stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Distribusi Normal & Nilai Z

Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Statistika Bisnis II

Pertemuan 3 — Distribusi Normal & Nilai Z

μ

Memahami kurva lonceng, mentransformasi data ke nilai Z, dan menghitung probabilitas — fondasi statistika inferensial bisnis.

RPS Minggu 3 • Sub-CPMK 3 • Durasi 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan menggunakan distribusi normal (Sub-CPMK 3 — Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah). Secara rinci:

Target 1
1
Menjelaskan sifat kurva lonceng & parameter μ (rata-rata) dan σ (simpangan baku)
Target 2
2
Mentransformasi nilai X ke Z = (X − μ)/σ dan membaca tabel Z
Target 3
3
Menghitung P(a < X < b) menggunakan distribusi normal standar
Target 4
4
Menerapkan CLT (Teorema Limit Pusat) & menghitung SE = σ/√n untuk distribusi sampling rata-rata

Mengapa Distribusi Normal Penting?

Contoh di Data Bisnis Indonesia
  • Distribusi gaji karyawan BCA & Mandiri (BPS 2024)
  • Nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mahasiswa FEB UNDIP
  • Laba harian saham LQ45 (indeks 45 saham paling likuid di BEI)
  • Tinggi badan rekrutan TNI/Polri
  • Waktu pengiriman paket Tokopedia
Relevansi Profesional

Setiap kali manajer HRD menetapkan rentang gaji "wajar"; setiap kali bank menentukan batas risiko kredit; setiap kali analis OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengevaluasi kinerja portofolio — mereka menggunakan logika distribusi normal.

Aturan 68-95-99,7% — Anda akan segera hafal ini setelah slide berikutnya.
Bagian 1
Distribusi Normal:
Bentuk & Parameter
Sifat-sifat kurva lonceng — μ dan σ sebagai pengontrol

Apa Itu Distribusi Normal?

Distribusi normal adalah distribusi kontinu (nilai dapat berupa sembarang bilangan real) yang berbentuk simetris seperti lonceng dengan satu puncak di tengah.

Formula densitas probabilitas (informatif — tidak perlu dihafal):
f(X) = (1/σ√2π) × e^−(X−μ)²/2σ²
e ≈ 2,718; π ≈ 3,14 (konstanta matematika)

Luas total di bawah kurva = 1 (= 100% probabilitas). Densitas probabilitas = tinggi kurva; luas di bawahnya = probabilitas.

μμ−σμ+σf(X)Xtitikinfleksi

Lima Sifat Distribusi Normal

Distribusi normal memiliki lima sifat definitif yang membedakannya dari distribusi lain:

1
Simetris — kurva berbentuk cermin sempurna di sekitar μ. P(X > μ) = P(X < μ) = 0,5.
2
Mean = Median = Mode — ketiganya bertemu di satu titik (puncak kurva). Mode = nilai yang paling sering muncul.
3
Asimtotik — ekor kurva mendekati sumbu X tetapi tidak pernah menyentuhnya (ekor panjang ke −∞ dan +∞). Asimtotik = kurva yang mendekati garis tanpa pernah menyentuhnya.
4
Ditentukan oleh dua parameter — sepenuhnya terdefinisi hanya dengan μ (lokasi) dan σ (lebar/dispersi).
5
Luas total = 1 — probabilitas semua kejadian berjumlah 100%.

Parameter μ dan σ — Dua Pengontrol Bentuk

Ubah μ → kurva bergeser. Ubah σ → kurva melebar atau menyempit.

