RPS minggu 8 · UTS Konsolidasi
UTS — Integrasi Pilar Manajemen SE Social Enterprise Management — S1 Manajemen FEB UNDIP Selamat datang di pertemuan kedelapan, minggu UTS. Tidak ada materi baru — kita konsolidasi tujuh pertemuan pertama menjadi peta terintegrasi. UTS akan menguji pemahaman lintas-pilar: dari konsep SE ke strategi, keuangan, inovasi, hingga operasional. Saya akan ringkas tiap pilar dan tunjukkan koneksi antar pilar. Pastikan Anda siap menjawab pertanyaan analisis lintas-konsep, bukan hanya menghafal definisi tunggal. Agenda UTS Konsolidasi Empat blok konsolidasi: konsep, strategi, keuangan, inovasi-operasional.
P1: Definisi SE (Dees, Yunus), sejarah, lanskap Indonesia P2: TBL Elkington, Blended Value Emerson, Friedman-Freeman P3: BMC Osterwalder + SBMC + Tipologi Alter P4: Design Thinking, SCAMPER, MVP, AARRR-I P5: 7 sumber pendanaan, zakat-wakaf, PSAK 45/117, IR P6: Social innovation (Phills, Bornstein, Murray), Stage-Gate + Impact P7: SCOR 5 driver, MTS/MTO, EOQ, 7 wastes, VSM, trade-off UTS akan menguji integrasi antar pilar — bukan hafalan konsep tunggal.
Empat blok konsolidasi untuk UTS. Blok 1-2 Konsep dan Strategi mencakup P1-P4: Definisi SE, TBL dan blended value, BMC dan SBMC, design thinking dan MVP. Blok 3-4 Keuangan dan Inovasi-Operasional mencakup P5-P7: sumber pendanaan dan PSAK, social innovation dan Stage-Gate, supply chain dan trade-off operasional. UTS akan menguji integrasi antar pilar — bukan hafalan konsep tunggal. Strategi belajar: buat mind map yang menghubungkan konsep-konsep lintas pilar. Misalnya: bagaimana TBL (P2) diimplementasikan dalam SBMC (P3), diukur via IR (P5), dan dioperasionalkan via SCOR (P7)? Pertanyaan integratif seperti ini adalah inti UTS. Mengapa UTS Konsolidasi — Bukan Hafalan UTS konsolidasi menguji kemampuan integrasi — skill yang membedakan pengelola SE profesional.
Pemahaman Konsep Tunggal
~30%
Estimasi bobot UTS (dihedge ~) — definisi, istilah, teori dasar
Aplikasi & Integrasi Lintas-Pilar
~70%
Estimasi bobot UTS (dihedge ~) — analisis kasus, sintesis, trade-off
Pertanyaan pemantik: kalau SE X menghadapi masalah Y, kerangka dari pilar mana yang Anda pakai? Mengapa?
Saya ingin Anda memahami filosofi UTS konsolidasi. Estimasi bobot UTS: pemahaman konsep tunggal sekitar 30 persen (definisi, istilah, teori dasar); aplikasi dan integrasi lintas-pilar sekitar 70 persen (analisis kasus, sintesis, trade-off). Bobot dalam persentase adalah estimasi kasar (dihedge) karena pasti bervariasi per soal. Pertanyaan pemantik tadi adalah tipe soal yang akan muncul: kalau SE X menghadapi masalah Y, kerangka dari pilar mana yang Anda pakai? Mengapa? Tidak ada jawaban tunggal — yang dinilai adalah kemampuan Anda memilih kerangka yang sesuai dan menjelaskan rasionalitas. Sebagai pengelola SE profesional, skill integrasi lintas-pilar adalah yang membedakan dari teknisi satu disiplin. UTS dirancang untuk menguji skill ini. Blok 1 · 1/4
Pilar 1: Konsep SE
Diskusi kelas: jika Anda harus menjelaskan SE ke orang awam dalam 2 menit, apa yang Anda katakan?
