stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Telekomunikasi, Internet, dan Teknologi Nirkabel
Program Studi Manajemen • FEB

Sistem Informasi Manajemen

Pertemuan 7 — Telekomunikasi, Internet & Teknologi Nirkabel

Mempelajari konvergensi teknologi modern (5G, Cloud, IoT, ERP, dan CRM) dalam mentransformasi bisnis dan jaringan telekomunikasi global.

RPS MINGGU 7 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami ekosistem jaringan modern secara komprehensif:

CAPAIAN 1 — FONDASI JARINGAN
JARINGAN & INTERNET
Mengidentifikasi komponen utama jaringan telekomunikasi dan memahami arsitektur internet sebagai tulang punggung bisnis.
CAPAIAN 2 — REVOLUSI NIRKABEL
TEKNOLOGI 5G
Menjelaskan perbedaan evolusi jaringan seluler dan bagaimana 5G memungkinkan penerapan teknologi disruptif.
CAPAIAN 3 — THE POWER TRIO
CLOUD & IoT
Memahami sinergi antara Cloud Computing, Internet of Things (IoT), dan Big Data dalam memproses informasi real-time.
CAPAIAN 4 — SISTEM ENTERPRISE
ERP & CRM
Menganalisis penggunaan jaringan korporat dalam sistem berskala besar seperti ERP dan CRM (Customer Relationship Management).

Kasus: Transformasi Digital Telekomunikasi

Perusahaan telekomunikasi dulu hanya menjual pulsa dan paket data. Mengapa model itu kini mulai usang?

MODEL LAMA (KONEKTIVITAS)
STAGNANSI REVENUE
Hanya mengandalkan biaya berlangganan SMS, telpon, dan paket data dasar. Margin makin tipis karena persaingan ketat dan disrupsi aplikasi Over-the-Top (seperti WhatsApp).
MODEL BARU (DIGITAL PROVIDER)
MANAGED SERVICES & IoT
Menjadi penyedia solusi digital. Menyediakan platform IoT, layanan Cloud Edge, Private 5G untuk pabrik, hingga integrasi ERP untuk klien B2B (contoh: PT. MNO Indonesia).
Transformasi ini membuktikan bahwa telekomunikasi bukan lagi soal kecepatan internet, melainkan fondasi inovasi dan operasional bisnis cerdas.
Bagian 1 dari 4
Fondasi Jaringan & Internet
Memahami bagaimana komputer saling terhubung dari skala ruang kantor hingga jaringan serat optik global bawah laut.
LAN / WAN TCP/IP Internet Backbone

Komponen Dasar Jaringan Komputer

Jaringan komputer dibentuk oleh hardware, perangkat lunak, dan aturan komunikasi. Tanpa ketiganya, tidak ada konektivitas.

TIGA ELEMEN UTAMA DALAM JARINGAN
KomponenFungsi UtamaContoh Perangkat
Node (Perangkat Ujung)Titik awal atau akhir pengiriman data, tempat pengguna berinteraksi.PC, Smartphone, Server, Sensor IoT
Media TransmisiJalur fisik atau nirkabel yang dilalui oleh data dari satu node ke node lain.Kabel LAN (Twisted Pair), Serat Optik, Gelombang Radio (Wi-Fi)
Network DevicesMengatur, mengarahkan, dan memperkuat lalu lintas data agar sampai tujuan.Router, Switch, Modem, Access Point
Sebuah jaringan butuh bahasa universal untuk saling mengerti, yaitu Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) yang memecah data menjadi paket-paket kecil.

Skala Jaringan: Dari Ruang Rapat ke Seluruh Benua

Jaringan diklasifikasikan berdasarkan cakupan geografisnya, yang menentukan teknologi dan biayanya.

