Aturan cepat Hair et al. (2019): Skewness antara −2 dan +2 = distribusi dianggap cukup simetris untuk analisis parametrik (berlaku untuk N sedang 30–200). Kurtosis antara −7 dan +7 = masih dapat diterima. Skewness 0,82 → aman.
Histogram & Boxplot: Visual Distribusi dan Outlier
Dua grafik wajib untuk memahami bentuk data Anda:
Histogram
Ekor panjang = kanan → Skewness POSITIF. Ekor panjang = kiri → Skewness negatif. Selalu lihat arah ekor, bukan arah puncak.
Boxplot (Diagram Kotak-Kumis)
IQR (Interquartile Range) = Q3 − Q1. Kumis = 1,5 × IQR. Titik di luar kumis = outlier kandidat — periksa dulu sebelum dihapus.
Outlier bukan otomatis dihapus. Periksa dulu: kesalahan input? Atau nilai ekstrem nyata? Keputusan perlu justifikasi dalam laporan.
Studi Kasus: Statistik Deskriptif Data BPJPH
Anda analis di distributor FMCG Semarang. Manajemen meminta laporan statistik deskriptif 50 SKU (Stock Keeping Unit — kode unik per varian produk) produk halal bersertifikat BPJPH.
Kategori
N SKU
Mean Penjualan/minggu (unit)
SD
Makanan
20
143,5
38,2
Minuman
18
118,7
29,4
Kebersihan
12
96,3
22,8
Total
50
127,4
34,7
Langkah SPSS: Data > Split File by kategori → Analyze > Descriptives → Graphs > Boxplot > Clustered.
Insight bisnis: Makanan memiliki rata-rata penjualan tertinggi (143,5) namun variabilitas terbesar (SD 38,2) — permintaan kuat tapi fluktuatif, perlu safety stock lebih besar. Kebersihan paling stabil (SD 22,8).
BLOK 3 — UJI t: ONE-SAMPLE & INDEPENDENT SAMPLES
Uji-t: One-Sample & Independent Samples
Dari "menggambarkan" ke "menyimpulkan" — uji hipotesis via SPSS
1One-sample t-test2Independent samples t-test3Levene's Test & Sig.
One-Sample t-Test di SPSS — Logika & Langkah
Pertanyaan: Apakah rata-rata sampel saya berbeda dari nilai referensi yang saya tentukan?
Contoh: Apakah rata-rata kepuasan kerja karyawan (N=30) berbeda dari nilai tengah skala Likert = 3,0?
H₀: μ = 3,0 | H₁: μ ≠ 3,0 (dua sisi)
Langkah
Menu / Tindakan
1
Analyze > Compare Means > One-Sample T Test
2
Pindahkan kepuasan ke Test Variable(s)
3
Isi Test Value = 3 (nilai referensi)
4
Klik OK
5
Baca output: kolom t, df (= N−1), Sig. (2-tailed)
Keputusan: Jika Sig. (2-tailed) < 0,05 → tolak H₀ → rata-rata berbeda signifikan dari 3,0.
Independent Samples t-Test — Dua Kelompok Dibandingkan
Pertanyaan: Apakah rata-rata dua kelompok yang independen (tidak berpasangan) secara statistik berbeda?
Contoh: Apakah rata-rata kepuasan kerja karyawan tetap (N=30) berbeda dari karyawan kontrak (N=30) di PT Sido Muncul, Semarang?
H₀: μtetap = μkontrak | H₁: μtetap ≠ μkontrak
Prasyarat: dua kelompok independen (bukan before-after); variabel dependen numerik/kontinu; variabel pengelompok kategorik dikotomis (2 nilai).
Langkah
Tindakan di SPSS
1
Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test
2
kepuasan → Test Variable(s)
3
status_kerja → Grouping Variable
4
Klik Define Groups → Group 1: 1, Group 2: 2
5
Klik OK → baca dua tabel output
Membaca Output: Levene’s Test & Tabel t-Test
Output independent samples t-test terdiri dari DUA tabel. Baca berurutan.
Kelompok
N
Mean
Std. Deviation
Karyawan Tetap (1)
30
3,87
0,71
Karyawan Kontrak (2)
30
3,23
0,89
Tabel
Nilai
Interpretasi & Langkah
Levene’s Test: F
2,14
Sig. Levene = 0,148 > 0,05 → varians homogen → baca baris ATAS
Levene’s Test: Sig.
0,148
Equal Variances Assumed: t
3,21
df = 58; baca baris ATAS
Sig. (2-tailed)
0,002
0,002 < 0,05 → tolak H₀ → ada perbedaan signifikan
Aturan Levene’s: Sig. > 0,05 → baris ATAS (Equal Variances Assumed). Sig. ≤ 0,05 → baris BAWAH (Equal Variances Not Assumed, koreksi Welch). Banyak mahasiswa terbalik!
