stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Operasional SE — Supply Chain, Produksi, Trade-off
RPS minggu 7 · 2x50 menit

Operasional SE — Supply Chain & Produksi

Social Enterprise Management — S1 Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 7: menjelaskan manajemen operasional SE. Empat indikator capaian.

Jam ke-1 (50 menit)
  • 5 driver supply chain performance: produce, source, deliver, return, plan
  • MTS vs MTO — dua strategi produksi
  • EOQ (Economic Order Quantity) untuk inventory
Jam ke-2 (50 menit)
  • 7 wastes Toyota Production System + Kaizen
  • Value Stream Mapping untuk SE
  • 3 trade-off klasik operasional SE
Posisi: produk P6 → operasional P7 → UTS P8 → pemasaran P9.

Mengapa Operasional SE Lebih Sulit dari Bisnis Biasa

SE menghadapi kompleksitas operasional yang tidak ada di bisnis biasa: beneficiary mungkin bukan payer, lokasi remote, SDM terbatas.

SE dengan Operational Issue Stuck
~40-50%
Estimasi praktik (dihedge ~); banyak SE stuck di operational bottleneck
Last-mile Delivery Cost SE Desa
~30-50%+
Estimasi praktik SE pedesaan (dihedge ~); jauh lebih tinggi dari perkotaan
Pertanyaan pemantik: bayangkan Rumah Energi mengirim biogas ke 1000 desa terpencil — bagaimana mengelola supply chain-nya?
Bagian 1 · 1/4
5 Driver Supply Chain Performance
Diskusi kelas: dari 5 driver SCOR (plan, source, make, deliver, return), mana yang paling sulit untuk SE pedesaan?

SCOR Model: 5 Driver Supply Chain

SCOR (Supply Chain Operations Reference) model memberi kerangka 5 driver untuk mengelola supply chain secara holistik.
1. PLAN
Demand forecasting, capacity planning, inventory policy
2. SOURCE
Supplier selection, procurement, supplier relationship
3. MAKE
Production, manufacturing, quality control
4. DELIVER
Order management, warehousing, transportation
5. RETURN
Reverse logistics, warranty, defect management

Untuk SE Indonesia: tambahkan capacity building beneficiary sebagai driver ke-6 khas SE — beneficiaries sering harus dilatih menjadi co-producer atau co-distributor.

MTS vs MTO: Dua Strategi Produksi

Pilihan strategi produksi MTS vs MTO menentukan struktur operasional SE secara fundamental.

DimensiMTS (Make-to-Stock)MTO (Make-to-Order)
Trigger produksiForecast demandPesanan aktual
InventoryTinggi (stok jadi)Rendah (atas pesanan)
Lead time customerCepat (langsung dari stok)Lambat (produksi setelah pesanan)
RisikoObsolescence, overstockCapacity under-utilization
Contoh SERumah Energi: digester siap pasangSE kerajinan custom-order
Untuk SE Indonesia: MTS cocok untuk produk standardized (biogas unit, pompa air); MTO cocok untuk produk customized (pelatihan kustom, kerajinan pesanan).

EOQ: Economic Order Quantity

EOQ adalah formula klasik untuk menentukan kuantitas pemesanan optimal yang meminimalkan total cost inventory (holding + ordering).

EOQ = √(2 × D × S / H)D = DemandUnit/tahunS = Setup costRp per pesananH = Holding costRp per unit/tahun
EOQ = √(2DS/H) — minimize total inventory cost

