stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Google Tag Manager & Remarketing Google Ads
Bisnis Digital · SEO, SEM & SMM

SEO, SEM & SMM

Pertemuan 12: Google Tag Manager & Remarketing Google Ads

Dari kode tracking berserakan menuju satu pusat kendali pengukuran — lalu menjangkau kembali pengunjung yang belum jadi pembeli.

RPS minggu 13 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Google Tag Manager: Fondasi Pengukuran
Mengapa satu "kotak sakelar pusat" menggantikan puluhan baris kode tracking yang tersebar di website.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu:

Tag Management
GTM
Membangun & menerbitkan container
Memahami konsep Google Tag Manager (GTM) — sistem pengelola tag terpusat — serta membuat tag, trigger, dan variabel dari nol.
Remarketing
RE
Menjangkau kembali pengunjung
Memahami cara kerja remarketing Google Ads, jenis-jenis daftar audiens, dan menghitung kelayakan bisnisnya (ROAS).
Posisi minggu ini: setelah Anda menguasai kampanye Google Ads (P8–P11), minggu depan (P13) kita masuk ke Google Analytics untuk mengukur hasil dari semua yang dibangun di GTM hari ini.

Masalah: Kode Tracking Berserakan

Sebelum GTM, setiap kali tim marketing minta pelacakan baru (klik tombol WA, submit form, scroll 75%), developer harus edit kode website langsung.

Tanpa GTM
  • Setiap tracking baru = request ke developer, antre berhari-hari
  • Kode Facebook Pixel, Google Ads, GA4 ditempel manual satu per satu
  • Risiko salah taruh kode → data pengukuran keliru
  • Sulit di-nonaktifkan cepat kalau ada bug
Dengan GTM
  • Tim marketing pasang & ubah tracking sendiri, tanpa sentuh kode website
  • Satu cuplikan kode GTM dipasang sekali di website — selesai selamanya
  • Semua tag dikelola dari satu dashboard terpusat
  • Bisa diuji dulu (mode Preview) sebelum tayang ke publik

Apa Itu Google Tag Manager?

Google Tag Manager (GTM) adalah sistem pengelola tag gratis dari Google — satu container (wadah) yang dipasang sekali di website, lalu menjadi rumah bagi semua kode pelacakan Anda.

1 cuplikan kode GTM di website = akses ke SEMUA tag pengukuran
Glosarium: Tag = potongan kode kecil untuk satu tujuan (misal: kirim data konversi ke Google Ads). Container = wadah besar berisi kumpulan tag, dipasang sekali di setiap halaman website via kode GTM-XXXXXXX.

GTM tidak menggantikan Google Ads atau GA4 — ia adalah jembatan yang mengirim data ke keduanya, dan ke platform lain (Meta Pixel, TikTok Pixel), dari satu tempat.

Tiga Komponen Inti GTM

TAGKode yang dikirim(mis. Konversi Ads,Remarketing Tag)TRIGGERKapan tag aktif(mis. klik tombol,submit form, scroll)VARIABELInfo pendukung(mis. URL halaman,nilai transaksi)Tag AKTIF ketika Trigger terpenuhi, dibantu data dari Variabel
Ketiganya selalu bekerja bersama: Trigger menentukan momen, Variabel menyediakan data, Tag mengirim datanya keluar.

Alur Data: dataLayer → GTM → Platform

Website(dataLayer)GTMContainerGoogle AdsGA4Meta Pixeldll.
dataLayer = wadah data sementara di halaman website (mis. nilai transaksi, kategori produk) yang bisa dibaca GTM sebagai variabel — tanpa dataLayer, GTM hanya bisa membaca hal-hal umum seperti URL.

Langkah dari Nol: Tag Pelacakan Klik WhatsApp

Kasus: Toko Batik Semarang ingin tahu berapa pengunjung yang klik tombol WhatsApp di website mereka.