LAN
LOCAL AREA NETWORK
Cakupan kecil: satu ruangan, rumah, atau satu gedung kantor. Dikelola secara mandiri oleh perusahaan. Biasanya memakai Wi-Fi atau kabel Ethernet.
MAN
METROPOLITAN AREA
Mencakup satu kota besar. Menggabungkan beberapa LAN. Cocok untuk menghubungkan kantor pusat dengan beberapa kantor cabang di kota yang sama.
WAN
WIDE AREA NETWORK
Cakupan regional, nasional, hingga global. Internet adalah WAN terbesar. Sering menyewa infrastruktur dari penyedia telekomunikasi.
Semakin besar skala jaringan, semakin besar risiko keamanan dan kebutuhan akan manajemen infrastruktur yang kompleks.

Internet: Jaringan dari Segala Jaringan

Internet bukanlah satu server raksasa, melainkan interkoneksi global dari jutaan jaringan lokal dan regional.

ARSITEKTUR INTERNET MODERN
  • Backbone: Kabel serat optik bawah laut antar benua berkecepatan super tinggi.
  • ISP (Internet Service Provider): Perusahaan (seperti Telkomsel, Biznet) yang menjembatani backbone global dengan pengguna akhir.
  • Domain Name System (DNS): "Buku telepon" internet yang mengubah nama web (google.com) menjadi IP Address (142.250.190.46).
VIRTUAL PRIVATE NETWORK (VPN)
TEROWONGAN AMAN
Bagi bisnis, internet publik rawan penyadapan. VPN menciptakan koneksi terenkripsi (rahasia) di atas internet publik, memungkinkan karyawan WFH mengakses server kantor dengan aman seolah berada di dalam LAN.
Bagian 2 dari 4
Cloud Computing & IoT
Menggeser pusat komputasi dari ruangan server perusahaan ke pusat data global, dan menghubungkan benda mati ke internet.
IaaS / PaaS / SaaS Edge Computing Sensor & Aktuator

Cloud Computing: Komputasi sebagai Layanan

Perusahaan modern tidak lagi membangun ruang server sendiri (On-Premise), melainkan menyewa infrastruktur via Cloud (AWS, Google Cloud, Azure).

IaaS (Infrastruktur)
SEWA SERVER
Menyewa hardware mentah (server virtual, storage). Perusahaan masih harus mengurus sistem operasi. (Contoh: Amazon EC2).
PaaS (Platform)
SEWA LINGKUNGAN
Infrastruktur + Sistem Operasi + Database. Programmer tinggal fokus menulis dan menguji kode aplikasi.
SaaS (Software)
APLIKASI JADI
Aplikasi siap pakai via web browser. Perusahaan bayar biaya langganan. (Contoh: Google Workspace, Zoom, Salesforce).
Keuntungan utama Cloud: Elastisitas (bisa dinaik-turunkan kapasitasnya kapan saja) dan mengubah biaya modal besar (CapEx) menjadi biaya operasional bulanan (OpEx).

Edge Computing: Komputasi di Tepi Jaringan

Jika Cloud Computing berada di pusat data jauh, Edge Computing menaruh kemampuan proses data sedekat mungkin dengan sumbernya.

MENGAPA BUTUH EDGE COMPUTING?
  • Mengurangi Latensi (Jeda Waktu): Mobil otonom (self-driving) tak punya waktu mengirim video ke cloud untuk dianalisis saat ada pejalan kaki; data harus diproses detik itu juga di mesin mobil.
  • Hemat Bandwidth: Pabrik pintar menghasilkan terabyte data per jam. Mengirim semuanya ke cloud terlalu mahal.
ILUSTRASI CLOUD vs EDGE
PUSAT vs LOKAL
Cloud ibarat Pemerintah Pusat (menyimpan data historis raksasa, melatih AI). Edge ibarat Pemerintah Daerah (mengambil keputusan taktis instan berdasarkan data lokal).

Internet of Things (IoT)

IoT mengubah benda mati (mesin, lampu, traktor) menjadi benda cerdas yang bisa mengumpulkan data dan berkomunikasi via internet.

