stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Ukuran Pemusatan (Rata-rata, Median, Modus)
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Statistika Bisnis I

Pertemuan 3 — Ukuran Pemusatan: Rata-rata, Median, Modus

Cara meringkas ratusan angka menjadi satu angka wakil — dan cara memilih angka wakil yang jujur ketika ada data berpencilan.

RPS MINGGU 3 · SUB-CPMK 1 · DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menghitung ukuran pemusatan dan memilih yang paling representatif (Sub-CPMK 1, bagian 1).

Capaian 1 — Tiga Ukuran
Menghitung mean, median, dan modus dari data mentah dengan benar dan tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 2 — Mean Khusus
Membedakan μ vs x̄, serta menghitung rata-rata tertimbang dan rata-rata geometrik untuk minimal satu kasus tiap jenis.
Capaian 3 — Memilih
Menentukan ukuran mana yang paling representatif saat data berpencilan atau menceng, dengan alasan yang benar.
Capaian 4 — Kemencengan
Menjelaskan hubungan posisi mean–median–modus dengan arah skewness distribusi menceng kanan maupun kiri.

Satu Angka untuk Mewakili Ribuan

Sebuah perusahaan punya 100 karyawan. "Berapa gaji rata-rata?" terdengar sederhana — tapi jawabannya bisa menyesatkan.

Versi Manajemen
Rp 12 jt
/bulan
Tambahkan semua gaji, bagi 100. Hasilnya Rp 12 juta/bulan. Terdengar makmur dan merata.
Realitas Lapangan
95 : 5
karyawan biasa vs direksi
95 karyawan bergaji ~Rp 6 juta; 5 direksi bergaji ~Rp 130 juta. Mayoritas jauh di bawah "rata-rata".
Angka rata-rata Rp 12 juta benar secara aritmetika, tapi tidak mewakili siapa-siapa. Hari ini kita belajar kapan angka wakil itu jujur — dan kapan median lebih dipercaya.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Kita Butuh
Ukuran Pemusatan?
Dari setumpuk angka mentah menuju satu nilai wakil — dan tiga cara berbeda untuk menemukannya.
Mean Median Modus

Tiga Sudut Pandang tentang "Pusat" Data

Mean — Titik Seimbang
Rata-rata aritmetik. Pusat sebagai titik keseimbangan — kalau data ditaruh di papan jungkat-jungkit, mean adalah titik tumpunya. Memakai semua nilai.
Median — Titik Tengah
Me
Nilai yang membagi data jadi dua bagian sama banyak setelah diurutkan. 50% data di bawahnya, 50% di atasnya.
Modus — Titik Terlazim
Mo
Nilai yang paling sering muncul. Pusat sebagai "tempat data paling menumpuk". Bisa lebih dari satu.
Ketiganya benar — tapi menjawab pertanyaan berbeda. Mean menjawab "kalau dibagi rata"; median menjawab "siapa yang di tengah"; modus menjawab "apa yang paling lazim".
Bagian 2 dari 4
Tiga Ukuran Klasik:
Mean, Median, Modus
Rumus dan cara hitung tiap ukuran — termasuk perbedaan penting antara rata-rata seluruh populasi (μ) dan rata-rata sampel (x̄).
x̄ = Σxᵢ / n

Rata-rata Aritmetik: Populasi (μ) vs Sampel (x̄)

Cara hitungnya identik — jumlahkan semua, bagi banyaknya. Yang beda hanya konteks dan lambang.

POPULASI
μ = Σxᵢ / N

μ dibaca "mu" (huruf Yunani) · N = ukuran seluruh populasi

SAMPEL
x̄ = Σxᵢ / n

x̄ dibaca "x-bar" · n = ukuran sampel (huruf kecil)

Populasi = seluruh anggota yang ingin dipelajari (mis. semua karyawan PT X). Sampel = sebagian yang diambil untuk diteliti (mis. 50 karyawan terpilih). Lambang berbeda agar kita selalu sadar sedang bicara yang mana.

Median — Nilai Tengah yang Tahan Outlier

Median = nilai di posisi tengah setelah data diurutkan. Langkahnya: urutkan dulu, baru cari yang tengah.

