stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi

Pertemuan 3

Membangun keunggulan kompetitif melalui integrasi teknologi, struktur organisasi, dan strategi bisnis di era transformasi digital.

RPS MINGGU 3 • STUDI KASUS CLOUD, AI, ERP, CRM

Tujuan Pembelajaran

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami hubungan dua arah antara sistem informasi dan organisasi, serta pemanfaatannya dalam strategi bisnis.

CAPAIAN 1
HUBUNGAN DUA ARAH
Memahami bagaimana sistem informasi memengaruhi organisasi dan bagaimana budaya serta struktur organisasi memengaruhi implementasi SI.
CAPAIAN 2
DAMPAK EKONOMI & PERILAKU
Mengidentifikasi dampak nyata teknologi seperti penurunan biaya transaksi dan biaya keagenan dalam perusahaan.
CAPAIAN 3
STRATEGI KOMPETITIF
Menganalisis model Lima Kekuatan Porter dan model Rantai Nilai (Value Chain) untuk membangun keunggulan bisnis.
CAPAIAN 4
STUDI KASUS MODERN
Melihat implementasi nyata teknologi modern (Cloud, AI, Big Data, ERP, CRM) dalam mengubah lanskap bisnis di berbagai sektor.

Mengapa Teknologi Mengubah Aturan Main?

Pernahkah Anda bertanya mengapa perusahaan taksi terbesar tidak memiliki mobil (Uber/Gojek), atau ritel terbesar tidak punya toko fisik (Amazon/Tokopedia)?

DULU: ASET FISIK
Pabrik, Gudang, Armada
Kekuatan perusahaan diukur dari seberapa banyak aset fisik yang dimiliki. Kompetisi berfokus pada efisiensi produksi massal.
SEKARANG: SISTEM INFORMASI
Data, Algoritma, Cloud
Perusahaan menang karena penguasaan data dan interkoneksi (Ekosistem digital). Data menjadi bahan bakar utama pertumbuhan bisnis.
Sistem Informasi bukan lagi IT Support di ruang belakang, tapi telah menjadi pusat inovasi strategis (Digital Backbone).
Bagian 1 dari 3
Hubungan Organisasi dan Sistem Informasi
Organisasi dan Sistem Informasi saling membentuk (co-evolve). Tidak ada sistem yang sukses tanpa memahami konteks organisasinya.
Struktur Budaya Politik

Organisasi dan Sistem Informasi: Interaksi Dua Arah

Sistem dibangun untuk melayani organisasi, namun inovasi teknologi juga memaksa organisasi untuk merombak proses kerjanya.

Faktor-faktor Mediasi (Mediating Factors)

Interaksi ini dimediasi oleh banyak faktor organisasional:

  • Lingkungan: Perubahan regulasi atau disrupsi kompetitor memaksa adopsi teknologi.
  • Struktur Organisasi: Hierarki yang kaku vs jaringan (flat organization).
  • Budaya dan Politik: Penolakan (*resistance*) terhadap sistem baru yang mengancam kekuasaan manajerial.
  • Proses Bisnis: Prosedur operasional standar (SOP) yang harus beradaptasi dengan otomatisasi.
Kesalahan terbesar: Mengimplementasikan teknologi canggih tanpa mengubah proses bisnis atau budaya kerja lama. Ini disebut paving the cow path.

Dampak Ekonomi dari Teknologi Informasi

TI mengubah struktur biaya dan batas skala perusahaan dengan dua teori ekonomi utama.

TEORI BIAYA TRANSAKSI
Menurunkan Biaya Eksternal
Sebelum TI, membeli dari luar (outsourcing) itu mahal/sulit. Dengan internet, biaya mencari pemasok, kontrak, dan transaksi turun drastis. Akibatnya, perusahaan cenderung menyusutkan ukuran organisasinya.
TEORI BIAYA AGEN
Menurunkan Biaya Internal
Makin besar perusahaan, makin sulit mengawasi karyawan (agen). TI dan ERP memudahkan manajemen untuk memantau kinerja secara *real-time*, sehingga manajemen skala besar menjadi lebih murah.

