stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Probabilitas Bersyarat, Independensi, dan Teorema Bayes
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Statistika Bisnis I

Pertemuan 6 · Probabilitas Bersyarat, Independensi & Bayes

Bagaimana informasi baru mengubah peluang — dari membaca tabel nasabah sampai menilai apakah sebuah peringatan kredit benar-benar bisa dipercaya.

RPS Minggu 5 · Sub-CPMK 2 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menentukan probabilitas bersyarat, mengevaluasi independensi, dan menerapkan aturan Bayes (Sub-CPMK 2). Secara rinci:

Capaian 1 — Bersyarat
P(A|B)
Menghitung P(A|B) dari tabel kontingensi maupun rumus P(A dan B)/P(B), dan memakai aturan perkalian umum.
Capaian 2 — Independensi
Uji
Menguji apakah dua kejadian independen lewat kriteria P(A|B) = P(A) pada kasus konkret.
Capaian 3 — Pohon & Total
🌳
Menggambar pohon probabilitas dan menerapkan hukum probabilitas total untuk soal dua atau tiga cabang.
Capaian 4 — Bayes
Prior→Post
Menerapkan Teorema Bayes untuk merevisi peluang (prior → posterior) pada satu kasus diagnostik/penilaian risiko lengkap.

Sistem Menandai Anda "Berisiko". Apakah Anda Memang Berisiko?

Sebuah sistem credit scoring sangat akurat: menandai 90% debitur berisiko dengan benar. Anda ditandai berisiko. Tebak: berapa peluang Anda benar-benar berisiko?

Tebakan Intuitif
~90%
Kebanyakan orang menjawab "sekitar 90%" — karena sistemnya kan 90% akurat.
Jawaban Sebenarnya
~32%
Lebih dari dua pertiga yang ditandai justru sehat. Mengejutkan, bukan?
Kenapa intuisi kita meleset sejauh ini? Karena kita lupa: yang benar-benar berisiko itu langka (~4%). Hari ini kita pelajari logika di balik kejutan ini — namanya Teorema Bayes.
Bagian 1 dari 4
Probabilitas Bersyarat
Bagaimana peluang berubah ketika kita sudah tahu sesuatu — membaca dari tabel, lalu aturan perkalian umum.

Probabilitas Bersyarat: Peluang Setelah Tahu Sesuatu

P(A|B) dibaca "peluang A, dengan syarat B sudah terjadi". Kita mempersempit dunia kita hanya ke kasus-kasus di mana B benar.

P(A|B) = P(A dan B) ÷ P(B)   , dengan syarat P(B) > 0

P(A dan B) = peluang keduanya terjadi (irisan)  ·  P(B) = peluang syaratnya  ·  garis "|" dibaca "dengan syarat / jika diketahui".

ABA∩B(irisan)"Dunia baru" = dalam lingkaran B saja
Intuisi: menghitung P(A|B) sama dengan mengganti penyebut. Bukan lagi "dari seluruh orang", tapi "dari orang yang B-nya benar saja".

Cara Termudah: Baca dari Tabel Kontingensi

Sebuah bank mendata 200 nasabah kredit menurut status agunan dan status pembayaran. Inilah tabelnya:

MacetLancarTotal
Tanpa agunan206080
Dengan agunan12108120
Total32168200
P(A|B) dari tabel = angka di selnya ÷ total barisnya. Contoh: P(macet | tanpa agunan) = 20 ÷ 80 = 0,25. Kita hanya melihat baris "tanpa agunan" (80 orang) — bukan seluruh 200!

Glosarium: macet = kredit gagal/menunggak · agunan = jaminan debitur (sertifikat tanah, dsb.) · sel = satu kotak isian dalam tabel.

Hitung dari Nol — HDN-1: P(macet | tanpa agunan)

Dari tabel 200 nasabah: hitung P(macet | tanpa agunan) dengan dua cara — baca tabel dan rumus — agar hasilnya saling mengonfirmasi.