Posisi median = (n + 1) / 2

Jika hasilnya pecahan (n genap) → ambil rata-rata dua nilai yang mengapitnya

n Ganjil
n=9
Posisi tepat di satu nilai. (9+1)/2 = posisi ke-5. Median = nilai urutan ke-5 dari data yang sudah diurutkan.
n Genap
n=8
Posisi di antara dua nilai. (8+1)/2 = 4,5 → median = (nilai ke-4 + nilai ke-5) / 2.
Median tidak terpengaruh seberapa ekstrem nilai terbesar/terkecil — itu sebabnya median disebut kokoh (robust) terhadap outlier.

Modus — Nilai yang Paling Sering Muncul

Modus = nilai dengan frekuensi tertinggi. Tidak perlu diurutkan, tinggal hitung mana yang paling sering.

Unimodal
1 Mo
Satu modus. Contoh {2, 3, 3, 3, 5} → modus = 3. Angka 3 muncul tiga kali, tertinggi.
Bimodal / Multimodal
2+ Mo
Dua atau lebih nilai sama-sama tersering. Contoh {4, 4, 5, 5, 7} → modus = 4 dan 5.
Tanpa Modus
0 Mo
Semua nilai muncul sama sering. Contoh {1, 2, 3, 4} → tidak ada modus.
Modus adalah satu-satunya ukuran pemusatan yang bisa dipakai untuk data kategori/nominal (mis. merek HP terlaris, jurusan terfavorit) — karena untuk data semacam itu kita tidak bisa menjumlah atau mengurutkan.

Hitung dari Nol — HDN-1: Tiga Ukuran Sekaligus

Gaji 9 karyawan (juta Rp): 3,5 · 4 · 4 · 4,5 · 5 · 5 · 6 · 8 · 25. Hitung mean, median, dan modus.

LangkahPerhitunganNilai
Urutkan data3,5 · 4 · 4 · 4,5 · 5 · 5 · 6 · 8 · 25 (sudah terurut; n=9)
MEAN — jumlahkan3,5 + 4 + 4 + 4,5 + 5 + 5 + 6 + 8 + 25Σ = 65
MEAN — bagi n65 ÷ 9x̄ ≈ 7,22 jt
MEDIAN — posisi(9 + 1) / 2 = posisi ke-5nilai ke-5
MEDIAN — baca nilaidata ke-5 (terurut): 3,5 · 4 · 4 · 4,5 · 5 · 5 · 6 · 8 · 25Me = 5 jt
MODUS — frekuensi4 muncul 2×; 5 muncul 2×; lainnya 1×Mo = 4 dan 5 jt (bimodal)
Mean ≈ 7,22 jt · Median = 5 jt · Modus = 4 & 5 jt. Perhatikan: mean (7,22) jauh di atas median (5) — ada yang menarik mean ke atas. Slide berikut mengungkap siapa penyebabnya.

Mengapa Mean ≈ 7,22 tapi Median = 5?

Satu gaji ekstrem — Rp 25 juta — menarik mean ke atas, sementara median tak bergeming. Inilah perbedaan kunci.

Mean — Tertarik Outlier
7,22
juta/bulan
Memakai semua nilai, termasuk yang ekstrem. Si '25 jt' mengangkat mean jauh dari mayoritas yang bergaji 4–6 jt.
Median — Tahan Outlier
5,00
juta/bulan
Hanya peduli posisi tengah. Mau gaji tertinggi 25 jt atau 250 jt, median tetap 5 jt.
Uji cepat: buang si '25', hitung ulang mean 8 sisanya → (3,5+4+4+4,5+5+5+6+8) / 8 = 5,0 jt = median. Bukti: satu outlier sajalah penyebab selisih 2,22 jt itu.

Median untuk Data Berkelompok (Interpolasi)

Kalau data sudah disusun jadi tabel frekuensi berkelompok, kita menaksir median dengan interpolasi.

Me = L + [ (n/2 − F) / fm ] × c

L = batas bawah nyata kelas median · n = total data · F = frek. kumulatif sebelum kelas median · fm = frekuensi kelas median · c = panjang kelas

KelasfF kum.
50–5944
60–69812
70–79 ★1224
80–89933
90–99740

n=40, n/2=20. Kelas median = 70–79 (kum 12 < 20 ≤ 24)

Me = 69,5 + [(20−12)/12] × 10
= 69,5 + 6,67
76,17
Median data berkelompok adalah taksiran, bukan nilai eksak — data mentahnya sudah tidak tersedia, hanya ringkasan per kelas.
Bagian 3 dari 4
Mean Khusus:
Tertimbang & Geometrik
Saat tiap data punya "bobot" berbeda (IPK, indeks harga) — dan saat kita merata-ratakan tingkat pertumbuhan/return (CAGR).

