stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Penyusunan Proposal: Metodologi Penelitian dan Hipotesis
Program Studi Manajemen • FEB

Seminar Pasar Modal

Pertemuan 13 — Penyusunan Proposal: Metodologi Penelitian dan Hipotesis

Merakit Bab 3 proposal Anda — jenis penelitian, populasi & sampel, definisi operasional variabel, sumber data, dan hipotesis yang siap diuji secara statistik.

RPS MINGGU 14 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Pertemuan ini mengubah kerangka pemikiran dan hipotesis awal Anda dari Pertemuan 4–5 menjadi Bab 3 Metodologi Penelitian yang siap dikonsultasikan. Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

Kemampuan Metodologis
  • Menentukan jenis & desain penelitian yang sesuai dengan rumusan masalah Anda
  • Menetapkan populasi, teknik sampling, dan ukuran sampel penelitian secara terukur
  • Mendefinisikan variabel secara operasional lengkap dengan indikator & skala pengukuran
Kemampuan Merumuskan Hipotesis
  • Merumuskan H0 & H1 yang konsisten dengan kerangka pemikiran Anda
  • Menghindari kesalahan umum perumusan hipotesis yang sering ditemukan penguji
  • Mengaitkan setiap hipotesis dengan teknik analisis data yang tepat untuk mengujinya
Bagian 1
Merancang Kerangka Bab 3: Metodologi Penelitian

Dari jenis penelitian hingga definisi operasional variabel — fondasi teknis sebelum merumuskan hipotesis.

Struktur Standar Bab 3 Metodologi Penelitian

Mengacu pada Ferdinand (2006) & Sekaran (2006), Bab 3 proposal riset pasar modal biasanya memuat lima subbab berikut secara berurutan.

SubbabIsiKeterkaitan
3.1 Jenis & Desain PenelitianPendekatan kuantitatif/kualitatif, kausal/deskriptifMengacu pada desain riset Pertemuan 6
3.2 Populasi & SampelPopulasi emiten/obligasi, teknik sampling, ukuran sampelKonsisten dengan objek di rumusan masalah
3.3 Definisi Operasional VariabelIndikator, cara ukur, dan skala tiap variabelTurunan langsung kerangka pemikiran Pertemuan 4
3.4 Sumber & Teknik Pengumpulan DataData sekunder BEI/OJK, laporan keuangan, teknik dokumentasiMenjawab kebutuhan data tiap variabel
3.5 Hipotesis PenelitianH0 & H1 untuk tiap hubungan antar-variabelDiuji dengan teknik analisis Pertemuan 7

3.1 Menentukan Jenis & Desain Penelitian

Ini adalah keputusan metodologis pertama yang harus konsisten dengan rumusan masalah Anda dari Pertemuan 2 dan desain riset yang sudah dipilih di Pertemuan 6.

Penelitian Kausal (Explanatory)
  • Menguji pengaruh satu/lebih variabel terhadap variabel lain
  • Cocok untuk hipotesis H1 berarah (positif/negatif)
  • Contoh: pengaruh DER dan ROA terhadap return saham perusahaan consumer goods
Penelitian Deskriptif
  • Menggambarkan fenomena tanpa menguji hubungan sebab-akibat
  • Cocok untuk riset eksploratif/studi kasus mendalam
  • Contoh: pola perdagangan investor ritel pasca-IPO di BEI
Sebagian besar proposal Seminar Pasar Modal bertipe kausal-kuantitatif karena hipotesisnya menguji pengaruh antar-variabel keuangan — pastikan pilihan Anda konsisten dengan hipotesis yang akan dirumuskan di Bagian 2 nanti.

3.2 Populasi & Sampel dalam Riset Pasar Modal

Populasi harus didefinisikan dengan batasan yang jelas dan bisa diverifikasi — bukan sekadar "perusahaan di BEI" yang jumlahnya lebih dari 900 emiten.

Populasi (Definisi Jelas)
  • Seluruh unit yang memenuhi kriteria — emiten, obligasi, atau reksa dana
  • Dibatasi sektor, indeks, dan periode waktu (mis. LQ45 tahun 2021–2025)
  • Jumlah populasi harus bisa dirujuk ke sumber resmi (idx.co.id, OJK)
Sampel (Teknik Purposive)
  • Subset populasi yang dipilih via kriteria (purposive sampling)
  • Kriteria umum: laporan keuangan lengkap, tidak delisting, laba positif
  • Ukuran sampel dihitung dengan rumus Slovin bila populasi sudah pasti

Hitung dari Nol #1: Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

Misalkan populasi penelitian Anda adalah seluruh 45 emiten konstituen indeks LQ45, dengan margin kesalahan (e) yang ditetapkan 5%. Mari kita hitung ukuran sampel minimalnya.