Kita mulai konsolidasi pilar pertama: Konsep SE. Pertanyaan diskusi tadi adalah latihan elevator pitch — kemampuan menjelaskan SE secara singkat dan jelas. Kombinasikan: definisi operasional (Dees + Yunus), contoh konkret Indonesia, dan keunikan SE vs charity/bisnis. Jangan terjebak jargon teknis. Pilar 1 Ringkas: Konsep SE SE = Misi sosial prim + Urusan niaga sustainable. Spektrum: charity murni ↔ hybrid ↔ bisnis komersial.
Definisi Dees
3 pilar: misi prim, inovasi, keberlanjutan finansial
Tipe Yunus
Type I (non-profit) & Type II (investor-owned)
Lanskap Indonesia
~340+ SE teridentifikasi (British Council 2015); yayasan, PT, koperasi
Pilar 1 Konsep SE dalam ringkasan: definisi operasional SE adalah misi sosial prim plus urusan niaga sustainable, di spektrum antara charity murni, hybrid, dan bisnis komersial. Definisi Dees dengan tiga pilar: misi prim, inovasi, dan keberlanjutan finansial. Tipe Yunus: Type I non-profit yang semua surplus untuk misi, Type II investor-owned yang sebagian profit untuk misi sosial. Lanskap Indonesia: lebih dari 340 SE teridentifikasi British Council 2015, dengan estimasi terkini ribuan, dalam bentuk hukum yayasan, PT, atau koperasi. Untuk UTS, pastikan Anda mampu menjelaskan: (1) apa yang membuat SE berbeda dari charity dan bisnis komersial; (2) bagaimana tipe Yunus mengklasifikasi SE; (3) konteks Indonesia yang khas. Pertanyaan integratif: bagaimana lanskap Indonesia (bentuk hukum) memengaruhi pilihan tipe Yunus yang possible? Pilar 2 Ringkas: Kerangka Teoretis Tiga kerangka teoretis kunci: TBL Elkington, Blended Value Emerson, Friedman vs Freeman.
Kerangka Inti Implikasi SE TBL Elkington 3P: Profit, People, Planet Ukur kinerja di 3 dimensi Blended Value Emerson Satu nilai terintegrasi Value proposition holistik Friedman vs Freeman Shareholder vs Stakeholder SE lebih dekat Freeman IRIS/GIIRS/SASB Kerangka pengukuran dampak Operasionalisasi TBL
Pilar 2 Kerangka Teoretis dalam ringkasan: tiga kerangka kunci. TBL Elkington dengan 3P Profit-People-Planet — ukur kinerja di tiga dimensi. Blended Value Emerson — satu nilai terintegrasi yang tidak dapat dipisahkan, untuk value proposition holistik. Friedman vs Freeman — debat shareholder primacy vs stakeholder theory, SE lebih dekat Freeman. IRIS, GIIRS, SASB — kerangka pengukuran dampak global untuk operasionalisasi TBL. Untuk UTS, latih pertanyaan integratif: bagaimana TBL memberi struktur untuk SBMC (P3)? Bagaimana blended value menjelaskan value proposition SE? Bagaimana Friedman-Freeman memberi latar filosofis? Mengapa IRIS/GIIRS/SASB penting untuk fundraising impact investor? Hitung dari Nol: TBL + Spektrum SE Skenario: Sebuah SE pendidikan dengan: 70% revenue dari fee siswa paying, 30% dari donasi; misi sosial di AD/ART; laporan TBL tahunan dengan skor Profit 7, People 8, Planet 6. Klasifikasikan ke spektrum charity-hybrid-bisnis dan tipe Yunus. Diskusikan kekuatan dan area improvement.