LangkahAksi di GTMStatus
1Buat Tag baru, tipe "Google Ads Conversion Tracking"Draft
2Isi Conversion ID & Label dari akun Google AdsTerhubung
3Buat Trigger baru, tipe "Click - Just Links", syarat URL berisi "wa.me"Trigger aktif
4Kaitkan Tag dengan Trigger tersebutTag siap
5Masuk mode Preview, klik tombol WhatsApp di situs ujiTag "Fired" tervalidasi
6Klik Submit, lalu Publish containerLIVE di produksi
Hasil Akhir
LIVE
Tag tayang tanpa sentuh kode website

Latihan Kelas: Rancang Trigger Anda Sendiri

Dalam kelompok 3 orang, pilih SATU skenario website UMKM berikut, lalu tuliskan: nama Tag, tipe Trigger, dan kondisi Trigger-nya.

Skenario A

Toko online sepatu — lacak klik tombol "Tambah ke Keranjang".

Skenario B

Jasa katering rumahan — lacak submit formulir "Pesan Sekarang".

Skenario C

Blog edukasi keuangan — lacak pengunjung yang scroll 75% artikel.

Waktu: 8 menit. Perwakilan kelompok mempresentasikan rancangan Tag & Trigger-nya secara singkat.
Bagian 2 dari 3
Remarketing: Menjangkau Kembali Pengunjung
Dari orang yang "hampir beli" menjadi pembeli — memakai data yang sudah kita siapkan lewat GTM.

Apa Itu Remarketing?

Remarketing (juga disebut retargeting) adalah strategi menampilkan iklan khusus kepada orang yang sudah pernah mengunjungi website Anda, tapi belum melakukan aksi yang diinginkan (membeli, mendaftar, checkout).

1.000 pengunjung30 checkout(3% konversi langsung)970 tidak checkout→ masuk DaftarRemarketing
Tanpa remarketing, 970 dari 1.000 pengunjung ini "hilang" begitu mereka menutup tab — padahal mereka sudah menunjukkan minat paling tinggi dibanding orang asing.

Coba Sendiri: Di Tahap Mana Pengunjung Paling Banyak Gugur?

Geser jumlah pengunjung, yang masuk keranjang, dan yang checkout untuk melihat di tahap mana funnel belanja daring paling banyak kehilangan calon pembeli.

Jenis-Jenis Daftar Remarketing Google Ads

Standard

Menampilkan iklan biasa (Display) ke pengunjung lama saat mereka menjelajah situs lain.

Dynamic

Menampilkan produk PERSIS yang pernah dilihat pengunjung (mis. sepatu model tertentu).

Customer List

Mengunggah daftar email pelanggan lama untuk ditarget ulang lewat Google.

Video Remarketing

Menarget orang yang pernah menonton video/channel YouTube Anda.

Similar Audiences (Lookalike)

Menjangkau orang BARU dengan pola perilaku mirip pengunjung lama Anda.

Memasang Remarketing Tag Lewat GTM

Alurnya memakai komponen yang sama seperti Tag konversi — hanya tujuannya berbeda: membangun daftar audiens, bukan mencatat transaksi.

Alur Ringkas
  • Buat Tag baru tipe "Google Ads Remarketing" di GTM
  • Isi Conversion ID dari akun Google Ads (sama seperti tag konversi)
  • Trigger: "All Pages" — supaya SETIAP pengunjung situs masuk daftar, apa pun halamannya
  • Publish container → daftar mulai terkumpul otomatis di Google Ads → menu Audience Manager
  • Tunggu minimum ukuran daftar terpenuhi (~100 pengguna aktif untuk Display, ~1.000 untuk Search) sebelum kampanye bisa jalan
Beda dengan tag konversi: Trigger remarketing biasanya "All Pages" (bukan klik spesifik) karena tujuannya mengumpulkan SEMUA pengunjung ke satu daftar besar, lalu daftar itu bisa "dipecah" lagi berdasarkan halaman yang dikunjungi (mis. hanya yang buka halaman checkout).