Coba Sendiri: Geser Rata-Rata Dua Kelompok, Amati t-Hitung
Ubah rata-rata dan simpangan baku dua kelompok independen, lihat bagaimana nilai t dan kesimpulan uji berubah.
HDN-2: Kepuasan Kerja Karyawan Tetap vs Kontrak (PT Sido Muncul)
Dataset ilustratif: 60 karyawan PT Sido Muncul Semarang — 30 tetap, 30 kontrak. Variabel: kepuasan (Likert 1–5).
Langkah
Tindakan di SPSS
Nilai / Detail
1
Buka dataset sido_muncul_kepuasan.sav
60 baris: id, status_kerja, kepuasan
2
Variable View → cek Values status_kerja
1=Tetap, 2=Kontrak; Measure=Nominal
3
Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives
Mean tetap=3,87; Mean kontrak=3,23
4–5
Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test → Define Groups (1 vs 2)
Kepuasan → Test Var; status_kerja → Grouping Var
6
Baca Levene’s Test: Sig. = 0,148 > 0,05
Varians homogen → pakai baris ATAS
7
Baca Equal Variances Assumed
t = 3,21; df = 58; Sig.(2-tailed) = 0,002
8
Keputusan: 0,002 < 0,05 → tolak H₀
Ada perbedaan signifikan pada alpha 5%
Kesimpulan APA: Karyawan tetap memiliki rata-rata kepuasan kerja (M=3,87) yang secara statistik signifikan lebih tinggi dibanding karyawan kontrak (M=3,23), t(58) = 3,21, p = 0,002. → Lihat Lampiran A-1 untuk verifikasi manual.
Menafsirkan p-value (Sig.): Keputusan Tolak atau Gagal Tolak H₀
Kolom Sig. di output SPSS = p-value. Ini satu-satunya angka yang menentukan keputusan Anda.
Nilai Sig. SPSS
vs α = 0,05
Keputusan
Kalimat Kesimpulan
p = 0,002
< 0,05
Tolak H₀
"Ada perbedaan signifikan (p < 0,05)"
p = 0,048
< 0,05 (tipis!)
Tolak H₀
"Ada perbedaan signifikan, namun marginal"
p = 0,072
≥ 0,05
Gagal Tolak H₀
"Tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05)"
p = 0,851
≥ 0,05
Gagal Tolak H₀
"Tidak ada perbedaan signifikan (p >> 0,05)"
PENTING: "Sig. = 0,000" bukan berarti 100% benar. SPSS membulatkan; nilai sesungguhnya adalah p < 0,001. Tidak ada kepastian dalam statistik — hanya probabilitas.
Ingat: Gagal tolak H₀ ≠ H₀ terbukti benar. Anda hanya kekurangan bukti statistik yang cukup untuk menolaknya.
Studi Kasus: Harga Saham IDX — Uji Perbedaan Dua Kelompok
Dataset: harga penutupan harian BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) selama Jan–Mar 2024 (±60 hari perdagangan per saham), diunduh via Yahoo Finance sebagai file .csv.
Saham
Mean Harga Penutupan
SD
Sig. (2-tailed)
BBCA (Bank BCA)
Rp 9.350
Rp 210
p < 0,001
BBRI (Bank BRI)
Rp 5.650
Rp 185
Catatan Metodologis: Data harga saham adalah deret waktu (time series) — observasi tidak independen. Ini adalah latihan mekanisme SPSS. Pada riset sesungguhnya, gunakan uji beda return (% perubahan harga), bukan harga absolut.
Pelajaran: Hasil "significant" (p < 0,001) tidak selalu bermakna praktis. BBCA dan BBRI berbeda skala harga karena perbedaan kebijakan stock split — bukan karena kinerjanya lebih baik. Analisis yang bermakna: bandingkan return harian (%). Formula: returnt = (Pt − Pt-1) / Pt-1 × 100%
BLOK 4 — CROSSTABS, CHI-SQUARE & EKSPOR LAPORAN
Crosstabs, Chi-Square & Ekspor Laporan
Variabel kategorik & keterampilan pelaporan profesional
1Crosstabs & Chi-Square2Ekspor ke Word & Excel3Lima jebakan umum
Crosstabs + Chi-Square di SPSS — Hubungan Dua Variabel Kategorik
Crosstabs (tabulasi silang) — Langkah
#
Tindakan di SPSS
1
Analyze > Descriptive Statistics > Crosstabs
2
kategori → Row(s); status_halal → Column(s)
3
Klik Statistics → centang Chi-square (χ²)
4
Klik Cells → centang Observed, Expected, Row %
5
Klik OK → baca Asymptotic Sig. (2-sided)
Formula: χ² = Σ [(O − E)² / E]; O = frekuensi observasi; E = frekuensi harapan = (Total Baris × Total Kolom) / N.