LangkahPerhitunganNilai
Cara 1 — baca tabelsel (macet ∩ tanpa agunan) ÷ total baris = 20 ÷ 800,25
Cara 2a — P(macet dan tanpa agunan)20 ÷ 2000,10
Cara 2b — P(tanpa agunan)80 ÷ 2000,40
Cara 2 — rumus P(A dan B)/P(B)0,10 ÷ 0,400,25
Hasil: P(macet | tanpa agunan) = 0,25 (25%). Kedua cara cocok ✓. Bandingkan: P(macet | dengan agunan) = 12 ÷ 120 = 0,10 (10%) — risiko tanpa agunan 2,5× lebih tinggi.

Aturan Perkalian Umum (General Multiplication Rule)

Kalau rumus bersyarat dibalik aljabarnya, kita dapat cara menghitung peluang dua kejadian terjadi bersama:

P(A dan B) = P(B) × P(A|B) = P(A) × P(B|A)

Dipakai saat kejadian terjadi bertahap/berurutan — peluang yang pertama, dikali peluang yang kedua dengan syarat yang pertama sudah terjadi.

Mini-Contoh: Ambil 2 Kartu dari 52 (Tanpa Pengembalian)

P(dua-duanya As) = P(As ke-1) × P(As ke-2 | As ke-1)

= (4/52) × (3/51) = 12/2652 ≈ 0,0045 (1 dari 221)

Catatan penting: kartu kedua memakai 3/51, bukan 4/52 — karena satu As sudah terambil. Penyebut menyusut dari 52 → 51. Inilah jejak "bersyarat" di dalam perkalian.
Bagian 2 dari 4
Independensi Peristiwa
Kapan informasi tentang B sama sekali tidak mengubah peluang A — dan mengapa "independen" tidak sama dengan "saling lepas".

Menguji Independensi Dua Kejadian

Dua kejadian A dan B independen jika mengetahui B tidak mengubah peluang A. Secara rumus, ada tiga kriteria setara:

(1) P(A|B) = P(A)   ⟺   (2) P(B|A) = P(B)   ⟺   (3) P(A dan B) = P(A) × P(B)

Cukup salah satu terpenuhi → ketiganya otomatis terpenuhi. Kriteria (3) paling praktis untuk dicek dari tabel.

Mini-Contoh: Kartu Remi — Merah vs King

A = merah (26/52)   B = King (4/52)

Cek: P(King | merah) = 2/26 = 0,0769 = P(King) = 4/52 = 0,0769 ✓ → INDEPENDEN

Logika uji: hitung kedua sisi, lalu bandingkan. Sama → independen. Beda → tidak independen (saling memengaruhi).

Jangan Tertukar: Independen ≠ Saling Lepas

Saling Lepas (Mutually Exclusive)
P(A∩B)=0
Dua kejadian tidak bisa terjadi bersamaan. Contoh: satu nasabah tidak bisa "macet" dan "lancar" sekaligus. Irisan = kosong.
Independen (Independent)
P(A|B)=P(A)
Mengetahui satu tidak mengubah peluang yang lain. Contoh: hasil lemparan dadu hari ini & besok — satu tidak memengaruhi yang lain.
Justru berlawanan! Kalau A dan B saling lepas dan keduanya mungkin terjadi (P>0), maka mereka TIDAK independen — sebab tahu A terjadi langsung memastikan B tidak terjadi (informasi yang sangat kuat).

Hitung dari Nol — HDN-2: Apakah Agunan Independen terhadap Macet?

Pakai tabel 200 nasabah. Pertanyaan bank: apakah status agunan independen terhadap gagal bayar?

LangkahPerhitunganNilai
P(macet) — marginal32 ÷ 2000,16
P(macet | tanpa agunan)20 ÷ 800,25
Bandingkan (kriteria 1)0,25 vs 0,16BEDA ✗
Cek silang (kriteria 3): P(macet dan TA)20 ÷ 2000,10
P(macet) × P(TA)0,16 × 0,400,064
Bandingkan0,10 vs 0,064BEDA ✗
Kesimpulan: TIDAK independen. Karena 0,25 ≠ 0,16, mengetahui status agunan mengubah peluang macet. Justru bagus untuk bank — agunan adalah prediktor gagal bayar yang berguna.
Bagian 3 dari 4
Pohon, Probabilitas Total & Teorema Bayes
Memetakan kejadian bertahap dengan pohon, menjumlahkan semua jalur (probabilitas total), lalu membalik arah peluang dengan Bayes.
P(A|B) = P(B|A)·P(A) ÷ P(B)

Pohon Probabilitas (Probability Tree)

Untuk kejadian bertahap, gambar pohon. Sepanjang cabang dikalikan; antar-jalur dijumlahkan.

