Dari satu prediktor ke banyak prediktor — mengukur pengaruh simultan X₁, X₂, …, Xₖ terhadap Y, dengan pengujian F dan t.
RPS Minggu 11 · Sub-CPMK 6 · Durasi 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu (Sub-CPMK 6):
Tujuan 1
T1
Menuliskan & menafsirkan model regresi berganda Ŷ = β₀ + β₁X₁ + … + βₖXₖ untuk minimal dua prediktor.
Tujuan 2
T2
Mengestimasi koefisien OLS (Ordinary Least Squares) dan menginterpretasikan makna koefisien parsial ceteris paribus — "hal lain dipegang konstan".
Tujuan 3
T3
Menghitung & menginterpretasikan R² adjusted, uji F overall, dan uji t parsial pada α = 0,05.
Tujuan 4
T4
Mengidentifikasi masalah multikolinearitas awal dan menggunakan variabel dummy 0/1 untuk variabel kategoris.
Mengapa Satu Prediktor Tidak Cukup?
Regresi sederhana hanya memakai satu prediktor — padahal dunia bisnis multidimensi.
Regresi Sederhana
Ŷ = β₀ + β₁X₁
Hanya satu prediktor — variabel lain diabaikan
Risiko: estimasi β₁ bisa bias karena variabel yang terabaikan (omitted variable bias)
Contoh: omzet UMKM hanya dari lama usaha — mengabaikan jumlah karyawan & lokasi
Regresi Berganda
Ŷ = β₀ + β₁X₁ + β₂X₂ + β₃X₃
Setiap β dihitung sambil mengontrol prediktor lain
Estimasi lebih akurat & tidak meminjam kredit variabel lain
Contoh: omzet dimodelkan dari lama usaha + karyawan + lokasi (dummy) sekaligus
Menambah prediktor relevan → R² naik, estimasi lebih bersih. Menambah prediktor tidak relevan → R² adjusted turun (ada penalti). Prediktor (variabel bebas / variabel independen) = variabel X; Y = variabel respons (variabel terikat / variabel dependen).
Bagian 1 · Slide 5–9
Model Regresi Berganda
Persamaan, asumsi, dan prinsip estimasi OLS (Ordinary Least Squares — metode kuadrat terkecil)
Ŷ = β₀ + β₁X₁ + β₂X₂ + β₃X₃
Model Populasi vs Model Taksiran
Model Populasi (tidak diketahui)
Y = β₀ + β₁X₁ + … + βₖXₖ + ε
▸ β₀, β₁, …, βₖ = parameter populasi sejati (tidak bisa diketahui pasti)
▸ ε (epsilon / error term / galat) = semua variasi Y yang tidak dijelaskan prediktor
Model Taksiran OLS (dari sampel)
Ŷ = b₀ + b₁X₁ + b₂X₂ + … + bₖXₖ
▸ b₀, b₁, …, bₖ = koefisien estimasi dari data sampel
▸ Ŷ (fitted value / nilai dugaan) = nilai Y yang diprediksi model
Tujuan OLS: minimalkan Σeᵢ² = Σ(Yᵢ − Ŷᵢ)² — di mana Σ (sigma) berarti "jumlahkan untuk seluruh observasi i = 1 hingga n". Konvensi angka Indonesia: titik = pemisah ribuan, koma = desimal. Contoh: 1.845,2 = seribu delapan ratus empat puluh lima koma dua.
Asumsi OLS & Intuisi Estimasi
OLS menghasilkan estimasi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator — estimator linear tak-bias terbaik) jika asumsi Gauss-Markov terpenuhi.
A1 — Linearitas
Hubungan Y dan X memang linear — tidak melengkung secara sistematis.
A2 — Tidak Ada Multikolinearitas Sempurna ⚠
Prediktor tidak 100% berkorelasi satu sama lain. Akan dibahas lebih dalam di Bagian 3.
A3 — Galat Berperilaku Rapi
Rata-rata nol, varians konstan (homoskedastik), tidak berkorelasi antarobservasi.
Catatan penting: Normalitas galat BUKAN syarat BLUE. Teorema Gauss-Markov hanya membutuhkan A1–A3 untuk menjamin OLS adalah BLUE. Normalitas hanya diperlukan agar uji t dan F valid secara eksak pada sampel kecil.