Contoh Tabulasi: Kategori × Status Halal (N=50)
Kategori
Belum Halal
Sudah Halal
Total
Makanan
4
16 (80%)
20
Minuman
7
11 (61%)
18
Kebersihan
9 (75%)
3
12
Total
20
30
50
χ²(2) = 9,47; p = 0,009 < 0,05 → ada hubungan signifikan antara kategori produk dan status sertifikasi halal.
Ekspor Output SPSS ke Word & Excel
Output SPSS di Viewer tidak bisa langsung copas ke Word — perlu ekspor yang tepat.
Cara 1 — Ekspor Langsung dari SPSS Viewer
File > Export > pilih format: Word/RTF atau Excel
Pilih tabel yang ingin diekspor (All / Selected)
Tentukan lokasi file → Klik OK
Hasilnya: file .docx atau .xlsx yang bisa diedit penuh
Cara 2 — Copy-Paste Spesial
Klik kanan tabel di Viewer → Copy Special → RTF (Rich Text Format)
Paste di Word → tabel langsung terformat
Untuk Excel: Copy → Paste Special → Text
Tips laporan rapi: Hapus kolom tidak perlu • Font Times New Roman / Calibri • Caption: Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Kepuasan Kerja • Bulatkan: 2 desimal untuk mean/SD; p < 0,001 bukan p = 0,000.
Lima Jebakan Umum Praktikum (dan Cara Menghindarinya)
#
Jebakan
Gejala
Cara Hindari
1
Lupa Define Groups
t-test tidak jalan / error
Selalu klik Define Groups sebelum OK
2
Salah baca Levene’s
Pakai baris bawah padahal harus atas
Sig. Levene > 0,05 → baris ATAS
3
Missing values tidak dikode
N aneh, mean tidak masuk akal
Cek N di output vs total data Anda
4
Screenshot output
Tabel buram di laporan
File > Export atau Copy Special RTF
5
Skewness positif = mayoritas di atas mean
Interpretasi terbalik
Positif = ekor kanan; mayoritas DI BAWAH mean
Sebelum submit laporan, tanya diri sendiri: apakah N di output sama dengan N sampel Anda? Kalau tidak — ada masalah di data atau pengkodean missing values.
Cheat Sheet: Pilih Metode yang Tepat
Pertanyaan penelitian menentukan metode. Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat.
Pertanyaan Anda
Var. Dependen
Var. Independen
Metode di SPSS
Ringkas data (deskriptif)
Numerik
—
Analyze > Descriptives
Distribusi kategori
Kategorik
—
Analyze > Frequencies
Rata-rata vs nilai patokan
Numerik
— (satu grup)
One-Sample T Test
Beda rata-rata 2 grup independen
Numerik
Kategorik (2 nilai)
Independent Samples T Test
Hubungan 2 variabel kategorik
Kategorik
Kategorik
Crosstabs + Chi-Square
Lihat outlier & distribusi
Numerik
—
Boxplot + Histogram
Ingat: Metode yang salah tapi dijalankan dengan benar di SPSS tetap menghasilkan output yang salah secara konseptual. SPSS tidak tahu apakah pertanyaan penelitian Anda tepat — Anda yang harus tahu.
Persiapan Pertemuan 7 & Tugas Praktikum
Rekap Hari Ini — 5 Poin Kunci
Variable View harus diisi lebih dulu: Name, Type, Label, Values, Missing, Measure
Independent samples t-test: selalu cek Levene’s — Sig. > 0,05 → baris ATAS
Chi-square untuk dua variabel kategorik; cek Expected Count < 5
Ekspor output via File > Export atau Copy Special RTF — bukan screenshot
Tugas Praktikum (dikumpul Pertemuan 7)
Unduh data harian BBCA (Bank BCA) dari Yahoo Finance, Jan–Jun 2024 (±120 baris .csv)
(a) Input ke SPSS dengan Variable View lengkap
(b) Jalankan Descriptives + histogram
(c) Buat kolom return harian via Transform > Compute Variable: (Pt−Pt-1)/Pt-1×100%
(d) One-sample t-test: Test Value = 0 (uji apakah return rata-rata ≠ 0)
(e) Ekspor tabel ke Word, rapi, beri caption standar. Maks. 5 halaman.
Pertemuan 7: Distribusi Sampling & Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem) — fondasi mengapa prosedur t-test bekerja bahkan pada data yang tidak normal sempurna. Baca Lind et al. (2015) Ch. 8 sebelum datang.