ParameterSimbolPengaruhContoh
Rata-rata (mean)μ (mu)Geser lokasi puncakRata-rata gaji BCA = Rp 8 jt
Simpangan bakuσ (sigma)Lebar kurvaσ = Rp 1,2 jt → variasi gaji
μ₁,σ kecilμ₂>μ₁σ besar

Aturan Empiris 68-95-99,7

Untuk semua distribusi normal, berlaku aturan empiris (68-95-99,7 rule) yang sama:

RentangProporsi DataContoh Gaji (μ=8jt, σ=1,2jt)
μ ± 1σ68,27%Rp 6,8 jt — Rp 9,2 jt
μ ± 2σ95,45%Rp 5,6 jt — Rp 10,4 jt
μ ± 3σ99,73%Rp 4,4 jt — Rp 11,6 jt
μ−1σ+1σ68%95%99,7%
Hanya ~0,27% data berada di luar ±3σ — ini disebut "outlier statistik".
Bagian 2
Nilai Z & Tabel Distribusi
Normal Standar
Mentransformasi data — dari X ke Z, dari Z ke probabilitas
Z = (X − μ) / σ

Transformasi Z: Rumus & Arti Geometris

Z = (X − μ) / σ
SimbolArtiSatuan
XNilai data yang ditransformasiSatuan asli (Rp, menit, dll.)
μRata-rata populasiSatuan asli
σSimpangan baku populasiSatuan asli
ZNilai Z standar (hasil)Tak bersatuan (dimensionless)
X~N(μ,σ²)μTRANSFORMASIZ~N(0,1)0

Z = +1 → 1 simpangan baku di atas rata-rata
Z = −2 → 2 simpangan baku di bawah rata-rata

Coba Sendiri: Geser μ dan σ, Lihat Kurva Berubah

Geser rata-rata (μ) dan simpangan baku (σ), amati bagaimana bentuk kurva normal dan posisi nilai Z bergeser.

Membaca Tabel Z — Langkah demi Langkah

Tabel Z memberikan P(Z ≤ z) — luas kumulatif dari −∞ sampai z. Contoh: Z = 1,67.

1
Hitung Z = (X − μ)/σ. Contoh: Z = 1,67.
2
Ambil 1 desimal pertama → cari di baris tabel: Z=1,67 → baris 1,6.
3
Ambil desimal kedua → cari di kolom header: Z=1,67 → kolom 0,07.
4
Perpotongan baris 1,6 × kolom 0,07 = 0,9525. Inilah P(Z ≤ 1,67).
Z negatif: P(Z ≤ −a) = 1 − P(Z ≤ +a)
Simetri kurva → P(Z ≤ −1,67) = 1 − 0,9525 = 0,0475
Z0,000,030,040,07
0,80,78810,79670,79950,8078
1,20,88490,89070,89250,8980
1,50,93320,93570,93700,9418
1,60,94520,94840,94950,9525
1,80,96410,96640,96710,9706

Sel sorotan: baris 1,6 × kolom 0,07 = 0,9525

Hitung dari Nol — HDN-1

Gaji Karyawan BCA — Probabilitas Rentang

Diketahui: Gaji karyawan BCA berdistribusi normal, μ = Rp 8 juta/bulan, σ = Rp 1,2 juta.
Ditanya: P(7 jt ≤ X ≤ 10 jt) = ?
LangkahPerhitunganNilai
1. Z₁ untuk X₁ = Rp 7 jtZ₁ = (7 − 8) / 1,2Z₁ = −0,83
2. Z₂ untuk X₂ = Rp 10 jtZ₂ = (10 − 8) / 1,2Z₂ = +1,67
3. P(Z ≤ −0,83)Simetri: 1 − P(Z ≤ 0,83) = 1 − 0,79670,2033
4. P(Z ≤ +1,67)Dari tabel Z: baris 1,6 × kolom 0,070,9525
5. Selisih (Pola C)P = 0,9525 − 0,20330,7492
Kesimpulan: P(7jt ≤ X ≤ 10jt) ≈ 74,92% — sekitar 3 dari 4 karyawan BCA bergaji dalam rentang ini.
Rp 7jt(Z=−0,83)Rp 10jt(Z=+1,67)μ=8jt74,92%

Distribusi t-Student — Kapan Dipakai?

Gunakan distribusi Z hanya bila σ (simpangan baku populasi) diketahui. Bila σ tidak diketahui dan sampel kecil (n < 30): pakai distribusi t-Student.

