stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Jenis Statistik, Data, dan Sampling
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Statistika Bisnis I

Pertemuan 1 · Jenis Statistik, Data, dan Sampling

Dari definisi statistika hingga cara menarik sampel yang benar — fondasi seluruh semester.

RPS Minggu 1 · Sub-CPMK 1 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan memahami perbedaan statistik deskriptif dan inferensial serta teknik pengambilan sampel dalam penelitian bisnis (Sub-CPMK 1):

Capaian 1 — Dua Cabang
1
Membedakan statistik deskriptif (meringkas data) dan inferensial (menyimpulkan dari sampel ke populasi) dengan contoh bisnis nyata.
Capaian 2 — Jenis Data
2
Mengklasifikasikan variabel ke skala nominal, ordinal, interval, rasio; kualitatif/kuantitatif; diskrit/kontinu.
Capaian 3 — Populasi & Sampel
3
Membedakan populasi vs sampel dan parameter vs statistik dalam kasus bisnis konkret.
Capaian 4 — Sampling
4
Menjalankan teknik sampling probabilistik & non-probabilistik, mengenali sampling error dan bias seleksi.

Tiga Keputusan Bisnis yang Tak Bisa Ditebak — Harus Diukur

Bayangkan Anda baru bekerja di tiga tempat berbeda. Hari pertama, tiga pertanyaan menghampiri:

Di Marketing
📣
"Apakah kemasan baru lebih disukai konsumen?" Tidak mungkin tanya 270 juta orang. Survei sebagian → simpulkan untuk semua.
Di Bank
🏦
"Berapa rata-rata saldo nasabah, dan seberapa beragam?" Jutaan rekening diringkas jadi beberapa angka kunci.
Di Bursa (BEI)
📈
"Apakah saham sektor energi lebih berisiko daripada konsumsi?" Bandingkan pola data harga, bukan firasat.
Ketiga pertanyaan ini menuntut data + cara mengolahnya — itulah statistika. Hari ini kita pelajari bahasa dan alat dasarnya.
Bagian 1 dari 4
Apa Itu Statistika & Dua Cabangnya
Dari definisi statistika sebagai cara berpikir, ke pembedaan terpenting: meringkas yang ada (deskriptif) versus menyimpulkan yang tak teramati (inferensial).
Definisi Deskriptif Inferensial

Apa Itu Statistika (Statistics)?

Statistika adalah ilmu mengumpulkan, mengorganisasi, menyajikan, menganalisis, dan menafsirkan data untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih efektif. (art and science of collecting, organizing, presenting, analyzing, and interpreting data)
Data = Bahan Baku
Data
Fakta dan angka yang dikumpulkan — omzet harian, jawaban kuesioner, harga saham. Data mentah belum berarti apa-apa sebelum diolah.
Keputusan = Tujuan
Info
Statistika mengubah data mentah menjadi informasi yang menuntun keputusan — investasi, pemasaran, kebijakan publik.
Kata kunci: keputusan di bawah ketidakpastian. Kalau kita tahu segalanya dengan pasti, kita tak butuh statistika.

Dua Cabang Statistika

Statistik Deskriptif
Ringkas
Metode untuk mengorganisasi, meringkas, dan menyajikan data dalam bentuk informatif. Menjawab: "Bagaimana gambaran data yang sudah saya punya?"

Alat: tabel, grafik, rata-rata, median, standar deviasi.
Statistik Inferensial
Simpulkan
Metode untuk menarik kesimpulan tentang populasi berdasarkan sampel. Menjawab: "Apa yang bisa saya simpulkan tentang keseluruhan dari sebagian?"

Alat: estimasi, uji hipotesis, interval keyakinan.
Pembeda inti: deskriptif berhenti di data yang ada di tangan; inferensial melompat dari sampel ke populasi — dan karenanya selalu mengandung risiko salah.

Deskriptif & Inferensial di Sekitar Anda (Indonesia)

BPS — Inflasi / IHK
BPS
BPS tidak mendata harga di semua toko se-Indonesia. Mereka mengamati sampel harga di kota terpilih, lalu menyimpulkan inflasi nasional.
INFERENSIAL
BEI — Ringkasan Pasar
BEI
Laporan harian "IHSG ditutup di level X, rata-rata harian, volume tertinggi" meringkas ribuan transaksi yang benar-benar terjadi.
DESKRIPTIF
Lembaga Survei
~1.100
responden
Dari ~1.100–2.000 responden, hasil "diperkirakan ±2,5%" untuk seluruh pemilih — jujur mencantumkan margin kesalahan.
INFERENSIAL
Satu lembaga bisa memakai keduanya: BPS mendeskripsikan data yang terkumpul, lalu menginferensi kondisi nasional dari sampel.
Bagian 2 dari 4
Bahan Baku: Populasi, Data, dan Skala
Sebelum mengolah, kenali bahannya: beda populasi & sampel, parameter & statistik, dan empat skala pengukuran yang menentukan operasi apa yang sah dilakukan.

