stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Analisis Varians (ANOVA)
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Statistika Bisnis II

Pertemuan 4 — Analisis Varians (ANOVA)

Menguji apakah rata-rata lebih dari dua kelompok berbeda secara statistik — dengan satu uji yang terkontrol.

RPS MINGGU 4 • SUB-CPMK 4 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan distribusi F dan melakukan pengujian kesamaan populasi (Sub-CPMK 4).

Capaian 1
F
Jelaskan sifat-sifat distribusi F (selalu ≥0, right-skewed, dua derajat kebebasan) dan hubungannya dengan distribusi Chi-Kuadrat (χ²).
Capaian 2
SS
Hitung SSB, SSW, MSB, MSW, dan F-hitung secara manual dari data mentah — langkah per langkah tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 3
HSD
Lakukan uji lanjut post-hoc Tukey HSD setelah H&sub0; ditolak untuk menentukan pasangan kelompok mana yang berbeda signifikan.
Capaian 4
2A
Susun dan interpretasikan ANOVA dua arah — uji efek utama Faktor A, Faktor B, dan efek interaksi A×B dalam satu studi kasus bisnis.

Masalah: Tiga Kota, Satu Pertanyaan

Manajer regional Alfamart ingin tahu: apakah rata-rata penjualan harian cabang berbeda antar kota?

SemarangSurabayaBandung
Rp 12,4 jtRp 14,1 jtRp 13,0 jt
Rp 11,8 jtRp 13,7 jtRp 12,5 jt
Rp 12,9 jtRp 14,5 jtRp 13,3 jt
x̄ = 12,4x̄ = 14,1x̄ = 12,9

Kuis cepat: Bolehkah kita lakukan tiga uji-t berpasangan (SMG–SBY, SMG–BDG, SBY–BDG)?

Tidak. 3 uji-t berpasangan → risiko Tipe I = 1−(0,95)³ ≈ 14,3% (bukan 5%!). Ini alpha inflation (inflasi alpha). ANOVA hadir untuk ini.
Bagian 1 dari 4
Distribusi F & Logika ANOVA
Sebelum menghitung, pahami dulu distribusi yang melandasi uji ini.

Distribusi F — Sifat & Bentuk

Distribusi F (George W. Snedecor, 1934) = rasio dua variansi yang masing-masing berdistribusi Chi-Kuadrat (χ²).

F = (χ²₁ / df₁) ÷ (χ²₂ / df₂)
Sifat Utama
  • Selalu ≥ 0 (tidak ada nilai F negatif)
  • Tidak simetris — menjulur ke kanan (right-skewed)
  • Ditentukan oleh dua derajat kebebasan: df₁ (numerator/pembilang) & df₂ (denominator/penyebut)
  • Bila df₁ = 1, maka F = t² (hubungan dengan distribusi t)
  • Semakin besar df, kurva mendekati simetris (asimtotik)
df₁=3,df₂=20df₁=10,df₂=40area kritisF

Mengapa Tidak Cukup dengan Uji-t Berulang?

Dengan k kelompok, ada k(k−1)/2 pasangan. Setiap uji-t berulang menggembungkan kesalahan Tipe I (familywise error rate = probabilitas setidaknya satu kesalahan dalam keluarga uji).

Jumlah kelompok (k)Jumlah uji-tα kumulatif (α=5%)
215,0%
3314,3%
4626,5%
51040,1%
α_total = 1 − (1 − α)^c   (c = jumlah uji)
ANOVA mempertahankan α = 5% berapa pun jumlah kelompok. Inilah keunggulan uji omnibus (omnibus = satu uji untuk semua kelompok sekaligus).

