stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Praktikum Statistik: Olah Data dengan Software
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Statistika Bisnis II

Pertemuan 6 — Praktikum Statistik: Olah Data dengan Software

Dari angka mentah ke keputusan bermakna: SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dan Excel sebagai alat analisis bisnis profesional.

RPS MINGGU 6 • SUB-CPMK8 • DURASI 2 × 50 MENIT • PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum & Peta Alur

Setelah praktikum ini, Anda mampu (Sub-CPMK8):

BLOK 1
INPUT
Kode variabel, tipe data, dan penanganan missing values (nilai hilang) di SPSS dengan benar untuk dataset 50–100 observasi.
BLOK 2
DESKRIPTIF
Jalankan Descriptives; baca mean (rata-rata), SD (simpangan baku), skewness (kemiringan), kurtosis; buat histogram & boxplot.
BLOK 3
UJI-t
One-sample & independent samples t-test; baca Levene's Test & nilai Sig. (p-value); simpulkan keputusan statistik.
BLOK 4
EKSPOR
Chi-square dua variabel kategorik (crosstabs); ekspor tabel output SPSS ke Word/Excel untuk laporan akademik.

Mengapa Software? Data Nyata, Keputusan Nyata

Tanpa Software
  • 50 data survei kepuasan → hitung mean manual ≈ 30 menit, rawan salah ketik
  • Uji-t manual: hitung pooled variance, SE, nilai t — 1 jam per uji
  • Skala 10.000 data: tidak mungkin dikerjakan manual
Dengan SPSS
  • 50 data → Analyze > Descriptives → klik OK → hasil dalam 3 detik
  • Independent samples t-test: 5 klik, output lengkap termasuk Levene's Test
  • BEI/IDX: data harian BBCA (Bank BCA) diunduh — deskriptif instan

Konteks Indonesia: BEI/IDX (Bursa Efek Indonesia) • BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kemenag) • PT Sido Muncul, Semarang

Ingat: Software bukan pengganti pemahaman statistik — ia adalah alat. Anda tetap harus tahu apa yang dihitung dan apa artinya.
BLOK 1 — ANTARMUKA SPSS & INPUT DATA
Antarmuka SPSS
& Input Data
Fondasi: data yang benar = analisis yang benar
1Data View vs Variable View 2Pengkodean variabel 3Input dataset nyata

Mengenal Jendela SPSS: Data View vs Variable View

SPSS punya dua jendela utama. Jangan tertukar.

DATA VIEWidkepuasanstatusgaji141520023241003516800Baris = observasi (karyawan)Kolom = variabel
VARIABLE VIEWNameTypeLabelMeasurekepuasanNumericTk. KepuasanOrdinalstatusNumericStatus KerjaNominalgajiNumericGaji (Rp ribu)ScaleSetiap baris = satu variabelIsi sebelum input data!
Mnemonic: Data View = isi kulkas; Variable View = label pada setiap rak. Selalu isi Variable View lebih dulu.

Variable View: Pengkodean Kolom Wajib

Enam kolom wajib diisi di Variable View sebelum input data:

KolomFungsiContoh
NameNama variabel singkat, tanpa spasikepuasan, status_kerja
TypeTipe data: Numeric / String / DateNumeric untuk angka
LabelNama panjang (tampil di output SPSS)Tingkat Kepuasan Kerja (1–5)
ValuesLabel kode kategori1 = Sangat Tidak Puas … 5 = Sangat Puas
MissingKode nilai hilang99 = tidak menjawab
MeasureSkala: Scale / Ordinal / NominalOrdinal untuk Likert; Nominal untuk kategori
Aturan Name: tidak boleh ada spasi atau karakter khusus. Pakai underscore: jenis_kelamin, BUKAN jenis kelamin.

Tipe Data & Missing Values — Jangan Abaikan!

Dua kesalahan input paling umum yang menggagalkan analisis:

Tipe Data — Pilih yang Tepat
Data AndaTipe SPSS
Angka kontinu (gaji, skor)Numeric
Teks/nama divisiString
Tanggal (15/03/2024)Date
Kode biner (0=Tidak, 1=Ya)Numeric — bukan String!
Missing Values — Kodifikasi Standar
  • Jangan biarkan sel kosong (SPSS bisa salah hitung N)
  • Kode: 99 untuk skala 1–5; 999 untuk skala besar; atau system missing (titik ".")
  • Daftarkan kode di kolom Missing di Variable View
Perhatian: Sel kosong ≠ Missing yang dikode. Sel kosong kadang dibaca SPSS sebagai nol — hasil analisis Anda bisa bergeser secara dramatis.

