Menguji apakah rata-rata lebih dari dua kelompok berbeda secara statistik — dengan satu uji yang terkontrol.
RPS MINGGU 4 • SUB-CPMK 4 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan distribusi F dan melakukan pengujian kesamaan populasi (Sub-CPMK 4).
Capaian 1
F
Jelaskan sifat-sifat distribusi F (selalu ≥0, right-skewed, dua derajat kebebasan) dan hubungannya dengan distribusi Chi-Kuadrat (χ²).
Capaian 2
SS
Hitung SSB, SSW, MSB, MSW, dan F-hitung secara manual dari data mentah — langkah per langkah tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 3
HSD
Lakukan uji lanjut post-hoc Tukey HSD setelah H&sub0; ditolak untuk menentukan pasangan kelompok mana yang berbeda signifikan.
Capaian 4
2A
Susun dan interpretasikan ANOVA dua arah — uji efek utama Faktor A, Faktor B, dan efek interaksi A×B dalam satu studi kasus bisnis.
Masalah: Tiga Kota, Satu Pertanyaan
Manajer regional Alfamart ingin tahu: apakah rata-rata penjualan harian cabang berbeda antar kota?
Semarang
Surabaya
Bandung
Rp 12,4 jt
Rp 14,1 jt
Rp 13,0 jt
Rp 11,8 jt
Rp 13,7 jt
Rp 12,5 jt
Rp 12,9 jt
Rp 14,5 jt
Rp 13,3 jt
x̄ = 12,4
x̄ = 14,1
x̄ = 12,9
Kuis cepat: Bolehkah kita lakukan tiga uji-t berpasangan (SMG–SBY, SMG–BDG, SBY–BDG)?
Tidak. 3 uji-t berpasangan → risiko Tipe I = 1−(0,95)³ ≈ 14,3% (bukan 5%!). Ini alpha inflation (inflasi alpha). ANOVA hadir untuk ini.
Bagian 1 dari 4
Distribusi F & Logika ANOVA
Sebelum menghitung, pahami dulu distribusi yang melandasi uji ini.
Distribusi F — Sifat & Bentuk
Distribusi F (George W. Snedecor, 1934) = rasio dua variansi yang masing-masing berdistribusi Chi-Kuadrat (χ²).
F = (χ²₁ / df₁) ÷ (χ²₂ / df₂)
Sifat Utama
Selalu ≥ 0 (tidak ada nilai F negatif)
Tidak simetris — menjulur ke kanan (right-skewed)
Ditentukan oleh dua derajat kebebasan: df₁ (numerator/pembilang) & df₂ (denominator/penyebut)
Bila df₁ = 1, maka F = t² (hubungan dengan distribusi t)
Semakin besar df, kurva mendekati simetris (asimtotik)
Mengapa Tidak Cukup dengan Uji-t Berulang?
Dengan k kelompok, ada k(k−1)/2 pasangan. Setiap uji-t berulang menggembungkan kesalahan Tipe I (familywise error rate = probabilitas setidaknya satu kesalahan dalam keluarga uji).
Jumlah kelompok (k)
Jumlah uji-t
α kumulatif (α=5%)
2
1
5,0%
3
3
14,3%
4
6
26,5%
5
10
40,1%
α_total = 1 − (1 − α)^c (c = jumlah uji)
ANOVA mempertahankan α = 5% berapa pun jumlah kelompok. Inilah keunggulan uji omnibus (omnibus = satu uji untuk semua kelompok sekaligus).
Logika ANOVA: Memisahkan Dua Sumber Variansi
Variansi total data dapat dipecah menjadi dua komponen:
SST = SSB + SSW
SSB — Sum of Squares Between (Antar Kelompok)
Variasi karena perbedaan antar kelompok
Makin besar → kelompok makin berbeda
Ini sinyal yang kita cari
SSW — Sum of Squares Within (Dalam Kelompok)
Variasi karena keacakan dalam tiap kelompok
Selalu ada meskipun kelompok identik
Ini noise (gangguan acak)
Logika F: F = MSB / MSW = “sinyal kelompok” ÷ “noise acak”. Bila F ≫ 1 → sinyal lebih kuat dari noise → tolak H₀. MSB = Mean Square Between = SSB/df_B | MSW = Mean Square Within = SSW/df_W
Coba Sendiri: Geser Data Kelompok, Amati Rasio F
Ubah rata-rata dan sebaran tiap kelompok, lihat bagaimana SSB, SSW, dan rasio F berubah bersamaan.