ProdukP(A)=0,6Pabrik AP(cacat|A)=0,02Cacat0,6×0,02=0,012P(baik|A)=0,98Baik0,6×0,98=0,588P(B)=0,4Pabrik BP(cacat|B)=0,05Cacat0,4×0,05=0,020P(baik|B)=0,95Baik0,4×0,95=0,380
Aturan emas pohon: peluang ujung jalur = perkalian semua cabang yang dilewati. Semua peluang ujung berjumlah 1 (0,012+0,588+0,020+0,380 = 1 ✓).

Hukum Probabilitas Total (Law of Total Probability)

Berapa peluang sebuah produk cacat, tanpa peduli dari pabrik mana? Jumlahkan semua jalur yang menghasilkan cacat.

P(Cacat) = P(A)·P(Cacat|A) + P(B)·P(Cacat|B)
= (0,6 × 0,02) + (0,4 × 0,05) = 0,012 + 0,020 = 0,032 (3,2%)

A dan B harus menutup semua kemungkinan (eksklusif & lengkap) — setiap produk pasti dari A atau B.

Ini sekadar menjumlahkan ujung-ujung jalur cacat di pohon tadi. Probabilitas total = total dari semua rute menuju kejadian yang sama. Angka 0,032 ini akan menjadi penyebut Bayes di slide berikutnya!

Teorema Bayes: Membalik Arah Peluang

Pohon memberi P(cacat | pabrik A). Tapi sering kita ingin kebalikannya: produk ini cacat — berapa peluang ia dari pabrik A? Bayes membaliknya.

P(A|B) = [ P(B|A) × P(A) ] ÷ P(B)
P(A|B) = [P(B|A)·P(A)] ÷ [P(B|A)·P(A) + P(B|A')·P(A')]
Contoh: P(pabrik A | cacat)

= (0,02 × 0,6) ÷ 0,032 = 0,012 ÷ 0,032 = 0,375 (37,5%)

Padahal A memproduksi 60% — tapi karena cacatnya rendah, kontribusinya pada produk cacat justru < 60%.

Bayes = aturan perkalian + probabilitas total, disusun ulang. Pembilang = jalur yang kita tanya; penyebut = semua jalur menuju bukti B.

Tiga Pemain dalam Bayes: Prior, Likelihood, Posterior

Prior — Keyakinan Awal
P(H)
Base rate
Peluang sebelum ada bukti. Mis. P(berisiko) = 4% dari data historis bank.
Likelihood — Kecocokan Bukti
P(E|H)
Sensitivitas
Seberapa khas bukti itu jika hipotesis benar. Mis. P(ditandai | berisiko) = 90%.
Posterior — Keyakinan Baru
P(H|E)
Jawaban
Peluang setelah bukti diperhitungkan. Mis. P(berisiko | ditandai) = 32%. Inilah yang kita cari.
Alur Bayes selalu: PRIOR → (kalikan LIKELIHOOD, bagi probabilitas total) → POSTERIOR. Belajar = memperbarui prior menjadi posterior setiap kali ada bukti baru.

Coba Sendiri: Geser Prior, Amati Posterior Bergerak

Ubah prior dan likelihood pada pohon probabilitas, lalu lihat bagaimana posterior Bayes berubah secara langsung.

Hitung dari Nol — HDN-3: Teorema Bayes Lengkap

4% calon debitur sebenarnya berisiko tinggi. Sistem menandai 90% debitur berisiko (benar) tapi juga salah menandai 8% debitur sehat. Seorang debitur ditandai berisiko — berapa P(benar berisiko | ditandai)?

