‹ Daftar slidePertemuan 2: Metode Grafik untuk Mendeskripsikan Data
Program Studi Manajemen • FEB
Statistika Bisnis I
Pertemuan 2 — Metode Grafik untuk Mendeskripsikan Data
Cara mengubah ratusan angka mentah menjadi satu gambar yang langsung “bercerita” — distribusi frekuensi, histogram, diagram batang, pie chart, dan Pareto.
RPS Minggu 2 • Sub-CPMK 1 • Durasi 2 × 50 Menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyajikan dan membaca pola data secara grafis (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
Capaian 1 — Tabel
Menyusun distribusi frekuensi (jumlah kelas, lebar, batas, titik tengah) dari data mentah tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 2 — Relatif & Kumulatif
Menghitung frekuensi relatif dan kumulatif, lalu menggambar histogram, poligon, ogive.
Capaian 3 — Data Kualitatif
Memilih & membaca diagram batang, pie chart, Pareto, stem-and-leaf sesuai jenis data.
Capaian 4 — Baca Kritis
Mengenali bentuk distribusi dan mendeteksi grafik yang menyesatkan untuk minimal dua contoh kasus.
50 Angka Mentah vs 1 Gambar
Berikut 50 return harian saham (dalam %). Coba jawab: berapa hari yang rugi? Di mana “pusat”-nya?
Langsung kelihatan: pusat ~0%, sedikit ekor ke kanan.
Otak manusia buruk membaca tumpukan angka, tetapi sangat hebat membaca bentuk. Itulah seluruh inti pertemuan ini: ubah angka menjadi bentuk.
Bagian 1 dari 4
Dari Data Mentah ke Tabel
Langkah wajib sebelum menggambar apa pun: merapikan data ke dalam distribusi frekuensi — kelas, lebar, batas, titik tengah, lalu frekuensi relatif & kumulatif.
KelasLebarFrekuensi
Anatomi Sebuah Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi = tabel yang mengelompokkan data ke beberapa kelas dan mencatat berapa amatan jatuh di tiap kelas. Lima istilah kunci:
1 — Kelas (class)
Selang nilai tempat data dikelompokkan. Contoh: kelas “0 s/d 1”.
2 — Batas Kelas (class limits)
Nilai terkecil & terbesar yang masuk satu kelas: batas bawah dan batas atas.
3 — Lebar Kelas (class width)
Jarak antar-batas. Harus sama untuk semua kelas agar grafik adil.
4 — Titik Tengah (midpoint)
(Batas bawah + Batas atas) ÷ 2. Mewakili kelas saat menggambar poligon.
Aturan main: kelas harus saling lepas (satu amatan masuk tepat satu kelas) dan menyeluruh (semua amatan kebagian kelas). • Frekuensi (f) = banyak amatan dalam satu kelas.
Berapa Banyak Kelas? Aturan 2k ≥ n
Terlalu sedikit kelas → pola hilang. Terlalu banyak → grafik “berisik”. Panduan praktis: pilih jumlah kelas k terkecil yang memenuhi 2k ≥ n.
Pilih k terkecil sehingga 2k ≥ n (n = banyak amatan)
n (amatan)
k (jumlah kelas)
Karena
30
5
25 = 32 ≥ 30
50
6
26 = 64 ≥ 50
100
7
27 = 128 ≥ 100
200
8
28 = 256 ≥ 200
Ini panduan, bukan hukum. Boleh disesuaikan ±1 kelas agar batasnya rapi (angka bulat). Yang penting: lebar kelas sama untuk semua kelas.
Menentukan Lebar Kelas, Batas, dan Titik Tengah
Setelah tahu jumlah kelas k, hitung lebarnya dari rentang data:
Lebar kelas ≈ (Nilai maks − Nilai min) ÷ k = Range ÷ k (lalu bulatkan ke atas ke angka rapi)
Langkah Ringkas
Hitung range = nilai maksimum − nilai minimum.
Lebar = range ÷ k → bulatkan ke atas ke angka yang rapi.
