stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: E-Business Global dan Kolaborasi
Program Studi Manajemen • FEB

Sistem Informasi Manajemen

Pertemuan 2 — E-Business Global dan Kolaborasi

Bagaimana teknologi informasi mengubah desain proses bisnis, dari batasan organisasi tradisional (silo) menuju ekosistem kolaborasi global yang ditenagai oleh Cloud dan AI.

RPS MINGGU 2 • SUB-CPMK 2 • STUDI KASUS IT 2024

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah mengikuti pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami dan menganalisis peran sistem informasi dalam E-Business dan Kolaborasi.

CAPAIAN 1 — PROSES BISNIS
E-BUSINESS & ENTERPRISE
Membedakan e-business vs e-commerce, dan memahami peran krusial aplikasi perusahaan (ERP, SCM, CRM).
CAPAIAN 2 — KOLABORASI
NILAI BISNIS KOLABORASI
Menganalisis mengapa kolaborasi menjadi kebutuhan esensial dan bukan sekadar fitur pelengkap.
CAPAIAN 3 — IT MODERN (2024)
AI & CLOUD ECOSYSTEMS
Memahami integrasi "Single Source of Truth" yang didorong oleh Cloud dan Agentic AI.
CAPAIAN 4 — IMPLEMENTASI
TANTANGAN STRATEGIS
Mengevaluasi tantangan nyata transformasi digital: kombinasi teknologi, proses, dan kultur SDM.

Mengapa Silo Menghancurkan Bisnis Anda?

Bayangkan sebuah skenario klasik tanpa sistem yang terintegrasi (Silo Organisasi):

SKENARIO TANPA SISTEM
TERPUTUS & BUTA
Tim Penjualan (Sales) menerima order besar, tetapi Tim Produksi tidak tahu kapasitasnya kurang. Saat order telat, Tim Customer Service tidak punya data pelacakan untuk menjawab keluhan pelanggan. Kekacauan!
SKENARIO E-BUSINESS MODERN
KOLABORASI WAKTU-NYATA
Data penjualan, inventaris, dan komplain pelanggan terpusat pada satu layar (dashboard). AI mendeteksi lonjakan pesanan dan otomatis memberi notifikasi ke rantai pasok (SCM) untuk menambah bahan baku.
Perusahaan kelas dunia saat ini bersaing pada kecepatan berbagi informasi antar-departemen. Itulah inti E-Business!
Bagian 1 dari 4
Proses Bisnis & E-Business
Mendefinisikan ulang cara perusahaan beroperasi, dan memahami peran aplikasi-aplikasi inti perusahaan.
E-Business E-Commerce E-Government

E-Business vs E-Commerce: Apa Bedanya?

E-BUSINESS (PAYUNG BESAR)
OPERASI DIGITAL TOTAL
Penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan seluruh proses bisnis utama dalam perusahaan. Meliputi aktivitas internal (koordinasi pabrik, manajemen SDM) maupun eksternal.
E-COMMERCE (BAGIAN SPESIFIK)
JUAL BELI ONLINE
Bagian dari e-business yang secara khusus menangani transaksi pertukaran nilai: pembelian, penjualan, pemasaran produk/jasa melalui internet. (Contoh: Tokopedia, Amazon)
E-Government: Penggunaan internet untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warga negara, bisnis, dan institusi lainnya.

Sistem Perusahaan (Enterprise Applications)

Untuk menjalankan E-Business yang kompleks, perusahaan menggunakan Aplikasi Perusahaan (Enterprise Applications) yang menghubungkan semua fungsi internal.

TIGA PILAR UTAMA SISTEM PERUSAHAAN
SistemKepanjanganFungsi Utama
ERPEnterprise Resource PlanningSistem terpadu untuk operasi internal (keuangan, SDM, manufaktur, akuntansi). "Tulang punggung" perusahaan.
SCMSupply Chain ManagementMengelola hubungan dengan pemasok (supplier), logistik, persediaan, dan distribusi agar tepat waktu.
CRMCustomer Relationship ManagementMengelola hubungan dengan pelanggan (sales, marketing, customer service) untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.

Dari "Silo" ke "Single Source of Truth"

MASA LALU: SISTEM FRAGMENTASI
SILO DATA
Setiap departemen punya database sendiri. Data sering duplikat, tidak akurat, dan rekonsiliasi manual memakan waktu berhari-hari. Akibatnya: keputusan bisnis lambat.
MASA KINI (2024): UNIFIED ECOSYSTEM
SINGLE SOURCE OF TRUTH
Semua departemen melihat data yang sama secara real-time yang disimpan dalam Cloud. Jika barang terjual, sistem otomatis memperbarui akuntansi dan memberitahu supplier.
Tren terbesar saat ini: Integrasi "Front-office" (CRM) dan "Back-office" (ERP) agar tidak ada hambatan aliran data dari pelanggan hingga produksi.