AspekDistribusi ZDistribusi t
σ populasiDiketahuiTidak diketahui → pakai s (sampel)
Ukuran sampelBesar (n ≥ 30) atau populasiKecil (n < 30)
Bentuk kurvaLonceng simetrisLebih lebar di ekor daripada Z
Parameterμ, σdf = n − 1 (derajat bebas)
BatasBila n → ∞, distribusi t → Z
0Z~N(0,1)t (df=5)ekor lebihtebal
Untuk Pertemuan 3, kita fokus ke distribusi Z. Distribusi t dibahas mendalam di Pertemuan 7 (uji-t).
Bagian 3
Probabilitas di Antara
Dua Nilai
Tiga pola soal + studi kasus Indonesia

Tiga Pola Soal Probabilitas Normal

Semua soal probabilitas distribusi normal masuk ke salah satu dari tiga pola ini:

Pola A — Ekor Kiri
areaa

P(X ≤ a)

Langsung baca tabel: P(Z ≤ z_a)

Pola B — Ekor Kanan
areaa

P(X ≥ a)

Komplemen: 1 − P(Z ≤ z_a)

Pola C — Rentang Tengah
areaab

P(a ≤ X ≤ b)

Selisih: P(Z ≤ z_b) − P(Z ≤ z_a)

Selalu gambar sketsa kurva sebelum berhitung — hindari salah tanda (ekor kiri vs kanan).
Hitung dari Nol — HDN-2

Waktu Layanan Teller Mandiri + CLT

Jembatan ke Bagian 4: Contoh ini memperkenalkan dua konsep yang dibahas tuntas di Slide 19–22: (1) distribusi sampling rata-rata — distribusi semua kemungkinan nilai X̄ dari sampel berukuran n; dan (2) kesalahan standar SE = σ/√n. Intinya: rata-rata sampel lebih stabil dari satu pengamatan tunggal, sehingga variabilitasnya dibagi √n.
Diketahui: Waktu layanan teller Bank Mandiri: μ = 4 menit, σ = 0,8 menit. Sampel n = 36 nasabah.
Ditanya: P(X̄ ≤ 3,8 menit) = ?
LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung SE (Kesalahan Standar)SE = σ/√n = 0,8/√36 = 0,8/6SE = 0,1333 menit
2. Hitung Z untuk X̄ = 3,8Z = (3,8 − 4) / 0,1333Z = −1,50
3. Baca tabel ZSimetri: 1 − P(Z ≤ 1,50) = 1 − 0,93320,0668
Kesimpulan: P(X̄ ≤ 3,8) ≈ 6,68% — hanya sekitar 7% sampel 36 nasabah memiliki rata-rata waktu layanan di bawah 3,8 menit.
μ=43,86,68%X̄ (n=36)X individualSE=0,133

Studi Kasus Indonesia — Penjualan Harian Minimarket

Skenario (ilustrasi): Penjualan harian satu gerai (toko/outlet ritel) Indomaret tipikal di Semarang berdistribusi normal: μ = Rp 35 juta/hari, σ = Rp 6 juta/hari.

Pertanyaan manajerial:

B
P(X > Rp 45jt)? (Pola B: ekor kanan)
Z = (45−35)/6 = 1,67
P = 1 − 0,9525 = 4,75%
C
P(Rp 28jt ≤ X ≤ Rp 41jt)? (Pola C: rentang)
Z₁=(28−35)/6=−1,17 → P=0,1210
Z₂=(41−35)/6=1,00 → P=0,8413
Selisih = 72,03%

Catatan: angka μ dan σ adalah ilustrasi pedagogis — bukan data resmi perusahaan.

