijelaskan model
F_hitung = 20,36 (p < 0,001) → model signifikan keseluruhan
df galat = n − k − 1 = 25 − 3 − 1 = 21

Variabel$b_{j}$t_hitungp-valueSig.?
$X_{1}$ DER (Debt-to-Equity Ratio, kali)2,181,840,081Tidak
$X_{2}$ TATO (Total Asset Turnover, kali)8,744,92<0,001Ya
$X_{3}$ NPM (Net Profit Margin, \%)1,523,670,001Ya
TATO dan NPM = driver ROE yang signifikan (konsisten dengan dekomposisi DuPont: ROE = NPM × TATO × ekuitas multiplier). DER tidak signifikan pada α=0,05 dalam model ini (p=0,081).

Emiten ilustratif: BBCA, TLKM, ASII, UNVR, BBRI, ICBP, BMRI, KLBF (LQ45 IDX). Data aktual bervariasi per tahun laporan keuangan.

Bagian 3  ·  Slide 17–20
Variabel Dummy & Multikolinearitas

Mengkodekan kategori dengan dummy 0/1 dan mendeteksi masalah antar prediktor

0 / 1

Variabel Dummy: Mengkodekan Kategori 0/1

Variabel kategoris (lokasi, sektor, jenis kelamin) tidak bisa langsung masuk regresi sebagai angka 1, 2, 3 — pengkodean ordinal memaksakan urutan yang tidak ada.

Solusi: Dummy Coding 0/1
Untuk k kategori → buat (k−1) variabel dummy.
Satu kategori = "kategori referensi" (kode 0) = basis pembanding.
Contoh: Lokasi UMKM (2 kategori)
$X_{3} = 1$ jika pusat kota, $X_{3} = 0$ jika pinggiran (referensi).
$b_{3} =$ selisih rata-rata Y antara pusat kota vs. pinggiran, dengan $X_{1}$ dan $X_{2}$ konstan.

Tiga sektor (manufaktur, jasa, perdagangan):

ObservasiSektor$D_{1}$ (jasa)$D_{2}$ (dagang)$D_{3}$ (manuf.)
AJasa100
BPerdagangan010
CManufaktur001
$D_{3} = 1 - D_{1} - D_{2}$ untuk setiap baris $\to$ kolom $D_{3}$ tidak membawa informasi baru!
Memasukkan $D_{3} =$ dummy trap (multikolinearitas sempurna) $\to$ OLS gagal estimasi.

Referensi: manufaktur $(D_{1}=0, D_{2}=0)$. Hanya butuh 2 dummy untuk 3 kategori.

Interpretasi Dummy Lokasi dalam Contoh UMKM

$$Ŷ = 8,42 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2} + 5,60X_{3}$$
Dua Persamaan dari Satu Model

UMKM Pinggiran $(X_{3} = 0)$:

$$Ŷ = 8,42 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2}$$

UMKM Pusat Kota $(X_{3} = 1)$:

$$Ŷ = 14,02 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2}$$

8,42 + 5,60 = 14,02 — dummy menggeser intercept sebesar $b_{3} = 5,60$.

X₁ (lama usaha)Ŷ (omzet)Pinggiran(intercept 8,42)Pusat Kota(intercept 14,02)b₃ = 5,60

Dua garis paralel — slope sama, intercept berbeda sebesar $b_{3} = 5,60$.

Multikolinearitas: Masalah Ketika Prediktor Saling Berkorelasi

Multikolinearitas (multicollinearity) = korelasi yang kuat antara dua atau lebih variabel prediktor dalam model regresi berganda.

Tanpa Multikolinearitas
  • $SE(b_{j})$ kecil $\to t_$hitung besar
  • Koefisien stabil — tidak berubah drastis saat prediktor lain ditambah/dihapus
  • Tanda koefisien sesuai ekspektasi teori
  • Uji t memberikan kesimpulan yang andal
Dengan Multikolinearitas Tinggi ⚠
  • $SE(b_{j})$ membesar $\to t_$hitung mengecil $\to$ prediktor tampak "tidak signifikan"
  • Koefisien tidak stabil — bisa berubah drastis
  • Tanda koefisien bisa "terbalik" dari teori
  • Contoh: DER dan NPM di data keuangan sering berkorelasi kuat
Aturan praktis: Multikolinearitas sempurna (r=1) → OLS tidak bisa dihitung. Multikolinearitas tinggi (|r| > 0,80–0,90) → problem praktis serius. VIF (Variance Inflation Factor — ukuran seberapa besar varians estimasi koefisien "mengembang") > 10 = sinyal bahaya (materi lanjutan, Ekonometrika).

