‹ Daftar slidePertemuan 11: Menentukan Sampel dan Metode Pengumpulan Data
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Manajemen Pemasaran
Pertemuan 11 — Menentukan Sampel dan Metode Pengumpulan Data
Bagian dari Bab 3 proposal skripsi Anda: siapa yang diteliti, berapa banyak, dan bagaimana datanya dikumpulkan.
RPS MINGGU 12 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Populasi & Teknik Sampling
Menentukan siapa yang diteliti dan bagaimana memilihnya secara ilmiah.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menentukan sampel dan metode pengumpulan data untuk proposal Bab 3 Anda. Secara rinci:
CAPAIAN 1
POPULASI
Membedakan populasi (seluruh unit yang jadi target) dan sampel (bagian yang benar-benar diteliti).
CAPAIAN 2
TEKNIK
Memilih teknik probability atau non-probability sampling yang sesuai desain penelitian.
CAPAIAN 3
UKURAN
Menghitung ukuran sampel memakai rumus Slovin dan mengalokasikannya ke sub-kelompok.
CAPAIAN 4
INSTRUMEN
Merancang metode pengumpulan data (kuesioner, wawancara, observasi) yang valid dan reliabel.
Mengapa Ini Sering Jadi Sasaran Pertanyaan Penguji?
Bagian metode adalah tempat proposal paling sering "digugurkan" saat sidang — bukan karena idenya buruk, tapi karena sampelnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Kesalahan umum: mahasiswa menyebar kuesioner ke "siapa saja yang ditemui" di kampus lalu mengklaim hasilnya mewakili seluruh konsumen Indonesia.
Contoh nyata: survei kepuasan pelanggan Indomaret perlu menentukan dulu populasinya — pelanggan di gerai mana, periode kapan — sebelum menghitung berapa orang yang harus diwawancarai.
Penguji akan bertanya: "Kenapa sampel Anda segitu?" dan "Kenapa pakai teknik ini, bukan teknik lain?" — dua pertanyaan yang akan bisa Anda jawab lugas setelah pertemuan ini.
Populasi vs Sampel: Dua Konsep Kunci
Populasi (Population)
Keseluruhan unit (orang, transaksi, perusahaan) yang menjadi target kesimpulan penelitian Anda.
Contoh: seluruh pelanggan aktif Tokopedia di Semarang.
Harus dibatasi jelas: siapa, di mana, kapan.
Sampel (Sample)
Bagian populasi yang benar-benar diteliti karena meneliti semua tidak efisien secara waktu dan biaya.
Diambil lewat sampling frame — daftar/kerangka unit populasi yang bisa diakses.
Harus representatif agar kesimpulan bisa digeneralisasi.
Prinsip inti: sampel yang baik membuat kesimpulan dari sebagian kecil orang tetap sah untuk seluruh populasi.
Coba Sendiri: Bandingkan Populasi dan Sampel
Ubah ukuran populasi dan sampel, lalu amati bagaimana representasi visual keduanya berubah dan mengapa sampel yang terlalu kecil berisiko.
Peta Besar Teknik Sampling
Dua keluarga besar teknik pengambilan sampel — pilihannya menentukan seberapa jauh hasil bisa digeneralisasi.
Probability Sampling: Empat Teknik Utama
SIMPLE RANDOM
ACAK SEDERHANA
Semua unit populasi diundi dengan peluang sama, mis. mengocok daftar 250 pelanggan lalu memilih 154 secara acak.
STRATIFIED
STRATIFIKASI
Populasi dibagi menjadi strata (kelompok, mis. per cabang toko) lalu diambil sampel dari tiap strata secara proporsional.
CLUSTER
KLASTER
Populasi dibagi menjadi klaster (mis. per kecamatan), lalu beberapa klaster dipilih acak dan diteliti seluruhnya.
SYSTEMATIC
SISTEMATIK
Memilih unit ke-k dari daftar, mis. tiap pelanggan urutan ke-5 dalam daftar transaksi.