Dimensi Analisis Spektrum Hybrid — campuran penjualan (70%) + donasi (30%); misi sosial eksplisit Tipe Yunus Type II — investor-owned dengan sebagian profit untuk misi sosial (jika PT); atau Type I jika yayasan TBL Profil Total 21/30; People terkuat (8), Planet terlemah (6) — area improvement Improvement Tingkatkan Planet via program green skills; pertahankan People via impact measurement
Insight
Hybrid Type II
SE ini berada di spektrum hybrid dengan tipe Yunus II; TBL menunjukkan area improvement di Planet
Mari kita konsolidasi pilar 1-2 dengan latihan. SE pendidikan dengan 70 persen revenue dari fee siswa paying dan 30 persen dari donasi; misi sosial di AD/ART; laporan TBL tahunan dengan skor Profit 7, People 8, Planet 6. Klasifikasi: spektrum hybrid karena campuran penjualan dan donasi dengan misi sosial eksplisit. Tipe Yunus: Type II jika PT (investor-owned dengan sebagian profit untuk misi sosial), atau Type I jika yayasan (non-profit dengan semua surplus untuk misi). TBL profil: total 21 dari 30, People terkuat (8), Planet terlemah (6). Area improvement: tingkatkan Planet via program green skills di kurikulum; pertahankan People via impact measurement yang ketat. Latihan ini melatih integrasi pilar 1-2: klasifikasi SE (spektrum, tipe Yunus) plus TBL untuk identifikasi area improvement. Untuk UTS, harapkan soal serupa dengan SE berbeda. Blok 2 · 2/4
Pilar 3: Strategi SE — BMC, SBMC, MVP
Diskusi kelas: dari BMC, SBMC, design thinking, MVP — mana yang paling operasional untuk SE baru?
Pilar 3 Strategi SE dalam ringkasan: BMC, SBMC, design thinking, dan MVP. Pertanyaan diskusi tadi membantu Anda memilih tool yang paling operasional. Untuk SE baru, MVP paling operasional karena langsung test dengan beneficiary. BMC dan SBMC adalah tools pemetaan, sementara design thinking adalah metodologi. Semua saling melengkapi, bukan alternatif. Pilar 3 Ringkas: Strategi & Pendirian Empat tools strategi SE: BMC, SBMC, design thinking, MVP — saling melengkapi.
BMC 9 blok — Customer Segments hingga Cost StructureSBMC +5 blok — Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus, Stakeholder MapTipologi Alter — Embedded, Integrated, ExternalDouble Diamond — Discover, Define, Develop, DeliverSCAMPER — 7 teknik ideationMVP — Concierge, Wizard of Oz, Landing PageAARRR-I — Funnel + ImpactPilar 3 Strategi dan Pendirian SE dalam ringkasan. BMC dan SBMC: 9 blok Osterwalder plus 5 blok tambahan SE (Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus Distribution, Stakeholder Map), dengan tipologi Alter Embedded-Integrated-External. Design Thinking dan MVP: Double Diamond IDEO dengan empat fase, SCAMPER untuk ideation, MVP Concierge-Wizard of Oz-Landing Page untuk validasi, AARRR-I dengan dimensi Impact sebagai funnel SE. Untuk UTS, latih pertanyaan integratif: bagaimana SBMC menangkap kompleksitas yang tidak ada di BMC biasa? Mengapa tipologi Alter penting untuk pilihan strategi? Bagaimana MVP membantu validasi BMC sebelum scale? Pertanyaan-pertanyaan ini menguji pemahaman Anda tentang koneksi antar tools. Pilar 4 Ringkas: Keuangan SE Pilar keuangan: 7 sumber pendanaan, zakat-wakaf, PSAK 45/117, dual reporting, IR.
Komponen Inti Implikasi 7 Sumber Pendanaan Donasi, grant, sponsorship, penjualan, equity, debt, blended Diversifikasi untuk mitigasi risiko Zakat-Infaq-Wakaf Sumber khas Indonesia (UU 23/2011, UU 41/2004) Potensi ~Rp 500 T/tahun PSAK 45/117 Standar akuntansi yayasan/nirlaba Klasifikasi aset neto terikat/tidak terikat Dual Reporting Restricted + Unrestricted + Permanently Restricted Transparansi donor & regulator Integrated Reporting 6 kapital value creation Laporan holistik SE
Pilar 4 Keuangan SE dalam ringkasan: 5 komponen utama. Pertama, 7 sumber pendanaan dari donasi hingga blended finance, dengan diversifikasi untuk mitigasi risiko. Kedua, zakat-infaq-wakaf sebagai sumber khas Indonesia yang diatur UU 23/2011 dan UU 41/2004, dengan potensi total sekitar Rp 500 triliun per tahun (dihedge). Ketiga, PSAK 45 dan 117 sebagai standar akuntansi yayasan dan nirlaba, dengan klasifikasi aset neto terikat-tidak terikat-permanen terikat. Keempat, dual reporting restricted-unrestricted-permanently untuk transparansi donor dan regulator. Kelima, Integrated Reporting dengan 6 kapital value creation untuk laporan holistik SE. Untuk UTS, latih pertanyaan integratif: bagaimana pilihan sumber pendanaan memengaruhi struktur akuntansi? Mengapa PSAK 45 berbeda dari PSAK korporasi biasa? Bagaimana IR melengkapi dual reporting? Hitung dari Nol: Integrasi Strategi-Keuangan Skenario: SE pendidikan vokasi ingin scale dari 100 siswa ke 500 siswa dalam 2 tahun. Strategi: tambah 2 cabang + platform online. Sumber pendanaan yang dibutuhkan: Rp 2 miliar. Susun strategi pendanaan dengan 7 sumber dan jelaskan bagaimana ini berhubungan dengan SBMC dan PSAK.