Logika ANOVA: Memisahkan Dua Sumber Variansi

Variansi total data dapat dipecah menjadi dua komponen:

SST = SSB + SSW
SSB — Sum of Squares Between (Antar Kelompok)
  • Variasi karena perbedaan antar kelompok
  • Makin besar → kelompok makin berbeda
  • Ini sinyal yang kita cari
SSW — Sum of Squares Within (Dalam Kelompok)
  • Variasi karena keacakan dalam tiap kelompok
  • Selalu ada meskipun kelompok identik
  • Ini noise (gangguan acak)
Logika F: F = MSB / MSW = “sinyal kelompok” ÷ “noise acak”. Bila F ≫ 1 → sinyal lebih kuat dari noise → tolak H₀.
MSB = Mean Square Between = SSB/df_B  |  MSW = Mean Square Within = SSW/df_W

Coba Sendiri: Geser Data Kelompok, Amati Rasio F

Ubah rata-rata dan sebaran tiap kelompok, lihat bagaimana SSB, SSW, dan rasio F berubah bersamaan.

Bagian 2 dari 4
ANOVA Satu Arah
Hitung dari Nol
Kita hitung langkah demi langkah dengan data penjualan Alfamart 4 kota.
F=MS₊/MSṢ

Hipotesis & Struktur ANOVA Satu Arah

ANOVA satu arah menguji satu faktor (satu variabel kategoris) terhadap rata-rata populasi dari k kelompok.

Hipotesis

H₀: μ₁ = μ₂ = μ₃ = … = μₖ  (semua rata-rata populasi sama)

H₁: Setidaknya satu μᵢ berbeda dari yang lain

Notasi

k = jumlah kelompok  |  nᵢ = observasi per kelompok

N = total observasi (N = n₁+n₂+…+nₖ)

x̄ᵢ = rata-rata kelompok ke-i  |  x̄ = grand mean (rata-rata keseluruhan)

Kelompok 1Kelompok 2Kelompok k
Obsx₁₁x₂₁xₖ₁
Rata-ratax̄₁x̄₂x̄ₖ
nn₁n₂nₖ

Rumus Lengkap: SS, MS, F-hitung

Langkah 1 — Grand Mean:
x̄ = ΣΣxᵢ῍ / N
Langkah 2 — Sum of Squares:
SSB = Σ nᵢ(x̄ᵢ−x̄)²  [antar]
SSW = ΣΣ(xᵢ῍−x̄ᵢ)²  [dalam]
SST = SSB + SSW
Langkah 3 — df:
df_B = k−1  |  df_W = N−k  |  df_T = N−1
Langkah 4 — MS:
MSB = SSB / df_B  |  MSW = SSW / df_W
Langkah 5 — F-hitung:
F = MSB / MSW
SumberSSdfMSF
Antar (B)SSBk−1MSBMSB/MSW
Dalam (W)SSWN−kMSW
TotalSSTN−1

HDN-1: Penjualan Alfamart 4 Kota — Langkah 1–3

Konteks: 10 cabang Alfamart per kota. Penjualan harian (Rp juta). α = 0,05.

Semarang (x̄₁)Surabaya (x̄₂)Bandung (x̄₃)Medan (x̄₄)
11,8; 12,4; 11,5; 12,9; 12,1; 11,7; 12,6; 12,3; 11,9; 12,814,1; 13,7; 14,5; 14,0; 13,8; 14,3; 14,6; 13,9; 14,2; 14,412,5; 13,0; 12,8; 13,2; 12,7; 13,1; 12,9; 13,3; 12,6; 13,010,2; 10,8; 10,5; 11,0; 10,3; 10,7; 10,9; 10,4; 10,6; 10,1
x̄₁ = 12,20x̄₂ = 14,15x̄₃ = 12,91x̄₄ = 10,55
LangkahPerhitunganNilai
1. Grand Mean (x̄)(12,20+14,15+12,91+10,55) / 4 = 49,81 / 4x̄ = 12,4525
2a. Selisih12,20−12,4525; 14,15−12,4525; 12,91−12,4525; 10,55−12,4525−0,2525; 1,6975; 0,4575; −1,9025
2b. Selisih²0,0638; 2,8815; 0,2093; 3,6195Jumlah = 6,7741
3. SSB10 × 6,7741SSB = 67,741

