Kode variabel, tipe data, dan penanganan missing values (nilai hilang) di SPSS dengan benar untuk dataset 50–100 observasi.
BLOK 2
DESKRIPTIF
Jalankan Descriptives; baca mean (rata-rata), SD (simpangan baku), skewness (kemiringan), kurtosis; buat histogram & boxplot.
BLOK 3
UJI-t
One-sample & independent samples t-test; baca Levene's Test & nilai Sig. (p-value); simpulkan keputusan statistik.
BLOK 4
EKSPOR
Chi-square dua variabel kategorik (crosstabs); ekspor tabel output SPSS ke Word/Excel untuk laporan akademik.
Mengapa Software? Data Nyata, Keputusan Nyata
Tanpa Software
50 data survei kepuasan $\to$ hitung mean manual ≈ 30 menit, rawan salah ketik
Uji-t manual: hitung pooled variance, SE, nilai t — 1 jam per uji
Skala 10.000 data: tidak mungkin dikerjakan manual
Dengan SPSS
50 data $\to$ Analyze > Descriptives $\to$ klik $OK \to$ hasil dalam 3 detik
Independent samples t-test: 5 klik, output lengkap termasuk Levene's Test
BEI/IDX: data harian BBCA (Bank BCA) diunduh — deskriptif instan
Konteks Indonesia: BEI/IDX (Bursa Efek Indonesia) • BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kemenag) • PT Sido Muncul, Semarang
Ingat: Software bukan pengganti pemahaman statistik — ia adalah alat. Anda tetap harus tahu apa yang dihitung dan apa artinya.
BLOK 1 — ANTARMUKA SPSS & INPUT DATA
Antarmuka SPSS & Input Data
Fondasi: data yang benar = analisis yang benar
1Data View vs Variable View2Pengkodean variabel3Input dataset nyata
Mengenal Jendela SPSS: Data View vs Variable View
SPSS punya dua jendela utama. Jangan tertukar.
Mnemonic: Data View = isi kulkas; Variable View = label pada setiap rak. Selalu isi Variable View lebih dulu.
Variable View: Pengkodean Kolom Wajib
Enam kolom wajib diisi di Variable View sebelum input data:
Kolom
Fungsi
Contoh
Name
Nama variabel singkat, tanpa spasi
kepuasan, status_kerja
Type
Tipe data: Numeric / String / Date
Numeric untuk angka
Label
Nama panjang (tampil di output SPSS)
Tingkat Kepuasan Kerja (1–5)
Values
Label kode kategori
1 = Sangat Tidak Puas … 5 = Sangat Puas
Missing
Kode nilai hilang
99 = tidak menjawab
Measure
Skala: Scale / Ordinal / Nominal
Ordinal untuk Likert; Nominal untuk kategori
Aturan Name: tidak boleh ada spasi atau karakter khusus. Pakai underscore: jenis_kelamin, BUKAN jenis kelamin.
Tipe Data & Missing Values — Jangan Abaikan!
Dua kesalahan input paling umum yang menggagalkan analisis:
Tipe Data — Pilih yang Tepat
Data Anda
Tipe SPSS
Angka kontinu (gaji, skor)
Numeric
Teks/nama divisi
String
Tanggal (15/03/2024)
Date
Kode biner (0=Tidak, 1=Ya)
Numeric — bukan String!
Missing Values — Kodifikasi Standar
Jangan biarkan sel kosong (SPSS bisa salah hitung N)
Kode: 99 untuk skala 1–5; 999 untuk skala besar; atau system missing (titik ".")
Daftarkan kode di kolom Missing di Variable View
Perhatian: Sel kosong ≠ Missing yang dikode. Sel kosong kadang dibaca SPSS sebagai nol — hasil analisis Anda bisa bergeser secara dramatis.
Coba Sendiri: Pilih Metode Sampling untuk Data Anda
Sebelum input data ke SPSS, pastikan cara pengumpulan data sudah benar — alat ini memandu pemilihan metode sampling yang sesuai dengan desain riset Anda.
HDN-1: Input Dataset Penjualan FMCG 50 Produk
Dataset: 50 produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods — produk konsumen terjual cepat: makanan, minuman, kebersihan) di minimarket Semarang.
Aturan cepat Hair et al. (2019): Skewness antara −2 dan +2 = distribusi dianggap cukup simetris untuk analisis parametrik (berlaku untuk N sedang 30–200). Kurtosis antara −7 dan +7 = masih dapat diterima. Skewness $0,82 \to$ aman.
