stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Model Bisnis SE & Business Model Canvas (BMC + SBMC)
RPS minggu 3 · 2x50 menit

Model Bisnis SE & Business Model Canvas

Social Enterprise Management — S1 Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 3: menjelaskan model bisnis SE dan mengaplikasikan BMC. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • BMC Osterwalder 9 blok — Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, Cost Structure
  • Anatomi Value Proposition SE — fungsional + emosional + dampak sosial
  • Latihan: BMC mini Dompet Dhuafa atau Rumah Energi
Jam ke-2 (50 menit)
  • SBMC — 5 blok tambahan: Social Impact, Beneficiary, Mission Lock, Surplus Distribution, Stakeholder Map
  • Tipologi Alter: Embedded, Integrated, External
  • Hitung-dari-Nol: pemodelan unit economics SE sederhana
Posisi dalam alur: kerangka P2 (TBL) → operasional P3 (BMC) → pendirian P4 → keuangan P5.

Mengapa SE Butuh Model Bisnis Eksplisit

Banyak SE founder percaya myth "misi sudah cukup, model bisnis akan terbentuk sendiri" — padahal data menunjukkan sebaliknya.

SE yang Punya BMC Tertulis
~25-35%
Estimasi praktik SE global (dihedge ~); SE yang punya BMC lebih tinggi rate scaling
Alasan Utama Kegagalan SE
~Model Bisnis
Bukan misi salah (analisis CB, dihedge); sering = model bisnis tidak viable
Pertanyaan pemantik: bayangkan Dompet Dhuafa tanpa anak usaha komersial — bagaimana mereka bertahan 30+ tahun? Model bisnis adalah jangkar sustainability SE.
Bagian 1 · 1/4
BMC Osterwalder 9 Blok
Diskusi kelas: dari 9 blok BMC Osterwalder, mana yang menurut Anda paling sulit di-mapping untuk SE?

BMC Osterwalder: 9 Blok Inti

Business Model Canvas (Osterwalder & Pigneur, Business Model Generation, 2010) memetakan model bisnis dalam 9 blok yang saling terkait.
1. Customer Segments
Siapa yang dilayani? beneficiary, donatur, B2B partner
2. Value Propositions
Apa value unik yang diberikan? fungsional + emosional + dampak
3. Channels
Bagaimana value disampaikan? offline, online, hybrid
4. Customer Relationships
Bagaimana hubungan dikelola? transactional, membership, community
5. Revenue Streams
Dari mana pendapatan? penjualan, donasi, grant, fee
6. Key Resources
Aset strategis: SDM, brand, teknologi, modal
7. Key Activities
Apa yang dilakukan? produksi, platform, problem-solving
8. Key Partnerships
Mitra strategis: supplier, distributor, NGO, korporasi
9. Cost Structure
Biaya tetap vs variabel, economies of scale

Value Proposition SE: Tiga Lapisan

Value Proposition SE berbeda dari bisnis komersial — ia harus menggabungkan tiga lapisan value secara koheren.

LapisanDefinisiContoh Dompet Dhuafa
FungsionalManfaat langsung produk/jasaPengelolaan zakat profesional, layanan kesehatan gratis, pelatihan UMKM
EmosionalPerasaan yang ditawarkanKebanggaan donatur berzakat secara terpercaya, rasa aman, identitas religius
Dampak SosialPerubahan sosial yang diciptakanPengentasan dhuafa, desa mandiri, pendidikan anak yatim
Value Proposition SE yang kuat mengintegrasikan tiga lapisan secara koheren — tidak ada yang menjadi marketing gimmick.

Customer Segments SE: Tiga Pola Umum

Banyak SE punya struktur Customer Segments yang kompleks — tiga pola paling umum di Indonesia.

Pola 1: Dual CustomerBeneficiary + Donatur(2 segmen berbeda)Pola 2: Cross-SubsidyPaying + Free(1 segmen subsidi 1 segmen)Pola 3: B2B2CKorporasi + Beneficiary(via mitra CSR)Contoh Indonesia: Dompet Dhuafa (Dual), Arkoman Studio (Cross-Subsidy), Gojek-Dompet Dhuafa (B2B2C)
Pola Customer Segments → Value Propositions → Revenue Streams harus konsisten