Populasi vs Sampel

Populasi (Population)
>900
emiten BEI (per 2025)
Seluruh unit yang ingin kita pelajari. Contoh lain: seluruh nasabah sebuah bank; semua UMKM di Jawa Tengah.
Sampel (Sample)
50
emiten terpilih
Sebagian unit yang benar-benar kita amati, dipilih dari populasi. Contoh: 400 nasabah disurvei; 200 UMKM diwawancarai.
POPULASI>900 emiten BEISAMPEL50 emitentarik sampelinferensi
Kita meneliti sampel karena meneliti seluruh populasi sering mahal, lama, atau mustahil. Daftar lengkap unit populasi yang siap diambil sampel disebut kerangka sampel (sampling frame) — mis. daftar resmi emiten di situs BEI.

Coba Sendiri: Bedakan Populasi, Sampel, dan Simbolnya

Klik untuk menandai mana populasi/sampel pada tiap skenario, lalu cocokkan simbol mu/sigma dengan x-bar/s yang tepat.

Parameter vs Statistik (Kembarannya)

Sama seperti populasi punya "kembaran" sampel, angka ringkasannya juga sepasang:

Parameter → Populasi
μ σ π
Angka ringkas yang menggambarkan POPULASI. Biasanya tidak diketahui. Lambang: μ (rata-rata), σ (standar deviasi), π (proporsi).
Statistik → Sampel
x̄ s p
Angka ringkas yang dihitung dari SAMPEL. Diketahui. Lambang: x̄ (rata-rata), s (std deviasi), p (proporsi). Dipakai menaksir parameter.
UkuranPopulasi → ParameterSampel → Statistik
Rata-rataμ ("myu") ("eks-bar")
Standar deviasiσ ("sigma")s
Proporsiπ / Pp
Jembatan emas inferensi: kita pakai statistik (yang diketahui) untuk menaksir parameter (yang tak diketahui). x̄ → menaksir → μ.

Empat Skala Pengukuran Data — Wajib Hafal (NOIR)

Skala data menentukan operasi apa yang sah Anda lakukan. Urut dari paling "lemah" ke paling "kuat":

SkalaCiri UtamaOperasi yang SahContoh Bisnis
NOMINALLabel/kategori, tak ada urutanFrekuensi, modusSektor industri, jenis kelamin, kode emiten
ORDINALAda urutan, jarak tak setara+ Median, persentilPeringkat obligasi (idAAA…idD), skor kepuasan 1–5
INTERVALJarak setara, nol bukan "tidak ada"+ Rata-rata, selisihSuhu °C, tahun kalender, tahun IPO
RASIOJarak setara, nol mutlak ("tidak ada")+ Rasio, perkalianOmzet (Rp), ROA (%), jumlah karyawan, harga saham
Uji cepat "nol mutlak": Rp 0 = benar-benar tidak ada uang → rasio. 0 °C ≠ "tidak ada suhu" → interval.

Dua Penggolongan Lain yang Sering Dipakai

Kualitatif vs Kuantitatif
Kat / Num
Kualitatif (kategori): menyatakan jenis/sifat, tak dijumlahkan → mencakup Nominal & Ordinal. Contoh: sektor, peringkat, status puas/tidak.

Kuantitatif (numerik): hasil pengukuran/penghitungan → mencakup Interval & Rasio. Contoh: omzet, jumlah karyawan, harga saham.
Diskrit vs Kontinu (khusus kuantitatif)
D / K
Diskrit: hanya nilai terpisah/terhitung, biasanya bulat. Contoh: jumlah karyawan (351, tak mungkin 351,7), jumlah cabang.

Kontinu: bisa nilai berapa pun dalam suatu rentang. Contoh: berat, waktu, harga saham (Rp 4.532,57).
Hierarki: data kuantitatif terbagi lagi jadi diskrit (dihitung) atau kontinu (diukur). Data kualitatif tidak punya pembagian ini.