45jt35jt4,75%Soal 1 — Pola B28jt41jt72,03%Soal 2 — Pola C

Konteks Indonesia: Distribusi Gaji Karyawan Bank

Data referensi BPS 2024 (Statistik Upah Buruh) — sektor perbankan: rata-rata gaji karyawan bank nasional ~Rp 8–10 juta/bulan. Distribusi gaji berbeda per level:

Level KaryawanBentuk DistribusiCatatan
Staf/Pelaksana (teller, analis junior)Mendekati normalRentang gaji terstandarisasi skala korporat
Manajer menengahSedikit miring kananVariasi kompensasi mulai lebar
Eksekutif/DireksiSangat miring kanan (right-skewed)Outlier besar — jangan diasumsikan normal
StafnormalManajeragak miringEksekutifright-skewed→ ekor panjang
OJK mewajibkan bank melaporkan kebijakan remunerasi (kompensasi total) direksi — sumber data publik untuk analisis distribusi gaji.
Bagian 4
Teorema Limit Pusat &
Distribusi Sampling
Mengapa rata-rata sampel berdistribusi normal — fondasi inferensi statistik
SE = σ / √n

Teorema Limit Pusat (CLT) — Fondasi Statistika Inferensial

Jika sampel acak berukuran n diambil dari populasi mana pun dengan rata-rata μ dan σ yang terhingga, maka distribusi rata-rata sampel (X̄) mendekati distribusi normal dengan:

Rata-rata distribusi sampling
μ = μ
Sama dengan rata-rata populasi
Simpangan baku distribusi sampling
σ = σ/√n
= SE (Kesalahan Standar)
Syarat praktis: n ≥ 30 (aturan umum untuk distribusi tidak terlalu ekstrem). Makin besar n → distribusi X̄ makin sempit → estimasi makin presisi.
Populasi(seragam)n = 5(kasar)n = 30≈ normaln meningkat →

Distribusi Sampling Rata-Rata & Kesalahan Standar

SE = σ / √n
Z = (X̄ − μ) / SE = (X̄ − μ) / (σ/√n)
SimbolArti
SEStandard Error / Kesalahan Standar — simpangan baku distribusi sampling rata-rata
σSimpangan baku populasi
nUkuran sampel
Rata-rata sampel (X-bar)
Contoh: σ = 0,8 menit, n = 36 → SE = 0,8/6 = 0,1333 menit
n=4n=9n=16n=36n (ukuran sampel)SESE menurun ↓seiring n naik

SE berbanding terbalik dengan √n — untuk mengurangi SE menjadi setengah, ukuran sampel harus dilipatempat-kan.

Kapan CLT "Aktif"? Aturan n ≥ 30

CLT bekerja untuk n berapa pun, tetapi kecepatan mendekati normalitas bergantung pada bentuk distribusi populasi:

Distribusi Populasin yang Diperlukan
Sudah normaln berapa pun (bahkan n = 1)
Agak simetris (mild skew)n ≥ 15 biasanya cukup
Sangat miring / non-normaln ≥ 30 sebagai aturan umum
Sangat ekstrem (heavy-tailed)Mungkin butuh n > 100
Aturan n ≥ 30 adalah konvensi (kesepakatan praktis) — BUKAN batas absolut. Selalu pertimbangkan bentuk distribusi populasi. Heavy-tailed = distribusi dengan ekor sangat tebal (mis. distribusi Pareto untuk kekayaan).
Panduan praktis: buat histogram sampel Anda. Jika mendekati simetris → CLT sudah aktif lebih awal. Jika sangat miring → butuh n lebih besar atau pertimbangkan transformasi data (log-transform).

Jebakan Umum Saat Menggunakan Distribusi Normal

Lima kesalahan yang paling sering membuat jawaban salah — jadikan ini checklist ujian:

!
Lupa simetri Z negatif — P(Z ≤ −1,5) ≠ 0,9332 (itu nilai Z = +1,5). Gunakan komplemen: P(Z ≤ −a) = 1 − P(Z ≤ +a).
!
Tidak menggambar sketsa — tanpa sketsa, mudah salah menentukan apakah area di kiri atau kanan nilai tertentu.
!
Pakai σ untuk distribusi sampling — untuk soal X̄, gunakan SE = σ/√n, bukan σ langsung. σ untuk data individual; SE untuk rata-rata sampel.
!
Mengasumsikan semua data normal — periksa histogram/skewness (ukuran asimetri distribusi) sebelum menggunakan distribusi normal. Data pendapatan sering right-skewed.
!
Menjumlahkan Z alih-alih mencari selisih — P(a < X < b) = P(Z ≤ z_b) P(Z ≤ z_a). Bukan penjumlahan.

