stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Penyusunan Proposal: Pendahuluan dan Tinjauan Pustaka
Program Studi Manajemen • FEB

Seminar Pasar Modal

Pertemuan 12 — Penyusunan Proposal: Pendahuluan dan Tinjauan Pustaka

Merangkai fenomena pasar modal, rumusan masalah, dan tinjauan pustaka menjadi Bab 1 dan Bab 2 proposal riset yang koheren.

RPS MINGGU 13 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun Bab 1 dan Bab 2 proposal riset pasar modal secara koheren. Secara rinci:

CAPAIAN 1 — PENDAHULUAN
SUSUN BAB 1
Merangkai fenomena pasar modal, celah riset, rumusan masalah, dan tujuan penelitian yang saling sejajar.
CAPAIAN 2 — TINJAUAN PUSTAKA
SUSUN BAB 2
Menyintesis teori pasar modal dan penelitian terdahulu menjadi kerangka konseptual dan hipotesis yang logis.
CAPAIAN 3 — KOHERENSI
BENANG MERAH UTUH
Memastikan rumusan masalah, teori, dan hipotesis saling menjawab — siap dilanjutkan ke Bab 3 minggu depan.

Mengapa Pendahuluan dan Tinjauan Pustaka Harus Menyatu?

Kesalahan paling umum: menulis Bab 1 dan Bab 2 sebagai dua tugas terpisah, sehingga proposal riset pasar modal terasa "patah-patah" saat dibaca dosen penguji.

GEJALA A — TERPUTUS
Fenomena vs Teori Tak Sejalan
Latar belakang membahas volatilitas harga saham BBCA pasca kebijakan suku bunga, tapi Bab 2 tiba-tiba masuk ke teori struktur modal yang tidak relevan. Penguji langsung bertanya: "Mana keterkaitannya?"
GEJALA B — TIDAK ORISINAL
Tinjauan Pustaka Sekadar Kutipan
Bab 2 hanya menumpuk kutipan penelitian terdahulu tanpa menyatakan celah yang diisi — penguji tidak menemukan kebaruan riset Anda.
Solusinya: sebelum menulis kata demi kata, kita cek dulu peta keterkaitan fenomena → teori → hipotesis, baru kita satukan menjadi draf Bab 1-2.
Bagian 1 dari 3
Menyusun Bab 1: Pendahuluan
Dari fenomena pasar modal di lapangan menuju rumusan masalah dan tujuan penelitian yang tajam.
Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan & Kontribusi

Empat Pilar Bab 1: Pendahuluan

Bab 1 yang baik bergerak seperti corong: dari fenomena pasar modal yang luas menuju pertanyaan penelitian yang spesifik dan bisa dijawab.

BagianIsi UtamaFungsi dalam Alur
Latar BelakangFenomena pasar modal, data pendukung (IHSG, laporan BEI/OJK), dan celah (gap) penelitian.Meyakinkan pembaca bahwa masalah ini penting & belum terjawab tuntas.
Rumusan MasalahPertanyaan penelitian yang spesifik dan bisa diuji secara empiris.Menjembatani fenomena menuju arah penelitian.
Tujuan PenelitianJawaban langsung atas tiap rumusan masalah.Harus sejajar satu-satu dengan rumusan masalah.
Kontribusi/ManfaatManfaat teoritis (bagi ilmu keuangan) & praktis (bagi investor/emiten/regulator).Menjustifikasi mengapa penelitian ini layak dilakukan.
Aturan emas: jumlah rumusan masalah = jumlah tujuan penelitian. Kalau ada 3 pertanyaan, harus ada 3 tujuan yang berpasangan persis.

Ciri Latar Belakang yang Kuat di Riset Pasar Modal

Latar belakang yang meyakinkan mengikuti pola piramida terbalik: dari isu makro pasar modal menuju celah penelitian yang presisi.

POLA PIRAMIDA TERBALIK
4 Lapis Argumen
  • Lapis 1: Isu makro pasar modal (kondisi IHSG, kebijakan OJK/BI, tren emisi obligasi).
  • Lapis 2: Fenomena spesifik pada emiten/sektor/periode yang dipilih.
  • Lapis 3: Kesenjangan hasil penelitian terdahulu (gap teori/empiris).
  • Lapis 4: Pernyataan celah penelitian & alasan riset ini penting.
CEK MANDIRI LATAR BELAKANG
  • Ada data pendukung (BEI, OJK, IDX Fact Book), bukan opini semata.
  • Ada kutipan minimal 2-3 penelitian terdahulu sebagai pembanding.
  • Celah penelitian dinyatakan eksplisit, bukan tersirat.
  • Tidak melebar ke topik yang tidak relevan dengan rumusan masalah.