Histogram & Boxplot: Visual Distribusi dan Outlier
Dua grafik wajib untuk memahami bentuk data Anda:
Histogram
Ekor panjang = kanan $\to$ Skewness POSITIF. Ekor panjang = kiri $\to$ Skewness negatif. Selalu lihat arah ekor, bukan arah puncak.
Boxplot (Diagram Kotak-Kumis)
IQR (Interquartile Range) = Q3 − Q1. Kumis = 1,5 × IQR. Titik di luar kumis = outlier kandidat — periksa dulu sebelum dihapus.
Outlier bukan otomatis dihapus. Periksa dulu: kesalahan input? Atau nilai ekstrem nyata? Keputusan perlu justifikasi dalam laporan.
Studi Kasus: Statistik Deskriptif Data BPJPH
Anda analis di distributor FMCG Semarang. Manajemen meminta laporan statistik deskriptif 50 SKU (Stock Keeping Unit — kode unik per varian produk) produk halal bersertifikat BPJPH.
Kategori
N SKU
Mean Penjualan/minggu (unit)
SD
Makanan
20
143,5
38,2
Minuman
18
118,7
29,4
Kebersihan
12
96,3
22,8
Total
50
127,4
34,7
Langkah SPSS: Data > Split File by kategori $\to$ Analyze > Descriptives $\to$ Graphs > Boxplot > Clustered.
Insight bisnis: Makanan memiliki rata-rata penjualan tertinggi (143,5) namun variabilitas terbesar (SD 38,2) — permintaan kuat tapi fluktuatif, perlu safety stock lebih besar. Kebersihan paling stabil (SD 22,8).
BLOK 3 — UJI t: ONE-SAMPLE & INDEPENDENT SAMPLES
Uji-t: One-Sample & Independent Samples
Dari "menggambarkan" ke "menyimpulkan" — uji hipotesis via SPSS
1One-sample t-test2Independent samples t-test3Levene's Test & Sig.
One-Sample t-Test di SPSS — Logika & Langkah
Pertanyaan: Apakah rata-rata sampel saya berbeda dari nilai referensi yang saya tentukan?
Contoh: Apakah rata-rata kepuasan kerja karyawan (N=30) berbeda dari nilai tengah skala Likert = 3,0?
Prasyarat: dua kelompok independen (bukan before-after); variabel dependen numerik/kontinu; variabel pengelompok kategorik dikotomis (2 nilai).
Langkah
Tindakan di SPSS
1
Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test
2
kepuasan $\to$ Test Variable(s)
3
status_kerja $\to$ Grouping Variable
4
Klik Define Groups $\to$ Group 1: 1, Group 2: 2
5
Klik $OK \to$ baca dua tabel output
Membaca Output: Levene’s Test & Tabel t-Test
Output independent samples t-test terdiri dari DUA tabel. Baca berurutan.
Kelompok
N
Mean
Std. Deviation
Karyawan Tetap (1)
30
3,87
0,71
Karyawan Kontrak (2)
30
3,23
0,89
Tabel
Nilai
Interpretasi & Langkah
Levene’s Test: F
2,14
Sig. Levene = 0,148 > $0,05 \to$ varians homogen $\to$ baca baris ATAS
Levene’s Test: Sig.
0,148
Equal Variances Assumed: t
3,21
df = 58; baca baris ATAS
Sig. (2-tailed)
0,002
0,002 < $0,05 \to$ tolak $H_{0}$ $\to$ ada perbedaan signifikan
Aturan Levene’s: Sig. > $0,05 \to$ baris ATAS (Equal Variances Assumed). Sig. $\leq 0,05 \to$ baris BAWAH (Equal Variances Not Assumed, koreksi Welch). Banyak mahasiswa terbalik!
Coba Sendiri: Geser Rata-Rata Dua Kelompok, Amati t-Hitung
Ubah rata-rata dan simpangan baku dua kelompok independen, lihat bagaimana nilai t dan kesimpulan uji berubah.
HDN-2: Kepuasan Kerja Karyawan Tetap vs Kontrak (PT Sido Muncul)
Dataset ilustratif: 60 karyawan PT Sido Muncul Semarang — 30 tetap, 30 kontrak. Variabel: kepuasan (Likert 1–5).