Estimasi OLS: β̂ = (X'X)⁻¹X'Y
Regresi berganda = menyelesaikan k+1 persamaan serentak. Matriks adalah cara ringkas menulis sistem persamaan itu.
β̂ = (X'X)⁻¹X'Y
Komponen Rumus
X = matriks desain n×(k+1) — kolom pertama semua bernilai 1 (untuk intercept)
X' (X transpose) = X dengan baris dan kolom ditukar
(X'X)⁻¹ = invers matriks, seperti "membagi" dalam aljabar matriks
Y = vektor respons n×1
β̂ = vektor koefisien [b₀, b₁, …, bₖ]ᵀ
Dalam Praktik
Untuk k=2: 3 persamaan normal diselesaikan bersama → b₀, b₁, b₂
Tidak perlu inversi matriks manual — gunakan software
Excel Data Analysis · SPSS · R (lm()) · Python (statsmodels)
Anda tidak perlu menginversi matriks secara manual. Pahami bahwa software melakukannya untuk Anda. Fokus pada interpretasi output.
Hitung dari Nol 1 — UMKM Kuliner Semarang (n=30)
Data 30 UMKM kuliner Semarang — Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang (nilai ilustratif)
Variabel
Simbol
Keterangan
Y
Omzet (Rp juta/bulan)
X₁
Lama usaha (tahun)
X₂
Jumlah karyawan
X₃
Lokasi dummy (1=pusat kota, 0=pinggiran)
Output software regresi berganda (k=3, n=30):
Ŷ = 8,42 + 1,85X₁ + 3,20X₂ + 5,60X₃
Langkah membaca output:
Catat persamaan regresi berganda
Interpretasikan tiap koefisien (slide berikutnya)
Periksa R², R² adjusted, F-stat, p-value
Output regresi (regression output) = tabel hasil yang dihasilkan software statistik, memuat koefisien, standar error, t-stat, p-value, R², dan F-stat. Nilai parameter diperoleh dari software karena k=3 membutuhkan inversi matriks 4×4.
Interpretasi Koefisien Parsial: Ceteris Paribus
Ŷ = 8,42 + 1,85X₁ + 3,20X₂ + 5,60X₃
b₀ = 8,42 Ketika X₁=0, X₂=0, X₃=0 → omzet dugaan Rp 8,42 juta/bulan (UMKM baru, nol karyawan, pinggiran). Hati-hati: intercept bisa tidak bermakna praktis.
b₁ = 1,85 Setiap +1 tahun lama usaha → omzet naik ~Rp 1,85 juta/bulan, dengan X₂ dan X₃ dipegang konstan.
b₂ = 3,20 Setiap +1 karyawan → omzet naik ~Rp 3,20 juta/bulan, dengan X₁ dan X₃ dipegang konstan.
b₃ = 5,60 UMKM pusat kota (X₃=1) memiliki omzet ~Rp 5,60 juta/bulan lebih tinggi vs. pinggiran (X₃=0), dengan X₁ dan X₂ konstan.
Kata kunci: "…dengan variabel lain dipegang konstan" = ceteris paribus (Latin: "hal-hal lain dipegang konstan"). Koefisien parsial ≠ korelasi bivariate — bisa berbeda nilai, bahkan berbeda tanda.
Coba Sendiri: Putar Bidang Regresi 3D, Amati Koefisien Parsial
Putar bidang regresi tiga dimensi dan ubah nilai satu prediktor sementara prediktor lain tetap konstan.
