stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Distribusi Binomial
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Statistika Bisnis I

Statistika Bisnis I

Pertemuan 8 — Distribusi Binomial

Saat hanya ada dua kemungkinan — sukses atau gagal, disetujui atau ditolak, cacat atau baik — inilah distribusi untuk menghitung peluangnya secara persis.

RPS Minggu 7 · Sub-CPMK 3 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menerapkan distribusi binomial pada kasus dua-hasil dan menghitung probabilitasnya (Sub-CPMK 3). Secara rinci:

Capaian 1 — Kenali
4
Ciri Wajib
Mengenali apakah suatu percobaan memenuhi empat ciri eksperimen binomial untuk berbagai kasus bisnis.
Capaian 2 — Hitung
P(x)
Rumus & Tabel
Menghitung P(x) = C(n,x)·px·(1−p)n−x untuk nilai x tertentu, termasuk lewat tabel binomial.
Capaian 3 — Ringkas
μ, σ²
Mean & Variansi
Menghitung mean μ = np, variansi σ² = np(1−p), dan probabilitas kumulatif (paling banyak/paling sedikit).
Capaian 4 — Jembatan
≈N
Aproksimasi Normal
Menerapkan aproksimasi normal saat np ≥ 5 dan n(1−p) ≥ 5; membedakannya dari hipergeometrik.

Dari 10 Pengajuan KUR, Berapa yang Disetujui?

Sebuah bank menyetujui ~70% pengajuan Kredit Usaha Rakyat. Hari ini masuk 10 pengajuan. Berapa peluang tepat 8 disetujui? Atau paling banyak 6?

Pertanyaan Praktis
10
Pengajuan KUR
Manajer cabang ingin tahu peluang berbagai jumlah persetujuan untuk merencanakan pencairan dana minggu depan.
Jawaban Intuitif Keliru
≠7
Bukan Jawaban Pasti
Banyak orang menjawab "tentu 7, kan 70% dari 10". Itu hanya rata-ratanya — peluang persisnya tepat 7 sebenarnya hanya ~27%.
Pertanyaan seperti ini muncul di mana-mana: persetujuan kredit, adopsi QRIS, cacat produk, gagal bayar pinjaman. Distribusi binomial adalah mesin untuk menjawabnya dengan angka, bukan tebakan.
Blok 1 dari 4
Mengenali Eksperimen Binomial
Sebelum menghitung, pastikan dulu kasusnya memang binomial — lewat satu percobaan dasar (Bernoulli) dan empat ciri wajib.

Percobaan Bernoulli — Atom dari Binomial

Distribusi binomial dibangun dari pengulangan satu percobaan sederhana bernama percobaan Bernoulli.

Definisi
S / G
Sukses atau Gagal
Satu percobaan dengan tepat dua hasil yang saling lepas: sukses (peluang p) atau gagal (peluang 1−p). Contoh: satu pengajuan KUR → disetujui atau ditolak.
Contoh Sehari-hari
p
Peluang sukses
  • Satu pelanggan → bayar QRIS atau tidak
  • Satu produk → cacat atau baik
  • Nasabah P2P → gagal bayar atau lancar
  • Satu lemparan koin → angka atau gambar
Binomial = menjalankan percobaan Bernoulli yang sama sebanyak n kali, lalu menghitung berapa kali "sukses" muncul. Itu saja.

Empat Ciri Wajib Eksperimen Binomial

Sebuah percobaan disebut binomial hanya jika keempat ciri ini terpenuhi. Hilang satu, binomial tidak berlaku.