HDN-1: Penjualan Alfamart 4 Kota — Langkah 4–7

LangkahPerhitunganNilai
4. SSW9 × (0,2311 + 0,0878 + 0,0689 + 0,0917) = 9 × 0,4795SSW = 4,316
5. dfdf_B = 4−1 = 3  |  df_W = 40−4 = 36  |  df_T = 39df_B=3; df_W=36
6. MSB; MSWMSB = 67,741 / 3 = 22,580  |  MSW = 4,316 / 36 = 0,1199MSB=22,580; MSW=0,1199
7. F-hitungF = 22,580 / 0,1199F = 188,37
SumberSSdfMSF-hitungF kritis (α=0,05)
Antar (Between)67,741322,580188,372,866
Dalam (Within)4,316360,1199
Total72,05739
F-hitung (188,37) ≫ F kritis (2,866) → Tolak H₀. Ada perbedaan signifikan rata-rata penjualan antar kota.

Tabel F Kritis & Cara Membacanya

Nilai F kritis dibaca dari tabel F berdasarkan dua derajat kebebasan dan α. Baris = df_W (N−k), Kolom = df_B (k−1).

df_W \ df_B12345
304,1713,3162,9222,6902,534
36→ interpolasi
404,0853,2322,8392,6062,449
604,0013,1502,7582,5252,368
Interpolasi df_W=36:
F(3;36) = 2,922 − (6/10)×(2,922−2,839)
= 2,922 − 0,050 = 2,872
2,866 (nilai eksak dari tabel lengkap)
Untuk contoh kita: df_B=3, df_W=36 → F kritis = 2,866.
Interpolasi (perkiraan nilai antara dua titik tabel) ≈ 2,872 sudah sangat dekat.

Interpretasi: Apakah Kota Berbeda?

Konteks: Alfamart, 4 kota, n=10 per kota, α=0,05.

KriteriaNilai
F-hitung188,37
F kritis (df₃,₃₆, α=0,05)~2,866
F-hitung > F kritis?YA → Tolak H₀
p-value< 0,0001
F > F kritis?YA: Tolak H₀TIDAK: Gagal TolakUji Post-Hoc
Tolak H₀: Ada perbedaan rata-rata penjualan yang signifikan. Tapi ANOVA belum memberitahu pasangan kota mana yang berbeda → perlu uji post-hoc.
Bagian 3 dari 4
Uji Lanjut Post-Hoc
& Asumsi ANOVA
Setelah H₀ ditolak: tentukan pasangan mana yang berbeda. Post-hoc (setelah fakta) = uji yang dilakukan setelah ANOVA untuk identifikasi pasangan spesifik.

Uji Post-Hoc: Tukey HSD & LSD

Tukey HSD — direkomendasikan
HSD = q × √(MSW / n)
  • q = nilai tabel studentized range (q_α, k, df_W)
  • Bandingkan |x̄ᵢ − x̄῍| dengan HSD; bila > HSD → berbeda signifikan
  • Lebih konservatif (ketat); kontrol familywise error rate
  • Direkomendasikan untuk k ≥ 4
LSD — Fisher's Least Significant Difference
LSD = t_(α/2, df_W) × √(2MSW / n)
  • Lebih liberal (longgar) — lebih mudah menyatakan berbeda
  • Hanya valid untuk k = 3 atau setelah omnibus F signifikan
  • Alternatif lain: Bonferroni, Scheffé, Games-Howell (bila variansi tak homogen)
Cara baca tabel q (studentized range statistic = nilai tabel memperhitungkan jumlah kelompok): cari baris df_W, kolom k. Contoh kita: df≈36, k=4 → q ≈ 3,791.

HDN-1 Lanjutan: Tukey HSD Alfamart

Diketahui: MSW = 0,1199; n = 10; k = 4; df_W = 36; α = 0,05

df_W \ k2345
302,893,493,8454,10
402,863,443,7914,04
602,833,403,7373,98
q = 3,791 (baris df=40, konservatif)
HSD = 3,791 × √(0,1199 / 10)
= 3,791 × √0,01199
= 3,791 × 0,1095
= 0,415
Pasangan|x̄ᵢ − x̄῍|> HSD (0,415)?Kesimpulan
Semarang vs Surabaya|12,20−14,15| = 1,95YaBerbeda signifikan
Semarang vs Bandung|12,20−12,91| = 0,71YaBerbeda signifikan
Semarang vs Medan|12,20−10,55| = 1,65YaBerbeda signifikan
Surabaya vs Bandung|14,15−12,91| = 1,24YaBerbeda signifikan
Surabaya vs Medan|14,15−10,55| = 3,60YaBerbeda signifikan
Bandung vs Medan|12,91−10,55| = 2,36YaBerbeda signifikan

Asumsi ANOVA — Tiga Syarat Wajib

ANOVA valid bila tiga asumsi ini terpenuhi. Periksa sebelum melaporkan hasil.