Rata-rata Tertimbang (Weighted Mean)

Saat tiap nilai punya bobot (kepentingan) berbeda, kalikan nilai dengan bobotnya dulu, baru bagi total bobot.

w = Σ(wᵢ · xᵢ) / Σwᵢ

xᵢ = nilai ke-i · wᵢ = bobot nilai ke-i · Σwᵢ = jumlah seluruh bobot

Contoh — IPK
SKS
Nilai mata kuliah dibobot oleh SKS. MK 4 SKS lebih menentukan IPK daripada MK 2 SKS. Rata-rata biasa keliru.
Contoh — IHSG
Kap.
Return tiap saham dibobot oleh kapitalisasi pasar. Saham besar (BBCA) lebih menentukan gerak indeks daripada saham kecil.
Kesalahan klasik: merata-ratakan biasa padahal bobotnya beda. IPK Anda bukan rata-rata sederhana dari nilai semua MK — ia rata-rata tertimbang oleh SKS.

Hitung dari Nol — HDN-2: IPK Anda adalah Weighted Mean

Empat mata kuliah, nilai (skala 4) & SKS-nya berbeda. Hitung IPK = rata-rata tertimbang SKS, lalu bandingkan dengan rata-rata biasa.

Mata KuliahNilai (xᵢ)SKS (wᵢ)wᵢ · xᵢ
MK-A4,0312,0
MK-B3,527,0
MK-C3,0412,0
MK-D4,0312,0
Σ1243,0
IPK = Σ(wᵢxᵢ) / Σwᵢ = 43,0 / 12 = 3,58
IPK tertimbang = 3,58. Bandingkan rata-rata biasa: (4,0 + 3,5 + 3,0 + 4,0) / 4 = 3,63. Beda 0,05 — nilai terendah (3,0) ada di MK ber-SKS terbesar, ia "menekan" IPK lebih kuat.

Rata-rata Geometrik — untuk Tingkat Pertumbuhan & Return

Saat angka berlipat dari periode ke periode (pertumbuhan, return), jangan pakai rata-rata biasa — pakai geometrik.

GM = (x₁ · x₂ · … · xₙ)^(1/n)

Untuk tingkat pertumbuhan: ubah tiap persen ke faktor pertumbuhan (1+g), kalikan semua, ambil akar ke-n, kurangi 1:

GMgrowth = [ (1+g₁)(1+g₂)…(1+gₙ) ]^(1/n) − 1
Ini rumus yang sama dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) yang Anda lihat di laporan keuangan emiten BEI — rata-rata pertumbuhan majemuk per tahun. Akar ke-n = pangkat (1/n) di kalkulator.

Hitung dari Nol — HDN-3: Rata-rata Pertumbuhan 4 Tahun

Pendapatan sebuah emiten BEI tumbuh +8%, +12%, −5%, +15% selama 4 tahun. Berapa rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR)?

LangkahPerhitunganNilai
Ubah ke faktor (1+g)+8% → 1,08 · +12% → 1,12 · −5% → 0,95 · +15% → 1,15
Kalikan semua (langkah bertahap)1,08 × 1,12 = 1,2096 · × 0,95 = 1,14912 · × 1,151,321488
Akar ke-4 = pangkat (1/4)(1,321488)^(0,25) di kalkulator: tekan [yˣ] lalu 0,251,072175
Kurangi 1, ubah ke persen1,072175 − 1 = 0,072175GM ≈ 7,22%
Rata-rata pertumbuhan geometrik ≈ 7,22% per tahun. Bandingkan rata-rata aritmetik: (8+12−5+15)/4 = 7,5% — sedikit lebih tinggi. Untuk return, angka aritmetik itu menyesatkan (slide berikut).

Mengapa Rata-rata Biasa Salah untuk Return?