Sumber % Hubungan SBMC & PSAK Penjualan (fee siswa paying) 40% (Rp 800 jt) Revenue stream SBMC; unrestricted PSAK Grant yayasan scaling 25% (Rp 500 jt) Key Partnership SBMC; temporarily restricted PSAK Donasi individual 15% (Rp 300 jt) Customer Segments SBMC; unrestricted atau terikat Sponsorship korporasi 10% (Rp 200 jt) Key Partnership SBMC; unrestricted PSAK Equity impact investor 10% (Rp 200 jt) Key Resources SBMC; equity struktur PT Total Rp 2 miliar Dual reporting wajib untuk transparansi
Insight
5 sumber terdiversi
Strategi pendanaan terkait SBMC (Revenue, Partnership, Resources) dan PSAK (klasifikasi aset neto)
Mari kita integrasikan strategi-keuangan dengan latihan. SE pendidikan ingin scale dari 100 ke 500 siswa dalam 2 tahun, butuh Rp 2 miliar. Strategi pendanaan: penjualan fee siswa 40 persen Rp 800 juta — revenue stream SBMC, unrestricted PSAK. Grant yayasan scaling 25 persen Rp 500 juta — Key Partnership SBMC, temporarily restricted PSAK. Donasi individual 15 persen Rp 300 juta — Customer Segments SBMC, unrestricted atau terikat. Sponsorship korporasi 10 persen Rp 200 juta — Key Partnership SBMC, unrestricted PSAK. Equity impact investor 10 persen Rp 200 juta — Key Resources SBMC, equity struktur PT. Total Rp 2 miliar dengan dual reporting wajib. Insight utama: strategi pendanaan terkait SBMC (Revenue stream, Key Partnership, Key Resources) dan PSAK (klasifikasi aset neto). Latihan ini melatih integrasi pilar 3 dan 4. Untuk UTS, harapkan soal integratif serupa. Blok 3 · 3/4
Pilar 5: Inovasi & Operasional
Diskusi kelas: antara social innovation dan supply chain management, mana yang lebih strategis untuk SE Indonesia?
Pilar 5 Inovasi dan Operasional dalam ringkasan. Pertanyaan diskusi tadi akan menarik perdebatan: social innovation lebih strategis karena menentukan model SE, sementara supply chain lebih operasional karena menentukan eksekusi. Keduanya saling melengkapi — social innovation tanpa operasional yang scalable akan stuck, sebaliknya operasional tanpa inovasi akan stagnan. Pilar 5 Ringkas: Inovasi & Operasional Pilar inovasi: social innovation + Stage-Gate + Impact Gate + TCO. Pilar operasional: SCOR + MTS/MTO + EOQ + 7 wastes + VSM.