n = N ÷ (1 + N × e²)
LangkahPerhitunganNilai
Populasi penelitian (N)Jumlah konstituen indeks LQ45N = 45 emiten
Margin kesalahan (e) yang ditetapkan5% = 0,05e = 0,05
Kuadratkan margin kesalahan0,05 × 0,05e² = 0,0025
Hitung penyebut rumus Slovin1 + (45 × 0,0025)1,1125
Ukuran Sampel Minimal
≈ 40 emiten
n = 45 ÷ 1,1125 = 40,4 → dibulatkan ke bawah

Coba Sendiri: Kalkulator Rumus Slovin

Ubah jumlah populasi dan margin kesalahan, lalu amati bagaimana ukuran sampel minimal berubah — berguna saat proposal Anda memakai populasi berbeda.

3.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Setiap variabel dari kerangka pemikiran Anda harus diterjemahkan menjadi sesuatu yang bisa diukur dari data laporan keuangan atau harga saham.

VariabelIndikator & Cara UkurSkala
Struktur Modal (X1)Debt to Equity Ratio (DER) = Total Utang ÷ Total EkuitasRasio
Profitabilitas (X2)Return on Assets (ROA) = Laba Bersih ÷ Total AsetRasio
Likuiditas Saham (X3)Trading Volume Activity (TVA) dari data harian BEIRasio
Return Saham (Y)(Harga Saham t − Harga Saham t-1) ÷ Harga Saham t-1Rasio
Kesalahan umum: menyebut variabel hanya dengan nama teoretisnya (mis. "kinerja keuangan") tanpa indikator dan rumus konkret — penguji akan langsung bertanya "diukur pakai apa?".

3.4 Sumber Data & Teknik Pengumpulan Data

Riset pasar modal umumnya memakai data sekunder — jelaskan sumber resminya, bukan sekadar "data dari internet".

Sumber Data Resmi
  • Laporan keuangan tahunan — idx.co.id atau situs resmi emiten
  • Data harga saham harian — Yahoo Finance, RTI, atau BEI
  • Data makroekonomi pendukung — BPS, Bank Indonesia, OJK
Teknik Pengumpulan Data
  • Studi dokumentasi — mengunduh & menyusun laporan keuangan sampel
  • Studi kepustakaan — penelitian terdahulu & regulasi terkait (POJK)
  • Sebutkan periode pengumpulan data secara eksplisit (mis. Januari–Maret 2027)
Bagian 2
Merumuskan Hipotesis Penelitian yang Teruji

Dari kerangka pemikiran menjadi pernyataan H0/H1 yang benar-benar bisa diuji secara statistik.

Mengingat Kembali: Anatomi Hipotesis H0 vs H1

Setiap panah dalam kerangka pemikiran Anda (Pertemuan 4) harus diterjemahkan menjadi satu pasang hipotesis H0 dan H1.

Struktur Modal (DER)(X1)Profitabilitas (ROA) (X2)Return Saham(Y)H1H2
H0 (Hipotesis Nol)
  • Menyatakan tidak ada pengaruh/hubungan yang diuji
  • Contoh: "DER tidak berpengaruh terhadap return saham"
H1 (Hipotesis Alternatif)
  • Menyatakan ada pengaruh — arahnya sesuai teori/riset terdahulu
  • Contoh: "DER berpengaruh negatif terhadap return saham"

Hitung dari Nol #2: Merumuskan H1 dari Kerangka Pemikiran

Topik ini tidak melibatkan angka — kita gunakan walkthrough bertahap. Ikuti empat langkah ini untuk setiap panah di kerangka pemikiran Anda.

LangkahTindakanContoh Penerapan
1. Identifikasi variabel & arah panahTentukan variabel independen & dependen dari diagramDER (X1) → Return Saham (Y)
2. Cari dasar teori/riset terdahuluTentukan arah hubungan (positif/negatif) berdasar literatur Bab 2Trade-off theory & studi terdahulu: DER tinggi → risiko naik → return turun
3. Susun kalimat H1 berarahGunakan pola "[Variabel X] berpengaruh [arah] terhadap [Variabel Y]""DER berpengaruh negatif terhadap return saham"
4. Susun H0 sebagai negasinyaNyatakan tidak ada pengaruh sebagai pembanding statistik"DER tidak berpengaruh terhadap return saham"

Coba Sendiri: Kerangka Hipotesis Builder

Masukkan variabel independen, dependen, dan arah hubungan Anda — widget ini menyusun kalimat H0/H1 secara otomatis mengikuti pola baku.