Hitung dari Nol — HDN-1: Golongkan 8 Variabel Emiten BEI

Anda menyusun basis data emiten BEI. Tentukan skala & jenis tiap variabel:

#VariabelContoh NilaiSkalaJenis
1Sektor industri"Energi", "Keuangan"NominalKualitatif
2Kode emiten (ticker)BBCA, TLKM, GOTONominalKualitatif
3Peringkat obligasiidAAA, idAA, …, idDOrdinalKualitatif
4Skor kepuasan investor (1–5)1 = sgt tdk puas … 5 = sgt puasOrdinalKualitatif
5Tahun IPO ⚠️1991, 2014, 2022IntervalKuantitatif diskrit
6Jumlah karyawan351; 12.480RasioKuantitatif diskrit
7ROA (%)3,2%; 11,7%RasioKuantitatif kontinu
8Harga saham penutupan (Rp)Rp 4.532; Rp 9.875RasioKuantitatif kontinu
Jebakan: Tahun IPO (#5) berupa angka tetapi tetap Interval (tahun '0' bukan 'tidak ada waktu'). ROA & harga punya nol mutlak → Rasio. #6 diskrit (hanya bilangan bulat); #7 & #8 kontinu.

Dua Struktur Data: Lintas-Unit vs Lintas-Waktu

Cross-Section (Lintas-Unit)
📷
Banyak unit diamati pada satu titik waktu. Contoh: ROA 50 emiten pada akhir 2024.

Pertanyaan: "Unit mana yang lebih baik?"
Time-Series (Runtun Waktu)
🎞️
Satu unit diamati sepanjang banyak waktu. Contoh: laba BBCA 2015–2024 (10 tahun).

Pertanyaan: "Bagaimana tren/perubahannya?"
CROSS-SECTION (t=2024)ABCDETIME-SERIES (BBCA)20152024
Gabungan keduanya — banyak unit × banyak waktu — disebut data panel (mis. ROA 50 emiten selama 10 tahun = 500 observasi). Akan Anda jumpai di mata kuliah lanjutan.

Sumber Data: Primer vs Sekunder

Data Primer
Sendiri
Dikumpulkan langsung dari sumber untuk tujuan penelitian Anda. Cara: survei/kuesioner, wawancara, eksperimen, observasi.

+ Sesuai kebutuhan, terbaru.
Mahal, lama.
Data Sekunder
Ada
Dikumpulkan pihak lain, sudah tersedia. Sumber Indonesia: BPS, BEI/IDX, OJK, BI, laporan tahunan emiten, Kemenkop.

+ Murah, cepat.
Mungkin tak persis sesuai kebutuhan; cek mutu & definisi.
Aturan praktis: cek dulu data sekunder yang ada (BPS, BEI) sebelum repot mengumpulkan data primer. Tapi pastikan definisi variabel cocok dengan kebutuhan Anda.
Bagian 3 dari 4
Cara Mengambil Sampel yang Benar
Teknik probabilistik (peluang terpilih diketahui) vs non-probabilistik, empat metode acak, lalu sumber kesalahan: sampling error, non-sampling error, dan bias seleksi.
Probabilistik Non-Probabilistik Error & Bias

Dua Keluarga Teknik Sampling

Probabilistik (Acak)
🎲
Setiap unit punya peluang terpilih yang diketahui & bukan nol. Pemilihan diserahkan ke mekanisme acak, bukan selera peneliti.

+ Bisa dihitung margin error; dasar inferensi yang sah.
Jenis: simple random, sistematis, stratified, cluster.
Non-Probabilistik
Peluang terpilih tidak diketahui; bergantung pertimbangan/kemudahan peneliti.

+ Murah & cepat.
Rawan bias, tak bisa dihitung margin error secara sah.
Jenis: convenience, judgment, quota.
Inferensi statistik yang sah (menghitung margin error, uji hipotesis) mensyaratkan sampling probabilistik. Non-probabilistik berguna untuk eksplorasi awal, bukan generalisasi presisi.

Empat Teknik Sampling Probabilistik

1 — Simple Random (Acak Sederhana)
SRS
Setiap unit & setiap kombinasi unit punya peluang sama. Cara: undian/angka acak.
Cocok bila populasi homogen & ada daftar lengkap.
2 — Sistematis
k=N/n
Pilih acak unit ke-r pertama, lalu ambil tiap kelipatan k (= N/n). Praktis untuk daftar panjang.
Hati-hati bila daftar berpola siklis.
3 — Stratified (Berlapis)
Strata
Bagi populasi jadi strata homogen (mis. sektor), ambil sampel dari TIAP strata proporsional.
Menjamin semua kelompok terwakili → lebih presisi.
4 — Cluster (Gugus)
Gugus
Populasi dibagi jadi gugus (mis. kota), pilih SEBAGIAN gugus acak, amati semua/sebagian unit di dalamnya.
Hemat biaya bila populasi tersebar geografis.
Stratified vs Cluster mudah tertukar: Stratified ambil dari SEMUA kelompok (kelompok homogen di dalam); Cluster ambil hanya SEBAGIAN gugus (gugus heterogen mewakili populasi).