Bagian 2 · Slide 11–15
Mengukur Kebaikan Model
R² adjusted, Uji F overall, dan Uji t parsial — tiga alat yang saling melengkapi
R² | F | t
R² dan R² Adjusted — Dua Ukuran Kebaikan
R² — Koefisien Determinasi
R² = SSR / SST = 1 − SSE/SST
SST (Sum of Squares Total) = Σ(Yᵢ − Ȳ)² — total variabilitas Y
SSR (Sum of Squares Regression) = Σ(Ŷᵢ − Ȳ)² — variasi dijelaskan model
SSE (Sum of Squares Error) = Σ(Yᵢ − Ŷᵢ)² — variasi tidak dijelaskan
SST = SSR + SSE selalu berlaku
⚠ R² selalu naik saat prediktor ditambah — bisa menyesatkan
R² Adjusted — Dengan Penalti Prediktor
R²_adj = 1 − [(1−R²)(n−1) / (n−k−1)]
n = jumlah observasi; k = jumlah prediktor (tidak termasuk intercept)
Memberikan penalti untuk prediktor tambahan yang tidak berguna
R²_adj bisa turun jika prediktor baru tidak meningkatkan fit secara bermakna
Gunakan R²_adj untuk membandingkan model dengan jumlah prediktor berbeda
Σ (sigma) = "jumlahkan untuk seluruh i dari 1 hingga n". Patokan informal: untuk data bisnis cross-sectional, R²_adj di atas 0,50 sudah cukup baik — yang penting koefisien masuk akal secara teori.
Uji F Overall: Apakah Model Berguna?
Hipotesis Uji F
H₀: β₁ = β₂ = … = βₖ = 0
H₁: minimal satu βⱼ ≠ 0
H₀ = "tidak ada prediktor yang berguna sama sekali". H₁ = "minimal satu prediktor berguna".
Statistik Uji
F = MSR / MSE = (SSR/k) / (SSE/(n−k−1))
MSR (Mean Square Regression) = SSR/k
MSE (Mean Square Error) = SSE/(n−k−1)
df (degrees of freedom / derajat kebebasan) pembilang = k
df penyebut = n − k − 1
Aturan keputusan (α = 0,05): Tolak H₀ jika F_hitung > F_tabel(k, n−k−1; α) atau p-value < 0,05 → model signifikan
Catatan: Uji F menjawab "apakah model keseluruhan berguna?" — bukan "prediktor mana yang penting?" (itu tugas uji t).
Contoh UMKM Semarang (k=3, n=30, nilai ilustratif):
Sumber
SS
df
MS
F
p-value
Regresi
1.845,2
3
615,1
18,74
< 0,001
Galat
852,6
26
32,8
Total
2.697,8
29
R² = 1.845,2 / 2.697,8 = 0,684 → 68,4% variasi omzet dijelaskan model. F_hitung = 18,74 > F_tabel(3,26;0,05) ≈ 2,98 → Tolak H₀ pada α=0,05 — model secara keseluruhan signifikan (p < 0,001).
Uji t Parsial: Siapa Prediktor yang Signifikan?
t_hitung = bⱼ / SE(bⱼ)
H₀: βⱼ = 0 (Xⱼ tidak berkontribusi signifikan)
H₁: βⱼ ≠ 0 (Xⱼ berkontribusi signifikan)
df = n − k − 1
SE(bⱼ) (Standard Error koefisien) = ukuran ketidakpastian estimasi bⱼ
Tolak H₀ jika |t_hitung| > t_tabel atau p-value < 0,05 (uji dua sisi)
Variabel
bⱼ
SE(bⱼ)
t_hitung
p-value
Ket.
b₀ Intercept
8,42
2,15
3,92
0,001
Sig.
b₁ Lama usaha (X₁)
1,85
0,48
3,85
0,001
Sig.
b₂ Karyawan (X₂)
3,20
0,72
4,44
<0,001
Sig.
b₃ Lokasi dummy (X₃)
5,60
1,34
4,18
<0,001
Sig.
df = 26; t_tabel(α=0,05, dua sisi) ≈ 2,056. Semua |t| > 2,056 → tolak H₀.
Dalam laporan riset, lazim bintang signifikansi: * = p<0,05; ** = p<0,01; *** = p<0,001 — standar yang sama di jurnal internasional maupun SINTA.
Hitung dari Nol 2 — Emiten LQ45 IDX (n=25)
ROE (Return on Equity, %) ~ DER + TATO + NPM — data laporan keuangan tahunan IDX (nilai ilustratif)
Output Regresi Berganda
Ŷ = −4,21 + 2,18X₁ + 8,74X₂ + 1,52X₃
R²_adj = 0,712 → 71,2% variasi ROE dijelaskan model F_hitung = 20,36 (p < 0,001) → model signifikan keseluruhan df galat = n − k − 1 = 25 − 3 − 1 = 21
Variabel
bⱼ
t_hitung
p-value
Sig.?