Studi Kasus Ekosistem Digital: Dampak Cloud Computing

Bagaimana Cloud Computing mengubah struktur organisasi dan biaya secara radikal.

DARI CAPEX KE OPEX DENGAN CLOUD
KarakteristikTradisional (On-Premise)Cloud Computing (AWS, Azure, GCP)
InfrastrukturBeli server fisik (CAPEX besar)Sewa sesuai pemakaian (OPEX - Pay-as-you-go)
SkalabilitasKaku, butuh berbulan-bulan untuk upgradeElastis, skalabilitas instan dalam hitungan menit
Fokus ITMaintenance & troubleshooting hardwareInovasi, pengembangan software, & keamanan
Dampak OrganisasiTim IT terpusat, operasional lokalKerja jarak jauh (Remote), global, kolaborasi *real-time*
Cloud memungkinkan *startup* bersaing dengan perusahaan raksasa karena mereka memiliki akses ke infrastruktur setara *enterprise* tanpa harus memiliki server sendiri.
Bagian 2 dari 3
Sistem Informasi dan Strategi Kompetitif
Bagaimana perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan yang tidak mudah ditiru oleh pesaing?
Low-Cost Differentiation Niche Market

Model Lima Kekuatan Porter (Five Forces Model)

Model klasik untuk menganalisis lingkungan persaingan dan bagaimana teknologi mengubahnya.

LIMA KEKUATAN KOMPETITIF
  • Pesaing Tradisional: Inovasi TI dari pesaing memaksa kita ikut berinovasi.
  • Pendatang Baru: TI menurunkan hambatan masuk (barrier to entry). Contoh: Fintech vs Bank.
  • Produk Pengganti: Teknologi menciptakan substitusi digital (Spotify menggantikan CD/Kaset).
  • Kekuatan Pelanggan: Internet membuat harga menjadi transparan; pelanggan mudah pindah.
  • Kekuatan Pemasok: Integrasi B2B ERP mengunci pemasok.
PERAN SISTEM INFORMASI
SI dirancang untuk mematahkan atau mengendalikan kelima kekuatan ini demi keuntungan perusahaan.

Coba Sendiri: Ukur Tekanan Kompetitif Industri Anda

Geser tiap kekuatan Porter (pendatang baru, substitusi, kekuatan pembeli/pemasok, rivalitas) dan amati bagaimana skor daya tarik industri berubah secara total.

Empat Strategi Kompetitif Generik Berbasis TI

Perusahaan dapat menggunakan Sistem Informasi untuk mengimplementasikan strategi ini:

1. KEPEMIMPINAN BIAYA RENDAH (LOW-COST)
Menggunakan TI untuk mengurangi operasional.
Contoh: Walmart menggunakan sistem Supply Chain canggih untuk selalu menjaga persediaan dengan biaya minimal.
2. DIFERENSIASI PRODUK
TI digunakan untuk menciptakan produk dan layanan unik.
Contoh: Kustomisasi sepatu di Nike.com, Apple ecosystem.
3. FOKUS PADA CERUK PASAR (NICHE)
Menganalisis data (Big Data) untuk melayani target pasar yang sangat spesifik secara optimal.
Contoh: Iklan tertarget berbasis AI.
4. KEINTIMAN PELANGGAN/PEMASOK
Menggunakan CRM untuk mengunci loyalitas.
Contoh: Personalisasi Amazon, rekomendasi film di Netflix.

Coba Sendiri: Pilih Strategi TI yang Pas untuk Bisnis Anda

Klik salah satu dari empat strategi generik dan lihat contoh penerapan TI serta konsekuensi bisnisnya.

Model Rantai Nilai Bisnis (Value Chain Model)

Mengidentifikasi di titik mana sistem informasi paling efektif untuk meningkatkan posisi kompetitif.