LangkahPerhitunganNilai
PriorP(berisiko) = 0,04  ; P(sehat) = 0,96
LikelihoodP(ditandai|berisiko) = 0,90  ; P(ditandai|sehat) = 0,08
Pembilang (jalur benar)0,04 × 0,900,0360
Jalur palsu (sehat tertandai)0,96 × 0,080,0768
Penyebut (prob. total ditandai)0,036 + 0,07680,1128
Posterior0,036 ÷ 0,1128≈ 0,3191
P(benar berisiko | ditandai) ≈ 31,9%. Dari setiap 100 yang ditandai, hanya ~32 benar berisiko; ~68 sehat yang salah tertandai. Sistem "akurat" tetap menghasilkan mayoritas alarm palsu karena yang berisiko langka.

Kenapa Hasilnya "Cuma 32%"? Sihir Base-Rate

Bayangkan 10.000 calon debitur. Lihat apa yang terjadi dengan frekuensi nyata:

Yang Benar Berisiko (4% = 400 orang)
360
ditandai benar
Dari 400 berisiko, 90% ditandai → 360 alarm benar. Sisanya 40 tidak terdeteksi.
Yang Sehat (96% = 9.600 orang)
768
alarm palsu
Dari 9.600 sehat, 8% salah ditandai → 768 alarm palsu. Lebih banyak dari alarm benar!
Total ditandai = 360 + 768 = 1.128. Yang benar berisiko = 360. Maka 360 ÷ 1.128 = 31,9%. Alarm palsu (768) mengalahkan alarm benar (360) — karena kolam orang sehat jauh lebih besar.

Kosakata Uji: Sensitivitas, Spesifisitas, Positif Palsu

Benar BerisikoBenar Sehat
Ditandai (+)Positif benar (sensitivitas)Positif palsu ⚠️
Tak ditandai (−)Negatif palsu ⚠️Negatif benar (spesifisitas)
Sensitivitas
P(ditandai | berisiko) = 90% — kemampuan menangkap yang benar berisiko.
Spesifisitas
P(tak ditandai | sehat) = 92% = 1 − 8% — kemampuan melepas yang sehat.
Posterior yang kita cari = nilai prediktif positif = P(berisiko | ditandai). Beda dari sensitivitas! Sensitivitas → dari kondisi ke tanda; posterior → dari tanda ke kondisi.

Studi Kasus: Merevisi Peluang Saat Bukti Baru Datang

Kekuatan Bayes: posterior hari ini menjadi prior untuk bukti berikutnya. Contoh — peluang sukses sebuah IPO direvisi setelah prospektus rilis.

Prior (Sebelum Prospektus)
70%
estimasi awal underwriter
Bukti Baru: Prospektus "Kuat"

P(prospektus kuat | sukses) = 0,80

P(prospektus kuat | gagal) = 0,30

Posterior = (0,70×0,80) ÷ [(0,70×0,80)+(0,30×0,30)]
= 0,56 ÷ 0,65 = ≈ 86,2%

Posterior (Setelah Prospektus)
86%
jadi prior berikutnya
Keyakinan naik 70% → 86% karena bukti kuat. Kalau besok ada bukti baru lagi (mis. minat investor institusi), 86% ini jadi prior berikutnya. Inilah belajar dari data secara bertahap.
Bagian 4 dari 4
Aplikasi & Pendalaman
Bayes di lapangan Indonesia, lima jebakan penalaran bersyarat, dan rangkuman akhir.

Bayes di Lapangan: Tiga Wajah Indonesia

Perbankan — Credit Scoring (OJK)
SLIK
Bank merevisi peluang gagal bayar saat data baru masuk (slip gaji, riwayat SLIK). Posterior = dasar keputusan menyetujui/menolak kredit & menetapkan bunga.
PPATK — Transaksi Mencurigakan
AML
Pencucian uang langka (base rate rendah), sehingga banyak tanda = alarm palsu. Analis wajib Bayes agar tak menuduh nasabah jujur.
KUR — Uji Kelayakan Debitur
94,7%
posterior setelah lolos verifikasi
Prior layak ~80% → setelah verifikasi lapangan "lolos" → posterior P(layak|lolos) ≈ 94,7% → kredit cair.
Benang merah: setiap institusi ini merevisi keyakinan saat bukti datang. Yang gagal pakai Bayes akan terjebak base-rate fallacy — menuduh yang jujur atau meloloskan yang berisiko.