HDN-1: Input Dataset Penjualan FMCG 50 Produk

Dataset: 50 produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods — produk konsumen terjual cepat: makanan, minuman, kebersihan) di minimarket Semarang.

LangkahTindakan di SPSSCatatan
1Buka SPSS → New DatasetMulai dari file kosong
2Klik tab Variable ViewDefinisikan 4 variabel: kode_produk, kategori, penjualan_harian, harga_satuan
3Isi Name, Type, Label, Values, Measurekategori Values: 1=Makanan, 2=Minuman, 3=Kebersihan
4Klik tab Data View → input baris 1–50Periksa N setelah selesai
5Analyze > Descriptive Statistics > DescriptivesMasukkan penjualan_harian
6Klik Options → centang Mean, SD, Skewness, KurtosisSkewness tidak otomatis — wajib dicentang manual
7Klik Plots → centang Histogram with normal curveOverlay kurva normal langsung terlihat
8Klik OK → baca output; lalu Graphs > Legacy Dialogs > BoxplotIdentifikasi outlier (titik di luar kumis boxplot)
Output yang diharapkan: N=50, Mean, SD, Skewness, Kurtosis; histogram; boxplot (outlier ditandai “○” atau “*” di SPSS).
BLOK 2 — STATISTIK DESKRIPTIF VIA MENU
Statistik Deskriptif
via Menu
Membaca output: bukan sekadar angka, tetapi cerita data
1Jalur menu Descriptives & Frequencies 2Membaca N, Mean, SD, Skewness, Kurtosis 3Histogram & Boxplot

Jalur Menu: Analyze > Descriptive Statistics

Dua prosedur deskriptif utama di SPSS:

Descriptives — untuk variabel kontinu
  • Analyze → Descriptive Statistics → Descriptives
  • Pindahkan variabel ke kotak "Variable(s)"
  • Klik Options → centang Mean, Std. Deviation, Skewness, Kurtosis
  • Klik OK → output muncul di Viewer
Frequencies — distribusi frekuensi + grafik
  • Analyze → Descriptive Statistics → Frequencies
  • Klik Statistics → centang Mean, Median, Std. Deviation, Skewness
  • Klik Charts → pilih Histograms → centang "With normal curve"
  • Klik OK
GunakanKapan
DescriptivesData numerik kontinu; butuh cepat: N, mean, SD, skewness
FrequenciesData kategorik/ordinal atau perlu tabel frekuensi + grafik

Membaca Output Descriptives: Mean, SD, Skewness, Kurtosis

Contoh output SPSS — Descriptive Statistics (penjualan_harian, N=50):

StatistikNilaiInterpretasi
N5050 observasi valid
Mean127,40Rata-rata penjualan 127 unit/hari
Std. Deviation34,72Sebaran ±35 unit dari mean
Skewness (kemiringan)0,82Condong ke kanan — ekor panjang ke atas
Std. Error of Skewness0,337Rasio z = 0,82 / 0,337 = 2,43
Kurtosis (ketinggian puncak)0,45Mendekati normal (nilai normal = 0)
Minimum58Produk dengan penjualan terendah
Maximum223Produk dengan penjualan tertinggi
Aturan cepat Hair et al. (2019): Skewness antara −2 dan +2 = distribusi dianggap cukup simetris untuk analisis parametrik (berlaku untuk N sedang 30–200). Kurtosis antara −7 dan +7 = masih dapat diterima. Skewness 0,82 → aman.

Histogram & Boxplot: Visual Distribusi dan Outlier

Dua grafik wajib untuk memahami bentuk data Anda:

Histogram
ekor panjang kanan = skew POSITIF
Ekor panjang = kanan → Skewness POSITIF. Ekor panjang = kiri → Skewness negatif. Selalu lihat arah ekor, bukan arah puncak.
Boxplot (Diagram Kotak-Kumis)
Q1Q3MedianKumis atasKumis bawah○ outlier
IQR (Interquartile Range) = Q3 − Q1. Kumis = 1,5 × IQR. Titik di luar kumis = outlier kandidat — periksa dulu sebelum dihapus.
Outlier bukan otomatis dihapus. Periksa dulu: kesalahan input? Atau nilai ekstrem nyata? Keputusan perlu justifikasi dalam laporan.