Bagian 2 dari 4
ANOVA Satu Arah Hitung dari Nol
Kita hitung langkah demi langkah dengan data penjualan Alfamart 4 kota.
Hipotesis & Struktur ANOVA Satu Arah
ANOVA satu arah menguji satu faktor (satu variabel kategoris) terhadap rata-rata populasi dari k kelompok.
Untuk contoh kita: df_B=3, df_W=36 → F kritis = 2,866. Interpolasi (perkiraan nilai antara dua titik tabel) ≈ 2,872 sudah sangat dekat.
Interpretasi: Apakah Kota Berbeda?
Konteks: Alfamart, 4 kota, n=10 per kota, α=0,05.
Kriteria
Nilai
F-hitung
188,37
F kritis (df₃,₃₆, α=0,05)
~2,866
F-hitung > F kritis?
YA → Tolak H₀
p-value
< 0,0001
Tolak H₀: Ada perbedaan rata-rata penjualan yang signifikan. Tapi ANOVA belum memberitahu pasangan kota mana yang berbeda → perlu uji post-hoc.
Bagian 3 dari 4
Uji Lanjut Post-Hoc & Asumsi ANOVA
Setelah H₀ ditolak: tentukan pasangan mana yang berbeda. Post-hoc (setelah fakta) = uji yang dilakukan setelah ANOVA untuk identifikasi pasangan spesifik.
Uji Post-Hoc: Tukey HSD & LSD
Tukey HSD — direkomendasikan
HSD = q × √(MSW / n)
q = nilai tabel studentized range (q_α, k, df_W)
Bandingkan |x̄ᵢ − x̄῍| dengan HSD; bila > HSD → berbeda signifikan
Lebih konservatif (ketat); kontrol familywise error rate
Direkomendasikan untuk k ≥ 4
LSD — Fisher's Least Significant Difference
LSD = t_(α/2, df_W) × √(2MSW / n)
Lebih liberal (longgar) — lebih mudah menyatakan berbeda
Hanya valid untuk k = 3 atau setelah omnibus F signifikan
Alternatif lain: Bonferroni, Scheffé, Games-Howell (bila variansi tak homogen)
Cara baca tabel q (studentized range statistic = nilai tabel memperhitungkan jumlah kelompok): cari baris df_W, kolom k. Contoh kita: df≈36, k=4 → q ≈ 3,791.
HDN-1 Lanjutan: Tukey HSD Alfamart
Diketahui: MSW = 0,1199; n = 10; k = 4; df_W = 36; α = 0,05
ANOVA valid bila tiga asumsi ini terpenuhi. Periksa sebelum melaporkan hasil.
Asumsi 1
Normal
Observasi dalam setiap kelompok berdistribusi normal. Uji: Shapiro-Wilk / histogram. Robustness: ANOVA cukup robust bila n ≥ 30 per kelompok (Central Limit Theorem / CLT).
Asumsi 2
Homo
Homogenitas variansi: σ²₁ = σ²₂ = … = σ²ₖ. Uji: Levene's Test / Bartlett's Test. Bila dilanggar: gunakan Welch's ANOVA atau Games-Howell post-hoc.
Asumsi 3
Indep
Independensi: setiap observasi bebas dari observasi lainnya. Dipastikan melalui desain sampling yang benar. Bila dilanggar: gunakan ANOVA pengukuran berulang (repeated measures).
Bila asumsi dilanggar berat dan n kecil → alternatif non-parametrik: Kruskal-Wallis (uji berbasis rank, tidak butuh asumsi normalitas).
Bagian 4 dari 4
ANOVA Dua Arah Dua Faktor Sekaligus
Bagaimana menguji pengaruh dua variabel dan interaksinya? Desain faktorial (factorial) = lebih dari satu faktor diuji bersamaan.
ANOVA Dua Arah: Efek Utama & Interaksi
ANOVA dua arah menguji pengaruh Faktor A, Faktor B, dan interaksi A×B dalam satu prosedur.
Tiga Hipotesis yang Diuji
H₀A: Tidak ada efek utama Faktor A
H₀B: Tidak ada efek utama Faktor B
H₀AB: Tidak ada efek interaksi antara A dan B
Efek utama (main effect) = pengaruh satu faktor secara rata-rata di semua level faktor lain. Efek interaksi = pengaruh Faktor A bergantung pada level Faktor B. Bila A×B signifikan → jangan interpretasikan efek utama secara terisolasi.