Cheat Sheet — Distribusi Normal & Nilai Z

Enam kunci hari ini — kuasai artinya, bukan sekadar hafalkan:

Rumus Kunci
1
Transformasi Z (individual)Z = (X − μ) / σ
2
Probabilitas kumulatifP(Z ≤ z) = tabel Z
3
Ekor kananP(X ≥ a) = 1 − P(Z ≤ z_a)
4
Rentang tengah (Pola C)P(Z ≤ z_b) − P(Z ≤ z_a)
5
Kesalahan StandarSE = σ / √n
6
Z distribusi samplingZ = (X̄ − μ) / SE
Aturan Empiris Kilat
68%95%99,7%±1σ±2σ±3σ

68% (±1σ) · 95% (±2σ) · 99,7% (±3σ) — berlaku universal untuk semua distribusi normal.

Perhatikan: Rumus 1 vs 6 — keduanya adalah Z, tetapi pembilang berbeda: σ untuk data individual X; SE=σ/√n untuk rata-rata sampel X̄.

Diskusi & Latihan Kelas

Kerjakan berpasangan — 10 menit. Presenter acak.

Soal 1 — Individual (Pola C)

Nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mahasiswa S1 Manajemen FEB UNDIP berdistribusi normal dengan μ = 3,20 dan σ = 0,35. Berapa probabilitas seorang mahasiswa terpilih memiliki IPK antara 3,00 dan 3,60?

Petunjuk: Hitung Z₁ dan Z₂, gunakan Pola C.

Soal 2 — Distribusi Sampling

Dari populasi yang sama (μ = 3,20, σ = 0,35), diambil sampel 49 mahasiswa. Berapa probabilitas rata-rata IPK sampel berada di atas 3,30?

Petunjuk: Hitung SE terlebih dahulu, lalu Z, lalu komplemen.

Diskusi Kelas

Pertanyaan diskusi: Mengapa distribusi nilai IPK mahasiswa S1 cenderung mendekati normal, sedangkan distribusi gaji mahasiswa setelah lulus umumnya miring kanan (right-skewed)? Faktor apa yang membedakannya?

Pikirkan: ceiling & floor IPK (0–4), standarisasi penilaian akademis, vs asimetri pasar tenaga kerja dan distribusi kekayaan yang tidak merata.

Ini adalah jembatan ke topik uji normalitas yang akan kita pelajari di pertemuan-pertemuan berikutnya.

Pertemuan 3 Selesai — Terima Kasih

Recap 3 Poin Utama Hari Ini:

1
Distribusi normal didefinisikan oleh μ dan σ; aturan empiris 68-95-99,7% berlaku universal.
2
Z = (X − μ)/σ mentransformasi data ke skala standar; tabel Z memberikan probabilitas kumulatif P(Z ≤ z).
3
CLT menjamin X̄ berdistribusi normal (untuk n ≥ 30 aturan umum); SE = σ/√n.
"All models are wrong, but some are useful."
— George E.P. Box & Draper (1987). Empirical Model-Building and Response Surfaces. Wiley.
Persiapan Pertemuan 4 — Sampling & Estimasi
  • Baca: Lind, Marchal & Wathen (2015), Bab 9 — Estimation and Confidence Intervals
  • Siapkan: kalkulator dan tabel Z (akan dipakai lagi)
  • Kerjakan soal Lampiran B sebelum pertemuan berikutnya (latihan mandiri wajib)
Referensi utama RPS: Lind, Marchal & Wathen (2015). Statistical Techniques in Business & Economics (16th ed.), Bab 7–8. McGraw-Hill. Sumber tambahan: Berenson et al. (2012), Bab 6–7; BPS (2024); OJK (2024).