Asumsi 1
Normal
Observasi dalam setiap kelompok berdistribusi normal. Uji: Shapiro-Wilk / histogram. Robustness: ANOVA cukup robust bila n ≥ 30 per kelompok (Central Limit Theorem / CLT).
Asumsi 2
Homo
Homogenitas variansi: σ²₁ = σ²₂ = … = σ²ₖ. Uji: Levene's Test / Bartlett's Test. Bila dilanggar: gunakan Welch's ANOVA atau Games-Howell post-hoc.
Asumsi 3
Indep
Independensi: setiap observasi bebas dari observasi lainnya. Dipastikan melalui desain sampling yang benar. Bila dilanggar: gunakan ANOVA pengukuran berulang (repeated measures).
Bila asumsi dilanggar berat dan n kecil → alternatif non-parametrik: Kruskal-Wallis (uji berbasis rank, tidak butuh asumsi normalitas).
Bagian 4 dari 4
ANOVA Dua Arah
Dua Faktor Sekaligus
Bagaimana menguji pengaruh dua variabel dan interaksinya? Desain faktorial (factorial) = lebih dari satu faktor diuji bersamaan.

ANOVA Dua Arah: Efek Utama & Interaksi

ANOVA dua arah menguji pengaruh Faktor A, Faktor B, dan interaksi A×B dalam satu prosedur.

Tiga Hipotesis yang Diuji

H₀A: Tidak ada efek utama Faktor A

H₀B: Tidak ada efek utama Faktor B

H₀AB: Tidak ada efek interaksi antara A dan B

Efek utama (main effect) = pengaruh satu faktor secara rata-rata di semua level faktor lain.
Efek interaksi = pengaruh Faktor A bergantung pada level Faktor B.
Bila A×B signifikan → jangan interpretasikan efek utama secara terisolasi.
Level B₁Level B₂x̄ᵢ.
Level A₁x̄₁₁x̄₁₂x̄₁.
Level A₂x̄₂₁x̄₂₂x̄₂.
Level A₃x̄₃₁x̄₃₂x̄₃.
x̄.῍x̄.₁x̄.₂x̄..
Paralel = Tidak ada interaksi

Rumus ANOVA Dua Arah

Dekomposisi SS untuk desain balanced (a level Faktor A, b level Faktor B, n replikasi per sel):

SST = SSA + SSB + SSAB + SSE
SSA = bn × Σ(x̄ᵢ. − x̄..)²  [df_A = a−1]
SSB = an × Σ(x̄.῍ − x̄..)²  [df_B = b−1]
SSAB = n × ΣΣ(x̄ᵢ῍−x̄ᵢ.−x̄.῍+x̄..)²  [df_AB = (a−1)(b−1)]
SSE = ΣΣΣ(xᵢ῍₆−x̄ᵢ῍)²  [df_E = ab(n−1)]
SumberSSdfF
Faktor ASSAa−1MSA/MSE
Faktor BSSBb−1MSB/MSE
Interaksi ABSSAB(a−1)(b−1)MSAB/MSE
Error (dalam sel)SSEab(n−1)
TotalSSTabn−1

Coba Sendiri: Ubah Level Faktor, Lihat Garis Interaksi

Ubah rata-rata tiap sel Faktor A x Faktor B dan amati kapan garis interaksi berubah dari paralel menjadi bersilangan.

HDN-2: Harga Promo × Tipe Gerai — Langkah 1–4

Konteks: Faktor A = Diskon (10%, 20%, 30%). Faktor B = Tipe Gerai (Mall, Standalone). n = 5 hari per sel. N = 3×2×5 = 30.