Langkah
Tindakan di SPSS
Nilai / Detail
1
Buka dataset sido_muncul_kepuasan.sav
60 baris: id, status_kerja, kepuasan
2
Variable View $\to$ cek Values status_kerja
1=Tetap, 2=Kontrak; Measure=Nominal
3
Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives
Mean tetap=3,87; Mean kontrak=3,23
4–5
Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test $\to$ Define Groups (1 vs 2)
Kepuasan $\to$ Test Var; status_kerja $\to$ Grouping Var
6
Baca Levene’s Test: Sig. = 0,148 > 0,05
Varians homogen $\to$ pakai baris ATAS
7
Baca Equal Variances Assumed
t = 3,21; df = 58; Sig.(2-tailed) = 0,002
8
Keputusan: 0,002 < $0,05 \to$ tolak $H_{0}$
Ada perbedaan signifikan pada alpha 5%
Kesimpulan APA: Karyawan tetap memiliki rata-rata kepuasan kerja (M=3,87) yang secara statistik signifikan lebih tinggi dibanding karyawan kontrak $(M=3,23), t(58) = 3,21, p = 0,002. \to$ Lihat Lampiran A-1 untuk verifikasi manual.
Menafsirkan p-value (Sig.): Keputusan Tolak atau Gagal Tolak $H_{0}$
Kolom Sig. di output SPSS = p-value. Ini satu-satunya angka yang menentukan keputusan Anda.
Nilai Sig. SPSS
$vs \alpha = 0,05$
Keputusan
Kalimat Kesimpulan
p = 0,002
< 0,05
Tolak $H_{0}$
"Ada perbedaan signifikan (p < 0,05)"
p = 0,048
< 0,05 (tipis!)
Tolak $H_{0}$
"Ada perbedaan signifikan, namun marginal"
p = 0,072
≥ 0,05
Gagal Tolak $H_{0}$
"Tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05)"
p = 0,851
≥ 0,05
Gagal Tolak $H_{0}$
"Tidak ada perbedaan signifikan (p >> 0,05)"
PENTING: "Sig. = 0,000" bukan berarti 100% benar. SPSS membulatkan; nilai sesungguhnya adalah p < 0,001. Tidak ada kepastian dalam statistik — hanya probabilitas.
Ingat: Gagal tolak $H_{0} \neq H_{0}$ terbukti benar. Anda hanya kekurangan bukti statistik yang cukup untuk menolaknya.
Studi Kasus: Harga Saham IDX — Uji Perbedaan Dua Kelompok
Dataset: harga penutupan harian BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) selama Jan–Mar 2024 (±60 hari perdagangan per saham), diunduh via Yahoo Finance sebagai file .csv.
Saham
Mean Harga Penutupan
SD
Sig. (2-tailed)
BBCA (Bank BCA)
Rp 9.350
Rp 210
p < 0,001
BBRI (Bank BRI)
Rp 5.650
Rp 185
Catatan Metodologis: Data harga saham adalah deret waktu (time series) — observasi tidak independen. Ini adalah latihan mekanisme SPSS. Pada riset sesungguhnya, gunakan uji beda return (% perubahan harga), bukan harga absolut.
Pelajaran: Hasil "significant" (p < 0,001) tidak selalu bermakna praktis. BBCA dan BBRI berbeda skala harga karena perbedaan kebijakan stock split — bukan karena kinerjanya lebih baik. Analisis yang bermakna: bandingkan return harian (%). Formula: return$_{t} = (P_{t} - P_{t-1}) / P_{t-1} \times 100\%$
Coba Sendiri: Hitung Independent t-Test dari Nol
Sebelum mempercayai output SPSS, pahami mesin di baliknya — masukkan mean, SD, dan n dua kelompok, lalu lihat t-hitung dan derajat bebas dihitung otomatis.
Coba Sendiri: Paired t-Test untuk Data Sebelum & Sesudah
Berbeda dengan independent t-test, paired t-test membandingkan dua pengukuran pada subjek yang sama — cocok untuk evaluasi pelatihan, pre-test/post-test, atau before/after.
BLOK 4 — CROSSTABS, CHI-SQUARE & EKSPOR LAPORAN
Crosstabs, Chi-Square & Ekspor Laporan
Variabel kategorik & keterampilan pelaporan profesional
1Crosstabs & Chi-Square2Ekspor ke Word & Excel3Lima jebakan umum
Crosstabs + Chi-Square di SPSS — Hubungan Dua Variabel Kategorik
Formula: $\chi^{2} = \sum [(O - E)^{2} / E]; O =$ frekuensi observasi; E = frekuensi harapan = (Total Baris $\times$ Total Kolom) / N.
Contoh Tabulasi: Kategori × Status Halal (N=50)
Kategori
Belum Halal
Sudah Halal
Total
Makanan
4
16 (80%)
20
Minuman
7
11 (61%)
18
Kebersihan
9 (75%)
3
12
Total
20
30
50
$\chi^{2}(2) = 9,47; p = 0,009$ < $0,05 \to$ ada hubungan signifikan antara kategori produk dan status sertifikasi halal.