Tetapkan batas bawah kelas pertama (≤ nilai min), lalu tambah lebar berulang.
Titik tengah = (batas bawah + batas atas) ÷ 2.
Selalu bulatkan lebar ke atas, bukan ke bawah — kalau dibulatkan ke bawah, kelas Anda tidak akan cukup menampung nilai terbesar.
Coba Sendiri: Ubah Jumlah Kelas, Lihat Histogram Berubah
Geser jumlah kelas k dan amati bagaimana lebar kelas serta bentuk histogram ikut berubah pada data yang sama.
Hitung dari Nol — HDN-1: Distribusi Frekuensi 50 Return BBCA
Diberikan 50 return harian saham BBCA (%). Min = −2,4%, maks = +3,0%. Susun distribusi frekuensinya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah kelas k
2k ≥ 50 → 25=32 (<50), 26=64 (≥50)
k = 6
Range
3,0 − (−2,4)
5,4
Lebar kelas
5,4 ÷ 6 = 0,90 (sudah rapi)
0,9
Batas kelas
mulai −2,4, tambah 0,9
−2,4 / −1,5 / −0,6 / 0,3 / 1,2 / 2,1 / 3,0
Kelas (%)
Titik tengah
f
f relatif
−2,4 s/d −1,5
−1,95
3
6%
−1,5 s/d −0,6
−1,05
8
16%
−0,6 s/d 0,3
−0,15
15
30%
0,3 s/d 1,2
0,75
13
26%
1,2 s/d 2,1
1,65
7
14%
2,1 s/d 3,0
2,55
4
8%
Total
50
100%
Pola langsung terbaca: pusat di sekitar 0% (kelas −0,6 s/d 0,3 paling padat, f=15). Inilah “cerita” 50 angka tadi.
Frekuensi Relatif & Frekuensi Kumulatif
Frekuensi Relatif
Frekuensi kelas ÷ total n. Menjawab “berapa persen data ada di kelas ini?” → bagus untuk membandingkan dua kelompok berbeda ukuran.
Frekuensi Kumulatif
Jumlah frekuensi sampai batas atas kelas. Menjawab “berapa banyak data kurang dari nilai X?” → dasar untuk ogive.
Batas atas (%)
f kumulatif
% kumulatif
< −1,5
3
6%
< −0,6
11
22%
< 0,3
26
52%
< 1,2
39
78%
< 2,1
46
92%
< 3,0
50
100%
Baca kumulatif: “~52% hari memberi return di bawah 0,3%.” Inilah cara grafik menjawab pertanyaan persentil sederhana.
Bagian 2 dari 4
Grafik Data Kuantitatif
Dari tabel ke gambar: histogram menunjukkan sebaran, poligon menghubungkan puncaknya, ogive menampilkan akumulasi — lalu kita baca bentuk distribusinya.
Histogram — Potret Sebaran Data Kuantitatif
Histogram: batang-batang yang tingginya = frekuensi kelas. Khas data kuantitatif → batang menempel (tak ada celah), karena sumbu mendatarnya kontinu.
Batang Menempel
Tidak ada celah — menandakan sumbu-x adalah angka kontinu, bukan kategori terpisah.
Beda dengan Bar Chart
Diagram batang untuk kategori → batang terpisah. Jangan tertukar!
Kesalahan paling umum: menyebut diagram batang biasa sebagai “histogram”. Kunci pembeda: menempel (histogram) vs terpisah (bar chart).
Poligon Frekuensi — Garis dari Titik Tengah
Poligon frekuensi: titik di (titik tengah kelas, frekuensi), lalu dihubungkan garis. Ini “kerangka” histogram, ditutup ke sumbu di kedua ujung.
Kelebihan poligon: mudah menumpuk beberapa kelompok di satu grafik (mis. return BBCA vs TLKM) untuk dibandingkan — sulit dilakukan dengan histogram yang batangnya saling menutupi.