Ciri 1
n
Jumlah Percobaan Tetap
Banyaknya percobaan ditetapkan di muka, misalnya tepat 10 pengajuan KUR — bukan "sampai ada yang disetujui".
Ciri 2
2
Dua Hasil Saja
Tiap percobaan hanya menghasilkan "sukses" atau "gagal". Kalau ada tiga kategori atau lebih, binomial tidak berlaku.
Ciri 3 — Sering Rusak
p
Peluang Konstan
Peluang sukses sama di setiap percobaan, misalnya selalu 70%. Rusak bila menarik tanpa pengembalian dari populasi kecil.
Ciri 4 — Sering Rusak
Percobaan Independen
Hasil satu percobaan tidak memengaruhi yang lain. Disetujuinya pengajuan pertama tidak boleh mengubah peluang pengajuan kedua.
Catatan kunci: ciri ke-3 (p konstan) dan ke-4 (independen) sering rusak pada penarikan tanpa pengembalian dari populasi kecil — di situ binomial gagal, dan yang tepat adalah hipergeometrik (Slide 23).

Latih Mata: Binomial atau Bukan?

Periksa keempat ciri pada tiap kasus. Mana yang lolos sebagai binomial?

KasusBinomial?Alasan Singkat
Dari 20 produk pabrik, hitung jumlah cacat (p cacat tetap ~5%)YAn tetap, 2 hasil, p konstan, independen
Lempar dadu 12 kali, hitung jumlah angka "6"YA"6" = sukses, "bukan 6" = gagal, p = 1/6 konstan
Ambil 4 kartu dari 1 dek (tanpa kembalikan), hitung jumlah AsTIDAKp berubah tiap tarikan → hipergeometrik
Layani pelanggan sampai 1 puas, catat jumlah percobaanTIDAKn tidak tetap → distribusi geometrik
Survei 100 nasabah, catat saldo rata-rata rekeningTIDAKHasil bukan sukses/gagal — angka kontinu
Triknya selalu sama: cek 4 ciri. Yang paling sering menggagalkan binomial adalah n tak tetap atau p berubah (tanpa pengembalian).
Blok 2 dari 4
Menghitung Probabilitas Binomial
Satu rumus untuk semuanya — lalu cara membaca tabel binomial siap-pakai agar tak perlu menghitung dari nol setiap saat.
P(x) = C(n,x) · px · (1−p)n−x

Fungsi Probabilitas Binomial

Peluang mendapatkan tepat x sukses dari n percobaan, dengan peluang sukses p, adalah:

P(x) = C(n,x) · px · (1−p)n−x
Bagian 1
C(n,x)
Kombinasi
Berapa banyak susunan posisi sukses yang mungkin dari n percobaan. = n! ÷ [x!·(n−x)!]
Bagian 2
px
Peluang x sukses
Peluang bahwa x percobaan tertentu semuanya sukses. Kalikan p sebanyak x kali.
Bagian 3
(1−p)n−x
Peluang sisa gagal
Peluang bahwa sisa percobaan (n−x buah) semuanya gagal.
C(n,x) = n! ÷ [x!·(n−x)!] — dibaca "kombinasi n pilih x". Faktorial: 4! = 4×3×2×1 = 24. Ingat: 0! = 1.

Membaca Tiap Bagian Rumus dengan Contoh Mini

Pakai kasus kecil: lempar koin adil 3 kali (p = 0,5), berapa peluang tepat 2 angka?

C(n,x) = C(3,2)
3
cara susunan posisi
3! ÷ (2!·1!) = 6 ÷ 2 = 3. Yaitu: Angka-Angka-Gambar, Angka-Gambar-Angka, Gambar-Angka-Angka.
px = 0,5²
0,25
peluang 2 angka
0,5 × 0,5 = 0,25. Peluang dua angka yang ditentukan muncul.
(1−p)n−x = 0,5¹
0,5
peluang 1 gambar
0,51 = 0,5. Peluang satu lemparan tersisa adalah gambar.
Kalikan ketiganya: 3 × 0,25 × 0,5 = 0,375. Jadi peluang tepat 2 angka dari 3 lemparan = 37,5%. Cek manual: 8 hasil sama-mungkin, 3 di antaranya berisi tepat 2 angka → 3/8 = 0,375. Rumus dan hitungan manual cocok!