AKTIVITAS UTAMA VS PENDUKUNG
KategoriContoh AktivitasPenerapan Sistem Informasi
Aktivitas UtamaLogistik Inbound / OutboundSistem Gudang Otomatis, Pemantauan GPS Armada
Operasi (Produksi)Sistem Manufaktur Terkomputerisasi (CAM), Robotika, IoT
Penjualan & PemasaranSistem CRM, E-commerce, Digital Marketing Analytics
Aktivitas PendukungSumber Daya Manusia (HR)HRIS, Portal Karyawan, E-learning
Teknologi & PengadaanSistem e-Procurement B2B, ERP Integration

Studi Kasus: Sistem ERP (Enterprise Resource Planning)

Bagaimana ERP mengubah Value Chain dalam industri Manufaktur.

SEBELUM ERP (SILO SYSTEM)
  • Bagian Gudang pakai Excel.
  • Bagian Sales pakai software lokal.
  • Bagian Keuangan hitung manual akhir bulan.
Masalah: Data tidak sinkron, sales menjual barang yang stoknya kosong, laporan keuangan sering terlambat.
SESUDAH ERP (INTEGRATED)
Sistem tunggal terpusat berbasis Cloud (contoh: SAP, Oracle). Saat Sales memasukkan pesanan, sistem langsung:
  • Memotong stok di Gudang.
  • Memicu pesanan material ke Pemasok.
  • Mengirim tagihan di bagian Keuangan.
Hasil implementasi ERP: Menurunkan biaya operasional 20-30% dan menjadikan perusahaan jauh lebih responsif.
Bagian 3 dari 3
Teknologi Pendorong Transformasi Modern
Lebih dalam mengenai Cloud, AI, Big Data, dan CRM sebagai pendorong utama inovasi strategis.
CRM Artificial Intelligence Big Data

Customer Relationship Management (CRM)

Dari pencatatan data statis menuju interaksi yang dipersonalisasi (*Omnichannel*).

FUNGSI UTAMA CRM
  • Mengkonsolidasikan Data: Riwayat pembelian, komplain, interaksi sosial media dalam satu profil pelanggan.
  • Sales Force Automation: Membantu tim sales melacak prospek (leads).
  • Customer Service: Resolusi masalah pelanggan lebih cepat karena data historis langsung tersedia.
STUDI KASUS: RITEL & OMNICHANNEL
Seorang pelanggan melihat sepatu di aplikasi, lalu datang ke toko fisik. Berkat integrasi CRM, kasir toko sudah tahu sepatu yang dicari pelanggan tersebut dan ukurannya, memberikan pengalaman tanpa sekat (*seamless*).

Artificial Intelligence & Big Data

Mengubah SI dari "System of Record" menjadi "System of Intelligence".

KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI AI & DATA
Implementasi AI & Big DataDampak pada Bisnis
Analitik Prediktif (Predictive Analytics)Meramalkan tren permintaan di masa depan, mencegah kehabisan stok (*stock-out*), optimalisasi harga dinamis.
Predictive Maintenance (Manufaktur)Sensor IoT di mesin mengirim data ke AI, AI memprediksi kapan mesin akan rusak sebelum benar-benar mogok. Efisiensi produksi naik.
Personalisasi EkstremRekomendasi algoritma (misal: Netflix, TikTok) mengunci perhatian pengguna karena relevansi yang tinggi.
Data adalah bahan bakar, AI adalah mesinnya. Perusahaan dengan data terbanyak dan algoritma terbaik akan memenangkan kompetisi (*The Winner Takes All*).

Platform Bisnis dan Ekosistem Jaringan

Perubahan model bisnis dari "Pipa" (Pipeline) tradisional menjadi "Platform".

