Hitung-dari-Nol: pemodelan unit economics SE sederhana
Posisi dalam alur: kerangka P2 (TBL) → operasional P3 (BMC) → pendirian P4 → keuangan P5.
Mengapa SE Butuh Model Bisnis Eksplisit
Banyak SE founder percaya myth "misi sudah cukup, model bisnis akan terbentuk sendiri" — padahal data menunjukkan sebaliknya.
SE yang Punya BMC Tertulis
~25-35%
Estimasi praktik SE global (dihedge ~); SE yang punya BMC lebih tinggi rate scaling
Alasan Utama Kegagalan SE
~Model Bisnis
Bukan misi salah (analisis CB, dihedge); sering = model bisnis tidak viable
Pertanyaan pemantik: bayangkan Dompet Dhuafa tanpa anak usaha komersial — bagaimana mereka bertahan 30+ tahun? Model bisnis adalah jangkar sustainability SE.
Bagian 1 · 1/4
BMC Osterwalder 9 Blok
Diskusi kelas: dari 9 blok BMC Osterwalder, mana yang menurut Anda paling sulit di-mapping untuk SE?
BMC Osterwalder: 9 Blok Inti
Business Model Canvas (Osterwalder & Pigneur, Business Model Generation, 2010) memetakan model bisnis dalam 9 blok yang saling terkait.
1. Customer Segments
Siapa yang dilayani? beneficiary, donatur, B2B partner
2. Value Propositions
Apa value unik yang diberikan? fungsional + emosional + dampak
3. Channels
Bagaimana value disampaikan? offline, online, hybrid
4. Customer Relationships
Bagaimana hubungan dikelola? transactional, membership, community
5. Revenue Streams
Dari mana pendapatan? penjualan, donasi, grant, fee
6. Key Resources
Aset strategis: SDM, brand, teknologi, modal
7. Key Activities
Apa yang dilakukan? produksi, platform, problem-solving
Value Proposition SE berbeda dari bisnis komersial — ia harus menggabungkan tiga lapisan value secara koheren.
Lapisan
Definisi
Contoh Dompet Dhuafa
Fungsional
Manfaat langsung produk/jasa
Pengelolaan zakat profesional, layanan kesehatan gratis, pelatihan UMKM
Emosional
Perasaan yang ditawarkan
Kebanggaan donatur berzakat secara terpercaya, rasa aman, identitas religius
Dampak Sosial
Perubahan sosial yang diciptakan
Pengentasan dhuafa, desa mandiri, pendidikan anak yatim
Value Proposition SE yang kuat mengintegrasikan tiga lapisan secara koheren — tidak ada yang menjadi marketing gimmick.
Customer Segments SE: Tiga Pola Umum
Banyak SE punya struktur Customer Segments yang kompleks — tiga pola paling umum di Indonesia.
Pola Customer Segments → Value Propositions → Revenue Streams harus konsisten
Hitung dari Nol: BMC Mini Rumah Energi
Skenario: Petakan 5 blok BMC utama (Customer Segments, Value Propositions, Revenue Streams, Key Activities, Cost Structure) untuk Rumah Energi — SE inklusi energi hijau yang memasang biogas dan listrik mikro untuk rumah tangga desa.
Blok BMC
Isi untuk Rumah Energi
Customer Segments
Rumah tangga desa tanpa akses gas/listrik; UMKM mikro; donator iklim
Value Propositions
Biogas/listrik terjangkau + pendapatan tambahan bio-slurry; donatur: dampak iklim terukur
Revenue Streams
Penjualan unit biogas (~Rp jutaan/unit); grant iklim; carbon credit potensial
Key Activities
Produksi & instalasi digester; pelatihan teknisi lokal; monitoring dampak
Cost Structure
Biaya produksi unit (variabel); gaji staf & teknisi (tetap); R&E (tetap)
Insight
BMC konsisten
Lima blok BMC Rumah Energi saling konsisten: customer = desa terpencil, value = biogas + pendapatan, revenue = penjualan unit + grant, activities = produksi-instalasi-pelatihan, cost = produksi + staf + R&D
Bagian 2 · 2/4
SBMC — 5 Blok Tambahan untuk SE
Diskusi kelas: BMC biasa dipakai untuk startup. Apa yang hilang kalau SE hanya pakai BMC tanpa modifikasi?
