‹ Daftar slidePertemuan 14: Penyusunan Proposal: Teknik Analisis Data dan Jadwal Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Pasar Modal
Pertemuan 14 — Penyusunan Proposal: Teknik Analisis Data dan Jadwal Penelitian
Bab terakhir sebelum sidang proposal: menuliskan teknik analisis data yang tepat untuk hipotesis Anda, dan menyusun jadwal penelitian yang realistis dalam bentuk Gantt chart.
RPS MINGGU 15 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menuliskan bagian teknik analisis data yang konsisten dengan hipotesis, serta menyusun jadwal penelitian dalam bentuk Gantt chart. Secara rinci:
CAPAIAN 1
UJI ASUMSI
Menjelaskan fungsi uji asumsi klasik sebagai syarat sah model regresi.
CAPAIAN 2
TEKNIK ANALISIS
Memilih & menuliskan teknik analisis (regresi, event study) sesuai hipotesis Bab II.
CAPAIAN 3
UJI HIPOTESIS
Menjelaskan cara membaca uji t, uji F, dan R² untuk menjawab hipotesis penelitian.
CAPAIAN 4
JADWAL RISET
Menyusun jadwal penelitian yang realistis dalam bentuk Gantt chart.
Bagian 01
Dari Hipotesis ke Teknik Analisis Data
Bab III proposal Anda sudah punya model dan hipotesis (Pertemuan 13) — sekarang saatnya menentukan alat statistik yang tepat untuk mengujinya.
Peta Bab III: Di Mana Posisi Kita?
Bab III proposal terdiri dari lima komponen berurutan — hari ini kita fokus pada dua komponen terakhir.
Setelah dua komponen terakhir ini selesai, Bab III lengkap dan proposal siap disidangkan pada UAS.
Uji Asumsi Klasik: Kenapa Wajib Ada?
Regresi Ordinary Least Squares (OLS) hanya sah dipakai untuk menguji hipotesis kalau data lolos empat syarat dasar ini terlebih dahulu.
Syarat yang diuji
Normalitas — residual model menyebar normal
Multikolinearitas — variabel bebas tidak saling berkorelasi tinggi
Autokorelasi — residual antar-periode tidak saling berkorelasi
Kalau diabaikan: koefisien regresi bisa bias, standard error meleset, dan kesimpulan uji t/uji F terhadap hipotesis Anda menjadi tidak dapat dipercaya — inilah alasan penguji selalu menanyakan bagian ini duluan.
Hitung dari Nol: Uji Multikolinearitas (VIF)
Model: Return = α + β₁ROA + β₂DER + β₃Growth + ε. Uji apakah ROA terlalu berkorelasi dengan variabel bebas lain.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Regresikan ROA terhadap DER & Growth (regresi bantu), ambil R²
Residual absolut diregresikan terhadap ROA, DER, Growth
Nilai signifikansi (Sig.) tiap variabel: ROA 0,42; DER 0,58; Growth 0,31
Semua Sig. > 0,05 → tidak terjadi heteroskedastisitas
Kasus B • Uji Durbin-Watson (Autokorelasi)
Nilai DW hasil regresi = 1,98
Rentang aman: dU (1,73) < DW < 4 − dU (2,27)
1,98 berada di rentang aman → tidak ada autokorelasi
Memilih Teknik Analisis Sesuai Desain Riset
Teknik analisis harus mengalir langsung dari hipotesis dan desain riset yang sudah Anda tetapkan di Pertemuan 6 dan 13 — bukan dipilih karena "terlihat canggih".
Jenis Hipotesis
Contoh Rumusan
Teknik Analisis
Pengaruh variabel terhadap return (data panel)
ROA & DER berpengaruh terhadap return saham
Regresi Data Panel (FEM/REM)
Reaksi pasar terhadap peristiwa tertentu
Pengumuman dividen memengaruhi harga saham
Event Study (CAR)
Perbandingan dua kelompok
Return saham syariah berbeda dari saham konvensional
Uji Beda (Independent t-test/Mann-Whitney)
Hubungan antar-variabel laten (multi-indikator)
Kepercayaan investor memengaruhi keputusan investasi
SEM-PLS
Bagian 02
Regresi & Event Study: Dua Alat Utama
Sebagian besar proposal riset pasar modal di kelas ini memakai salah satu dari dua teknik ini — mari kita bedah cara menuliskan dan menghitungnya.