Ekspor Output SPSS ke Word & Excel
Output SPSS di Viewer tidak bisa langsung copas ke Word — perlu ekspor yang tepat.
Cara 1 — Ekspor Langsung dari SPSS Viewer
File > Export > pilih format: Word/RTF atau Excel
Pilih tabel yang ingin diekspor (All / Selected)
Tentukan lokasi file $\to$ Klik OK
Hasilnya: file .docx atau .xlsx yang bisa diedit penuh
Cara 2 — Copy-Paste Spesial
Klik kanan tabel di Viewer $\to$ Copy Special $\to$ RTF (Rich Text Format)
Paste di Word $\to$ tabel langsung terformat
Untuk Excel: Copy $\to$ Paste Special $\to$ Text
Tips laporan rapi: Hapus kolom tidak perlu • Font Times New Roman / Calibri • Caption: Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Kepuasan Kerja • Bulatkan: 2 desimal untuk mean/SD; p < 0,001 bukan p = 0,000.
Lima Jebakan Umum Praktikum (dan Cara Menghindarinya)
#
Jebakan
Gejala
Cara Hindari
1
Lupa Define Groups
t-test tidak jalan / error
Selalu klik Define Groups sebelum OK
2
Salah baca Levene’s
Pakai baris bawah padahal harus atas
Sig. Levene > $0,05 \to$ baris ATAS
3
Missing values tidak dikode
N aneh, mean tidak masuk akal
Cek N di output vs total data Anda
4
Screenshot output
Tabel buram di laporan
File > Export atau Copy Special RTF
5
Skewness positif = mayoritas di atas mean
Interpretasi terbalik
Positif = ekor kanan; mayoritas DI BAWAH mean
Sebelum submit laporan, tanya diri sendiri: apakah N di output sama dengan N sampel Anda? Kalau tidak — ada masalah di data atau pengkodean missing values.
Coba Sendiri: Jawab Pertanyaan, Temukan Uji yang Tepat
Tabel cheat sheet di atas merangkum singkat — alat ini melatih Anda memilih uji secara aktif: jawab tiga pertanyaan (jenis data, jumlah kelompok, hubungan) dan dapatkan rekomendasi uji.
Cheat Sheet: Pilih Metode yang Tepat
Pertanyaan penelitian menentukan metode. Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat.
Pertanyaan Anda
Var. Dependen
Var. Independen
Metode di SPSS
Ringkas data (deskriptif)
Numerik
—
Analyze > Descriptives
Distribusi kategori
Kategorik
—
Analyze > Frequencies
Rata-rata vs nilai patokan
Numerik
— (satu grup)
One-Sample T Test
Beda rata-rata 2 grup independen
Numerik
Kategorik (2 nilai)
Independent Samples T Test
Hubungan 2 variabel kategorik
Kategorik
Kategorik
Crosstabs + Chi-Square
Lihat outlier & distribusi
Numerik
—
Boxplot + Histogram
Ingat: Metode yang salah tapi dijalankan dengan benar di SPSS tetap menghasilkan output yang salah secara konseptual. SPSS tidak tahu apakah pertanyaan penelitian Anda tepat — Anda yang harus tahu.
Persiapan Pertemuan 7 & Tugas Praktikum
Rekap Hari Ini — 5 Poin Kunci
Variable View harus diisi lebih dulu: Name, Type, Label, Values, Missing, Measure
Independent samples t-test: selalu cek Levene’s — Sig. > $0,05 \to$ baris ATAS
Chi-square untuk dua variabel kategorik; cek Expected Count < 5
Ekspor output via File > Export atau Copy Special RTF — bukan screenshot
Tugas Praktikum (dikumpul Pertemuan 7)
Unduh data harian BBCA (Bank BCA) dari Yahoo Finance, Jan–Jun 2024 (±120 baris .csv)
(a) Input ke SPSS dengan Variable View lengkap
(b) Jalankan Descriptives + histogram
(c) Buat kolom return harian via Transform > Compute Variable: $(P_{t}-P_{t-1})/P_{t-1}\times100\%$
(d) One-sample t-test: Test Value = 0 (uji apakah return rata-rata ≠ 0)
(e) Ekspor tabel ke Word, rapi, beri caption standar. Maks. 5 halaman.
Pertemuan 7: Distribusi Sampling & Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem) — fondasi mengapa prosedur t-test bekerja bahkan pada data yang tidak normal sempurna. Baca Lind et al. (2015) Ch. 8 sebelum datang.