stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Regresi Linear Sederhana dan Tutorial Perangkat Lunak Statistik
FEB UNDIP · Statistika Bisnis I

Statistika Bisnis I

Pertemuan 14 · Regresi Linear Sederhana & Tutorial Perangkat Lunak Statistik

Garis regresi sudah Anda buat di Pertemuan 13. Sekarang: seberapa bagus garis itu, apakah hubungannya nyata, dan bagaimana menjalankannya di R/Stata.

RPS Minggu 14 · Sub-CPMK 6 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu membangun model regresi sederhana, menjalankannya di software, dan menafsirkan hasilnya (Sub-CPMK 6). Rincinya:

Capaian 1 — Kebaikan-Suai
SST
= SSR + SSE
Melengkapi tabel ANOVA (SST, SSR, SSE), menghitung dan se estimasi.
Capaian 2 — Signifikansi
t & F
uji slope
Menguji slope dengan uji-t (H₀: β₁ = 0) dan uji-F, lalu memutuskan tolak/terima.
Capaian 3 — Baca Output
p < α
keputusan
Membaca tabel komputer: koefisien, std error, t, p-value, R² dari output nyata R/Stata.
Capaian 4 — Software & Kesimpulan
lm()
R / Stata
Menjalankan R/Stata + scatter & garis, lalu menulis kesimpulan manajerial.

Garisnya Sudah Ada — Tapi Sebagus Apa?

Pertemuan lalu Anda menarik garis ŷ = 20 + 5X melalui awan titik. Pertanyaan hari ini: apakah garis itu layak dipercaya?

Yang Sudah Anda Bisa (P13)
ŷ = b₀ + b₁X
metode OLS
Membuat persamaan garis dengan kuadrat terkecil. Titik potong b₀ = 20, kemiringan b₁ = 5 → tiap +Rp 1 jt iklan dikaitkan +Rp 5 jt penjualan.
Yang Belum Terjawab
R² & t?
belum dihitung
Seberapa rapat titik mengikuti garis? Apakah b₁ = 5 ini nyata, atau bisa saja sebenarnya nol di populasi (iklan tak berpengaruh)?
Membuat garis itu mudah — software bisa menarik garis melalui data acak sekalipun. Tugas hari ini: menilai apakah garis itu pantas dipercaya.

Coba Sendiri: Geser Garis, Kalahkan Kuadrat Terkecil

Geser titik potong dan kemiringan garis Anda sendiri, lalu tekan tombol Optimum untuk membandingkan dengan solusi OLS.

Bagian 1 dari 4
Seberapa Bagus Garisnya?
Memecah variasi data menjadi yang terjelaskan dan tak terjelaskan — lalu meringkasnya dalam satu angka: .
SST SSR SSE

Tiga Jenis "Jarak" yang Membentuk Variasi

Untuk setiap titik data, ada tiga jarak vertikal yang penting. Semuanya diukur dari nilai-nilai Y.

SST — Total
Σ(Yᵢ−ȳ)²
variasi total
Jarak tiap Yᵢ ke rata-rata ȳ. Total variasi data sebelum regresi. Baseline tebakan tanpa garis.
SSR — Terjelaskan
Σ(ŷᵢ−ȳ)²
oleh model
Jarak garis ŷᵢ ke rata-rata ȳ. Bagian variasi yang dijelaskan oleh X (iklan).
SSE — Sisa/Galat
Σ(Yᵢ−ŷᵢ)²
tak terjelaskan
Jarak tiap Yᵢ ke garis ŷᵢ. Bagian yang tak terjelaskan model — sisa/residual.
Bayangkan: kalau Anda tak punya garis, tebakan terbaik untuk Y adalah rata-ratanya (ȳ). Garis regresi memperbaiki tebakan itu — sejauh mana perbaikannya, itulah SSR.
ȳSST (total)SSRSSETiga jarak vertikal pada satu titik data (ilustrasi)

Identitas Pamungkas: SST = SSR + SSE

Total variasi selalu pecah persis menjadi bagian terjelaskan + bagian sisa. Ini bukan kebetulan — sifat matematis OLS.

SST = SSR + SSE
SST — Total
Σ(Yᵢ − ȳ)²
SSR — Terjelaskan
Σ(ŷᵢ − ȳ)²
SSE — Galat
Σ(Yᵢ − ŷᵢ)²
SSR = 4.200 (96,3%)
3,7%
SST = 4.360 = SSR 4.200 + SSE 160 (kasus penjualan ritel — lihat HDN-1)
Konsekuensi logis: makin besar porsi SSR dari SST, makin baik garisnya. Inilah yang akan kita ubah jadi di slide berikutnya.