Hitung dari Nol — HDN-1: Adopsi QRIS pada UMKM

~30% pelanggan UMKM membayar lewat QRIS. Dari 6 transaksi acak, berapa peluang tepat 2 memakai QRIS?

LangkahPerhitunganNilai
Identifikasin = 6; x = 2; p = 0,3; (1−p) = 0,7
Kombinasi C(6,2)6! ÷ (2!·4!) = 720 ÷ (2 × 24) = 720 ÷ 4815
px = 0,3²0,3 × 0,30,09
(1−p)n−x = 0,7⁴0,7² = 0,49; 0,7³ = 0,343; 0,7⁴ = 0,24010,2401
Kalikan semua15 × 0,09 × 0,2401 = 15 × 0,0216090,3241
P(tepat 2) ≈ 0,3241 atau ~32,41%. Peluang persis 2 dari 6 transaksi pakai QRIS sekitar sepertiga — lebih tinggi dari dugaan banyak orang.

Hitung dari Nol — HDN-1 Lanjutan: P(paling sedikit 1 pakai QRIS)

Dari 6 transaksi yang sama, berapa peluang paling sedikit 1 memakai QRIS? Pakai trik komplemen — jauh lebih cepat.

LangkahPerhitunganNilai
Tulis ulang sebagai komplemenP(X ≥ 1) = 1 − P(X = 0)
Hitung P(X = 0)C(6,0)·0,3⁰·0,7⁶ = 1 · 1 · 0,7⁶; 0,7⁵ = 0,16807; 0,7⁶ = 0,1176490,117649
Kurangkan dari 11 − 0,1176490,8824
P(paling sedikit 1) ≈ 0,8824 atau ~88,24%. Hampir pasti minimal satu transaksi pakai QRIS. Tanpa trik komplemen, Anda harus menjumlahkan P(1)+P(2)+...+P(6) — enam perhitungan.
Aturan emas "paling sedikit 1": selalu pakai 1 − P(0). Menjumlahkan dari x=1 sampai x=n boros dan rawan salah.

Gambar Utuh: Seluruh Distribusi (n=6, p=0,3)

Hitung P(x) untuk setiap nilai x dari 0 sampai 6 → ini distribusi probabilitas lengkapnya. Total selalu = 1.

xC(6,x)P(x)%
010,117611,76%
160,302530,25%
2150,324132,41%
3200,185218,52%
4150,05955,95%
560,01021,02%
610,00070,07%
Σ1,0000100%
0123456x (jumlah sukses)Puncak x=2
Distribusi menjulur ke kanan karena p < 0,5. Puncak di x=2, dekat mean np = 1,8.

Coba Sendiri: Geser n dan p, Lihat Bentuk Binomial Berubah

Ubah n dan p untuk melihat distribusi binomial berubah bentuk, dari menjulur tajam sampai mendekati kurva normal.

Tabel Binomial Siap-Pakai — Cara Membacanya

Daripada menghitung pangkat dan kombinasi tiap kali, buku teks menyediakan tabel binomial. Anda tinggal mencari sel di perpotongan n, x, dan p.

Cuplikan tabel (n = 6):

x \ p0,200,300,400,50
00,26210,11760,04670,0156
10,39320,30250,18660,0938
20,24580,32410,31100,2344
30,08190,18520,27650,3125
Cari n = 6 (blok tabel), turun ke x = 2, geser ke kolom p = 0,30 → baca 0,3241. Persis sama dengan hitungan manual HDN-1.
Batasan tabel: hanya memuat p tertentu (0,05; 0,10; ...; 0,50) dan n kecil. Untuk p = 0,37 atau n = 250, tetap pakai rumus atau Excel =BINOM.DIST.
Blok 3 dari 4
Ringkasan Distribusi: Mean, Variansi, Kumulatif
Dari peluang per titik ke ukuran ringkas — berapa rata-rata sukses, seberapa menyebar, dan cara menjawab pertanyaan "paling banyak" atau "paling sedikit".
μ = np  ·  σ² = np(1−p)