Non-Probability Sampling: Empat Teknik Umum
PURPOSIVE
PURPOSIF
Responden dipilih sengaja karena memenuhi kriteria tertentu, mis. hanya konsumen yang pernah membeli produk skincare lokal.
CONVENIENCE
KEMUDAHAN
Responden diambil karena mudah diakses (mis. teman kuliah) — cepat, tapi rawan bias dan generalisasi terbatas.
SNOWBALL
BOLA SALJU
Responden pertama merekomendasikan responden berikutnya — cocok untuk populasi khusus/sulit dijangkau (mis. reseller UMKM).
QUOTA
KUOTA
Menetapkan jatah jumlah per kategori (mis. 50 pria, 50 wanita) tanpa proses acak dalam pemilihannya.
Non-probability lazim dipakai skripsi karena praktis — tapi WAJIB dijustifikasi di proposal dan disebut sebagai keterbatasan penelitian.
Hitung dari Nol: Rumus Slovin
Kasus: populasi pelanggan sebuah waralaba minimarket di Kota Semarang berjumlah N = 250 orang, dengan margin of error (batas toleransi kesalahan) e = 5%.
n = N ÷ (1 + N × e²)
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kuadratkan margin of error
e² = 0,05 × 0,05
0,0025
2. Kalikan dengan populasi
N × e² = 250 × 0,0025
0,625
3. Tambahkan 1 pada penyebut
1 + 0,625
1,625
4. Bagi populasi dengan penyebut
250 ÷ 1,625
153,85
UKURAN SAMPEL (DIBULATKAN KE ATAS)
n = 154 responden
Coba Sendiri: Hitung Ukuran Sampel Slovin Anda
Ubah jumlah populasi dan margin of error sesuai kasus Anda, lalu amati bagaimana ukuran sampel minimal ikut berubah.
Hitung dari Nol: Alokasi Sampel Stratifikasi Proporsional
Populasi N = 250 tersebar di 3 cabang (strata): Cabang A = 100, Cabang B = 80, Cabang C = 70. Total sampel n = 154 (dari slide sebelumnya) dialokasikan proporsional.
nstrata = (Nstrata ÷ N) × n
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Cabang A (proporsi 100/250)
(100 ÷ 250) × 154
61,6 ≈ 62
2. Cabang B (proporsi 80/250)
(80 ÷ 250) × 154
49,28 ≈ 49
3. Cabang C (proporsi 70/250)
(70 ÷ 250) × 154
43,12 ≈ 43
4. Verifikasi total
62 + 49 + 43
154 ✓
HASIL ALOKASI
62 + 49 + 43 = 154
Bagian 2 dari 3
Metode Pengumpulan Data
Setelah tahu siapa dan berapa banyak respondennya, sekarang: bagaimana datanya dikumpulkan?
Data Primer vs Data Sekunder
Skripsi pemasaran biasanya kombinasi keduanya: data sekunder (mis. laporan penjualan BPS/perusahaan) untuk latar belakang, data primer (kuesioner) untuk menguji hipotesis.
Kuesioner dan Skala Likert
Metode paling umum di skripsi pemasaran kuantitatif: daftar pernyataan tertutup yang diukur dengan skala Likert (skala sikap 1–5 dari "sangat tidak setuju" sampai "sangat setuju").
Contoh Item Kuesioner — Variabel "Minat Beli"
Pernyataan
STS (1)
N (3)
SS (5)
Saya berminat membeli produk ini dalam waktu dekat.
□
□
□
Saya akan merekomendasikan produk ini ke orang lain.
□
□
□
Setiap indikator (dari pertemuan minggu lalu) diturunkan menjadi 1–2 item pernyataan — jangan mencampur satu item untuk dua indikator sekaligus.
Wawancara dan Observasi
Wawancara (Interview)
Terstruktur: pertanyaan baku, cocok kombinasi dengan kuesioner.
Semi-terstruktur: ada panduan tapi fleksibel menggali lebih dalam.