Hitung dari Nol — HDN-1: Lengkapi Tabel ANOVA

Data: iklan (X) vs penjualan (Y) 8 toko ritel (Rp juta). Garis ŷ = 20 + 5X. Hitung SST, SSR, SSE, lalu R².

X: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16  |  Y: 36, 34, 48, 62, 72, 78, 84, 106  |  ȳ = 65
LangkahPerhitunganNilai
Rata-rata Yȳ = 520 ÷ 865
SST = Σ(Yᵢ − ȳ)²(36−65)² + (34−65)² + … + (106−65)²4.360
ŷ tiap titikŷ = 20 + 5X → 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100
SSR = Σ(ŷᵢ − ȳ)²(30−65)² + (40−65)² + … + (100−65)²4.200
SSE = SST − SSR4.360 − 4.200160
R² = SSR ÷ SST4.200 ÷ 4.3600,9633
R² ≈ 0,963. Artinya 96,3% variasi penjualan antar-toko dijelaskan oleh belanja iklan; sisanya 3,7% faktor lain (lokasi, harga, musim, dll.).

Koefisien Determinasi R² — Satu Angka Kebaikan-Suai

R² meringkas kecocokan garis menjadi satu angka antara 0 dan 1 (sering ditulis %).

R² = SSR ÷ SST = 1 − (SSE ÷ SST)
Tafsir kasar
0Garis tak menjelaskan apa-apa (sama saja pakai ȳ)
0,50Setengah variasi terjelaskan
0,96396,3% terjelaskan (kasus kita)
1Semua titik tepat di garis (sempurna)
Catatan: di regresi sederhana, R² = r² (kuadrat korelasi P12). Di sini r = +0,981 → r² = 0,963. Cocok.
96,3%terjelaskan
R² = 0,9633
Hati-hati: R² tinggi ≠ hubungan kausal, dan ≠ model benar. R² hanya bilang seberapa rapat titik mengikuti garis — bukan apakah iklan menyebabkan penjualan.

Coba Sendiri: Pecah SST Jadi SSR dan SSE, Lihat R² Berubah

Ubah kerapatan titik ke garis dan amati bagaimana SSR, SSE, serta R² bergerak mengikuti dekomposisi variasi.

Standar Error Estimasi (se) — Rata-rata "Meleset" Garis

R² adalah ukuran tanpa satuan. se memberi ukuran kesalahan dalam satuan Y (Rp juta) — seberapa jauh tipikalnya titik meleset dari garis.

se = √(SSE ÷ (n − 2)) = √MSE
Keterangan komponen
  • n − 2 = derajat bebas (2 parameter ditaksir: b₀ dan b₁)
  • MSE = mean squared error = SSE/(n−2)
  • Membagi n−2 (bukan n) agar taksiran tidak bias
Kasus Kita (n=8)
±5,16
Rp juta
se = √(160 ÷ 6) = √26,667 = 5,164. Garis rata-rata meleset sekitar Rp 5 juta dari penjualan sebenarnya.
Tafsir: garis kita rata-rata meleset sekitar Rp 5 juta dari penjualan sebenarnya. Makin kecil se, makin presisi prediksi. Kita akan pakai se lagi untuk uji-t dan selang prediksi.
Bagian 2 dari 4
Apakah Hubungannya Nyata?
Menguji apakah kemiringan sungguh berbeda dari nol — lewat uji-t dan uji-F — lalu membuat selang kepercayaan dan prediksi.
t = b₁ ÷ se(b₁)

β₁ (Populasi) vs b₁ (Sampel) — Mengapa Slope Perlu Diuji

β₁ — Yang Sebenarnya
β₁ = ?
populasi
Kemiringan populasi — hubungan iklan-penjualan untuk semua toko. Tak pernah kita ketahui secara pasti.
b₁ — Taksiran Kita
b₁ = 5
dari sampel 8 toko
Kemiringan dari sampel 8 toko. Hanya tebakan atas β₁; berubah kalau sampel berganti.
H₀: β₁ = 0   vs   H₁: β₁ ≠ 0
b₁ = 5 hampir tak pernah persis nol, meski iklan benar-benar tak berpengaruh — sampel selalu berisik. Pertanyaannya: apakah b₁ = 5 cukup jauh dari nol untuk dipercaya? Itu butuh uji statistik.

