‹ Daftar slidePertemuan 12: Menyusun Draft Proposal Lengkap Bab 1 sampai Bab 3
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Manajemen Pemasaran
Pertemuan 12 — Menyusun Draft Proposal Lengkap Bab 1 sampai Bab 3
Merangkai Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, dan Metode Penelitian menjadi satu naskah proposal skripsi yang koheren dan siap ditinjau.
RPS MINGGU 13 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu merangkai draf proposal Bab 1-3 secara utuh melalui studi literatur. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — INTEGRASI
MERANGKAI BAB 1-3
Menyatukan latar belakang, tinjauan pustaka, dan metode menjadi satu naskah proposal yang runtut.
CAPAIAN 2 — KONSISTENSI
BENANG MERAH LOGIS
Memastikan masalah, teori, hipotesis, dan desain uji saling menjawab — bukan tiga bab yang berdiri sendiri.
CAPAIAN 3 — KUALITAS
SIAP DITINJAU
Menilai draf sendiri memakai rubrik dan format teknis, sebelum presentasi proposal minggu depan.
Mengapa Bab 1-3 Harus Menjadi Satu Kesatuan?
Kesalahan paling umum mahasiswa: menulis tiga bab secara terpisah, seolah tiga tugas berbeda, sehingga proposal terasa "patah-patah" saat dibaca dosen penguji.
GEJALA A — TERPUTUS
Bab Berdiri Sendiri
Latar belakang bicara soal customer engagement di Instagram, tapi hipotesis Bab 2 tiba-tiba membahas brand loyalty di ritel offline. Penguji langsung bertanya: "Mana benang merahnya?"
GEJALA B — TIDAK TERUJI
Metode Tidak Nyambung
Hipotesis menyebut tiga variabel, tapi Bab 3 hanya merancang kuesioner untuk dua variabel. Salah satu hipotesis akhirnya tidak pernah bisa diuji.
Solusinya: sebelum menulis kata demi kata, kita cek dulu peta keterkaitan Bab 1 → Bab 2 → Bab 3, baru kita satukan menjadi draf lengkap.
Bagian 1 dari 3
Merangkai Bab 1: Pendahuluan
Dari fenomena di lapangan menuju rumusan masalah dan tujuan penelitian yang tajam.
Latar BelakangRumusan MasalahTujuan & Kontribusi
Empat Pilar Bab 1: Pendahuluan
Bab 1 yang baik bergerak seperti corong: dari fenomena luas menuju pertanyaan penelitian yang spesifik dan bisa dijawab.
Bagian
Isi Utama
Fungsi dalam Alur
Latar Belakang
Fenomena, data pendukung, dan celah (gap) penelitian.
Meyakinkan pembaca bahwa masalah ini penting & belum terjawab.
Rumusan Masalah
Pertanyaan penelitian yang spesifik dan bisa diuji.
Menjustifikasi mengapa penelitian ini layak dilakukan.
Aturan emas: jumlah rumusan masalah = jumlah tujuan penelitian. Kalau ada 3 pertanyaan, harus ada 3 tujuan yang berpasangan persis.
Ciri Latar Belakang yang Kuat
Latar belakang yang meyakinkan mengikuti pola piramida terbalik: dari isu makro menuju celah penelitian yang presisi.
POLA PIRAMIDA TERBALIK
4 Lapis Argumen
Lapis 1: Isu makro/industri (tren, data pasar).
Lapis 2: Fenomena spesifik pada objek/konteks yang dipilih.
Lapis 3: Kesenjangan hasil penelitian terdahulu (gap teori/empiris).
Lapis 4: Pernyataan celah penelitian & alasan riset ini penting.
CEK MANDIRI LATAR BELAKANG
Ada data pendukung (BPS, laporan riset, berita resmi), bukan opini semata.
Ada kutipan minimal 2-3 penelitian terdahulu sebagai pembanding.
Celah penelitian dinyatakan eksplisit, bukan tersirat.