Coba Sendiri: Rekonsiliasi Data Antar-Divisi

Klik untuk beralih dari mode "silo" (tiap divisi punya angka sendiri) ke mode "single source of truth", lalu amati bagaimana selisih data dan waktu rekonsiliasi hilang seketika.

Bagian 2 dari 4
Kolaborasi Bisnis Global
Mengapa bekerja sama (kolaborasi) menjadi inti produktivitas dan pendorong inovasi modern.
Produktivitas Kualitas Inovasi

Mengapa Kolaborasi Begitu Krusial?

Kolaborasi lebih dari sekadar "bekerja bersama". Ia memiliki nilai ekonomis yang terukur (business value) bagi organisasi:

PRODUKTIVITAS & KUALITAS
  • Produktivitas: Penugasan dapat dibagi dan diselesaikan bersama dengan lebih cepat (time-to-market).
  • Kualitas: Menggabungkan keahlian dari berbagai spesialisasi untuk mengurangi kesalahan desain/eksekusi.
INOVASI & PELAYANAN
  • Inovasi: Pertukaran ide lintas-disiplin melahirkan solusi kreatif (efek sinergi: 1+1 = 3).
  • Pelayanan Pelanggan: Respons cepat untuk komplain kompleks karena staf dapat langsung bertanya kepada ahlinya di departemen lain.

Alat dan Teknologi Kolaborasi

Infrastruktur IT menyediakan fondasi bagi komunikasi internal dan eksternal:

INTRANET
JARINGAN INTERNAL
Jaringan privat eksklusif dalam perusahaan. Digunakan untuk berbagi dokumen, manual karyawan, dan kebijakan SDM. Aman dari akses publik.
EKSTRANET
BERBAGI DGN MITRA
Intranet yang aksesnya dibuka sebagian untuk pihak luar yang berwenang (pemasok/vendor). Berguna untuk koordinasi SCM (Supply Chain).
CLOUD WORKSPACE
RUANG KERJA DIGITAL
Platform terpadu (Microsoft 365, Google Workspace, Slack) yang mendukung video conf, edit dokumen real-time, dan project management.
Bagian 3 dari 4
Revolusi IT Modern: AI & Cloud (2024-2026)
Menyelami studi kasus dan tren terdepan di mana AI berubah dari sekadar alat analisis menjadi "Agen" yang proaktif.
Agentic AI Cloud Ecosystem

Transformasi Bisnis 2024: The AI Imperative

AI tidak lagi menjadi sekadar alat tambahan (add-on), melainkan sebuah kewajiban strategis yang tertanam (embedded) pada ERP dan CRM.

PERAN AI DALAM E-BUSINESS KONTEMPORER
  • Otomatisasi Workflow: Membebaskan karyawan dari tugas manual repetitif untuk fokus pada pekerjaan bernilai tinggi.
  • Empowerment Keputusan: Memberikan analisis menggunakan Natural Language. Manajer cukup mengetik: "Kenapa penjualan bulan lalu turun di area Jawa Timur?", sistem otomatis menganalisis database ERP dan memvisualisasikan data.
  • Evolusi menuju Agentic AI: Pergeseran dari AI pasif menjadi sistem agen otonom yang mampu secara proaktif meramalkan permintaan, mengatur ulang jadwal rute pengiriman logistik, dan mengelola stok.

Studi Kasus 1: AI dalam ERP & Supply Chain

Sektor: Manufaktur Barang Konsumsi (Consumer Goods)

MASALAH LAMA
BIAYA PENYIMPANAN MAHAL
Perusahaan sering menyimpan kelebihan stok untuk menghindari kekosongan, memakan modal kerja (inventory carrying cost) yang besar, namun masih terjadi stockout pada momen tak terduga.
SOLUSI AI (2024)
PREDIKSI OTONOM
ERP bertenaga AI menganalisis cuaca, tren media sosial, dan riwayat lead-time pemasok secara real-time. AI menyesuaikan pemesanan material dengan dinamis.
Hasil (Dampak Bisnis): Biaya penyimpanan inventaris (inventory carrying cost) dapat berkurang hingga 30%, sekaligus hampir mengeliminasi kejadian stok kosong. Uang kas perusahaan menjadi lebih sehat.