Studi Kasus: Statistik Deskriptif Data BPJPH

Anda analis di distributor FMCG Semarang. Manajemen meminta laporan statistik deskriptif 50 SKU (Stock Keeping Unit — kode unik per varian produk) produk halal bersertifikat BPJPH.

KategoriN SKUMean Penjualan/minggu (unit)SD
Makanan20143,538,2
Minuman18118,729,4
Kebersihan1296,322,8
Total50127,434,7
Langkah SPSS: Data > Split File by kategori → Analyze > Descriptives → Graphs > Boxplot > Clustered.
Insight bisnis: Makanan memiliki rata-rata penjualan tertinggi (143,5) namun variabilitas terbesar (SD 38,2) — permintaan kuat tapi fluktuatif, perlu safety stock lebih besar. Kebersihan paling stabil (SD 22,8).
BLOK 3 — UJI t: ONE-SAMPLE & INDEPENDENT SAMPLES
Uji-t: One-Sample
& Independent Samples
Dari "menggambarkan" ke "menyimpulkan" — uji hipotesis via SPSS
1One-sample t-test 2Independent samples t-test 3Levene's Test & Sig.

One-Sample t-Test di SPSS — Logika & Langkah

Pertanyaan: Apakah rata-rata sampel saya berbeda dari nilai referensi yang saya tentukan?

Contoh: Apakah rata-rata kepuasan kerja karyawan (N=30) berbeda dari nilai tengah skala Likert = 3,0?

H₀: μ = 3,0  |  H₁: μ ≠ 3,0 (dua sisi)
LangkahMenu / Tindakan
1Analyze > Compare Means > One-Sample T Test
2Pindahkan kepuasan ke Test Variable(s)
3Isi Test Value = 3 (nilai referensi)
4Klik OK
5Baca output: kolom t, df (= N−1), Sig. (2-tailed)
Keputusan: Jika Sig. (2-tailed) < 0,05 → tolak H₀ → rata-rata berbeda signifikan dari 3,0.

Independent Samples t-Test — Dua Kelompok Dibandingkan

Pertanyaan: Apakah rata-rata dua kelompok yang independen (tidak berpasangan) secara statistik berbeda?

Contoh: Apakah rata-rata kepuasan kerja karyawan tetap (N=30) berbeda dari karyawan kontrak (N=30) di PT Sido Muncul, Semarang?

H₀: μtetap = μkontrak  |  H₁: μtetap ≠ μkontrak
Prasyarat: dua kelompok independen (bukan before-after); variabel dependen numerik/kontinu; variabel pengelompok kategorik dikotomis (2 nilai).
LangkahTindakan di SPSS
1Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test
2kepuasan → Test Variable(s)
3status_kerja → Grouping Variable
4Klik Define Groups → Group 1: 1, Group 2: 2
5Klik OK → baca dua tabel output

Membaca Output: Levene’s Test & Tabel t-Test

Output independent samples t-test terdiri dari DUA tabel. Baca berurutan.

KelompokNMeanStd. Deviation
Karyawan Tetap (1)303,870,71
Karyawan Kontrak (2)303,230,89
TabelNilaiInterpretasi & Langkah
Levene’s Test: F2,14Sig. Levene = 0,148 > 0,05 → varians homogen → baca baris ATAS
Levene’s Test: Sig.0,148
Equal Variances Assumed: t3,21df = 58; baca baris ATAS
Sig. (2-tailed)0,0020,002 < 0,05 → tolak H₀ → ada perbedaan signifikan
Aturan Levene’s: Sig. > 0,05 → baris ATAS (Equal Variances Assumed). Sig. ≤ 0,05 → baris BAWAH (Equal Variances Not Assumed, koreksi Welch). Banyak mahasiswa terbalik!

Coba Sendiri: Geser Rata-Rata Dua Kelompok, Amati t-Hitung

Ubah rata-rata dan simpangan baku dua kelompok independen, lihat bagaimana nilai t dan kesimpulan uji berubah.

HDN-2: Kepuasan Kerja Karyawan Tetap vs Kontrak (PT Sido Muncul)

Dataset ilustratif: 60 karyawan PT Sido Muncul Semarang — 30 tetap, 30 kontrak. Variabel: kepuasan (Likert 1–5).