Tidak melebar ke topik yang tidak relevan dengan rumusan masalah.
Langkah demi Langkah — Menyusun Latar Belakang
Kasus: fenomena menurunnya minat beli produk UMKM lokal di marketplace dibanding produk impor sejenis.
TAHAPAN PENYUSUNAN
Langkah
Tindakan Penulis
Contoh Kalimat Kunci
1. Isu Makro
Kutip data pertumbuhan e-commerce.
"Transaksi e-commerce nasional tumbuh ~15% per tahun."
2. Fenomena Spesifik
Persempit ke objek penelitian.
"Namun pangsa pasar produk UMKM lokal justru menurun."
3. Gap Penelitian
Bandingkan 2 studi terdahulu berbeda temuan.
"Studi A menekankan harga; Studi B menekankan kepercayaan."
4. Celah & Urgensi
Nyatakan celah secara eksplisit.
"Peran kepercayaan pada niat beli produk lokal belum diuji bersama."
HASIL AKHIR
Rumusan Masalah
siap dirumuskan
Dari 4 langkah ini, rumusan masalah bisa langsung ditarik: "Apakah kepercayaan konsumen memengaruhi niat beli produk UMKM lokal di marketplace?"
Menyelaraskan Rumusan Masalah, Tujuan, dan Kontribusi
Gunakan kriteria SMART (disesuaikan konteks riset) agar rumusan masalah tidak kabur dan tujuan tidak melenceng.
KRITERIA RUMUSAN MASALAH
Spesifik: menyebut variabel & konteks jelas (bukan "bagaimana pemasaran UMKM?").
Measurable: variabelnya bisa diukur secara kuantitatif/kualitatif.
Answerable: bisa dijawab dengan data & metode yang realistis dikerjakan.
Relevant: terkait langsung isu pemasaran yang dibahas di latar belakang.
CONTOH PASANGAN YANG SELARAS
Rumusan Masalah: Apakah kepercayaan memengaruhi niat beli produk lokal?
Tujuan: Menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap niat beli produk lokal.
Kontribusi: Teoritis — memperkaya teori kepercayaan konsumen; Praktis — masukan strategi UMKM di marketplace.
Kesalahan umum: tujuan ditulis dalam kalimat berbeda arah dari rumusan masalah, misalnya rumusan masalah bertanya "apakah", tapi tujuan malah menjawab hal lain yang tidak terkait.
Bagian 2 dari 3
Merangkai Bab 2: Tinjauan Pustaka
Dari teori dasar dan penelitian terdahulu menuju kerangka konseptual dan hipotesis yang teruji logikanya.
Teori & Studi TerdahuluKerangka KonseptualHipotesis
Empat Pilar Bab 2: Tinjauan Pustaka
Bab 2 bukan sekadar kumpulan kutipan, melainkan bangunan argumen yang berujung pada hipotesis yang bisa diuji.
Bagian
Isi Utama
Fungsi dalam Alur
Teori Dasar
Grand theory & konsep utama (mis. kepercayaan, niat beli).
Memberi fondasi ilmiah bagi setiap variabel yang diteliti.
Penelitian Terdahulu
Sintesis temuan studi sejenis, persamaan & perbedaan konteks.
Menunjukkan posisi penelitian Anda di antara studi lain.
Kerangka Konseptual
Diagram hubungan antar-variabel penelitian.
Memvisualkan logika hubungan sebab-akibat yang diusulkan.
Hipotesis
Dugaan sementara arah hubungan antar-variabel.
Menjadi target yang akan diuji secara empiris di Bab 3-4.
Aturan emas: setiap anak panah di kerangka konseptual harus punya satu hipotesis yang menjelaskannya, tidak boleh ada yang terlewat.
Contoh Kerangka Konseptual & Hipotesis
Kasus UMKM lokal: Kepercayaan Konsumen memengaruhi Niat Beli, dimediasi oleh Citra Merek.