Hitung dari Nol: EOQ Komponen Biogas Rumah Energi

Skenario: Rumah Energi butuh 1000 unit pipa PVC per tahun untuk instalasi biogas. Setup cost (biaya pesanan administrasi + pengiriman) Rp 200 ribu per pesanan. Holding cost Rp 5 ribu per unit per tahun (gudang + asuransi). Hitung EOQ dan frekuensi pemesanan optimal.
LangkahPerhitunganNilai
1. Identifikasi DDemand tahunan1000 unit/tahun
2. Identifikasi SSetup cost per pesananRp 200.000
3. Identifikasi HHolding cost per unit/tahunRp 5.000
4. EOQ√(2 × 1000 × 200.000 / 5.000)√80.000.000 = 283 unit
5. Frekuensi pesananD / EOQ = 1000 / 283~3,5 kali/tahun
Insight
EOQ = 283 unit
Pesan 283 unit setiap 3,5 bulan — minimize total cost inventory (holding + ordering)
Bagian 2 · 2/4
7 Wastes TPS & Value Stream Mapping
Diskusi kelas: dari 7 wastes TPS, mana yang paling sering muncul di SE Indonesia?

7 Wastes Toyota Production System

TPS mengidentifikasi tujuh jenis waste (pemborosan) yang harus dieliminasi untuk operasional yang efisien.

WasteDefinisiContoh SE
1. OverproductionProduksi lebih dari butuhCetak materi pelatihan berlebih
2. WaitingWaktu menganggur menungguStaf menunggu approval founder
3. TransportPerpindahan material tidak perluPindah gudang jauh dari produksi
4. Over-processingProses lebih detail dari perluReport terlalu detail untuk beneficiary
5. InventoryStok berlebihBahan baku 6 bulan di gudang
6. MotionGerakan tidak perlu pekerjaCari dokumen di folder tidak terstruktur
7. DefectsKesalahan produksiUnit biogas rusak karena SOP manual
Untuk SE Indonesia: tambahan waste ke-8 = "Approval bottleneck" — keputusan menunggu founder, menghambat semua proses.

Value Stream Mapping (VSM)

VSM adalah alat visual untuk memetakan seluruh proses dari input ke output, mengidentifikasi value-add dan non-value-add activities.

INPUTBahan bakuPROCESS 1ProduksiWAITApproval (waste)PROCESS 2Quality checkREWORKDefect (waste)OUTBeneficiary
VSM: petakan value-add (hijau) + non-value-add (merah) → eliminate waste

Kaizen — Continuous Improvement

Kaizen adalah filosofi TPS untuk continuous improvement kecil-kecilan tapi konsisten oleh semua karyawan.

Prinsip Kaizen
  • Perbaikan kecil setiap hari oleh semua orang
  • Tidak menunggu inovasi besar
  • Eksperimen kecil dengan PDCA cycle
  • Budaya, bukan program
PDCA Cycle
  • Plan — rencana perbaikan
  • Do — implementasi
  • Check — ukur hasil
  • Act — standardisasi atau iterasi
Kaizen cocok untuk SE dengan resource constraint — tidak butuh investasi besar, hanya budaya continuous improvement.

Hitung dari Nol: VSM Mini SE Pelatihan

Skenario: Petakan VSM mini SE pelatihan vokasi: pendaftaran (1 hari), seleksi (3 hari), menunggu approval kurikulum founder (5 hari), pelatihan (90 hari), quality check penempatan kerja (7 hari), rework untuk yang gagal (14 hari). Identifikasi waste dan propose improvement.
TahapDurasiKategoriImprovement Proposal
Pendaftaran1 hariValue-addStandardize
Seleksi3 hariValue-addStandardize
Wait approval founder5 hariWASTEDelegasi approval ke manager
Pelatihan90 hariValue-addStandardize
Quality check7 hariValue-addStandardize
Rework gagal14 hariWASTEImprove quality awal; reduce defect
Insight
19 hari waste (16%)
Eliminasi wait approval (5 hari) + reduce rework (50%): potensi hemat ~12 hari dari 120 hari cycle time
Bagian 3 · 3/4
3 Trade-off Klasik Operasional SE
Diskusi kelas: dari 3 trade-off yang akan dibahas, mana yang paling Anda alami di SE yang Anda kenal?

Trade-off 1, 2, 3 Operasional SE

Tiga trade-off klasik operasional SE yang harus dikelola sadar.