Kebijakan Privasi & Persetujuan Pengguna

Remarketing memakai cookie (data kecil di browser pengunjung) untuk mengenali siapa yang sudah pernah berkunjung — ini membuatnya tunduk pada aturan perlindungan data pribadi.

Wajib di Indonesia: UU No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) mewajibkan situs meminta consent (persetujuan) sebelum memasang cookie pelacakan — biasanya lewat banner "Terima Cookie" saat pengunjung pertama kali datang.
Praktik baik: Google Ads sendiri mewajibkan pemasang iklan mencantumkan Kebijakan Privasi di website yang menjelaskan penggunaan data remarketing — pelanggaran bisa berujung akun ditangguhkan.

Hitung dari Nol: ROAS Kampanye Remarketing

Kasus: Toko Batik Semarang menjalankan kampanye Display Remarketing dengan anggaran Rp 5.000.000.

LangkahPerhitunganNilai
1. Anggaran kampanyediketahuiRp 5.000.000
2. Tayangan (CPM Rp 20.000)5.000.000 ÷ 20.000 × 1.000250.000 tayang
3. Klik (CTR 0,5%)250.000 × 0,5%1.250 klik
4. Konversi (rasio 4%)1.250 × 4%50 konversi
5. Revenue (@Rp 350.000)50 × 350.000Rp 17.500.000
ROAS = Revenue ÷ Spend
3,5x
17.500.000 ÷ 5.000.000
Bagian 3 dari 3
Strategi & Optimasi Remarketing
Dari kampanye yang sekadar jalan, menjadi kampanye yang efisien dan tidak mengganggu pengguna.

Strategi Optimasi Kampanye Remarketing

Frequency Capping
≤5x
per pengguna per minggu
Batasi berapa kali iklan yang sama muncul ke satu orang — terlalu sering membuat pengguna terganggu ("ad fatigue") dan justru menjauh dari merek.
Segmentasi Funnel
3
tahap minimal
Pisahkan daftar: pengunjung umum, penambah keranjang, dan yang hampir checkout — pesan iklan untuk tiap tahap harus berbeda.
Aturan praktis: pengunjung yang "hampir checkout" diberi penawaran lebih kuat (mis. diskon ongkir) dibanding pengunjung umum yang baru sekali mampir.

Studi Kasus: Toko Batik Semarang

Situasi

Toko batik online di Semarang punya 20.000 pengunjung/bulan, tapi 92% pergi tanpa checkout. Pemilik ingin tahu apakah remarketing layak dicoba sebelum menambah anggaran iklan baru.

Langkah 1
GTM
Pasang tag remarketing "All Pages" + tag klik WhatsApp
Langkah 2
Segmen
Pecah daftar: pengunjung umum vs. yang buka halaman checkout
Langkah 3
3,5x
ROAS hasil simulasi (lihat slide 15) → layak dijalankan

Kesalahan Umum & Tips Optimasi

Kesalahan umum:
  • Publish tag tanpa uji di mode Preview dulu
  • Trigger terlalu longgar/sempit — salah target audiens
  • Tidak ada frequency cap → iklan terasa "mengejar"
  • Lupa consent cookie → risiko pelanggaran UU PDP
Tips optimasi:
  • Selalu Preview & Debug sebelum Publish container
  • Segmentasi daftar berdasarkan tahap funnel
  • Set frequency cap wajar (~5x/minggu)
  • Refresh kreatif iklan berkala agar tidak monoton

Rangkuman & Minggu Depan

Rangkuman Hari Ini
  • GTM = pusat kelola tag: Tag, Trigger, Variabel bekerja bersama
  • dataLayer menjembatani data website ke GTM
  • Remarketing menjangkau kembali pengunjung yang belum konversi
  • ROAS = Revenue ÷ Spend — dasar keputusan kelayakan kampanye
Tugas & Minggu Depan
P13
Google Analytics: pengukuran & atribusi trafik
Bawa laptop dengan akun GTM percobaan yang sudah dibuat hari ini — kita akan hubungkan ke GA4 untuk melihat datanya "mendarat".