Social innovation — Phills, Bornstein 6 pola, Murray 6-step3 jenis — inkremental, disruptif, sistemikStage-Gate + Impact Gate — pipeline dual kriteriaTCO — true cost untuk beneficiarySCOR 5 driver — Plan, Source, Make, Deliver, ReturnMTS/MTO + EOQ — strategi produksi & inventory7 wastes + VSM — Lean continuous improvement3 trade-off — cost-quality, speed-sustain, scale-localPilar 5 Inovasi dan Operasional dalam ringkasan. Pilar Inovasi: social innovation dengan Phills, Bornstein, Murray; tiga jenis inovasi inkremental-disruptif-sistemik; Stage-Gate dengan Impact Gate untuk pipeline dual kriteria; TCO untuk true cost dari sudut beneficiary. Pilar Operasional: SCOR 5 driver Plan-Source-Make-Deliver-Return; MTS/MTO dan EOQ untuk strategi produksi dan inventory; 7 wastes TPS dan Value Stream Mapping untuk Lean continuous improvement; tiga trade-off klasik operasional SE. Untuk UTS, latih pertanyaan integratif: bagaimana social innovation (P6) berhubungan dengan trade-off operasional (P7)? Mengapa Stage-Gate perlu Impact Gate di SE? Bagaimana TCO dan EOQ saling melengkapi untuk pengelola SE? Hitung dari Nol: Integrasi Inovasi-Ops Skenario: SE Rumah Energi ingin scaling dari 1000 unit terpasang ke 5000 unit dalam 3 tahun. Produk baru: digester modular yang lebih mudah instalasi. Identifikasi: (1) jenis inovasi (inkremental/disruptif/sistemik); (2) Stage-Gate dengan Impact Gate; (3) implikasi supply chain (5 driver SCOR); (4) trade-off operasional utama.
Dimensi Analisis Rumah Energi Scaling Jenis Inovasi Inkremental — perbaikan model existing (digester baru modular) Stage-Gate + Impact Gate 1: fit misi; Gate 3: business case + impact 4000 unit tambahan; Gate 5: launch SCOR 5 driver Plan: forecast 5000; Source: supplier modular; Make: produksi; Deliver: last-mile desa; Return: warranty Trade-off utama Scale vs Local: standardize digester + adaptasi installer lokal
Insight
Integrasi 4 dimensi
Inovasi inkremental + Stage-Gate dengan Impact + SCOR planning + trade-off scale-local — semua bekerja bersama
Mari kita integrasikan pilar 5 dengan latihan Rumah Energi scaling. Jenis inovasi: inkremental karena perbaikan model existing dengan digester modular yang lebih mudah instalasi. Stage-Gate dengan Impact Gate: Gate 1 fit misi inklusi energi, Gate 3 business case dengan proyeksi 4000 unit tambahan plus impact measurement, Gate 5 launch dengan supply chain siap. SCOR 5 driver: Plan forecast 5000 unit, Source supplier komponen modular, Make produksi, Deliver last-mile ke desa, Return warranty. Trade-off utama: Scale vs Local dengan standardize desain digester tetapi adaptasi installer lokal sesuai konteks daerah. Insight utama: inovasi inkremental, Stage-Gate dengan Impact, SCOR planning, dan trade-off scale-local bekerja bersama untuk scaling strategi. Latihan ini melatih integrasi pilar 5. Untuk UTS, harapkan soal integratif serupa dengan SE berbeda. Blok 4 · 4/4
Persiapan UTS & Sinopsis P9-P14
Diskusi kelas: dari materi P1-P7, mana yang paling Anda ragukan untuk UTS?
Blok penutup persiapan UTS dan sinopsis P9-P14. Pertanyaan diskusi tadi membantu saya identifikasi area yang perlu dipejelas sebelum UTS. Setelah UTS, kita akan masuk ke: P9 Pemasaran SE, P10 Pengukuran Dampak, P11 Tantangan & Peluang, P12 Capacity Building & Kemitraan, P13 Studi Kasus, P14 Business Plan. Pertemuan 14 adalah puncak dengan business plan yang mengintegrasikan semua pilar. Sinopsis P9-P14 Pasca-UTS Enam pertemuan pasca-UTS yang melengkapi dan menyintesis pilar manajemen SE.