Mean & Variansi Distribusi Binomial

Untuk binomial kita tidak perlu menghitung mean dan variansi dari seluruh tabel. Ada rumus pintas yang sangat sederhana:

μ = n · p
μ = jumlah sukses yang diharapkan rata-rata (nilai harapan)
σ² = n · p · (1 − p)    dan    σ = √[n·p·(1−p)]
σ² = ukuran sebaran · σ = simpangan baku (satuan sama dengan x, lebih mudah ditafsirkan)
Logika μ = np itu intuitif: kalau 70% dari 10 pengajuan lolos, rata-ratanya 7. Variansi mengukur seberapa jauh hasil nyata bisa menyimpang dari 7 itu — dan simpangan baku memberi tahu dalam satuan yang sama dengan x (jumlah pengajuan).
Mean — Contoh KUR
7
μ = np = 10 × 0,7
Dari 10 pengajuan KUR (p=0,7), rata-rata yang disetujui adalah 7 pengajuan.
SD — Contoh KUR
≈1,45
σ = √2,1
Simpangan baku ≈ 1,45 pengajuan — manajer tidak kaget bila yang lolos 6 atau 8.

Hitung dari Nol — HDN-2: Persetujuan KUR (n=10, p=0,7)

Bank menyetujui ~70% pengajuan KUR. Dari 10 pengajuan, hitung: rata-rata, variansi, simpangan baku, dan P(tepat 8 disetujui).

LangkahPerhitunganNilai
Identifikasin = 10; p = 0,7; (1−p) = 0,3
Mean μ = np10 × 0,77
Variansi σ² = np(1−p)10 × 0,7 × 0,32,1
Simpangan baku σ = √σ²√2,1≈ 1,449
C(10,8)10! ÷ (8!·2!) = 3.628.800 ÷ 80.64045
p⁸ = 0,7⁸0,7⁴ = 0,2401; 0,7⁸ = (0,2401)²0,057648
(1−p)² = 0,3²0,3 × 0,30,09
P(X=8) = 45 · 0,057648 · 0,0945 × 0,0051880,2335
Rata-rata 7 disetujui (μ=7), sebaran ±1,45 (σ). P(tepat 8) ≈ 0,2335 atau ~23,35% — cukup besar, meski 8 di atas rata-rata 7.

Probabilitas Kumulatif: "Paling Banyak" & "Paling Sedikit"

Soal bisnis jarang bertanya "tepat x". Lebih sering: "paling banyak", "paling sedikit", atau "antara". Caranya: jumlahkan beberapa P(x).

Paling Banyak k (≤ k)
P(X≤k)
= P(0) + P(1) + ... + P(k)
Contoh "paling banyak 2 cacat" = P(0) + P(1) + P(2). Jumlahkan dari 0 sampai k.
Paling Sedikit k (≥ k)
P(X≥k)
= P(k) + ... + P(n)
Trik: P(X≥1) = 1 − P(0). Umum: P(X≥k) = 1 − P(X≤k−1). Lebih cepat dari menjumlahkan!
Terjemahkan kata ke simbol dulu: "lebih dari 3" = P(X > 3) = P(X ≥ 4); "kurang dari 3" = P(X < 3) = P(X ≤ 2). Salah terjemah = salah jawab.
Contoh KUR (n=10, p=0,7): P(paling sedikit 8) = P(8) + P(9) + P(10) = 0,2335 + 0,1211 + 0,0282 = 0,3828 (~38,28%).

Studi Kasus: Pengendalian Mutu (Quality Control)

Sebuah pabrik tahu ~5% produknya cacat. Tim QC mengambil sampel 20 produk. Pakai binomial untuk menilai apakah suatu hasil "normal" atau "mencurigakan".