Mall (B₁)Standalone (B₂)x̄ᵢ.
Diskon 10% (A₁)1028895,0
Diskon 20% (A₂)11895106,5
Diskon 30% (A₃)14598121,5
x̄.῍121,6793,67x̄..=107,67
LangkahPerhitunganNilai
1. Grand Mean(102+88+118+95+145+98)/6 = 646/6107,67
2. Selisih A(−12,67)²+(−1,17)²+(13,83)²160,5+1,4+191,3=353,2
3. SSAbn × 353,2 = 2×5 × 353,2SSA = 3.532
4. Selisih B(121,67−107,67)²+(93,67−107,67)²196+196=392

HDN-2: Harga Promo × Tipe Gerai — Langkah 5–7

LangkahPerhitunganNilai
5. SSBan × 392 = 3×5 × 392 = 15 × 392SSB = 5.880
6. SSAB deviasi(102−95−121,67+107,67)²=49; (88−95−93,67+107,67)²=49; ... jumlah 6 sel = 291291
6. SSABn × 291 = 5 × 291SSAB = 1.455
7. SSE6 sel × (n−1) × s²_sel; variansi tiap sel mall=2,5, standalone=0,5SSE = 36
SumberSSdfMSF-hitungF kritis (α=0,05)Keputusan
Diskon (A)3.531,6721.765,841.177,23,40Tolak H₀A
Tipe Gerai (B)5.880,0015.880,003.920,04,26Tolak H₀B
Interaksi (A×B)1.455,002727,50485,03,40Tolak H₀AB
Error36,00241,50
Total10.902,6729

Interpretasi Interaksi: Grafik Interaksi

Grafik interaksi (interaction plot) memvisualisasikan apakah efek satu faktor bergantung pada level faktor lain. Garis tidak paralel = ada interaksi.

8810211814510%20%30%Level DiskonMallStandaloneSlope berbeda= ada interaksi
DiskonMallStandalone
10%10288
20%11895
30%14598
Mall naik 102→145 (+43 unit). Standalone naik 88→98 (+10 unit). Dua garis tidak paralel → interaksi signifikan.
Implikasi: Diskon besar sangat efektif di mall, kurang efektif di standalone.

Peta Konsep ANOVA — Satu Layar

ANOVA dalam satu pandang. Kunci: SST = SSB + SSW; F = MSB/MSW.

Rata-rata ≥3 kelompok berbeda?1 FaktorANOVA Satu ArahCek asumsi → Hitung F = MSB/MSWBandingkan F dengan F kritisTolak H₀Tukey HSD post-hocGagal TolakTidak ada perbedaan sig.Asumsi dilanggar & n kecilKruskal-Wallis2 FaktorANOVA Dua ArahUji F_A; F_B; F_ABInteraksi Sig.→ Interaction PlotTdk Sig.→ Efek UtamaCek interaksi dulu!

Latihan & Persiapan Pertemuan 5

Dikuasai Hari Ini
  • Distribusi F: selalu positif, right-skewed, dua derajat kebebasan (df₁ & df₂)
  • ANOVA satu arah: hitung SSB=67,74; SSW=4,32; F=188,37 dari data mentah
  • Tabel F: baca dengan df_B (kolom) dan df_W (baris); interpolasi bila perlu
  • Tukey HSD: HSD = q×√(MSW/n) = 0,415; semua 6 pasangan berbeda signifikan
  • ANOVA dua arah: uji interaksi dulu; SSA=3.531,67; SSB=5.880; SSAB=1.455
Latihan Mandiri (Sebelum Pertemuan 5)
  • Kerjakan Bank Soal B2 (Lampiran B materi)
  • Coba data produktivitas karyawan PT Telkom 3 divisi (Lampiran B soal 3)
  • Baca: Lind, Marchal & Wathen (2015) Bab 12, §12.6–12.7
  • Verifikasi SSW = 4,316 secara manual dari Lampiran A
Pertemuan 5: Regresi Linear Sederhana