Studi Kasus 2: AI pada CRM & Pelayanan Logistik

Sektor: Logistik dan Layanan Pelanggan (Customer Support)

HIPER-PERSONALISASI CRM

Platform CRM modern (mis. Microsoft Dynamics 365 Copilot, Salesforce Einstein) menyajikan profil 360-derajat. AI memberi rekomendasi otomatis kepada tenaga penjual (sales): pelanggan mana yang harus dihubungi hari ini berdasarkan data interaksi masa lalu, dan produk spesifik apa yang paling mungkin mereka beli.

SUPPORT OTOMATIS (CHATBOT ERP)

Perusahaan logistik menanamkan agen virtual ke dalam sistem pelacakan ERP. Chatbot dengan kemampuan bahasa natural kini bisa merespons status pesanan dan memproses retur secara otonom (self-service).

Hasil: Workload agen manusia berkurang sekitar 40%, konversi penjualan naik karena penawaran relevan (bukan sekadar spamming massal).

Kunci Agilitas: Skalabilitas Cloud-Native

Mengapa semua Inovasi AI ini harus berbasis Cloud Computing?

PERAN CLOUD DALAM TRANSFORMASI E-BUSINESS
KarakteristikImplikasi Bisnis
Ekstensibilitas & APISangat mudah menghubungkan sistem perusahaan dengan aplikasi pihak ketiga (misal: payment gateway, sistem kurir) melalui antarmuka API standar.
Kekuatan KomputasiModel AI (seperti analisis jutaan data tren cuaca/pembeli) butuh processing power raksasa yang mustahil dilakukan di server kantor (on-premise) biasa.
Akses Kapan SajaMemfasilitasi Remote Work global. Karyawan di berbagai negara bisa berkolaborasi secara real-time seolah-olah dalam satu gedung.
Bagian 4 dari 4
Faktor Penentu Keberhasilan
Mengapa membeli software canggih saja tidak menjamin kesuksesan implementasi Sistem Informasi.
People Process Technology

Paradoks E-Business: Teknologi vs Manusia

Studi menunjukkan bahwa investasi triliunan untuk ERP sering gagal (underperform). Mengapa?

KESALAHAN UTAMA
MENGABAIKAN PROSES
Banyak perusahaan menginstal ERP baru tetapi menolak mengubah cara kerja lama mereka. Mereka memaksa sistem kustomisasi berlebihan agar cocok dengan kebiasaan lama (hardcoding), yang memicu error dan lambat saat pembaruan (upgrade).
RESISTENSI KARYAWAN
"TAKUT DIGANTIKAN"
Khususnya terkait adopsi AI. Karyawan merasa sistem baru merumitkan pekerjaan atau bahkan mengancam posisi mereka. Tanpa training dan komunikasi, teknologi sebagus apa pun tidak akan digunakan maksimal.

Manajemen Perubahan & Ko-Evolusi Human-AI

Untuk sukses bertransformasi, organisasi memadukan Teknologi dengan pendekatan Manusia dan Proses yang kokoh.

KUNCI KEBERHASILAN TRANSFORMASI (FRAMEWORK MODERN)
  • Standardisasi Proses Dahulu: Sebelum mengimplementasikan IT, perbaiki dan sederhanakan proses bisnis manualnya (Business Process Reengineering).
  • Data Governance (Tata Kelola Data): AI hanya sebaik data yang disuapkan (Garbage In, Garbage Out). Pastikan budaya input data karyawan disiplin dan akurat.
  • Human-AI Co-Evolution: Narasi kepemimpinan harus diubah. AI bukan pengganti pekerja, melainkan "Augmentation" (Peningkat Kemampuan) pekerja. Latih pekerja untuk terbiasa menjadi supervisor/pilot dari agen AI.

Takeaways untuk Kepemimpinan Masa Depan

SISTEM TERINTEGRASI
RUNTUHKAN SILO
Aplikasi seperti ERP, SCM, dan CRM harus "berbicara" satu sama lain (Single Source of Truth) untuk merespons pasar yang bergerak cepat.
AI SBG AKSELERATOR
AGENTIC AI 2024
Teknologi tidak lagi sekadar pasif merekam. AI masa kini mampu meramalkan, bertindak otonom, dan mempersonalisasi pelayanan.
MANUSIA TETAP KUNCI
MANAJEMEN PERUBAHAN
Nilai strategis didapat dari ko-evolusi antara kapabilitas Cloud IT, perbaikan proses berkelanjutan, dan budaya kerja kolaboratif.
Teknologi hanyalah alat. Kolaborasi dan Arus Informasi yang Lintas Batas adalah jiwa yang membuat bisnis bertahan dan menang.

Terima Kasih

Sesi Tanya Jawab (Q&A)

Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
E-Business Global dan Kolaborasi