Tiga Teknik Sampling Non-Probabilistik

Convenience (Kemudahan)
Easy
Ambil unit yang paling mudah dijangkau. Contoh: survei ke teman sekelas, polling pengunjung satu cabang.

Cepat tapi paling rawan bias.
Judgment (Pertimbangan)
Expert
Peneliti memilih sengaja unit yang dianggap representatif/ahli. Contoh: wawancara 5 pakar industri.

Bergantung keahlian peneliti.
Quota (Kuota)
Quota
Tetapkan jatah per kategori (mis. 50 pria, 50 wanita), isi sesukanya sampai kuota penuh.

Mirip stratified tapi pengisian tak acak.
Ketiganya tidak acak → tidak bisa dihitung margin error secara sah. Berguna untuk eksplorasi, uji coba kuesioner, riset kualitatif — bukan generalisasi presisi ke populasi.

Hitung dari Nol — HDN-2: Sampel Sistematis 20 dari 825 Emiten

Kerangka sampel: 825 emiten bernomor 1–825. Anda ingin n = 20 secara acak sistematis:

LangkahPerhitunganHasil
1. Tentukan interval kk = N/n = 825 ÷ 20 = 41,25 → bulatkan ke bawah (floor)k = 41
2. Pilih titik awal acak rUndian dalam {1 … 41} → terpilihr = 17
3. Bangun deret r + i·ki = 0, 1, 2, …, 1920 nomor
4. Daftar nomor terpilih17, 58, 99, 140, 181, 222, 263, 304, 345, 386, 427, 468, 509, 550, 591, 632, 673, 714, 755, 796796 ≤ 825 ✓
Hasil: 20 emiten terpilih (17, 58, …, 796). Verifikasi: nomor ke-20 = 17 + 19×41 = 17 + 779 = 796 ≤ 825 ✓. Sistematis = praktis: cukup satu angka acak (r), sisanya berpola.
Pembanding stratified (proporsional): Keuangan 110→3 | Konsumen 105→3 | Perindustrian 95→2 | Properti 90→2 | Energi 80→2 | Infrastruktur 70→2 | Teknologi & lain 275→7. Total = 20 ✓. Kelebihan: tiap sektor dijamin terwakili.

Stratified Multistage Nyata: Susenas BPS

Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) oleh BPS adalah contoh hidup sampling berlapis-bertahap (stratified multistage) — basis banyak angka kemiskinan & kesejahteraan Indonesia.

Berlapis (Stratified)
Strata
Wilayah Indonesia dibagi per provinsi/kabupaten & karakteristik (urban/rural) → tiap lapisan terwakili agar tak ada daerah terlewat.
Bertahap (Multistage)
Tahap
Tahap-1: pilih blok sensus secara acak. Tahap-2: pilih rumah tangga di blok terpilih. Menggabungkan ide cluster (gugus blok) + stratified.
Indonesia~280 jt pendudukStrata ProvinsiUrban / RuralPilih Blok Sensus (acak)Pilih Rumah Tangga (acak)DATA SUSENAS
Mengapa serumit ini? Karena meneliti semua ~280 juta penduduk tiap tahun mustahil. Desain multistage membuat sampel terjangkau biaya sekaligus mewakili keberagaman Indonesia.

Dua Sumber Kesalahan dalam Survei

Sampling Error (Kesalahan Penyampelan)
∝ 1/√n
Selisih wajar antara statistik sampel dan parameter populasi, hanya karena kita mengamati sebagian.

Wajar & terukur. Mengecil bila n diperbesar (∝ 1/√n).
Non-Sampling Error
⚠️
Kesalahan di luar soal ukuran sampel: kuesioner ambigu, responden bohong, salah input, non-respons, kerangka sampel cacat.

Berbahaya: TIDAK otomatis hilang walau n diperbesar.
nPatokan 1/√nSE Proporsi (p=0,5)
10010,0%5,00%
4005,0%2,50%
1.0003,2%1,58%
Bahaya tersembunyi: memperbesar sampel hanya mengecilkan sampling error. Non-sampling error bisa membesar pada survei besar yang dikelola buruk. Sampel besar yang bias lebih menyesatkan daripada sampel kecil yang bersih.