Hitung dari Nol: BMC Mini Rumah Energi

Skenario: Petakan 5 blok BMC utama (Customer Segments, Value Propositions, Revenue Streams, Key Activities, Cost Structure) untuk Rumah Energi — SE inklusi energi hijau yang memasang biogas dan listrik mikro untuk rumah tangga desa.
Blok BMCIsi untuk Rumah Energi
Customer SegmentsRumah tangga desa tanpa akses gas/listrik; UMKM mikro; donator iklim
Value PropositionsBiogas/listrik terjangkau + pendapatan tambahan bio-slurry; donatur: dampak iklim terukur
Revenue StreamsPenjualan unit biogas (~Rp jutaan/unit); grant iklim; carbon credit potensial
Key ActivitiesProduksi & instalasi digester; pelatihan teknisi lokal; monitoring dampak
Cost StructureBiaya produksi unit (variabel); gaji staf & teknisi (tetap); R&E (tetap)
Insight
BMC konsisten
Lima blok BMC Rumah Energi saling konsisten: customer = desa terpencil, value = biogas + pendapatan, revenue = penjualan unit + grant, activities = produksi-instalasi-pelatihan, cost = produksi + staf + R&D
Bagian 2 · 2/4
SBMC — 5 Blok Tambahan untuk SE
Diskusi kelas: BMC biasa dipakai untuk startup. Apa yang hilang kalau SE hanya pakai BMC tanpa modifikasi?

SBMC: BMC + 5 Blok SE-Spesifik

SBMC menambahkan 5 blok di luar BMC Osterwalder untuk menangkap kompleksitas khas SE.

Blok 1 & 2: Beneficiary & Social Impact
  • Beneficiary — Siapa yang menerima manfaat sosial? (terpisah dari Customer Segments)
  • Social Impact — Perubahan sosial yang ingin diciptakan, dengan indikator terukur (output-outcome-impact)
Blok 3 & 4: Mission Lock & Surplus
  • Mission Lock — Bagaimana memastikan misi sosial tetap prim lintas waktu? (governance, AD/ART)
  • Surplus Distribution — Ke mana surplus (laba) dialokasikan? reinvestasi misi vs shareholder
Blok 5: Stakeholder Map — peta lengkap stakeholder SE (donatur, beneficiary, mitra, regulator, komunitas) yang sering lebih kompleks dari bisnis biasa.

Social Impact: Output, Outcome, Impact

Salah satu blok SBMC yang paling sulit: bagaimana merumuskan Social Impact yang terukur dan kredibel?

TingkatDefinisiContoh Dompet Dhuafa (program beasiswa)
OutputApa yang langsung dihasilkan aktivitas1000 anak yatim menerima beasiswa
OutcomePerubahan jangka pendek pada beneficiary90% lulus SMA dengan nilai baik; 70% melanjutkan ke PT
ImpactPerubahan jangka panjang & sistemikPenurunan kemiskinan intergenerasional di komunitas target
Banyak SE hanya melaporkan output ("1000 beneficiary") — padahal outcome dan impact yang lebih penting untuk menunjukkan perubahan sejati.

Hitung dari Nol: SBMC Indonesia Mengajar

Skenario: Petakan SBMC Indonesia Mengajar untuk 4 blok tambahan (Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus Distribution). Indonesia Mengajar adalah yayasan yang mengirim Pengajar Muda ke daerah 3T selama 1 tahun.
Blok SBMCIsi untuk Indonesia Mengajar
BeneficiarySekolah & siswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal); Pengajar Muda sendiri (leadership development)
Social ImpactOutput: ribuan Pengajar Muda terkirim; Outcome: peningkatan kualitas pendidikan & leadership skills; Impact: transformasi pendidikan 3T & leadership Indonesia
Mission LockYayasan dengan board governance; AD/ART mengikat misi; culture alumni network kuat
Surplus Distribution100% surplus reinvestasi ke program (non-profit); sumber dana donasi korporasi + individual + grant
Insight
SBMC = 4 blok
Indonesia Mengajar punya beneficiary ganda (siswa + Pengajar Muda), impact multi-layer, mission lock via governance yayasan, dan surplus 100% reinvestasi (karena non-profit)
Bagian 3 · 3/4
Tipologi Alter: Embedded, Integrated, External
Diskusi kelas: SE Anda (atau SE yang Anda kenal), masuk tipe Embedded, Integrated, atau External menurut Alter?

Tipologi Alter (2006): Tiga Posisi SE

Kim Alter membedakan tiga posisi SE di spektrum integrasi misi sosial dan bisnis.