X₁ DER (Debt-to-Equity Ratio, kali)
2,18
1,84
0,081
Tidak
X₂ TATO (Total Asset Turnover, kali)
8,74
4,92
<0,001
Ya
X₃ NPM (Net Profit Margin, %)
1,52
3,67
0,001
Ya
TATO dan NPM = driver ROE yang signifikan (konsisten dengan dekomposisi DuPont: ROE = NPM × TATO × ekuitas multiplier). DER tidak signifikan pada α=0,05 dalam model ini (p=0,081).
Emiten ilustratif: BBCA, TLKM, ASII, UNVR, BBRI, ICBP, BMRI, KLBF (LQ45 IDX). Data aktual bervariasi per tahun laporan keuangan.
Bagian 3 · Slide 17–20
Variabel Dummy & Multikolinearitas
Mengkodekan kategori dengan dummy 0/1 dan mendeteksi masalah antar prediktor
0 / 1
Variabel Dummy: Mengkodekan Kategori 0/1
Variabel kategoris (lokasi, sektor, jenis kelamin) tidak bisa langsung masuk regresi sebagai angka 1, 2, 3 — pengkodean ordinal memaksakan urutan yang tidak ada.
Solusi: Dummy Coding 0/1 Untuk k kategori → buat (k−1) variabel dummy. Satu kategori = "kategori referensi" (kode 0) = basis pembanding.
Contoh: Lokasi UMKM (2 kategori) X₃ = 1 jika pusat kota, X₃ = 0 jika pinggiran (referensi). b₃ = selisih rata-rata Y antara pusat kota vs. pinggiran, dengan X₁ dan X₂ konstan.
Tiga sektor (manufaktur, jasa, perdagangan):
Observasi
Sektor
D₁ (jasa)
D₂ (dagang)
D₃ (manuf.)
A
Jasa
1
0
0
B
Perdagangan
0
1
0
C
Manufaktur
0
0
1
D₃ = 1 − D₁ − D₂ untuk setiap baris → kolom D₃ tidak membawa informasi baru! Memasukkan D₃ = dummy trap (multikolinearitas sempurna) → OLS gagal estimasi.
Referensi: manufaktur (D₁=0, D₂=0). Hanya butuh 2 dummy untuk 3 kategori.
Semua |r| antar prediktor < 0,50 → multikolinearitas rendah → estimasi OLS relatif stabil.
Aturan praktis (awal):
|r| < 0,50 → aman
0,50 ≤ |r| < 0,80 → perlu diperhatikan
|r| ≥ 0,80 → sinyal masalah serius → cek VIF
Catatan: Matriks korelasi antar prediktor ≠ korelasi Y dengan prediktor. Korelasi Y dengan prediktor yang tinggi = bagus (prediktor kuat). Korelasi antar prediktor yang tinggi = masalah (multikolinearitas).
Ubah korelasi antar dua prediktor dan lihat bagaimana VIF, standard error koefisien, dan stabilitas estimasi berubah.
Studi Kasus: Properti Residensial vs Aksesibilitas
Harga rumah Jabodetabek dipengaruhi luas bangunan, jarak ke stasiun MRT/KRL, dan kawasan — data BPS DKI Jakarta (ilustratif)
Model Regresi Berganda
Y = Harga rumah (Rp juta)
X₁ = Luas bangunan (m²)
X₂ = Jarak ke stasiun terdekat (km)
X₃ = Kawasan (1 = CBD / dekat pusat, 0 = pinggiran). CBD (Central Business District / Kawasan Pusat Bisnis) seperti Sudirman-Thamrin Jakarta.
Jika b₂ = −8,5 (Rp juta per km): setiap 1 km lebih jauh dari stasiun, harga turun Rp 8,5 juta, dengan luas dan kawasan konstan.
Pertanyaan Diskusi Kelas (2 menit):
Tanda apa yang Anda harapkan untuk b₁, b₂, dan b₃? Mengapa?
Jika b₂ = −8,5 (Rp juta per km), apa artinya secara praktis?
Apa yang terjadi pada b₁ jika X₂ dan X₃ tidak dimasukkan?
Apakah ada dugaan multikolinearitas antara X₂ dan X₃? Mengapa?