Level B₁
Level B₂
x̄ᵢ.
Level A₁
x̄₁₁
x̄₁₂
x̄₁.
Level A₂
x̄₂₁
x̄₂₂
x̄₂.
Level A₃
x̄₃₁
x̄₃₂
x̄₃.
x̄.῍
x̄.₁
x̄.₂
x̄..
Rumus ANOVA Dua Arah
Dekomposisi SS untuk desain balanced (a level Faktor A, b level Faktor B, n replikasi per sel):
Coba Sendiri: Ubah Level Faktor, Lihat Garis Interaksi
Ubah rata-rata tiap sel Faktor A x Faktor B dan amati kapan garis interaksi berubah dari paralel menjadi bersilangan.
HDN-2: Harga Promo × Tipe Gerai — Langkah 1–4
Konteks: Faktor A = Diskon (10%, 20%, 30%). Faktor B = Tipe Gerai (Mall, Standalone). n = 5 hari per sel. N = 3×2×5 = 30.
Mall (B₁)
Standalone (B₂)
x̄ᵢ.
Diskon 10% (A₁)
102
88
95,0
Diskon 20% (A₂)
118
95
106,5
Diskon 30% (A₃)
145
98
121,5
x̄.῍
121,67
93,67
x̄..=107,67
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Grand Mean
(102+88+118+95+145+98)/6 = 646/6
107,67
2. Selisih A
(−12,67)²+(−1,17)²+(13,83)²
160,5+1,4+191,3=353,2
3. SSA
bn × 353,2 = 2×5 × 353,2
SSA = 3.532
4. Selisih B
(121,67−107,67)²+(93,67−107,67)²
196+196=392
HDN-2: Harga Promo × Tipe Gerai — Langkah 5–7
Langkah
Perhitungan
Nilai
5. SSB
an × 392 = 3×5 × 392 = 15 × 392
SSB = 5.880
6. SSAB deviasi
(102−95−121,67+107,67)²=49; (88−95−93,67+107,67)²=49; ... jumlah 6 sel = 291
291
6. SSAB
n × 291 = 5 × 291
SSAB = 1.455
7. SSE
6 sel × (n−1) × s²_sel; variansi tiap sel mall=2,5, standalone=0,5
SSE = 36
Sumber
SS
df
MS
F-hitung
F kritis (α=0,05)
Keputusan
Diskon (A)
3.531,67
2
1.765,84
1.177,2
3,40
Tolak H₀A
Tipe Gerai (B)
5.880,00
1
5.880,00
3.920,0
4,26
Tolak H₀B
Interaksi (A×B)
1.455,00
2
727,50
485,0
3,40
Tolak H₀AB
Error
36,00
24
1,50
—
—
—
Total
10.902,67
29
—
—
—
—
Interpretasi Interaksi: Grafik Interaksi
Grafik interaksi (interaction plot) memvisualisasikan apakah efek satu faktor bergantung pada level faktor lain. Garis tidak paralel = ada interaksi.
Diskon
Mall
Standalone
10%
102
88
20%
118
95
30%
145
98
Mall naik 102→145 (+43 unit). Standalone naik 88→98 (+10 unit). Dua garis tidak paralel → interaksi signifikan. Implikasi: Diskon besar sangat efektif di mall, kurang efektif di standalone.
Peta Konsep ANOVA — Satu Layar
ANOVA dalam satu pandang. Kunci: SST = SSB + SSW; F = MSB/MSW.
Latihan & Persiapan Pertemuan 5
Dikuasai Hari Ini
Distribusi F: selalu positif, right-skewed, dua derajat kebebasan (df₁ & df₂)
ANOVA satu arah: hitung SSB=67,74; SSW=4,32; F=188,37 dari data mentah
Tabel F: baca dengan df_B (kolom) dan df_W (baris); interpolasi bila perlu
Tukey HSD: HSD = q×√(MSW/n) = 0,415; semua 6 pasangan berbeda signifikan
ANOVA dua arah: uji interaksi dulu; SSA=3.531,67; SSB=5.880; SSAB=1.455
Latihan Mandiri (Sebelum Pertemuan 5)
Kerjakan Bank Soal B2 (Lampiran B materi)
Coba data produktivitas karyawan PT Telkom 3 divisi (Lampiran B soal 3)
Baca: Lind, Marchal & Wathen (2015) Bab 12, §12.6–12.7
Verifikasi SSW = 4,316 secara manual dari Lampiran A