Contoh ekstrem membongkar masalahnya. Bayangkan investasi: tahun 1 +100%, tahun 2 −50%.

Rata-rata Aritmetik
+25%
per tahun (KELIRU)
(100% + (−50%)) / 2 = +25%/tahun. Seolah Anda untung — padahal tidak ada uang yang tumbuh 25%.
Realitas (Geometrik)
0%
per tahun (BENAR)
Rp 100 → naik 100% → Rp 200 → turun 50% → Rp 100. Modal kembali utuh. GM = √(2,0 × 0,5) − 1 = 0%.
Rata-rata aritmetik bilang +25%, kenyataan 0%. Karena return berlipat (compounding), hanya geometrik yang menangkap pertumbuhan sesungguhnya. Aturan emas: rata-rata pertumbuhan/return → geometrik.
Bagian 4 dari 4
Memilih yang Tepat:
Kemencengan & Rangkuman
Bagaimana posisi mean–median–modus mengungkap bentuk data — dan kapan harus memilih median daripada mean.

Kemencengan (Skewness) & Posisi Mean–Median–Modus

Urutan ketiga ukuran memberi tahu arah ekor distribusi. Hafalkan pola ini.

Simetris
= = =
Distribusi setangkup (mis. tinggi badan). Mean = Median = Modus — ketiganya berimpit di tengah.
Menceng Kanan (Positif)
Mo < Me < x̄
Ekor panjang ke kanan (mis. pendapatan, harga rumah). Mean tertarik ke kanan oleh ekor.
Menceng Kiri (Negatif)
x̄ < Me < Mo
Ekor panjang ke kiri (mis. usia pensiun, nilai ujian mudah). Mean tertarik ke kiri oleh ekor.
Cara ingat: mean "lari" mengejar ekor. Ada ekor panjang ke kanan → mean paling kanan → menceng kanan. Median selalu di antara mean dan modus.

Coba Sendiri: Geser Outlier, Amati Mean Mengejar Ekor

Geser satu titik data menjauh dan lihat bagaimana mean bergerak sementara median tetap bertahan.

Kapan Pakai Median, Kapan Pakai Mean?

Pakai Median Bila…
Me
  • Ada outlier ekstrem dalam data
  • Data menceng kuat (pendapatan, harga rumah, kekayaan)
  • Skala ordinal (peringkat kepuasan pelanggan)
Median tahan terhadap nilai ekstrem — lebih jujur menggambarkan "orang biasa".
Pakai Mean Bila…
  • Data simetris tanpa outlier berarti
  • Butuh perhitungan lanjut (standar deviasi, uji statistik)
Mean memakai seluruh informasi data — menjadi bahan baku rumus-rumus statistika berikutnya.
Itu sebabnya BPS dan bank dunia melaporkan pendapatan median, bukan mean — agar tidak terdistorsi segelintir orang super kaya. Median menggambarkan "orang biasa" dengan lebih jujur.

Studi Kasus: Pendapatan per Kapita — Mean vs Median

Distribusi pendapatan/kekayaan di Indonesia (dan di mana pun) menceng kanan kuat: banyak orang berpendapatan menengah-bawah, sedikit orang sangat kaya.

Per Kapita = Mean
PDB÷n
"Pendapatan per kapita" pada dasarnya mean (total PDB ÷ jumlah penduduk). Tertarik ke atas oleh kelompok terkaya → terlihat lebih makmur dari kenyataan mayoritas.
Pendapatan Median
Me
Pendapatan orang yang persis di tengah. Lebih menggambarkan kondisi warga "tipikal". Biasanya jauh di bawah angka per kapita.
Laporan yang hanya menyebut pendapatan per kapita (mean) bisa menyembunyikan ketimpangan. Untuk potret kesejahteraan rakyat, median lebih jujur. Jarak mean−median = sinyal seberapa timpang distribusi. (Angka spesifik → cek rilis BPS terbaru.)

Studi Kasus: IHSG adalah Rata-rata Tertimbang Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan rata-rata sederhana harga semua saham — ia rata-rata tertimbang kapitalisasi.