P9 Pemasaran SE — 3 audience, cause marketing, storytellingP10 Pengukuran Dampak — Theory of Change, SROI, IRIS+P11 Tantangan & Peluang — kebijakan, regulasi, digitalP12 Capacity & Kemitraan — McKinsey 7S, AustinP13 Studi Kasus — Dompet Dhuafa, Rumah Energi, ASYA, dllP14 Business Plan — puncak, integrasi semua pilarSinopsis enam pertemuan pasca-UTS. Blok Pasca-UTS 1 Eksekusi: P9 Pemasaran SE dengan 3 audience, cause marketing, dan storytelling; P10 Pengukuran Dampak dengan Theory of Change, SROI, dan IRIS+; P11 Tantangan dan Peluang SE Indonesia dengan kebijakan, regulasi, dan tren digital. Blok Pasca-UTS 2 Sintesis: P12 Capacity Building dan Kemitraan dengan McKinsey 7S dan Austin; P13 Studi Kasus SE Indonesia seperti Dompet Dhuafa, Rumah Energi, ASYA; P14 Business Plan sebagai puncak yang mengintegrasikan semua pilar. Setelah UTS, fokus kita akan bergeser dari konsep ke aplikasi dan sintesis. Pertemuan 14 adalah puncak di mana Anda akan menyusun business plan SE sendiri. Untuk persiapan UTS, fokus dulu pada integrasi pilar 1-5 yang sudah kita bahas; P9-P14 akan lebih mudah setelah UTS karena Anda punya fondasi yang kuat. Strategi Belajar UTS Tiga strategi belajar yang akan memaksimalkan persiapan UTS Anda.
Strategi Aktivitas Output 1. Mind Map Integratif Buat peta konsep yang menghubungkan lintas-pilar Pemahaman struktur, bukan hafalan 2. Latihan Hitung-dari-Nol Ulangi semua HDN dari P1-P7 Skill aplikasi kuantitatif 3. Analisis Kasus Lintas-Pilar Pilih 1 SE Indonesia, analisis dengan semua kerangka Skill sintesis & integrasi
Kombinasi tiga strategi ini akan mempersiapkan Anda untuk semua tipe soal UTS: konsep, aplikasi, dan integrasi.
Tiga strategi belajar untuk persiapan UTS. Pertama, Mind Map Integratif — buat peta konsep yang menghubungkan lintas-pilar. Misalnya, mulai dari Definisi SE (P1), lalu koneksi ke TBL (P2), lalu ke SBMC (P3), lalu ke Pendanaan (P5), lalu ke Operasional (P7). Output: pemahaman struktur, bukan hafalan. Kedua, Latihan Hitung-dari-Nol — ulangi semua HDN dari P1-P7. Output: skill aplikasi kuantitatif untuk soal hitungan. Ketiga, Analisis Kasus Lintas-Pilar — pilih satu SE Indonesia seperti Dompet Dhuafa atau Rumah Energi, analisis dengan semua kerangka dari P1-P7. Output: skill sintesis dan integrasi untuk soal analisis. Kombinasi tiga strategi ini akan mempersiapkan Anda untuk semua tipe soal UTS: konsep, aplikasi, dan integrasi. Selamat belajar, sampai jumpa di UTS. Ringkasan UTS Konsolidasi Pilar 1-2 Konsep
Definisi SE (Dees, Yunus) + TBL/Blended Value/Friedman-Freeman
Pilar 3 Strategi
BMC + SBMC + Alter + Design Thinking + MVP + AARRR-I
Pilar 4-5 Keuangan + Inovasi/Ops
7 sumber + PSAK + IR + Social Innovation + SCOR + Lean
UTS menguji integrasi 5 pilar — gunakan mind map, latihan HDN, dan analisis kasus lintas-pilar.
Untuk UTS: baca semua materi P1-P7; latih Hitung-dari-Nol; siapkan analisis satu SE Indonesia dengan semua kerangka.
Sebagai penutup konsolidasi UTS, ringkasan lima pilar manajemen SE. Pilar 1-2 Konsep: definisi SE dari Dees dan Yunus, plus TBL, Blended Value, dan Friedman-Freeman sebagai kerangka teoretis. Pilar 3 Strategi: BMC, SBMC, tipologi Alter, design thinking, MVP, dan AARRR-I sebagai toolkit strategi dan pendirian. Pilar 4-5 Keuangan dan Inovasi-Operasional: tujuh sumber pendanaan, PSAK, IR, social innovation, SCOR, dan Lean. UTS menguji integrasi lima pilar — gunakan mind map untuk struktur, latihan HDN untuk skill kuantitatif, dan analisis kasus lintas-pilar untuk skill sintesis. Untuk persiapan: baca semua materi P1-P7, latih Hitung-dari-Nol, dan siapkan analisis satu SE Indonesia dengan semua kerangka. Selamat belajar, sampai jumpa di UTS minggu depan.