Uji-t untuk Kemiringan (H₀: β₁ = 0)

Bandingkan kemiringan dengan ketidakpastiannya. Kalau jauh lebih besar dari std error-nya → tolak H₀.

t = b₁ ÷ se(b₁)   ·   se(b₁) = se ÷ √Σ(Xᵢ − x̄)²
Langkah Keputusan
  • 1 Hitung t-stat dari b₁ dan se(b₁)
  • 2 Cari t-kritis: tabel-t, df = n−2, dua sisi, α = 5%
  • 3 |t| > t-kritis → tolak H₀ (slope signifikan). Atau: p-value < 0,05
Mengapa se(b₁) penting?
  • se(b₁) mengecil bila se kecil (titik rapat ke garis)
  • se(b₁) mengecil bila X menyebar lebar (Σ(Xᵢ−x̄)² besar)
  • Data baik = residual kecil + X bervariasi → taksiran makin presisi
daerah terima H₀tolaktolak−t-kritis+t-kritis

Hitung dari Nol — HDN-2: Apakah Iklan Berpengaruh?

Uji H₀: β₁ = 0. Diketahui dari sebelumnya: b₁ = 5; se = 5,164; Σ(Xᵢ − x̄)² = 168; n = 8.

LangkahPerhitunganNilai
se(b₁)5,1640 ÷ √168 = 5,1640 ÷ 12,96150,3984
t-statb₁ ÷ se(b₁) = 5 ÷ 0,398412,55
df & t-kritisdf = 8 − 2 = 6  |  t₀,₀₂₅,₆ dari tabel-t2,447
Keputusan|12,55| > 2,447 → tolak H₀Signifikan
t = 12,55 ≫ 2,447 → tolak H₀
p ≈ 0,0000157 < 0,05. Kemiringan iklan sangat signifikan: iklan benar-benar berpengaruh terhadap penjualan, bukan kebetulan.
Jarak ke Nol
12,55
std error dari nol
b₁ = 5 berjarak lebih dari 12 std error dari nol. Hampir mustahil terjadi jika β₁ = 0.

Uji-F (ANOVA Regresi) — dan Mengapa F = t²

Cara kedua menguji signifikansi: bandingkan variasi terjelaskan vs sisa. Di regresi sederhana, hasilnya selalu sama dengan uji-t.

F = MSR ÷ MSE = (SSR/1) ÷ (SSE/(n−2))
SumberSSdfMSF
Regresi4.20014.200157,5
Galat160626,667
Total4.3607
F = 157,5 > F-kritis(0,05; 1, 6) = 5,99 → tolak H₀.
Cek: t² = 12,55² = 157,5 = F. Pada regresi sederhana, uji-t dan uji-F identik — tak mungkin memberi kesimpulan berbeda.

Selang Kepercayaan & Selang Prediksi (Pengantar)

Taksiran titik selalu disertai ketidakpastian. Dua jenis selang yang harus Anda bedakan:

SK Slope (β₁) — 95%
[4,03 ; 5,97]
b₁ ± t·se(b₁)
= 5 ± 2,447 × 0,3984. Tak memuat 0 → konsisten dengan kesimpulan signifikan. β₁ populasi kemungkinan 4 sampai 6.
Prediksi Y saat X₀ = 10
ŷ = 70
Rp 70 juta
Selang rata-rata (sempit): [65,4 ; 74,6] ±Rp 4,6 jt.
Selang individu (lebar): [56,6 ; 83,4] ±Rp 13,4 jt.
Selang prediksi individu selalu lebih lebar dari selang rata-rata — memprediksi satu toko lebih berisiko daripada menebak rata-rata banyak toko di iklan yang sama.
Bagian 3 dari 4
Membaca Output Komputer & Asumsi
Di dunia nyata Anda menekan tombol, bukan menghitung manual. Kunci: membaca tabel output dengan benar — dan tahu kapan regresi boleh dipercaya.

Membaca Tabel Output Regresi (Anatomi)

Apa pun software-nya (R, Stata, Excel, SPSS), tabel koefisien punya kolom yang sama. Inilah cara membacanya:

VariabelKoefisienStd. Errort-statp-value
(Intercept) b₀20,0004,0244,970,0025
Iklan (X) b₁5,0000,39812,55<0,0001
R² = 0,963  ·  se estimasi = 5,164  ·  F = 157,5 (p < 0,0001)  ·  n = 8
Cara baca cepat (3 angka kunci):
  • b₁ = 5 → arah & besar efek (tiap +Rp 1 jt iklan → +Rp 5 jt penjualan)
  • p-value b₁ < 0,05 → iklan signifikan berpengaruh
  • R² = 0,963 → model menjelaskan 96,3% variasi penjualan

Empat Asumsi Dasar Regresi Linear

Hasil regresi hanya valid jika asumsi ini terpenuhi. Hafalkan dengan singkatan L-I-N-E.