MODEL PIPA TRADISIONAL
Linear Value Chain
Perusahaan membuat produk, mendistribusikan, lalu menjual ke pelanggan. Nilai bergerak linear. (Contoh: Pabrik TV, Penerbit Buku konvensional).
MODEL PLATFORM DIGITAL
Network Effects
Perusahaan menciptakan ruang (ekosistem) di mana produsen dan konsumen saling berinteraksi. (Contoh: App Store, Shopee, Airbnb). Nilai tumbuh eksponensial.
Network Effect: Semakin banyak orang menggunakan platform, semakin bernilai platform tersebut bagi pengguna lainnya.

Coba Sendiri: Kenapa Platform Bertumbuh Eksponensial?

Geser jumlah pengguna platform dan amati bagaimana nilai jaringan (Hukum Metcalfe) melonjak jauh lebih cepat daripada model pipa linear.

Tantangan dalam Transformasi Digital

Meskipun potensinya besar, tingkat kegagalan implementasi sistem IT (seperti ERP) berkisar antara 50% hingga 70%.

RESISTENSI BUDAYA
Penolakan dari karyawan. Pekerja enggan mengubah rutinitas karena takut teknologi baru mengancam posisi pekerjaan mereka atau merombak hierarki politik kantor.
DATA SILOS & KUALITAS
Departemen menyimpan data sendiri-sendiri, format tidak standar. "Garbage in, garbage out"—Sistem AI dan ERP akan gagal jika data awalnya berantakan.
COMPLEXITY & TALENT
Integrasi dengan sistem warisan (*legacy systems*) sangat mahal dan sulit. Kurangnya tenaga ahli IT / Data Science (*Talent Gap*) di dalam organisasi.

Rekomendasi Strategis: Change Management

Teknologi canggih tanpa manajemen perubahan (*Change Management*) adalah investasi yang sia-sia.

LANGKAH SUKSES IMPLEMENTASI SISTEM BARU
  • Dukungan Manajemen Puncak: Inisiatif IT harus dipimpin oleh eksekutif (CEO/CIO), bukan hanya tim teknis IT. Ini adalah keputusan bisnis strategis.
  • Keterlibatan Pengguna Akhir (End-User): Libatkan staf lapangan sejak tahap desain sistem. Mereka yang tahu masalah nyata di lapangan.
  • Pendekatan Bertahap (Agile): Jangan merombak seluruh sistem dalam semalam (Big Bang). Mulai dengan purwarupa (*Proof of Concept*), uji coba pada proses dengan ROI tinggi.
  • Pelatihan Berkelanjutan: Mengalokasikan dana khusus untuk proses pelatihan karyawan.

Rekomendasi Strategis: Menyelaraskan Bisnis & TI

Agar strategi kompetitif berhasil, Business Objective dan IT Infrastructure harus sejajar (aligned).

PERTANYAAN BISNIS
  • Apa tujuan utama kita? (Biaya rendah, Inovasi, Kecepatan?)
  • Di mana kompetitor kita lebih lemah?
  • Apa masalah terbesar pelanggan saat ini?
SOLUSI TI
  • Adopsi ERP Cloud untuk memangkas biaya.
  • Implementasi analitik Big Data untuk fitur personal.
  • Implementasi CRM Omnichannel 24/7 dengan Chatbot AI.
Rumus Sukses: Bisnis mendikte kebutuhan, IT menyediakan solusi dan kapabilitas baru.
Kesimpulan Pertemuan 3
  • Sistem Informasi memicu perubahan besar dalam struktur, biaya, dan budaya Organisasi. Keduanya harus berkembang secara selaras.
  • Perusahaan memanfaatkan TI untuk mencapai Keunggulan Strategis melalui diferensiasi, kepemimpinan biaya, atau fokus pelanggan.
  • Inovasi seperti Cloud, ERP, CRM, dan AI telah mengubah TI dari sekadar alat administrasi pendukung menjadi Digital Backbone yang mendikte arah masa depan bisnis.
  • Kunci keberhasilan implementasi bukan semata pada kecanggihan teknologi, melainkan pada Manajemen Perubahan dan keselarasan (*Alignment*) antara tujuan bisnis dengan TI.
Q Ada Pertanyaan?