RUMUSAN HIPOTESIS
H1: Kepercayaan konsumen berpengaruh positif terhadap niat beli.
H2: Kepercayaan konsumen berpengaruh positif terhadap citra merek.
H3: Citra merek berpengaruh positif terhadap niat beli.
Tabel sintesis membantu Anda menunjukkan posisi penelitian di antara studi-studi terdahulu secara ringkas dan meyakinkan.
TAHAPAN MENYUSUN TABEL SINTESIS
Langkah
Tindakan Penulis
Contoh Isian
1. Kumpulkan Studi
Pilih 5-8 penelitian terdahulu paling relevan (5 tahun terakhir).
Jurnal SINTA 2 & Scopus tentang kepercayaan & niat beli.
2. Ekstrak Variabel
Catat variabel, sampel, dan metode tiap studi.
Studi A: X=kepercayaan, n=200, SEM-PLS.
3. Bandingkan Temuan
Kelompokkan studi yang sepakat & yang berbeda hasil.
4 studi sepakat positif, 1 studi tidak signifikan.
4. Tarik Posisi
Nyatakan di mana penelitian Anda mengisi celah.
"Penelitian ini menambah konteks produk lokal yang belum diuji."
MANFAAT TABEL SINTESIS
Novelty Terlihat
bagi dosen penguji
Dosen penguji bisa langsung melihat perbedaan penelitian Anda dari 5-8 studi terdahulu tanpa harus membaca satu-satu — ini memperkuat argumen orisinalitas Bab 2 Anda.
Bagian 3 dari 3
Merangkai Bab 3: Metode Penelitian
Menerjemahkan hipotesis Bab 2 menjadi rancangan pengujian yang konkret dan bisa dieksekusi.
Desain PenelitianSampel & DataTeknik Analisis
Empat Pilar Bab 3: Metode Penelitian
Bab 3 menerjemahkan hipotesis menjadi rencana kerja lapangan yang konkret dan bisa diverifikasi.
Bagian
Isi Utama
Fungsi dalam Alur
Desain Penelitian
Pendekatan (kuantitatif/kualitatif), jenis studi (kausal/deskriptif).
Menetapkan kerangka kerja pengujian hipotesis.
Populasi & Sampel
Kriteria responden, teknik sampling, ukuran sampel minimum.
Menjamin data yang terkumpul representatif & memadai.
Variabel Operasional
Definisi operasional & indikator tiap variabel di kerangka konseptual.
Mengubah konsep abstrak menjadi item kuesioner terukur.
Teknik Analisis Data
Metode uji (regresi, SEM-PLS, uji beda), alat bantu statistik.
Menentukan bagaimana hipotesis akan diterima/ditolak.
Aturan emas: jumlah variabel di Bab 3 harus sama persis dengan jumlah variabel di kerangka konseptual Bab 2 — tidak boleh ada variabel yang "hilang" di tengah jalan.
Benang Merah: Bab 1 → Bab 2 → Bab 3
Sebelum menulis draf lengkap, telusuri diagram ini untuk memastikan tidak ada mata rantai yang putus.
Latihan mandiri: tarik garis dari tiap rumusan masalah Anda, ke hipotesis mana ia dijawab, ke instrumen/analisis mana ia diuji. Kalau ada yang putus, itu bagian yang harus direvisi sebelum menulis draf akhir.
Kesalahan Umum saat Menyatukan Bab 1-3
Kenali pola kesalahan ini pada draf Anda sendiri sebelum diserahkan untuk ditinjau.
Kesalahan
Dampak pada Proposal
Cara Menghindari
Variabel "menghilang"
Variabel ada di Bab 2 tapi tak diukur di Bab 3.
Buat daftar variabel & cek silang di tiap bab.
Sitasi tidak konsisten
Nama penulis/tahun berbeda antara badan teks & daftar pustaka.
Gunakan Zotero/Mendeley, cek ulang sebelum final.