Trade-off 1: Cost vs Quality
  • Produk murah untuk beneficiary
  • vs kualitas yang sustainable
  • Solusi: frugal innovation
Trade-off 2: Speed vs Sustainability
  • Scale cepat untuk dampak besar
  • vs sustainability jangka panjang
  • Solusi: thoughtful scaling
Trade-off 3: Scale vs Local
  • Standardize untuk skala nasional
  • vs adaptasi konteks lokal
  • Solusi: glocal strategy
Tidak ada solusi tunggal — setiap trade-off harus dievaluasi kontekstual berdasarkan masalah sosial, beneficiary, dan ekosistem.

3 Trade-off dalam Studi Kasus SE Indonesia

Bagaimana tiga trade-off muncul di SE Indonesia yang sudah kita bahas?

SETrade-off DominanStrategi SE
Rumah EnergiCost vs QualityFrugal innovation: digester affordable tapi reliable
Indonesia MengajarSpeed vs SustainabilityThoughtful scaling: 1 cohort/year, quality retention
Dompet DhuafaScale vs LocalGlocal: standardize back-office, adapt local intervention
Tiga SE ini menunjukkan trade-off dapat dikelola dengan strategi spesifik — bukan dihindari tetapi dihadapi dengan kerangka eksplisit.

Hitung dari Nol: Trade-off Cost-Quality Pompa Air SE

Skenario: SE memproduksi pompa air untuk petani. Opsi A: kualitas tinggi Rp 3 juta/unit, lifetime 10 tahun, warranty 5 tahun. Opsi B: kualitas rendah Rp 1 juta/unit, lifetime 3 tahun, no warranty. Hitung cost per tahun (TCO per tahun) dan dampak ke petani miskin yang cash-constrained.
DimensiOpsi A (Kualitas Tinggi)Opsi B (Kualitas Rendah)
Harga/unitRp 3.000.000Rp 1.000.000
Lifetime10 tahun3 tahun
Cost/tahun (TCO per tahun)Rp 300.000/tahunRp 333.000/tahun
Warranty5 tahun coverTidak ada
Cash burden awalTinggi (Rp 3 juta)Rendah (Rp 1 juta)
Insight
Trade-off kompleks
Opsi A lebih murah per tahun (Rp 300rb vs Rp 333rb) tetapi cash burden awal tinggi — perlu financing scheme untuk petani miskin
Bagian 4 · 4/4
Integrasi & Persiapan UTS
Diskusi kelas: dari semua materi P1-P7, mana yang akan jadi focus UTS Anda?

Integrasi: Operasional SE dalam Konteks

Operasional adalah salah satu dari empat pilar manajemen SE — bukan berdiri sendiri.

4 Pilar Manajemen SE
  • P1-P2 Konsep — Definisi, TBL, blended value
  • P3-P4 Strategi — BMC, SBMC, design thinking, MVP
  • P5 Keuangan — 7 sumber, PSAK, dual reporting
  • P6-P7 Inovasi & Operasional — Social innovation, supply chain
Toolkit Operasional SE
  • SCOR 5 Driver — Plan, Source, Make, Deliver, Return
  • MTS vs MTO + EOQ — strategi produksi & inventory
  • 7 Wastes + VSM — Lean continuous improvement
  • 3 Trade-off — cost-quality, speed-sustainability, scale-local

Ringkasan Kunci Pertemuan 7 & Persiapan UTS

Supply Chain
SCOR 5 driver + MTS/MTO + EOQ — manajemen supply chain operasional
Lean Improvement
7 wastes TPS + VSM + Kaizen PDCA — continuous improvement
3 Trade-off
Cost-Quality · Speed-Sustainability · Scale-Local — manajemen sadar

Persiapan UTS: review P1-P7 dengan fokus integrasi — definisi → strategi → keuangan → inovasi → operasional.

Persiapan UTS P8: review semua materi P1-P7; latih Hitung-dari-Nol yang ada di setiap pertemuan; siapkan satu kasus SE Indonesia untuk dianalisis lintas-pilar.