Mengamati perilaku nyata, mis. pola antre kasir minimarket, waktu tinggal (dwell time) di toko.
Kelebihan: data perilaku aktual, bukan sekadar pengakuan responden.
Keterbatasan: butuh waktu di lapangan & tak bisa ungkap motif/alasan.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
VALIDITAS
TEPAT UKUR
Instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Diuji dengan korelasi item-total (uji validitas per item pernyataan).
RELIABILITAS
KONSISTEN
Instrumen memberi hasil yang konsisten bila diulang. Diuji dengan Cronbach's Alpha (koefisien konsistensi internal, nilai layak ≥ 0,70).
Analogi timbangan: valid = timbangan menunjukkan berat badan yang benar; reliabel = timbangan menunjukkan angka yang sama tiap kali Anda menimbang berat badan yang sama.
Uji Coba Instrumen: Pilot Test
Sebelum kuesioner disebar ke seluruh sampel (mis. 154 responden), uji coba dulu ke kelompok kecil.
LANGKAH 1
30 RESPONDEN
Sebar kuesioner ke ±30 orang yang mirip karakteristik sampel utama (bukan bagian dari 154 responden final).
LANGKAH 2
UJI STATISTIK
Hitung validitas item & Cronbach's Alpha dari data pilot menggunakan SPSS/JASP.
LANGKAH 3
REVISI ITEM
Buang/perbaiki item yang tidak valid atau membingungkan sebelum disebar ke sampel penuh.
Bagian 3 dari 3
Menerapkan pada Proposal Anda
Merangkai populasi, sampel, dan metode pengumpulan data menjadi satu subbab Bab 3 yang utuh.
Studi Kasus Terintegrasi: Merangkai Bab 3
Topik: "Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Minat Beli Ulang di Marketplace X"
Tahap
Keputusan yang Ditulis di Proposal
1. Populasi
Seluruh pengguna aktif Marketplace X di Kota Semarang yang pernah bertransaksi ≥ 1 kali dalam 6 bulan terakhir.
2. Teknik sampling
Purposive sampling (non-probability) — kriteria: pernah bertransaksi, berusia 18–40 tahun.
3. Ukuran sampel
Rumus Slovin, N (estimasi populasi) & e = 5% → n dihitung & dibulatkan.
4. Metode pengumpulan
Kuesioner daring (Google Form) skala Likert 1–5, disebar via grup pengguna marketplace.
5. Uji instrumen
Pilot test ke 30 responden → uji validitas & Cronbach's Alpha → revisi → sebar penuh.
Latihan: Terapkan pada Topik Skripsi Anda
Kerjakan dalam 15 menit, lalu 2–3 mahasiswa diminta presentasi singkat ke kelas.
Instruksi
Tuliskan populasi penelitian Anda secara spesifik (siapa, di mana, kapan).
Pilih teknik sampling (probability/non-probability) & jelaskan alasannya.
Estimasi N (jumlah populasi, boleh perkiraan) & hitung n pakai rumus Slovin (e = 5% atau 10%).
Tentukan metode pengumpulan data (kuesioner/wawancara/observasi) yang paling sesuai.
Simpan hasilnya — ini akan menjadi draf awal subbab "Populasi dan Sampel" di Bab 3 proposal Anda.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Cheat Sheet Hari Ini
Populasi = keseluruhan; sampel = bagian yang diteliti.
Probability sampling → bisa digeneralisasi; non-probability → praktis, harus dijustifikasi.
Ukuran sampel: n = N ÷ (1 + N×e²) (Slovin).
Instrumen wajib valid (tepat ukur) & reliabel (konsisten) — uji lewat pilot test.
TUGAS SEBELUM P12
SUBBAB SIAP
Finalisasi subbab populasi, sampel, dan metode pengumpulan data Anda dari latihan tadi, siap digabung ke draf Bab 1–3 minggu depan.
Pertemuan 12: menyusun draf proposal lengkap Bab 1–3 — bawa semua subbab yang sudah Anda kerjakan sejak Pertemuan 3.