Deteksi Awal Multikolinearitas via Matriks Korelasi

Matriks korelasi (correlation matrix) — tabel simetris koefisien korelasi Pearson r antara setiap pasang prediktor.

Contoh LQ45 — Korelasi Antar Prediktor (n=25, ilustratif):

DERTATONPM
DER1,00−0,21−0,38
TATO−0,211,000,18
NPM−0,380,181,00

Semua |r| antar prediktor < 0,50 → multikolinearitas rendah → estimasi OLS relatif stabil.

Aturan praktis (awal):

|r| < 0,50 → aman
0,50 ≤ |r| < 0,80 → perlu diperhatikan
|r| ≥ 0,80 → sinyal masalah serius → cek VIF
Catatan: Matriks korelasi antar prediktor ≠ korelasi Y dengan prediktor. Korelasi Y dengan prediktor yang tinggi = bagus (prediktor kuat). Korelasi antar prediktor yang tinggi = masalah (multikolinearitas).

Coba Sendiri: Hitung VIF — Ukuran Formal Multikolinearitas

Variance Inflation Factor (VIF) mengkuantifikasi seberapa besar variansi koefisien membengkak akibat korelasi antar prediktor. Ambang praktis: VIF > 10 berarti masalah serius.

Coba Sendiri: Naikkan Korelasi Antar Prediktor, Amati VIF

Ubah korelasi antar dua prediktor dan lihat bagaimana VIF, standard error koefisien, dan stabilitas estimasi berubah.

🧪 Lihat juga panduan VIF & multikolinearitas (ambang 10) · uji normalitas residual

Studi Kasus: Properti Residensial vs Aksesibilitas

Harga rumah Jabodetabek dipengaruhi luas bangunan, jarak ke stasiun MRT/KRL, dan kawasan — data BPS DKI Jakarta (ilustratif)

Model Regresi Berganda
  • Y = Harga rumah (Rp juta)
  • $X_{1}$ = Luas bangunan $(m^{2})$
  • $X_{2}$ = Jarak ke stasiun terdekat (km)
  • $X_{3}$ = Kawasan (1 = CBD / dekat pusat, 0 = pinggiran). CBD (Central Business District / Kawasan Pusat Bisnis) seperti Sudirman-Thamrin Jakarta.

Jika $b_{2} = -8,5 (Rp$ juta per km): setiap 1 km lebih jauh dari stasiun, harga turun Rp 8,5 juta, dengan luas dan kawasan konstan.

Pertanyaan Diskusi Kelas (2 menit):

  • Tanda apa yang Anda harapkan untuk $b_{1}, b_{2}$, dan $b_{3}?$ Mengapa?
  • Jika $b_{2} = -8,5 (Rp$ juta per km), apa artinya secara praktis?
  • Apa yang terjadi pada $b_{1}$ jika $X_{2}$ dan $X_{3}$ tidak dimasukkan?
  • Apakah ada dugaan multikolinearitas antara $X_{2}$ dan $X_{3}?$ Mengapa?
Aksesibilitas (accessibility) = kemudahan menjangkau fasilitas dari suatu lokasi. Kawasan CBD biasanya juga dekat stasiun $\to X_{2}$ dan $X_{3}$ mungkin berkorelasi negatif $\to$ perlu cek matriks korelasi!

Prediksi dengan Model Berganda

$$Ŷ = 8,42 + 1,85X_{1} + 3,20X_{2} + 5,60X_{3}$$
Prediksi 1 — Pusat Kota
32,37
Rp juta/bulan
$X_{1}=3$ thn, $X_{2}=4$ karyawan, $X_{3}=1$ (pusat kota)
= 8,42 + 1,85(3) + 3,20(4) + 5,60(1)
= 8,42 + 5,55 + 12,80 + 5,60
= 32,37
Prediksi 2 — Pinggiran
24,07
Rp juta/bulan
$X_{1}=5$ thn, $X_{2}=2$ karyawan, $X_{3}=0$ (pinggiran)
= 8,42 + 1,85(5) + 3,20(2) + 5,60(0)
= 8,42 + 9,25 + 6,40 + 0
= 24,07
Batasan prediksi — PENTING: Jangan ekstrapolasi jauh di luar rentang data training (misal: UMKM 50 karyawan padahal data maks 10). Model regresi = model linear; hubungan mungkin tidak linear di luar rentang. Prediksi adalah rata-rata kondisional (E[Y|X]) — estimasi rata-rata, bukan nilai individu tunggal yang pasti.