Contoh Hipotesis Riil dalam Riset Pasar Modal

Perhatikan bagaimana masing-masing contoh ini mengikuti pola "variabel X berpengaruh arah tertentu terhadap variabel Y" dan berbasis teori yang jelas.

Tiga Contoh Pasangan H0/H1
  • Struktur modal & return: H1 — "DER berpengaruh negatif terhadap return saham perusahaan sektor consumer goods" (trade-off theory)
  • Likuiditas & harga saham: H1 — "Trading volume activity berpengaruh positif terhadap harga saham" (teori signaling)
  • Kinerja keuangan & minat investor: H1 — "ROA berpengaruh positif terhadap keputusan investasi investor ritel di BBCA" (teori sinyal profitabilitas)
Perhatikan: setiap H1 menyebut arah (positif/negatif), objek spesifik (sektor/perusahaan), dan implisit merujuk teori tertentu — bukan kalimat generik.

Kesalahan Umum saat Merumuskan Hipotesis

Kenali pola kesalahan ini sebelum Anda konsultasikan Bab 3 — sebagian besar catatan merah penguji berasal dari kesalahan sederhana berikut.

KesalahanContoh SalahCara Memperbaiki
1. Tidak menyebut arah"DER berpengaruh terhadap return saham"Tegaskan arah: "...berpengaruh negatif terhadap..."
2. Variabel masih abstrak"Kinerja keuangan berpengaruh terhadap minat investor"Ganti dengan indikator konkret, mis. ROA, ROE
3. Hipotesis tidak sinkron dengan kerangka pemikiranDiagram punya 3 panah, hipotesis hanya 2Pastikan jumlah H1 = jumlah panah di diagram
4. Tidak bisa diuji secara statistik"Investor merasa lebih yakin berinvestasi di saham blue chip"Ubah jadi variabel terukur, mis. volume perdagangan saham blue chip

Mengaitkan Hipotesis dengan Teknik Analisis Data

Hipotesis yang bagus tapi tidak bisa diuji dengan teknik analisis yang Anda kuasai (Pertemuan 7) akan menyulitkan Anda sendiri di Bab 4 nanti.

Bentuk HipotesisCiri DataTeknik Analisis
Pengaruh 1 variabel X terhadap YData time-series/panel sederhanaRegresi linear sederhana
Pengaruh >1 variabel X terhadap YData panel multi-perusahaan & multi-tahunRegresi linear berganda / data panel
Perbandingan return dua kelompok emitenDua kelompok independen (mis. syariah vs konvensional)Uji beda (independent sample t-test)
Pengaruh dimediasi variabel lainData panel dengan variabel perantaraAnalisis jalur / mediasi (mis. SEM-PLS)
Bagian 3
Merakit & Menguji Konsistensi Draft Bab 3

Checklist kelengkapan sebelum konsultasi, lalu susun draft Bab 3 & hipotesis Anda sendiri.

Checklist Kelengkapan Bab 3 Sebelum Konsultasi

Periksa draft Bab 3 Anda dengan lima poin berikut sebelum dikonsultasikan — kebanyakan revisi besar berasal dari poin yang terlewat di sini.

Konsistensi Metodologi
  • Jenis penelitian konsisten dengan rumusan masalah & hipotesis
  • Populasi didefinisikan jelas & bisa dirujuk ke sumber resmi
  • Teknik sampling & ukuran sampel disertai perhitungan (mis. Slovin)
Konsistensi Hipotesis
  • Setiap variabel punya definisi operasional & rumus ukur yang jelas
  • Jumlah H1 sama dengan jumlah panah di kerangka pemikiran
  • Setiap hipotesis punya teknik analisis data yang sudah dipilih
Latihan hari ini: gunakan checklist ini untuk menyusun draft Bab 3 & hipotesis proposal Anda sendiri selama 20 menit, lalu diskusikan dengan teman sebangku sebelum dikumpulkan.

Ringkasan & Menuju Pertemuan 14

Hari ini Anda merakit Bab 3 Metodologi Penelitian secara lengkap — dari jenis penelitian sampai hipotesis yang siap diuji dengan teknik analisis data yang tepat.

Yang Sudah Kita Kuasai
  • Menentukan populasi, sampel, dan definisi operasional variabel
  • Merumuskan H0/H1 yang konsisten dengan kerangka pemikiran
  • Mengaitkan setiap hipotesis dengan teknik analisis data yang tepat
Pertemuan 14: Teknik Analisis Data & Jadwal Penelitian
  • Merinci teknik analisis data & menyusun jadwal penelitian (Gantt chart)
  • Bawa draft Bab 3 & hipotesis hasil latihan hari ini sebagai bahan lanjutan