Lima Jebakan Penalaran Bersyarat

1
Membalik arah bersyarat — P(A|B) ≠ P(B|A). "Peluang ditandai jika berisiko" ≠ "peluang berisiko jika ditandai".
2
Lupa base-rate (prior) — mengabaikan kelangkaan kasus → hasil Bayes meleset jauh (base-rate fallacy).
3
Independen disangka saling lepas — dua hal yang justru berlawanan; saling lepas (P>0) = sangat tergantung.
4
Salah operasi pohon — sepanjang cabang dikali, antar-jalur dijumlah; jangan terbalik.
5
Penyebut Bayes tidak lengkap — penyebut harus semua jalur menuju bukti (jalur benar + jalur palsu).
Sebelum menjawab soal bersyarat: cek arah (A|B atau B|A?), cek prior (sudah dipakai?), cek penyebut (semua jalur masuk?). Tiga cek ini menutup mayoritas kesalahan.

Cheat Sheet — Lima Rumus Inti

KonsepRumusUntuk
Probabilitas bersyaratP(A|B) = P(A dan B) / P(B)Peluang setelah tahu syarat
Aturan perkalian umumP(A dan B) = P(B)·P(A|B)Peluang dua kejadian bersama
Uji independensiP(A|B) = P(A)  atau  P(A∩B)=P(A)·P(B)Cek saling memengaruhi/tidak
Probabilitas totalP(B) = Σ P(Aᵢ)·P(B|Aᵢ)Peluang lewat semua jalur
Teorema BayesP(A|B) = P(B|A)·P(A) / P(B)Membalik & merevisi peluang
Semua dari satu ide: peluang bisa berubah saat ada informasi. Bayes = perkalian (pembilang) + probabilitas total (penyebut), disusun ulang.

Peta Konsep: Bagaimana Semua Terhubung

PELUANG BERUBAHSAAT ADA INFORMASIProbabilitasBersyarat P(A|B)AturanPerkalianUjiIndependensiPohonProbabilitasProbabilitasTotalTEOREMA BAYESprior → posterior→ Pertemuan 7: Variabel Acak & Distribusi Probabilitas
Probabilitas bersyarat bukan topik berdiri sendiri — ia mesin yang menggerakkan independensi, probabilitas total, dan Bayes, lalu menjadi fondasi distribusi probabilitas di pertemuan berikutnya.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Bersyarat & Independensi
L-1
Dari 100 mahasiswa: 60 lulus statistik (45 di antaranya rajin); 40 tidak lulus (10 rajin). Hitung P(lulus | rajin). Apakah "rajin" independen terhadap "lulus"? (Petunjuk: bandingkan P(lulus|rajin) dengan P(lulus).)
Latihan 2 — Bayes Diagnostik
L-2
Sebuah penyakit menjangkiti 1% populasi. Tes mendeteksi 95% yang sakit (sensitivitas) tapi salah positif 5% pada yang sehat. Jika hasil tes positif, berapa P(benar-benar sakit)? (Petunjuk: Bayes lengkap, perhatikan base-rate.)
Kerjakan 7 menit. Gambar pohon/tabel dulu, tandai prior & likelihood, lalu susun penyebut dari semua jalur. Lalu kita bahas bersama. (Jawaban: L-1 → P(lulus|rajin) = 45/55 ≈ 81,8% ≠ 60% → tidak independen · L-2 → ≈ 16,1%)

Persiapan Pertemuan 7

Hari ini Anda belajar merevisi peluang dengan informasi. Pertemuan depan kita beralih dari kejadian tunggal ke variabel acak & distribusi probabilitas — peta peluang seluruh kemungkinan sekaligus.

Pertemuan 7 — Variabel Acak & Distribusi
  • Dari "peluang satu kejadian" ke "peta peluang semua hasil"
  • Nilai harapan (expected value) — rata-rata jangka panjang
  • Fondasi distribusi binomial & normal
Tugas Mandiri — Latih
PR
Ulangi HDN-1 s/d HDN-3 dengan angka Anda sendiri. Cari satu berita "sistem deteksi X akurat 99%" dan hitung sendiri arti sebenarnya pakai Bayes.
Kuasai lima rumus inti malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 7 — Variabel Acak & Distribusi Probabilitas.