SBMC: BMC + 5 Blok SE-Spesifik
SBMC menambahkan 5 blok di luar BMC Osterwalder untuk menangkap kompleksitas khas SE.
Blok 1 & 2: Beneficiary & Social Impact
Beneficiary — Siapa yang menerima manfaat sosial? (terpisah dari Customer Segments)
Social Impact — Perubahan sosial yang ingin diciptakan, dengan indikator terukur (output-outcome-impact)
Blok 3 & 4: Mission Lock & Surplus
Mission Lock — Bagaimana memastikan misi sosial tetap prim lintas waktu? (governance, AD/ART)
Surplus Distribution — Ke mana surplus (laba) dialokasikan? reinvestasi misi vs shareholder
Blok 5: Stakeholder Map — peta lengkap stakeholder SE (donatur, beneficiary, mitra, regulator, komunitas) yang sering lebih kompleks dari bisnis biasa.
Social Impact: Output, Outcome, Impact
Salah satu blok SBMC yang paling sulit: bagaimana merumuskan Social Impact yang terukur dan kredibel?
Tingkat
Definisi
Contoh Dompet Dhuafa (program beasiswa)
Output
Apa yang langsung dihasilkan aktivitas
1000 anak yatim menerima beasiswa
Outcome
Perubahan jangka pendek pada beneficiary
90% lulus SMA dengan nilai baik; 70% melanjutkan ke PT
Impact
Perubahan jangka panjang & sistemik
Penurunan kemiskinan intergenerasional di komunitas target
Banyak SE hanya melaporkan output ("1000 beneficiary") — padahal outcome dan impact yang lebih penting untuk menunjukkan perubahan sejati.
Hitung dari Nol: SBMC Indonesia Mengajar
Skenario: Petakan SBMC Indonesia Mengajar untuk 4 blok tambahan (Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus Distribution). Indonesia Mengajar adalah yayasan yang mengirim Pengajar Muda ke daerah 3T selama 1 tahun.
Blok SBMC
Isi untuk Indonesia Mengajar
Beneficiary
Sekolah & siswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal); Pengajar Muda sendiri (leadership development)
Social Impact
Output: ribuan Pengajar Muda terkirim; Outcome: peningkatan kualitas pendidikan & leadership skills; Impact: transformasi pendidikan 3T & leadership Indonesia
Mission Lock
Yayasan dengan board governance; AD/ART mengikat misi; culture alumni network kuat
Surplus Distribution
100% surplus reinvestasi ke program (non-profit); sumber dana donasi korporasi + individual + grant
Insight
SBMC = 4 blok
Indonesia Mengajar punya beneficiary ganda (siswa + Pengajar Muda), impact multi-layer, mission lock via governance yayasan, dan surplus 100% reinvestasi (karena non-profit)
Bagian 3 · 3/4
Tipologi Alter: Embedded, Integrated, External
Diskusi kelas: SE Anda (atau SE yang Anda kenal), masuk tipe Embedded, Integrated, atau External menurut Alter?
Tipologi Alter (2006): Tiga Posisi SE
Kim Alter membedakan tiga posisi SE di spektrum integrasi misi sosial dan bisnis.