1. SENSOR (Indera)
Perangkat kecil yang mendeteksi perubahan lingkungan: suhu, gerakan, kelembapan, GPS, atau tekanan mesin. Ini adalah mata dan telinga sistem.
2. KONEKTIVITAS (Saraf)
Data dari sensor dikirim menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, atau jaringan seluler (seperti 5G) ke server pusat/Cloud untuk dianalisis.
3. AKTUATOR (Otot)
Setelah sistem mengambil keputusan, aktuator melakukan tindakan fisik: menyalakan alarm, mematikan katup air otomatis, atau mengubah arah robot pabrik.
Contoh Nyata: Pertanian Pintar (Precision Agriculture). Sensor di tanah mendeteksi kurang air, data dikirim ke cloud, cloud memerintahkan pompa air (aktuator) menyala hanya di area yang kering.

Coba Sendiri: Berapa Lama IoT Balik Modal?

Masukkan biaya investasi sensor IoT dan estimasi penghematan bulanannya, lalu lihat berapa bulan yang dibutuhkan sampai investasi itu balik modal.

Bagian 3 dari 4
Revolusi Nirkabel & 5G
Bagaimana jaringan seluler berevolusi hingga 5G menjadi katalis utama bagi industri manufaktur dan robotika.
Latensi Rendah Private 5G Industry 4.0

Evolusi Seluler: 1G hingga 5G

Setiap generasi (G) seluler menandai lompatan teknologi besar. 5G bukan sekadar "4G yang lebih cepat".

SEJARAH SINGKAT GENERASI SELULER
GenerasiFokus Utama / TerobosanContoh Era Penggunaan
1G & 2GSuara analog (1G) menjadi suara digital & teks SMS (2G).Era Nokia jadul (1990an).
3GAwal internet mobile dasar, email, dan gambar.Era BlackBerry (2000an).
4G LTEInternet berkecepatan tinggi, streaming video HD, awal ride-hailing (Gojek).Era Smartphone Modern (2010an).
5GKapasitas masif, ultra-low latency, khusus untuk mesin & industri.Era IoT & Robotika (2020an+).

Coba Sendiri: Rasakan Bedanya Latensi 4G vs 5G

Bandingkan kecepatan unduh dan latensi 4G versus 5G pada beberapa skenario penggunaan lalu lihat dampaknya bagi bisnis.

Mengapa 5G Sangat Revolusioner bagi Bisnis?

5G menonjol di tiga aspek teknis utama yang tidak bisa dicapai oleh generasi sebelumnya:

KECEPATAN GIGA
eMBB
Kecepatan hingga 10-20 Gbps. Memungkinkan download data raksasa dalam hitungan detik. Penting untuk Augmented Reality (AR) resolusi tinggi di medis/pelatihan.
LATENSI ULTRA-RENDAH
URLLC
Jeda < 1 milidetik. Koneksi instan tanpa nge-lag. Syarat mutlak untuk operasi bedah jarak jauh dan kontrol lengan robot manufaktur presisi tinggi.
KONEKTIVITAS MASIF
mMTC
1 Juta perangkat per km persegi. 4G hanya mampu 100 ribu. Ini memungkinkan implementasi sensor IoT massal di seluruh area Smart City tanpa membuat jaringan down.

Studi Kasus: Ericsson & Fraunhofer IPT (Private 5G)

Tren terbesar korporat saat ini adalah membangun Private 5G Network, yaitu jaringan 5G milik sendiri (bukan publik) di dalam area pabrik/kampus.

KASUS: PRODUKSI TURBIN PESAWAT
  • Masalah: Pabrik Fraunhofer IPT (Jerman) memproduksi baling-baling turbin mesin pesawat (BLISK). Proses milling (pemotongan baja) sangat presisi. Getaran kecil saja bisa merusak turbin seharga miliaran rupiah.
  • Solusi 5G: Sensor IoT di pisau pemotong mengirimkan data getaran akustik via Private 5G Ericsson langsung ke sistem Edge Computing.
HASIL BISNIS NYATA
ZERO DEFECT & ROI
Dengan latensi 1 milidetik, sistem bisa menghentikan mesin secara otomatis sebelum turbin cacat jika terdeteksi getaran anomali. Keuntungan finansial: efisiensi meningkat, limbah material berkurang, dan menghemat jutaan Euro per tahun.