Ogive — Grafik Frekuensi Kumulatif
Ogive (dibaca “o-jaiv”): titik di (batas atas kelas, % kumulatif), dihubungkan garis. Selalu naik dari 0% ke 100%.
Kegunaan utama ogive: baca persentil langsung dari grafik. Tarik dari nilai di sumbu-x ke kurva, lalu ke sumbu-y. Contoh: di 0,3% → ~52% hari.
Hitung dari Nol — HDN-2: Frekuensi Kumulatif Gaji UMKM
Gaji bulanan 40 karyawan sebuah UMKM (juta Rp). Kelas lebar Rp 0,5 jt mulai Rp 2,0 jt. Berapa % karyawan bergaji < Rp 4 juta?
Kelas (jt Rp)
f
f kumulatif (<)
% kum.
2,0 s/d 2,5
4
4
10,0%
2,5 s/d 3,0
7
11
27,5%
3,0 s/d 3,5
10
21
52,5%
3,5 s/d 4,0
9
30
75,0%
4,0 s/d 4,5
6
36
90,0%
4,5 s/d 5,0
4
40
100,0%
Total
40
Jawaban
75%
30 dari 40 karyawan bergaji < Rp 4 juta
Bentuk Distribusi: Apa yang Diceritakan Grafik
Begitu data jadi histogram, bentuk-nya langsung memberi insight. Tiga bentuk yang wajib Anda kenali:
Simetris
Kiri & kanan seimbang. Rata-rata ≈ median. Contoh: tinggi badan, return harian saham normal.
Menceng Kanan (positif)
Ekor panjang ke kanan. Contoh: gaji, kekayaan, omzet UMKM — banyak kecil, sedikit besar.
Menceng Kiri (negatif)
Ekor panjang ke kiri. Contoh: nilai ujian mudah, usia pensiun.
Menceng = nama mengikuti arah ekor, bukan gunungnya. Ekor ke kanan = menceng kanan. • Unimodal = 1 puncak; bimodal = 2 puncak.
Dot Plot — Sederhana tapi Informatif
Dot plot: tiap amatan = satu titik di atas garis bilangan; nilai yang sama ditumpuk ke atas. Cocok untuk data kecil-menengah — pola & pencilan langsung tampak tanpa kehilangan satu data pun.
Kelebihan vs histogram: dot plot tidak mengelompokkan ke kelas, jadi tak ada detail hilang. Kekurangan: berantakan kalau n sangat besar.
Bagian 3 dari 4
Grafik Data Kualitatif
Untuk data kategori — merek, provinsi, jenis keluhan — bukan histogram melainkan diagram batang, pie chart, Pareto, dan stem-and-leaf yang berbicara.
Diagram Batang (Bar Chart) untuk Data Kualitatif
Diagram batang: tiap kategori = satu batang, tingginya = frekuensi/nilai. Batang terpisah (ada celah) — penanda data kategori, bukan kontinu.
Aturan Baca
Mulai sumbu-y dari nol; urutkan batang (besar→kecil) agar mudah dibandingkan.
Histogram batangnya menempel (angka kontinu); diagram batang batangnya terpisah (kategori). Satu-satunya beda visual yang harus Anda hafal.
Pie Chart & Komposisi
Pie chart membagi satu lingkaran (100%) menjadi juring sesuai proporsi tiap kategori. Sudut juring = persen × 360°. Cocok untuk komposisi dengan sedikit kategori.
Cara Hitung Sudut Juring
Industri pengolahan ≈ 19% dari PDB:
19% × 360° = 68,4°
Semua juring: total sudut = 360° ✓
Batas pie: buruk untuk membandingkan banyak juring yang ukurannya mirip. Untuk perbandingan presisi → pakai diagram batang.
Diagram Pareto — Menemukan “The Vital Few”
Diagram Pareto: diagram batang kategori diurutkan besar→kecil, plus garis persentase kumulatif. Menemukan sedikit kategori yang menyumbang sebagian besar masalah (prinsip 80/20).