Hitung dari Nol: Uji t pada Regresi Berganda
Menguji H₁: "ROA berpengaruh positif terhadap return saham" dari output regresi (n = 50, df = n − k − 1 = 47).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Koefisien regresi ROA (b₁) dari output
hasil estimasi OLS
0,42
2. Standard error koefisien (SE) dari output
hasil estimasi OLS
0,15
3. Hitung t-hitung = b₁ / SE
0,42 / 0,15
2,80
4. Bandingkan dengan t-tabel (df=47, α=5%, dua arah)
2,80 > 2,01
H₁ didukung (signifikan)
Kesimpulan
t = 2,80
ROA berpengaruh positif & signifikan terhadap return
Hitung dari Nol: Cumulative Abnormal Return (Event Study)
Menguji reaksi harga saham 3 hari setelah pengumuman dividen (contoh: emiten consumer goods di BEI).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. AR hari ke-1 = Return aktual − Return ekspektasi
2,1% − 1,3%
0,8%
2. AR hari ke-2
−0,9% − (−0,6%)
−0,3%
3. AR hari ke-3
2,0% − 0,9%
1,1%
4. CAR (3 hari) = Σ AR
0,8% + (−0,3%) + 1,1%
1,6%
Kesimpulan
CAR = 1,6%
Pasar bereaksi positif terhadap pengumuman dividen
Melengkapi Uji Hipotesis: Uji F dan R²
Uji t menjawab hipotesis parsial (per variabel); dua uji ini menjawab pertanyaan model secara keseluruhan.
Uji F • Signifikansi Simultan
Menjawab: "Apakah ROA, DER, Growth bersama-sama memengaruhi return?"
Kriteria: Sig. F < 0,05 → model layak (fit)
Contoh: Sig. F = 0,002 → model signifikan secara simultan
Contoh: R² = 0,38 → model menjelaskan 38% variasi return
Sisa 62% dijelaskan faktor di luar model (wajar untuk data pasar modal)
Studi Kasus: Menulis Narasi Teknik Analisis Data
Contoh kalimat yang menghubungkan rumus, kriteria, dan hipotesis dalam satu paragraf proposal — bukan sekadar menempel rumus mentah.
Contoh narasi (topik: profitabilitas & return saham consumer goods): "Pengujian hipotesis dilakukan melalui regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi α = 5%. Hipotesis diterima apabila nilai signifikansi t < 0,05 dan koefisien regresi searah dengan arah hipotesis. Model diuji kelayakannya melalui uji F, serta kemampuan menjelaskan variasi return diukur melalui koefisien determinasi (R²)."
Kesalahan umum yang harus dihindari: menulis rumus statistik tanpa menjelaskan kriteria keputusan (kapan H₁ diterima/ditolak), dan lupa mengaitkan kembali hasil uji ke rumusan hipotesis di Bab II.
Kesalahan Umum di Bagian Teknik Analisis Data
Kesalahan 1
TIDAK NYAMBUNG
Teknik analisis tidak sesuai jenis data (mis. pakai uji beda untuk data panel).
Kesalahan 2
LUPA KRITERIA
Menulis rumus tapi tidak menjelaskan kriteria "hipotesis diterima jika...".
Kesalahan 3
LOMPAT ASUMSI
Langsung uji hipotesis tanpa menyebut uji asumsi klasik sama sekali.
Kesalahan 4
SALAH SALIN
Menyalin bagian ini dari skripsi kakak tingkat tanpa menyesuaikan variabel sendiri.
Bagian 03
Menyusun Jadwal Penelitian
Bagian penutup Bab III yang sering diremehkan, padahal jadi bukti nyata bahwa proposal Anda realistis untuk diselesaikan.
Komponen & Tahapan Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian minimal memuat enam tahapan berikut, disusun berurutan dengan estimasi waktu per tahap.
Tahap pengumpulan data lebih panjang (4–6 minggu) karena menunggu respons
Total estimasi: ~5–6 bulan
Latihan Terstruktur: Susun Draf Bab III Anda
Kerjakan individual (20 menit), lalu diskusikan dengan kelompok bimbingan proposal Anda.
Instruksi Tugas
Tuliskan teknik analisis data yang sesuai hipotesis proposal Anda, sebutkan uji asumsi klasik yang relevan dengan jenis data Anda (cross-section/time series/panel).
Tuliskan kriteria penerimaan/penolakan hipotesis (nilai signifikansi & arah koefisien yang diharapkan).
Susun jadwal penelitian dalam bentuk tabel 6 tahapan lengkap dengan estimasi waktu (dalam minggu/bulan).
Bawa draf ini ke sesi bimbingan proposal berikutnya untuk direview dosen pembimbing.
Penutup: Proposal Anda Sudah Lengkap
Dengan selesainya teknik analisis data dan jadwal penelitian, seluruh Bab I–III proposal Anda sudah lengkap dan siap disidangkan.
Yang sudah Anda kuasai: memilih & menuliskan teknik analisis yang konsisten dengan hipotesis, membaca uji asumsi klasik, uji t, uji F, R², serta menyusun jadwal penelitian yang realistis.
Langkah selanjutnya: finalisasi draf lengkap Bab I–III, konsultasi ke dosen pembimbing, lalu presentasi & evaluasi proposal riset pada Ujian Akhir Semester.