Pertanyaan 1 — P(paling banyak 1 cacat)
73,58%
P(X ≤ 1) sangat lazim
P(0) + P(1) = 0,3585 + 0,3774 = 0,7358. Menemukan 0 atau 1 cacat adalah hal yang sangat normal.
Pertanyaan 2 — P(paling sedikit 1 cacat)
64,15%
P(X ≥ 1) = 1 − P(0)
1 − 0,3585 = 0,6415. Wajar saja kalau dalam sampel 20 ada cacat — bukan tanda masalah.
Rata-rata cacat μ = np = 20 × 0,05 = 1 produk. Kalau QC menemukan 5 cacat dari 20 (jauh di atas μ=1), peluangnya sangat kecil (~0,22%) → sinyal proses bermasalah, perlu diselidiki segera.
Blok 4 dari 4
Jembatan ke Normal & Pembanding Hipergeometrik
Saat n besar, binomial mendekati kurva normal — pintu masuk distribusi kontinu. Lalu satu pembanding penting: hipergeometrik untuk penarikan tanpa pengembalian.

Saat n Besar: Aproksimasi Normal terhadap Binomial

Menghitung binomial untuk n = 100 secara manual sangat melelahkan. Solusinya: dekati dengan kurva normal — asalkan syaratnya terpenuhi.

Syarat aproksimasi: np ≥ 5 DAN n(1−p) ≥ 5. Bila terpenuhi, binomial cukup "gemuk dan seimbang" untuk didekati normal.
Parameter yang Dipakai
μ, σ
Sama persis dengan binomial
Normal dengan μ = np dan σ = √[np(1−p)] — tidak ada parameter baru yang harus dihafal.
Koreksi Kontinuitas
±0,5
Penyesuaian diskret → kontinu
Binomial diskret (0,1,2,...), normal kontinu. Tambah/kurang 0,5 agar pas: P(X ≤ k) ≈ P(normal ≤ k + 0,5).
Ini adalah pintu masuk ke distribusi normal (Pertemuan 9). Untuk sekarang, cukup pahami: binomial besar ≈ kurva normal dengan μ dan σ yang sama.

Hitung dari Nol — HDN-3: Aproksimasi Normal (KUR Skala Besar)

Bank memproses 100 pengajuan KUR (p = 0,7). Berapa peluang paling banyak 65 disetujui? Pakai aproksimasi normal.

LangkahPerhitunganNilai
Cek syaratnp = 100 × 0,7 = 70 ≥ 5; n(1−p) = 30 ≥ 5✓ boleh
Mean μ = np100 × 0,770
SD σ = √[np(1−p)]√(100 × 0,7 × 0,3) = √21≈ 4,583
Koreksi kontinuitas"paling banyak 65" → batas 65 + 0,565,5
Skor z = (65,5 − μ) ÷ σ(65,5 − 70) ÷ 4,583 = −4,5 ÷ 4,583≈ −0,98
Cari P(Z ≤ −0,98) di tabel zLuas kurva normal di kiri z = −0,980,1635
P(paling banyak 65) ≈ 0,16 atau ~16%. Cek silang dengan binomial eksak: ~0,163 — pendekatan normal sangat akurat saat n besar.

Pembanding: Distribusi Hipergeometrik

Bila menarik tanpa pengembalian dari populasi kecil, p berubah tiap tarikan → binomial gagal. Gunakan hipergeometrik.

P(x) = [ C(K, x) · C(N−K, n−x) ] ÷ C(N, n)
N = ukuran populasi · K = jumlah sukses di populasi · n = ukuran sampel · x = sukses di sampel
Binomial
p tetap
Dengan / populasi besar
Dengan pengembalian atau populasi sangat besar → p konstan. Contoh: sampel dari produksi massal pabrik.
Hipergeometrik
p berubah
Tanpa / populasi kecil
Tanpa pengembalian dari populasi kecil → p berubah. Contoh: audit 4 dari 10 berkas pinjaman.
Aturan praktis: bila sampel ≤ 5% populasi, selisih binomial vs hipergeometrik kecil → binomial boleh dipakai sebagai pendekatan praktis.