Sinergi Teknologi: "The Power Trio"

Transformasi digital modern tidak berdiri sendiri. Ini adalah konvergensi tiga kekuatan utama yang membentuk ekosistem Big Data & AI.

IoT (Internet of Things) adalah pengumpul data di lapangan.
5G adalah jalan tol super cepat yang membawa data.
Cloud & Edge Computing adalah otak raksasa yang menganalisis data (dengan AI) dan membuat keputusan.
DAMPAKNYA BAGI MANAJEMEN
  • Real-time Dashboard: Eksekutif bisa melihat metrik performa pabrik atau toko ritel di detik yang sama.
  • Predictive Maintenance: Sistem AI memberi tahu manajer bahwa mesin X akan rusak dalam 3 hari ke depan, sebelum mesin itu benar-benar rusak dan menghentikan produksi.
  • Otomatisasi Rantai Pasok: Truk logistik pintar yang otomatis mengubah rute jika terdeteksi kemacetan parah di depan.
Bagian 4 dari 4
Sistem Enterprise & Integrasi
Bagaimana jaringan kelas perusahaan mewujudkan sistem informasi terpusat yang meruntuhkan batasan antar departemen.
ERP CRM Silo Informasi

Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem raksasa terintegrasi yang menyatukan seluruh proses bisnis internal (Keuangan, HRD, Produksi, Gudang) ke dalam satu Database Tunggal.

MASALAH SISTEM LAMA
SILO INFORMASI
Dulu, divisi Sales pakai software A, Gudang software B, Keuangan Excel. Data berantakan, gudang kosong tapi Sales terus berjualan. Tidak ada sinkronisasi.
SOLUSI ERP BERBASIS CLOUD
INTEGRASI PENUH
Begitu Sales memasukkan order, stok Gudang langsung berkurang, mesin pabrik otomatis mendapat jadwal produksi baru, dan Keuangan otomatis membuat tagihan. (Contoh software: SAP, Oracle, Odoo).
Implementasi ERP sangat mahal dan butuh perubahan budaya kerja radikal. Namun jika sukses, perusahaan mendapatkan visibilitas total atas seluruh operasinya.

Customer Relationship Management (CRM)

Jika ERP fokus ke internal pabrik/kantor, CRM fokus mengelola dan menganalisis interaksi perusahaan dengan Pelanggan Eksternal.

TIGA FUNGSI UTAMA CRM
FungsiPenjelasan dan Manfaat
Sales (Penjualan)Melacak prospek pelanggan, riwayat panggilan, hingga target penjualan tim. Memastikan tidak ada klien potensial yang "terlupakan".
Marketing (Pemasaran)Menganalisis data pelanggan untuk kampanye iklan yang spesifik. (Contoh: Mengirim promo popok bayi hanya ke pelanggan yang baru membeli susu formula).
Service (Layanan Purna Jual)Merekam komplain dan riwayat perbaikan. CS bisa menyapa pelanggan dengan menyebutkan masalah mereka sebelum pelanggan menjelaskan ulang.
Software CRM modern (seperti Salesforce berbasis SaaS) menggabungkan data media sosial, riwayat email, dan riwayat transaksi untuk membuat profil pelanggan 360 derajat.

Tantangan Keamanan & Kesimpulan

Semakin canggih teknologi dan konektivitas, semakin besar pula Risiko Siber (Cybersecurity).

TANTANGAN UTAMA
PERLUASAN AREA SERANGAN
Dengan jutaan sensor IoT dan data di Cloud, hacker punya lebih banyak celah untuk masuk. Ransomware bisa mengunci operasional ERP sebuah pabrik sepenuhnya. Biaya Capex untuk 5G juga sangat tinggi bagi operator.
RINGKASAN KULIAH HARI INI
KONEKTIVITAS = BISNIS
Infrastruktur Telekomunikasi (Internet, 5G), didukung komputasi (Cloud, Edge, IoT), menjadi fondasi wajib bagi sistem bisnis cerdas (ERP, CRM) untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
"Bukan perusahaan yang paling kuat yang akan bertahan,
melainkan yang paling adaptif terhadap transformasi digital."