LangkahTindakan di SPSSNilai / Detail
1Buka dataset sido_muncul_kepuasan.sav60 baris: id, status_kerja, kepuasan
2Variable View → cek Values status_kerja1=Tetap, 2=Kontrak; Measure=Nominal
3Analyze > Descriptive Statistics > DescriptivesMean tetap=3,87; Mean kontrak=3,23
4–5Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test → Define Groups (1 vs 2)Kepuasan → Test Var; status_kerja → Grouping Var
6Baca Levene’s Test: Sig. = 0,148 > 0,05Varians homogen → pakai baris ATAS
7Baca Equal Variances Assumedt = 3,21; df = 58; Sig.(2-tailed) = 0,002
8Keputusan: 0,002 < 0,05 → tolak H₀Ada perbedaan signifikan pada alpha 5%
Kesimpulan APA: Karyawan tetap memiliki rata-rata kepuasan kerja (M=3,87) yang secara statistik signifikan lebih tinggi dibanding karyawan kontrak (M=3,23), t(58) = 3,21, p = 0,002. → Lihat Lampiran A-1 untuk verifikasi manual.

Menafsirkan p-value (Sig.): Keputusan Tolak atau Gagal Tolak H₀

Kolom Sig. di output SPSS = p-value. Ini satu-satunya angka yang menentukan keputusan Anda.

Nilai Sig. SPSSvs α = 0,05KeputusanKalimat Kesimpulan
p = 0,002< 0,05Tolak H₀"Ada perbedaan signifikan (p < 0,05)"
p = 0,048< 0,05 (tipis!)Tolak H₀"Ada perbedaan signifikan, namun marginal"
p = 0,072≥ 0,05Gagal Tolak H₀"Tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05)"
p = 0,851≥ 0,05Gagal Tolak H₀"Tidak ada perbedaan signifikan (p >> 0,05)"
PENTING: "Sig. = 0,000" bukan berarti 100% benar. SPSS membulatkan; nilai sesungguhnya adalah p < 0,001. Tidak ada kepastian dalam statistik — hanya probabilitas.
Ingat: Gagal tolak H₀ ≠ H₀ terbukti benar. Anda hanya kekurangan bukti statistik yang cukup untuk menolaknya.

Studi Kasus: Harga Saham IDX — Uji Perbedaan Dua Kelompok

Dataset: harga penutupan harian BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) selama Jan–Mar 2024 (±60 hari perdagangan per saham), diunduh via Yahoo Finance sebagai file .csv.

SahamMean Harga PenutupanSDSig. (2-tailed)
BBCA (Bank BCA)Rp 9.350Rp 210p < 0,001
BBRI (Bank BRI)Rp 5.650Rp 185
Catatan Metodologis: Data harga saham adalah deret waktu (time series) — observasi tidak independen. Ini adalah latihan mekanisme SPSS. Pada riset sesungguhnya, gunakan uji beda return (% perubahan harga), bukan harga absolut.
Pelajaran: Hasil "significant" (p < 0,001) tidak selalu bermakna praktis. BBCA dan BBRI berbeda skala harga karena perbedaan kebijakan stock split — bukan karena kinerjanya lebih baik. Analisis yang bermakna: bandingkan return harian (%).
Formula: returnt = (Pt − Pt-1) / Pt-1 × 100%
BLOK 4 — CROSSTABS, CHI-SQUARE & EKSPOR LAPORAN
Crosstabs, Chi-Square
& Ekspor Laporan
Variabel kategorik & keterampilan pelaporan profesional
1Crosstabs & Chi-Square 2Ekspor ke Word & Excel 3Lima jebakan umum

Crosstabs + Chi-Square di SPSS — Hubungan Dua Variabel Kategorik

Crosstabs (tabulasi silang) — Langkah
#Tindakan di SPSS
1Analyze > Descriptive Statistics > Crosstabs
2kategori → Row(s); status_halal → Column(s)
3Klik Statistics → centang Chi-square (χ²)
4Klik Cells → centang Observed, Expected, Row %
5Klik OK → baca Asymptotic Sig. (2-sided)
Formula: χ² = Σ [(O − E)² / E]; O = frekuensi observasi; E = frekuensi harapan = (Total Baris × Total Kolom) / N.
Contoh Tabulasi: Kategori × Status Halal (N=50)
KategoriBelum HalalSudah HalalTotal
Makanan416 (80%)20
Minuman711 (61%)18
Kebersihan9 (75%)312
Total203050
χ²(2) = 9,47; p = 0,009 < 0,05 → ada hubungan signifikan antara kategori produk dan status sertifikasi halal.