Lima Jebakan yang Sering Membuat Salah Hitung

Jebakan 1
#1
Tak Cek 4 Ciri
Langsung pakai binomial padahal tanpa pengembalian (harusnya hipergeometrik) atau n tak tetap.
Jebakan 2
#2
Tukar n dan x
Di C(n,x): n = total percobaan, x = sukses yang ditanya. Jangan terbalik saat menghitung kombinasi.
Jebakan 3 — Paling Fatal
#3
Salah Terjemah Kata
"Paling banyak 2" = P(X≤2) bukan P(X=2); "lebih dari 3" = P(X≥4), bukan P(X≥3).
Jebakan 4
#4
Lupa Komplemen
"Paling sedikit 1" jauh lebih cepat lewat 1 − P(0). Menjumlahkan dari x=1 sampai n boros dan rawan salah.
5Lupa koreksi kontinuitas — saat aproksimasi normal, tambah/kurang 0,5; kalau lupa, hasil meleset. | Tiga cek wajib sebelum menyerahkan jawaban: cek 4 ciri · cek terjemahan kata→simbol · cek n vs x.

Cheat Sheet — Distribusi Binomial dalam Satu Layar

KonsepRumusUntuk
Peluang titikP(x) = C(n,x) · px · (1−p)n−xPeluang tepat x sukses
KombinasiC(n,x) = n! ÷ [x!(n−x)!]Banyaknya susunan posisi sukses
Meanμ = npJumlah sukses yang diharapkan
Variansiσ² = np(1−p)Ukuran sebaran
Simpangan bakuσ = √[np(1−p)]Sebaran dalam satuan asli
Kumulatif ≤ kP(0) + P(1) + ... + P(k)"Paling banyak k"
KomplemenP(X≥1) = 1 − P(0)"Paling sedikit 1"
Aproksimasi normalsyarat np≥5 & n(1−p)≥5; pakai μ, σ + koreksi ±0,5n besar, hindari hitung pangkat besar
Empat ciri wajib: (1) n tetap · (2) dua hasil · (3) p konstan · (4) independen. Cek dulu, baru hitung.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — P(x) & Kumulatif
20%
Telemarketer, 12 panggilan
Telemarketer berhasil menjual ke 20% calon nasabah. Dari 12 panggilan, hitung:
① P(tepat 3 berhasil)
② P(paling sedikit 1 berhasil)
Petunjuk: rumus + komplemen.
Latihan 2 — Mean, Variansi, SD
4%
Cacat produk, batch 200
Pabrik menghasilkan 4% produk cacat. Dari batch 200 produk, hitung:
① μ (mean cacat)
② σ² (variansi)
③ σ (simpangan baku)
Petunjuk: rumus pintas np dan np(1−p).
Kerjakan 5 menit. Langkah disiplin: (1) cek 4 ciri → (2) terjemahkan kata ke simbol → (3) hitung. Lalu bahas bersama.
Kunci: Latihan 1: P(3) ≈ 0,2362 (~23,62%); P(X≥1) ≈ 0,9313 (~93,13%). | Latihan 2: μ = 8; σ² = 7,68; σ ≈ 2,77.

Persiapan Pertemuan 9

Hari ini Anda menguasai distribusi diskret terpenting: binomial. Pertemuan depan kita masuk ke distribusi normal — variabel kontinu berbentuk lonceng.

Pertemuan 9 — Distribusi Normal
  • Kurva lonceng dan sifat simetrisnya
  • Skor z dan cara membaca tabel z
  • Menghitung luas/peluang di bawah kurva
  • Kelanjutan aproksimasi normal dari pertemuan hari ini
Tugas Mandiri — Latih
HDN
1, 2, dan 3
Ulangi ketiga Hitung dari Nol dengan angka Anda sendiri. Coba fungsi Excel =BINOM.DIST lalu cocokkan dengan hitungan tangan.
Kuasai satu rumus inti P(x) = C(n,x)·px·(1−p)n−x dan empat ciri malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 9 — Distribusi Normal.