L — Linearitas
L
scatter plot
Hubungan X dan Y memang garis lurus (bukan melengkung). Cek: scatter plot sebelum regresi.
I — Independensi
I
residual bebas
Residual antar-observasi saling bebas (tak berpola/berurutan). Penting di data deret waktu.
N — Normalitas
N
Q-Q plot / histogram
Residual berdistribusi normal. Cek: histogram atau Q-Q plot residual.
E — Equal Variance
E
homoskedastisitas
Sebaran residual sama lebar di semua nilai X — tidak menyempit atau melebar (tak ada corong).
Kalau asumsi dilanggar, koefisien masih bisa dihitung tetapi uji-t/p-value bisa menyesatkan. Selalu periksa plot residual dulu (slide berikut).

Memeriksa Residual Lewat Plot (Diagnostik Cepat)

Plot residual terhadap ŷ adalah cara tercepat memeriksa asumsi. Yang Anda harapkan: titik tersebar acak di sekitar nol, tanpa pola.

Pola Sehat — Asumsi Terpenuhi
Acak, tanpa pola, lebar sama
Pola Bermasalah — Waspada!
Corong melebar → heteroskedastisitas
Untuk data kita, residual = +6, −6, −2, +2, +2, −2, −6, +6 (jumlah = 0). Cukup acak & simetris — asumsi tak terlihat dilanggar berat pada sampel kecil ini.
Bagian 4 dari 4
Tutorial R / Stata + Penutup
Menjalankan regresi sungguhan: input data, perintah, baca output, dan visualisasi scatter + garis. Lalu kesimpulan manajerial.

Tutorial R — lm() untuk Regresi, plot() untuk Visual

Empat baris dan Anda punya regresi lengkap. Ketik di konsol R/RStudio:

# Masukkan data
iklan <- c(2,4,6,8,10,12,14,16)
penjualan <- c(36,34,48,62,72,78,84,106)

# Bangun model regresi
model <- lm(penjualan ~ iklan)
summary(model) # output lengkap

# Visualisasi
plot(iklan, penjualan)
abline(model, col="red")
lm() = linear model. Tilde ~ dibaca "dijelaskan oleh". summary() menampilkan koefisien, t, p, R², F — semua yang kita hitung manual.
Output summary(model) — ringkasan
iklan   Estimate 5.000
        Std.Error 0.398
        t value  12.55
        Pr(>|t|) 1.57e-05

Multiple R-squared: 0.9633
F-statistic: 157.5
p-value: 1.566e-05
scatter + garis merah (abline)

Tutorial Stata — regress dan scatter

Di Stata, perintah inti bahkan lebih singkat. Setelah data masuk (kolom iklan, penjualan):

* Regresi utama
regress penjualan iklan

* Scatter + garis regresi
twoway (scatter penjualan iklan) /// 
       (lfit penjualan iklan)
regress Y X — urutan: Y (terikat) dulu, lalu X (bebas). Stata otomatis tampilkan tabel ANOVA + selang kepercayaan 95%.
Output Stata — ringkasan
Source  | SS        df   MS
Regresi | 4200      1  4200
Galat   | 160       6  26,67
──────────────────────────
iklan
 Coef.   5,000
 Std.Err 0,398
 t       12,55
 P>|t|  0,000
 95% CI [4,025 ; 5,975]

R-squared = 0,9633
F(1, 6) = 157,50

Kesimpulan Manajerial: Iklan → Penjualan

Angka sudah lengkap. Sekarang langkah terpenting: ubah jadi kalimat keputusan yang bisa Anda bawa ke rapat anggaran.

Temuan Statistik
ŷ = 20 + 5·X
R² = 0,963 · t = 12,55 (p < 0,001)
Setiap +Rp 1 jt iklan → +Rp 5 jt penjualan. Model sangat cocok (96,3% variasi terjelaskan).
Terjemahan Bisnis
Iklan Berpengaruh
signifikan & kuat
Estimasi: tambah iklan Rp 10 jt → penjualan naik ~Rp 50 jt. Rekomendasikan ke rapat anggaran dengan selang kepercayaan: [Rp 40,3 jt ; Rp 59,7 jt].
Tetap hati-hati (analis jujur):
  • Ini korelasi kuat, bukan bukti kausal mutlak
  • Berlaku dalam rentang data iklan Rp 2–16 jt; jangan ekstrapolasi ke Rp 100 jt
  • Faktor lain (lokasi, harga, musim) belum dikontrol