Objek penelitian berubah
Bab 1 bicara marketplace, Bab 3 tiba-tiba toko fisik.
Tetapkan objek/konteks penelitian sejak awal, jangan diubah di tengah jalan.
Bahasa tidak baku
Campur bahasa formal & percakapan, mengurangi kredibilitas.
Selain isi, kerapian format juga dinilai penguji sebagai indikator kesungguhan mahasiswa menyusun proposal.
FORMAT DOKUMEN
Font Times New Roman 12pt, spasi 1,5, margin 4-4-3-3 cm (ikuti pedoman skripsi FEB terbaru).
Estimasi panjang: Bab 1 (~5-8 hal), Bab 2 (~10-15 hal), Bab 3 (~5-8 hal).
Penomoran halaman & bab konsisten sesuai template panduan skripsi.
GAYA SITASI & RUJUKAN
Gaya sitasi APA edisi ke-7, konsisten di badan teks & daftar pustaka.
Minimal 80% rujukan berasal dari jurnal 10 tahun terakhir.
Prioritaskan jurnal terindeks SINTA/Scopus, hindari sumber blog tanpa peer-review.
Format rapi bukan sekadar formalitas — ia menyampaikan pesan bahwa Anda serius dan teliti, kesan yang juga akan dinilai penguji sebelum membaca isi argumen.
Rubrik Penilaian Draf Proposal Lengkap
Gunakan rubrik ini untuk menilai draf Anda sendiri sebelum presentasi di Pertemuan 13.
Kriteria
Bobot
Indikator Skor Tinggi
Koherensi Bab 1-3
30%
Masalah, hipotesis, dan metode saling menjawab tanpa mata rantai putus.
Kekuatan Latar Belakang
20%
Data pendukung kuat, celah penelitian dinyatakan eksplisit.
Sampel, instrumen, dan analisis realistis dikerjakan dalam waktu skripsi.
Format & Bahasa
10%
Mengikuti pedoman FEB, bahasa baku, sitasi konsisten.
Rubrik ini adalah rubrik yang sama yang akan dipakai saat menilai presentasi proposal Anda pada Pertemuan 13 dan 14.
Latihan Kelas: Menyatukan Draf Proposal Anda
Gunakan sisa waktu sesi ini untuk menyatukan seluruh tugas mingguan Anda menjadi satu naskah proposal Bab 1-3.
INSTRUKSI KERJA (60 MENIT)
10 menit: Kumpulkan seluruh draf Pertemuan 3-11 (latar belakang, tinjauan pustaka, kerangka konseptual, metode) dalam satu dokumen.
20 menit: Telusuri benang merah Bab 1→2→3 memakai diagram pada Slide 15, tandai mata rantai yang putus.
20 menit: Revisi bagian yang putus, samakan objek penelitian, variabel, dan istilah di seluruh naskah.
10 menit: Nilai draf Anda sendiri memakai Rubrik pada Slide 18, catat 2 hal yang masih perlu diperbaiki.
Kumpulkan draf proposal lengkap Bab 1-3 (PDF, format sesuai pedoman FEB) di e-learning sebelum Pertemuan 13 sebagai bahan presentasi Anda di depan kelas.
Ringkasan Pembelajaran Pertemuan 12
Proposal skripsi yang kuat bukan kumpulan tiga bab terpisah, melainkan satu argumen ilmiah yang mengalir dari awal hingga akhir.
BAB 1
Fenomena → celah penelitian → rumusan masalah → tujuan yang sejajar satu-satu.
BAB 2
Teori & studi terdahulu → kerangka konseptual → hipotesis yang menjelaskan tiap anak panah.
BAB 3
Variabel operasional & sampel yang benar-benar menguji semua hipotesis Bab 2.
Persiapan minggu depan: siapkan slide presentasi 10-12 menit untuk Pertemuan 13 — sesi presentasi & finalisasi draf proposal Bab 1-3 di depan kelas.