Baca: 3 kategori teratas = ~78% keluhan. Fokuskan perbaikan ke sini → dampak terbesar dengan usaha paling sedikit.
Stem-and-Leaf — Tabel sekaligus Grafik
Stem-and-leaf memecah tiap angka jadi batang (digit depan) dan daun (digit belakang). Hasilnya: bentuk seperti histogram tanpa kehilangan angka asli.
Miringkan kepala → deretan daun membentuk siluet histogram!
Panjang baris daun = tinggi batang. Beda dengan histogram: Anda masih bisa baca setiap nilai asli — mis. 73 muncul dua kali.
Bagian 4 dari 4
Jujur, Rangkum, Latih
Grafik bisa menyesatkan tanpa satu angka pun salah. Kita belajar mendeteksinya, memilih grafik yang tepat, lalu merangkum dan berlatih.
Grafik yang Membohongi: Sumbu yang Dipotong
Data sama persis, dua grafik berbeda kesan. Trik favorit: sumbu-y tidak dimulai dari nol.
Menyesatkan — Sumbu mulai 98
Batang kedua tampak jauh lebih tinggi. Kesan dramatis.
Jujur — Sumbu mulai 0
Kenaikan 99 → 101 = hanya ~2%. Tampak apa adanya.
Saat membaca grafik orang lain, periksa selalu titik awal sumbu-y. Trik lain: skala tak seragam, grafik 3D, atau cherry-picking rentang waktu yang menguntungkan.
Memilih Grafik yang Tepat untuk Tujuan Anda
Tidak ada grafik “terbaik” universal — yang ada grafik paling tepat untuk pertanyaan & jenis data tertentu. Panduan cepat:
Tujuan / Jenis Data
Grafik yang Tepat
Sebaran data angka (bentuk distribusi)
Histogram / poligon / dot plot
Bandingkan kategori (mana terbesar)
Diagram batang
Komposisi (bagian dari keseluruhan), sedikit kategori
Pie chart
Prioritaskan kategori (the vital few)
Diagram Pareto
Lihat bentuk tanpa kehilangan angka asli
Stem-and-leaf / dot plot
Baca persentil / akumulasi
Ogive
Tiga pertanyaan pemandu: (1) Data saya angka atau kategori? (2) Saya ingin lihat sebaran, perbandingan, komposisi, atau akumulasi? (3) Berapa banyak kategorinya?
Peta Konsep: Bagaimana Semua Terhubung
Satu ide induk: ubah angka menjadi bentuk yang jujur & mudah dibaca. Semua grafik hari ini adalah varian dari ide itu.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — Distribusi Frekuensi
Diberikan 30 data lama tunggu pelanggan (menit): min = 2, maks = 17.
Untuk tiap data berikut, grafik apa yang paling tepat?
(a) Komposisi pasar 4 e-wallet (GoPay, OVO, DANA, ShopeePay) (b) Jumlah keluhan per kategori — cari prioritas perbaikan (c) Sebaran nilai UTS 80 mahasiswa
Kerjakan 5–7 menit. Kunci jawaban ada di Lampiran B — kita bahas bersama setelah ini.
Persiapan Pertemuan 3
Hari ini Anda belajar menyajikan data secara grafis. Pertemuan depan kita meringkasnya menjadi angka — ukuran pemusatan, sebaran, dan boxplot.
Pertemuan 3 — Ukuran Numerik
Rata-rata, median, modus — ukuran pemusatan
Jangkauan, varians, simpangan baku — ukuran sebaran
Kuartil & boxplot (melengkapi grafik hari ini)
Tugas Mandiri — Coba Sendiri
Ambil data nyata (∼30 angka): return saham dari aplikasi sekuritas, atau gaji di sekitar Anda. Susun distribusi frekuensinya, gambar histogram, dan pilih satu grafik kualitatif. Bawa hasilnya ke P3.
Kuasai membuat distribusi frekuensi & memilih grafik yang tepat. Sampai jumpa di Pertemuan 3 — Ukuran Pemusatan & Penyebaran.