Lima Jebakan yang Sering Membuat Salah Tafsir

Jebakan 1 — R² Tinggi = Kausal
Keliru. R² hanya kecocokan garis; sebab-akibat butuh desain riset, bukan angka R². Contoh: es krim vs orang tenggelam — R² tinggi, tapi bukan sebab-akibat (keduanya digerakkan cuaca panas).
Jebakan 2 — Slope Besar = Signifikan
Keliru. Yang menentukan rasio b₁/se(b₁), bukan besar b₁. Koefisien kecil bisa lebih signifikan jika std error-nya sangat kecil.
Jebakan 3 — p-value = Peluang H₀ Benar
Keliru. p-value = peluang melihat data seekstrem ini jika H₀ benar. Bukan peluang hipotesis nol itu sendiri benar.
Jebakan 4 — Ekstrapolasi
Memprediksi jauh di luar rentang X yang diamati (iklan Rp 2–16 jt). Garis bisa tak berlaku di luar rentang itu.
Jebakan 5 — Lupa Cek Asumsi L-I-N-E. Koefisien tetap keluar meski asumsi dilanggar; tapi uji-t bisa menyesatkan.
Empat cek wajib: arah & besar koefisien · p-value · R² · plot residual.

Cheat Sheet — Rumus Inti Regresi Sederhana

Enam besaran yang membentuk seluruh regresi sederhana. Foto slide ini untuk belajar UAS.

BesaranRumusUntuk
DekomposisiSST = SSR + SSEMemecah variasi total
SSR/SST = 1 − SSE/SSTKebaikan-suai (% terjelaskan)
se estimasi√(SSE/(n−2))Meleset tipikal (satuan Y)
se(b₁)se / √Σ(Xᵢ−x̄)²Ketidakpastian slope
Uji-t slopet = b₁/se(b₁), df = n−2Apakah β₁ ≠ 0?
Uji-FF = MSR/MSE = (SSR/1)/(SSE/(n−2))Idem — F = t² di regresi sederhana
Logika tunggal: pecah variasi (R²) → bandingkan efek dengan ketidakpastiannya (t/F) → laporkan dengan rentang (SK). Lalu cek asumsi L-I-N-E sebelum menyimpulkan.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — R² & ANOVA
SST = 500
SSE = 80 · n = 12
Sebuah regresi permintaan kredit (Y, Rp miliar) terhadap suku bunga (X, %) menghasilkan SST = 500, SSE = 80. Hitung SSR, R², dan se estimasi.
Petunjuk: SSR = SST − SSE; df = n−2.
Latihan 2 — Uji-t & Keputusan
b₁ = −12
se(b₁) = 3 · n = 12
Output regresi memberi b₁ = −12, se(b₁) = 3, n = 12. Uji H₀: β₁ = 0 pada α = 5%. Signifikan? Apa artinya bagi keputusan menaikkan suku bunga?
Petunjuk: t = b₁/se(b₁); t-kritis df=10 ≈ 2,228.
Kerjakan 7 menit. Tulis hipotesis dulu, hitung, bandingkan dengan t-kritis, lalu tulis satu kalimat kesimpulan manajerial. Kunci ada di Lampiran B materi kuliah.

Penutup Semester & Persiapan UAS

Selamat — Anda telah menyelesaikan perjalanan dari data mentah sampai inferensi dan software. Regresi adalah puncaknya.

Peta Semester — Alur Logis
  • P1–P4: Statistika deskriptif — meringkas data
  • P5–P7: Peluang & distribusi — memahami ketidakpastian
  • P8–P10: Distribusi sampling & estimasi — dari sampel ke populasi
  • P11–P12: Uji hipotesis & korelasi — memutuskan & mengukur hubungan
  • P13–P14: Regresi — prediksi & inferensi (puncak)
Persiapan UAS — Latih Ini
3 Kunci
UAS + Skripsi
  • Ulangi HDN-1 & HDN-2 dengan angka sendiri sampai otomatis
  • Hafal cheat sheet (slide 25)
  • Latih baca tabel output → tulis kesimpulan manajerial
Bawa kalkulator ke UAS. Yang diuji bukan hafalan rumus, tapi kemampuan menghitung, menafsirkan, dan menyimpulkan. Sampai jumpa di ujian — dan selamat melanjutkan ke Statistika Bisnis II / Metode Penelitian!