Bias Seleksi — Pembunuh Senyap Survei

Bias seleksi terjadi ketika cara memilih sampel membuat sebagian populasi sistematis lebih/kurang terwakili — sehingga sampel tidak mewakili populasi, sebelum satu angka pun dihitung.
Contoh 1 — Survei Online Sukarela
💻
Hanya yang punya internet & mau mengisi yang terdata. Pendapat yang tak online/tak peduli hilang → over-mewakili kelompok tertentu.
Contoh 2 — Survivorship Bias (Bursa)
📉
Menganalisis hanya emiten yang masih bertahan hari ini, mengabaikan yang sudah delisting/bangkrut → kinerja pasar tampak lebih bagus dari kenyataan.
Penangkal: kerangka sampel yang lengkap & adil + pemilihan acak + tindak lanjut non-respons. Bias seleksi tak bisa diperbaiki dengan memperbesar sampel.

Coba Sendiri: Simulasikan Bias Seleksi pada Sampling

Bandingkan hasil sampling acak vs sampling bias-seleksi pada populasi yang sama, dan amati bagaimana estimasi menyimpang.

Sensus vs Survei: Kapan Pakai yang Mana?

Sensus (Cacah Lengkap)
100%
seluruh populasi
Mengamati SELURUH populasi. Hasil = parameter (bukan taksiran).
+ Tak ada sampling error.
Mahal, lama, kadang mustahil.

Contoh: Sensus Penduduk BPS (~10 tahun sekali); pendataan UMKM Kemenkop.
Survei (Sampel)
Sebagian
populasi
Mengamati SEBAGIAN populasi. Hasil = statistik (taksiran parameter).
+ Murah, cepat, bisa sering.
Ada sampling error (tapi terukur).

Contoh: Susenas, survei IHK bulanan, riset pasar.
Aturan praktis: pakai sensus bila populasi kecil/krusial & terjangkau (mis. 50 cabang sendiri); pakai survei bila populasi besar/mahal/sering diukur (mis. konsumen nasional tiap bulan).

Peta Konsep Pertemuan 1

STATISTIKADESKRIPTIFINFERENSIALTabel · Grafik · Rata-rata · Std DevPOPULASI → SAMPELDATASkala: Nominal · Ordinal · Interval · RasioStruktur: Cross-section · Time-seriesSumber: Primer · SekunderTEKNIK SAMPLINGProb: SRS · Sistematis · Stratified · ClusterNon-Prob: Conv · Judg · QuotaSUMBER KESALAHANSampling Error (∝1/√n) · Non-Sampling Error · Bias SeleksiStatistik (x̄,s,p) → menaksir → Parameter (μ,σ,π)

Cheat Sheet: Skala Data & Teknik Sampling

Tabel 1 — Skala Data
SkalaKata KunciBoleh HitungContoh BEI
Nominallabel, tak berurutanfrekuensi, modussektor, kode emiten
Ordinalberurutan, jarak tak setara+ medianperingkat idAAA…idD
Intervaljarak setara, nol relatif+ rata-rata, selisihtahun IPO
Rasiojarak setara, nol mutlak+ rasio/kaliROA, harga saham, jml karyawan
Tabel 2 — Teknik Sampling
KeluargaTeknikInti
Prob.Simple Randomundian, peluang sama
Prob.Sistematistiap ke-k, awal acak r
Prob.Stratifiedsampel dari SEMUA strata
Prob.Clusterambil SEBAGIAN gugus
Non-prob.Convenienceyang termudah dijangkau
Non-prob.Judgmentdipilih sengaja (ahli)
Non-prob.Quotajatah kategori, isi tak acak
Simpan dua tabel ini — keduanya sering keluar di kuis & UTS, dan jadi rujukan saat Anda merancang penelitian skripsi nanti.

Penutup & Persiapan Pertemuan 2

Yang Sudah Kita Kuasai
  • Statistika & dua cabangnya (deskriptif / inferensial)
  • Populasi / sampel, parameter / statistik
  • Jenis data: 4 skala, kualitatif/kuantitatif, diskrit/kontinu, cross-section/time-series, primer/sekunder
  • 7 teknik sampling + sampling error, non-sampling error & bias seleksi
Persiapan Pertemuan 2
  • Baca Lind dkk. Ch. 2 (penyajian data: tabel & grafik)
  • Bawa contoh 1 dataset bisnis (boleh dari laporan tahunan emiten BEI)
  • Pikirkan: "Bagaimana meringkas 825 angka jadi 1 gambar yang bercerita?"
Pertemuan 2 kita masuk statistik deskriptif: menyajikan data dalam tabel frekuensi & grafik (histogram, batang, pie) agar pola tersembunyi terlihat. Fondasi hari ini akan langsung terpakai.

Sub-CPMK 1 ✓ Selesai