Lima Jebakan Regresi Berganda yang Sering Terjadi

1. Menambah prediktor tanpa teori
$R^{2}$ naik, tapi $R^{2}_$adj bisa turun; model kehilangan parsimoni (parsimony) — prinsip model paling sederhana yang cukup menjelaskan data adalah yang terbaik.
2. Melupakan cek multikolinearitas
SE membengkak; koefisien tidak stabil; salah kesimpulan signifikansi. Cek matriks korelasi SEBELUM regresi.
3. Menginterpretasikan b seperti regresi sederhana
Koefisien parsial BUKAN korelasi bivariate — bisa berbeda tanda sekalipun (reversal paradox / Simpson's paradox).
4. Mengabaikan asumsi residual
Jika residual tidak rapi (heterokedastik, tidak normal pada sampel kecil), uji t dan F tidak valid. Cek residual plot.
5. Ekstrapolasi berlebihan
Prediksi di luar rentang data = tidak andal; tandai jelas sebagai spekulasi dalam laporan.
Dalam laporan/skripsi: selalu tampilkan tabel koefisien lengkap $(SE, t, p), R^{2}_$adj, F, dan diskusi asumsi residual.

Peta Konsep Regresi Berganda

Regresi Linear BergandaModel & Estimasi OLSPengujian StatistikEkstensiAsumsi OLS (A1–A3)Koef. Parsial ceteris paribusResidual eᵢ = Yᵢ-ŶᵢR² adj (fit)Uji F (overall)Uji t (parsial)Dummy 0/1 (k−1)Matriks KorelasiVIF (lanjutan)Tiga pilar: Model · Pengujian · Ekstensi — ketiganya harus hadir dalam laporan regresi berganda yang lengkap.

Diskusi & Latihan Kelas

Latihan A — Interpretasi (5 menit, individu)
$$Ŷ = 120 + 0,8X_{1} + 15X_{2} - 5X_{3}$$

Y = premi asuransi jiwa (Rp ribu/bulan)$; X_{1} =$ usia (tahun)$; X_{2} =$ nilai pertanggungan (Rp juta)$; X_{3} =$ dummy tidak merokok (1=tidak merokok, 0=perokok).

  • Interpretasikan $b_{1}, b_{2}, b_{3}$ secara lengkap dengan frasa ceteris paribus.
  • Siapa yang lebih murah preminya, perokok atau tidak perokok? Berapa selisihnya?
Latihan B — Diskusi (5 menit, pasangan)

Jika $F_$hitung = 45,2 (p < 0,001) dan $R^{2}_$adj = 0,82, tetapi uji t untuk $X_{3}$ menunjukkan p = 0,38:

  • Apa kesimpulan Anda terhadap model dan terhadap $X_{3}?$
  • Apakah Anda tetap memasukkan $X_{3}$ dalam model? Jelaskan pertimbangannya.
  • Pertimbangan: teori, jarak p dari 0,05, perubahan koefisien $X_{1}$ dan $X_{2}$ jika $X_{3}$ dihapus.
Ini diskusi penelitian nyata — tidak ada satu jawaban benar. Berpikirlah secara teoritis DAN statistik.

Persiapan Pertemuan 11

"Model regresi berganda $Ŷ = \beta _{0} + \beta _{1}X_{1} + \dots + \beta _{k}X_{k}$ memungkinkan estimasi pengaruh parsial tiap prediktor ceteris paribus, diuji dengan F (overall) dan t (parsial), diperkaya dengan dummy dan dijaga kualitasnya dari multikolinearitas."

Exit Ticket — Periksa Pemahaman Anda
  • Saya bisa menuliskan dan menginterpretasikan model berganda dengan 3 prediktor termasuk dummy
  • Saya bisa membedakan makna $R^{2}, R^{2}_$adj, uji F, dan uji t
  • Saya bisa mengidentifikasi tanda masalah multikolinearitas dari matriks korelasi
Tugas: Kerjakan 3 soal pilihan dari Lampiran B — pilih yang paling menantang, bukan yang paling mudah. Dikumpulkan awal Pertemuan 11.
Pertemuan 11 — Regresi Berganda (Lanjutan)
  • Uji asumsi residual: normalitas, homoskedastisitas
  • Regresi bertahap (stepwise regression) dan pemilihan model
  • Korelasi parsial dan semi-parsial
Exit ticket = cara cepat mahasiswa mengecek pemahaman sendiri sebelum meninggalkan kelas. Jika ada butir yang belum tercentang, itu sinyal bagian mana yang perlu diulang sebelum Pertemuan 11.