Embedded (Tipe 1)
Misi sosial & bisnis terintegrasi penuh
Tidak terpisahkan — bisnis = misi
Contoh: Wujudkan (donasi = bisnis), Grameen Bank
Pro: misi terkuat; Kontra: scaling sulit
Integrated (Tipe 2)
Bisnis mendukung misi sosial
Berkaitan erat — bisnis ≠ misi tapi saling memperkuat
Contoh: Dompet Dhuafa anak usaha media
Pro: fleksibel; Kontra: mission drift risk
External (Tipe 3)
Bisnis terpisah dari program sosial
Hanya menyumbang dana/surplus
Contoh: yayasan punya PT terpisah
Pro: scaling mudah; Kontra: misi paling rentan
Tidak ada tipe yang benar absolut — pilihan tergantung masalah sosial, kapasitas organisasi, dan ekosistem pendanaan.
Trade-off Antar Tipe Alter
Setiap tipe Alter punya trade-off yang harus dipahami sebelum memilih posisi.
Dimensi
Embedded
Integrated
External
Kekuatan misi
Tertinggi (terkunci)
Sedang (bisa dijaga)
Terendah (rentan drift)
Potensi scaling
Terendah
Sedang
Tertinggi
Kompleksitas governance
Rendah (satu entitas)
Sedang
Tinggi (multi-entity)
Akuntansi
Sederhana
Dual reporting
Separate books
Cocok untuk
SE grassroots, inovasi
SE menengah diversifikasi
SE besar dengan bisnis matang
Hitung dari Nol: Skoring Alter untuk 3 SE
Skenario: Tiga SE Indonesia. (A) Komunitas bank sampah kampung yang menjual hasil daur ulang ke warga; (B) Yayasan yang punya PT konvalesyen terpisah, sebagian dividen masuk yayasan; (C) PT startup platform donasi online. Klasifikasi ke Embedded, Integrated, atau External?
SE
Tipe Alter
Justifikasi
A Komunitas bank sampah
Embedded
Misi (lingkungan) = bisnis (jual daur ulang); tidak terpisahkan; aktivitas langsung dampak
B Yayasan + PT konvalesyen
External
PT terpisah dari program yayasan; hanya sumbang dividen; bisnis ≠ misi yayasan
C PT startup donasi online
Embedded
Bisnis inti adalah donasi; misi sosial = value proposition utama; tidak terpisahkan
Insight
A,C Embedded; B External
Hanya B yang External — bisnis dan misi terpisah; A dan C Embedded karena aktivitas bisnis = intervensi sosial
Bagian 4 · 4/4
Integrasi & Persiapan P4
Diskusi kelas: untuk tugas akhir business plan P14, BMC atau SBMC yang akan Anda pakai? Mengapa?
Integrasi: BMC + SBMC + Tipologi Alter
Tiga alat hari ini sebenarnya saling melengkapi — bukan pilihan salah satu.
Alat 1: BMC
9 blok klasik Osterwalder
Untuk memetakan model bisnis inti
Wajib untuk setiap SE, sebelum SBMC
Alat 2: SBMC
BMC + 5 blok tambahan SE
Untuk menangkap beneficiary, impact, mission lock, surplus, stakeholder
Rekomendasi untuk tugas akhir business plan
Alat 3: Tipologi Alter
Embedded, Integrated, External
Untuk memilih posisi strategis SE
Trade-off antara kekuatan misi & scaling
Alur Kerja
P4: Ide & strategi pendirian (design thinking, MVP)
P5: Keuangan SE (dual reporting, sumber dana)
P14: Business plan lengkap dengan SBMC
Ringkasan Kunci Pertemuan 3
BMC 9 Blok
Customer Segments, Value Props, Channels, CR, Revenue, KR, KA, KP, Cost (Osterwalder 2010)
SBMC
BMC + Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus, Stakeholder Map
Tipologi Alter
Embedded, Integrated, External — pilihan posisi strategis SE
Bawa tiga alat ini (BMC · SBMC · Alter) sebagai toolkit perancangan SE untuk tugas akhir.
Persiapan P4: baca Ries (The Lean Startup, 2011) tentang MVP dan build-measure-learn; baca Brown (Change by Design, 2009) tentang design thinking double diamond; bawa satu ide SE untuk di-mapping di SBMC minggu depan.