Ekspor Output SPSS ke Word & Excel

Output SPSS di Viewer tidak bisa langsung copas ke Word — perlu ekspor yang tepat.

Cara 1 — Ekspor Langsung dari SPSS Viewer
  • File > Export > pilih format: Word/RTF atau Excel
  • Pilih tabel yang ingin diekspor (All / Selected)
  • Tentukan lokasi file → Klik OK
  • Hasilnya: file .docx atau .xlsx yang bisa diedit penuh
Cara 2 — Copy-Paste Spesial
  • Klik kanan tabel di Viewer → Copy Special → RTF (Rich Text Format)
  • Paste di Word → tabel langsung terformat
  • Untuk Excel: Copy → Paste Special → Text
Tips laporan rapi: Hapus kolom tidak perlu • Font Times New Roman / Calibri • Caption: Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Kepuasan Kerja • Bulatkan: 2 desimal untuk mean/SD; p < 0,001 bukan p = 0,000.

Lima Jebakan Umum Praktikum (dan Cara Menghindarinya)

#JebakanGejalaCara Hindari
1Lupa Define Groupst-test tidak jalan / errorSelalu klik Define Groups sebelum OK
2Salah baca Levene’sPakai baris bawah padahal harus atasSig. Levene > 0,05 → baris ATAS
3Missing values tidak dikodeN aneh, mean tidak masuk akalCek N di output vs total data Anda
4Screenshot outputTabel buram di laporanFile > Export atau Copy Special RTF
5Skewness positif = mayoritas di atas meanInterpretasi terbalikPositif = ekor kanan; mayoritas DI BAWAH mean
Sebelum submit laporan, tanya diri sendiri: apakah N di output sama dengan N sampel Anda? Kalau tidak — ada masalah di data atau pengkodean missing values.

Cheat Sheet: Pilih Metode yang Tepat

Pertanyaan penelitian menentukan metode. Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat.

Pertanyaan AndaVar. DependenVar. IndependenMetode di SPSS
Ringkas data (deskriptif)NumerikAnalyze > Descriptives
Distribusi kategoriKategorikAnalyze > Frequencies
Rata-rata vs nilai patokanNumerik— (satu grup)One-Sample T Test
Beda rata-rata 2 grup independenNumerikKategorik (2 nilai)Independent Samples T Test
Hubungan 2 variabel kategorikKategorikKategorikCrosstabs + Chi-Square
Lihat outlier & distribusiNumerikBoxplot + Histogram
Ingat: Metode yang salah tapi dijalankan dengan benar di SPSS tetap menghasilkan output yang salah secara konseptual. SPSS tidak tahu apakah pertanyaan penelitian Anda tepat — Anda yang harus tahu.

Persiapan Pertemuan 7 & Tugas Praktikum

Rekap Hari Ini — 5 Poin Kunci
  • Variable View harus diisi lebih dulu: Name, Type, Label, Values, Missing, Measure
  • Descriptives: mean, SD, skewness, kurtosis; histogram & boxplot untuk visual distribusi
  • Independent samples t-test: selalu cek Levene’s — Sig. > 0,05 → baris ATAS
  • Chi-square untuk dua variabel kategorik; cek Expected Count < 5
  • Ekspor output via File > Export atau Copy Special RTF — bukan screenshot
Tugas Praktikum (dikumpul Pertemuan 7)
  • Unduh data harian BBCA (Bank BCA) dari Yahoo Finance, Jan–Jun 2024 (±120 baris .csv)
  • (a) Input ke SPSS dengan Variable View lengkap
  • (b) Jalankan Descriptives + histogram
  • (c) Buat kolom return harian via Transform > Compute Variable: (Pt−Pt-1)/Pt-1×100%
  • (d) One-sample t-test: Test Value = 0 (uji apakah return rata-rata ≠ 0)
  • (e) Ekspor tabel ke Word, rapi, beri caption standar. Maks. 5 halaman.
Pertemuan 7: Distribusi Sampling & Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem) — fondasi mengapa prosedur t-test bekerja bahkan pada data yang tidak normal sempurna. Baca Lind et al. (2015) Ch. 8 sebelum datang.