Kalau Rata-rata Sederhana…
Salah
Saham 'gocap' (Rp 50) dan BBCA (~Rp 9–10 ribu) dianggap sama penting. Indeks jadi mudah digoyang saham kecil. Tidak dipakai.
Rata-rata Tertimbang (Dipakai)
Benar
Tiap saham dibobot kapitalisasi pasar-nya. Saham raksasa (BBCA, BBRI, TLKM) paling menentukan gerak IHSG; saham kecil pengaruhnya minim.
Ini penerapan weighted mean di pasar modal Indonesia: bobot = kapitalisasi. Konsep yang sama dengan IPK (bobot = SKS), beda objeknya saja. Rumus: x̄w = Σ(wᵢ · xᵢ) / Σwᵢ.

Lima Jebakan yang Sering Membuat Salah

Jebakan 1
Lupa mengurutkan sebelum cari median. Median butuh data terurut; mengambil "nilai tengah baris asli" = salah total.
Jebakan 2
Memakai mean saat data penuh outlier. Laporkan median (atau keduanya) bila ada nilai ekstrem yang jauh dari mayoritas.
Jebakan 3
Memaksa satu modus. Data bisa bimodal, multimodal, atau tanpa modus sama sekali — jangan dipaksa satu jika tidak ada.
Jebakan 4
Rata-rata biasa untuk pertumbuhan/return. Wajib pakai geometrik, bukan aritmetik — lihat contoh +100%/−50% = 0%.
Jebakan 5
Lupa bobot. IPK & IHSG adalah weighted mean; rata-rata biasa tanpa bobot SKS/kapitalisasi memberi hasil yang keliru.
Sebelum menyimpulkan — empat cek: (a) sudah diurutkan? (b) ada outlier/menceng? (c) data berlipat (return)? (d) ada bobot?

Cheat Sheet — Ukuran Pemusatan

UkuranRumusDipakai untuk
Mean populasiμ = Σxᵢ / NRata-rata seluruh populasi
Mean sampelx̄ = Σxᵢ / nRata-rata dari sampel
Median (data mentah)posisi (n+1)/2Nilai tengah; tahan outlier
Median (berkelompok)L + [(n/2 − F)/fm]·cTaksiran median dari tabel frekuensi
Modusnilai paling seringData kategori; nilai terlazim
Mean tertimbangw = Σ(wᵢxᵢ)/ΣwᵢIPK, indeks harga, IHSG
Mean geometrik(x₁·…·xₙ)^(1/n) − 1Pertumbuhan, return, CAGR
Aturan emas memilih: outlier/menceng → median · kategori → modus · pertumbuhan/return → geometrik · ada bobot → tertimbang · simetris & lanjut hitung → mean.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Tiga Ukuran
A
Nilai kuis 7 mahasiswa: 60, 70, 70, 75, 80, 85, 90. Hitung mean, median, modus. Apakah data ini menceng? Ke arah mana? (Petunjuk: bandingkan posisi ketiganya.)
Latihan 2 — Geometrik & Tertimbang
B
(a) Return saham 3 tahun: +10%, +20%, −10%. Hitung rata-rata pertumbuhan geometrik.
(b) Tiga ujian berbobot 20%, 30%, 50% bernilai 70, 80, 90. Hitung nilai akhir tertimbang.
Kerjakan 7 menit. Latihan 1: urutkan dulu sebelum cari median. Latihan 2a: ubah ke faktor (1+g), kalikan, akar, kurangi 1. Lalu kita bahas bersama.

Persiapan Pertemuan 4

Hari ini Anda belajar di mana pusat data berada. Pertemuan depan: seberapa menyebar data dari pusat itu — ragam, standar deviasi, dan mengenali outlier secara formal.

Pertemuan 4 — Ukuran Penyebaran
  • Range · Ragam (variance)
  • Standar deviasi — ukuran terpenting penyebaran
  • Koefisien variasi
  • Deteksi outlier formal: aturan IQR / z-score

Ini bagian kedua Sub-CPMK 1 — melengkapi gambar dari "pusat" ke "sebaran".

Tugas Mandiri — Latih
HDN
1 · 2 · 3
Ulangi HDN-1 s/d HDN-3 dengan angka Anda sendiri (mis. nilai semester Anda, return saham favorit). Bawa kalkulator ber-tombol [yˣ] ke kelas berikutnya.
Kuasai tujuh rumus ukuran pemusatan malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 4 — Ukuran Penyebaran & Outlier.