Embedded (Tipe 1)
  • Misi sosial & bisnis terintegrasi penuh
  • Tidak terpisahkan — bisnis = misi
  • Contoh: Wujudkan (donasi = bisnis), Grameen Bank
  • Pro: misi terkuat; Kontra: scaling sulit
Integrated (Tipe 2)
  • Bisnis mendukung misi sosial
  • Berkaitan erat — bisnis ≠ misi tapi saling memperkuat
  • Contoh: Dompet Dhuafa anak usaha media
  • Pro: fleksibel; Kontra: mission drift risk
External (Tipe 3)
  • Bisnis terpisah dari program sosial
  • Hanya menyumbang dana/surplus
  • Contoh: yayasan punya PT terpisah
  • Pro: scaling mudah; Kontra: misi paling rentan
Tidak ada tipe yang benar absolut — pilihan tergantung masalah sosial, kapasitas organisasi, dan ekosistem pendanaan.

Trade-off Antar Tipe Alter

Setiap tipe Alter punya trade-off yang harus dipahami sebelum memilih posisi.

DimensiEmbeddedIntegratedExternal
Kekuatan misiTertinggi (terkunci)Sedang (bisa dijaga)Terendah (rentan drift)
Potensi scalingTerendahSedangTertinggi
Kompleksitas governanceRendah (satu entitas)SedangTinggi (multi-entity)
AkuntansiSederhanaDual reportingSeparate books
Cocok untukSE grassroots, inovasiSE menengah diversifikasiSE besar dengan bisnis matang

Hitung dari Nol: Skoring Alter untuk 3 SE

Skenario: Tiga SE Indonesia. (A) Komunitas bank sampah kampung yang menjual hasil daur ulang ke warga; (B) Yayasan yang punya PT konvalesyen terpisah, sebagian dividen masuk yayasan; (C) PT startup platform donasi online. Klasifikasi ke Embedded, Integrated, atau External?
SETipe AlterJustifikasi
A Komunitas bank sampahEmbeddedMisi (lingkungan) = bisnis (jual daur ulang); tidak terpisahkan; aktivitas langsung dampak
B Yayasan + PT konvalesyenExternalPT terpisah dari program yayasan; hanya sumbang dividen; bisnis ≠ misi yayasan
C PT startup donasi onlineEmbeddedBisnis inti adalah donasi; misi sosial = value proposition utama; tidak terpisahkan
Insight
A,C Embedded; B External
Hanya B yang External — bisnis dan misi terpisah; A dan C Embedded karena aktivitas bisnis = intervensi sosial
Bagian 4 · 4/4
Integrasi & Persiapan P4
Diskusi kelas: untuk tugas akhir business plan P14, BMC atau SBMC yang akan Anda pakai? Mengapa?

Integrasi: BMC + SBMC + Tipologi Alter

Tiga alat hari ini sebenarnya saling melengkapi — bukan pilihan salah satu.

Alat 1: BMC
  • 9 blok klasik Osterwalder
  • Untuk memetakan model bisnis inti
  • Wajib untuk setiap SE, sebelum SBMC
Alat 2: SBMC
  • BMC + 5 blok tambahan SE
  • Untuk menangkap beneficiary, impact, mission lock, surplus, stakeholder
  • Rekomendasi untuk tugas akhir business plan
Alat 3: Tipologi Alter
  • Embedded, Integrated, External
  • Untuk memilih posisi strategis SE
  • Trade-off antara kekuatan misi & scaling
Alur Kerja
  • P4: Ide & strategi pendirian (design thinking, MVP)
  • P5: Keuangan SE (dual reporting, sumber dana)
  • P14: Business plan lengkap dengan SBMC

Ringkasan Kunci Pertemuan 3

BMC 9 Blok
Customer Segments, Value Props, Channels, CR, Revenue, KR, KA, KP, Cost (Osterwalder 2010)
SBMC
BMC + Beneficiary, Social Impact, Mission Lock, Surplus, Stakeholder Map
Tipologi Alter
Embedded, Integrated, External — pilihan posisi strategis SE

Bawa tiga alat ini (BMC · SBMC · Alter) sebagai toolkit perancangan SE untuk tugas akhir.

Persiapan P4: baca Ries (The Lean Startup, 2011) tentang MVP dan build-measure-learn; baca Brown (Change by Design, 2009) tentang design thinking double diamond; bawa satu ide SE untuk di-mapping di SBMC minggu depan.