Aksesibilitas (accessibility) = kemudahan menjangkau fasilitas dari suatu lokasi. Kawasan CBD biasanya juga dekat stasiun → X₂ dan X₃ mungkin berkorelasi negatif → perlu cek matriks korelasi!
Batasan prediksi — PENTING: Jangan ekstrapolasi jauh di luar rentang data training (misal: UMKM 50 karyawan padahal data maks 10). Model regresi = model linear; hubungan mungkin tidak linear di luar rentang. Prediksi adalah rata-rata kondisional (E[Y|X]) — estimasi rata-rata, bukan nilai individu tunggal yang pasti.
Lima Jebakan Regresi Berganda yang Sering Terjadi
1. Menambah prediktor tanpa teori R² naik, tapi R²_adj bisa turun; model kehilangan parsimoni (parsimony) — prinsip model paling sederhana yang cukup menjelaskan data adalah yang terbaik.
2. Melupakan cek multikolinearitas SE membengkak; koefisien tidak stabil; salah kesimpulan signifikansi. Cek matriks korelasi SEBELUM regresi.
3. Menginterpretasikan b seperti regresi sederhana Koefisien parsial BUKAN korelasi bivariate — bisa berbeda tanda sekalipun (reversal paradox / Simpson's paradox).
4. Mengabaikan asumsi residual Jika residual tidak rapi (heterokedastik, tidak normal pada sampel kecil), uji t dan F tidak valid. Cek residual plot.
5. Ekstrapolasi berlebihan Prediksi di luar rentang data = tidak andal; tandai jelas sebagai spekulasi dalam laporan.
Dalam laporan/skripsi: selalu tampilkan tabel koefisien lengkap (SE, t, p), R²_adj, F, dan diskusi asumsi residual.
Peta Konsep Regresi Berganda
Diskusi & Latihan Kelas
Latihan A — Interpretasi (5 menit, individu)
Ŷ = 120 + 0,8X₁ + 15X₂ − 5X₃
Y = premi asuransi jiwa (Rp ribu/bulan); X₁ = usia (tahun); X₂ = nilai pertanggungan (Rp juta); X₃ = dummy tidak merokok (1=tidak merokok, 0=perokok).
Interpretasikan b₁, b₂, b₃ secara lengkap dengan frasa ceteris paribus.
Siapa yang lebih murah preminya, perokok atau tidak perokok? Berapa selisihnya?
Latihan B — Diskusi (5 menit, pasangan)
Jika F_hitung = 45,2 (p < 0,001) dan R²_adj = 0,82, tetapi uji t untuk X₃ menunjukkan p = 0,38:
Apa kesimpulan Anda terhadap model dan terhadap X₃?
Apakah Anda tetap memasukkan X₃ dalam model? Jelaskan pertimbangannya.
Pertimbangan: teori, jarak p dari 0,05, perubahan koefisien X₁ dan X₂ jika X₃ dihapus.
Ini diskusi penelitian nyata — tidak ada satu jawaban benar. Berpikirlah secara teoritis DAN statistik.
Persiapan Pertemuan 11
"Model regresi berganda Ŷ = β₀ + β₁X₁ + … + βₖXₖ memungkinkan estimasi pengaruh parsial tiap prediktor ceteris paribus, diuji dengan F (overall) dan t (parsial), diperkaya dengan dummy dan dijaga kualitasnya dari multikolinearitas."
Exit Ticket — Periksa Pemahaman Anda
Saya bisa menuliskan dan menginterpretasikan model berganda dengan 3 prediktor termasuk dummy
Saya bisa membedakan makna R², R²_adj, uji F, dan uji t
Saya bisa mengidentifikasi tanda masalah multikolinearitas dari matriks korelasi
Tugas: Kerjakan 3 soal pilihan dari Lampiran B — pilih yang paling menantang, bukan yang paling mudah. Dikumpulkan awal Pertemuan 11.
Regresi bertahap (stepwise regression) dan pemilihan model
Korelasi parsial dan semi-parsial
Exit ticket = cara cepat mahasiswa mengecek pemahaman sendiri sebelum meninggalkan kelas. Jika ada butir yang belum tercentang, itu sinyal bagian mana yang perlu diulang sebelum Pertemuan 11.