Langkah demi Langkah — Menyusun Latar Belakang

Kasus: fenomena kinerja keuangan yang membaik tidak selalu diikuti kenaikan return saham pada emiten perbankan di BEI.

TAHAPAN PENYUSUNAN
LangkahTindakan PenulisContoh Kalimat Kunci
1. Isu MakroKutip data kinerja sektor perbankan & IHSG."Laba bersih perbankan BUKU IV tumbuh ~10% pada tahun berjalan."
2. Fenomena SpesifikPersempit ke objek penelitian."Namun return saham BBRI justru tertekan pada periode yang sama."
3. Gap PenelitianBandingkan 2 studi terdahulu berbeda temuan."Studi A menemukan ROA signifikan; Studi B menemukan tidak signifikan."
4. Celah & UrgensiNyatakan celah secara eksplisit."Peran likuiditas saham sebagai pemoderasi belum banyak diuji bersama."
HASIL AKHIR
Rumusan Masalah
siap dirumuskan
Dari 4 langkah ini, rumusan masalah bisa langsung ditarik:
"Apakah likuiditas saham memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham perbankan?"

Menyelaraskan Rumusan Masalah, Tujuan, dan Kontribusi

Gunakan kriteria SMART (disesuaikan konteks riset pasar modal) agar rumusan masalah tidak kabur dan tujuan tidak melenceng.

KRITERIA RUMUSAN MASALAH
  • Spesifik: menyebut variabel & konteks jelas (bukan "bagaimana kinerja pasar modal?").
  • Measurable: variabelnya bisa diukur secara kuantitatif (ROA, return saham, bid-ask spread).
  • Answerable: bisa dijawab dengan data pasar sekunder yang tersedia (IDX, Yahoo Finance).
  • Relevant: terkait langsung isu pasar modal yang dibahas di latar belakang.
CONTOH PASANGAN YANG SELARAS

Rumusan Masalah: Apakah likuiditas saham memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham?

Tujuan: Menganalisis peran likuiditas saham dalam memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham.

Kontribusi: Teoritis — memperkaya kajian anomali pasar; Praktis — masukan bagi investor menilai saham perbankan.

Kesalahan umum: tujuan ditulis dalam kalimat berbeda arah dari rumusan masalah, misalnya rumusan masalah bertanya "apakah", tapi tujuan malah menjawab hal lain yang tidak terkait.
Bagian 2 dari 3
Tinjauan Pustaka: Landasan Teori & Penelitian Terdahulu
Dari grand theory pasar modal menuju sintesis penelitian terdahulu yang menunjukkan posisi riset Anda.
Grand Theory Penelitian Terdahulu Sintesis & Gap

Empat Pilar Landasan Teori & Penelitian Terdahulu

Bagian ini bukan sekadar kumpulan kutipan, melainkan bangunan argumen yang menunjukkan posisi riset Anda di antara studi pasar modal lain.

BagianIsi UtamaFungsi dalam Alur
Grand TheoryTeori dasar pasar modal (efisiensi pasar, sinyal, agensi, mikrostruktur).Memberi fondasi ilmiah bagi setiap variabel yang diteliti.
Definisi VariabelKonsep kinerja keuangan, return saham, likuiditas secara teoritis.Menyamakan pemahaman istilah sebelum masuk ke hipotesis.
Penelitian TerdahuluSintesis temuan studi sejenis, persamaan & perbedaan konteks/periode.Menunjukkan posisi penelitian Anda di antara studi lain.
Gap PenelitianPernyataan eksplisit celah yang belum diuji.Menjustifikasi kebaruan (novelty) riset Anda.
Aturan emas: setiap teori yang Anda kutip harus menjelaskan arah hubungan variabel yang nanti dipakai dalam hipotesis, bukan sekadar pelengkap.

Grand Theory yang Sering Dipakai di Riset Pasar Modal

Pilih teori yang benar-benar menjelaskan mekanisme hubungan variabel Anda, bukan sekadar teori paling populer.

TeoriInti ArgumenContoh Pemakaian
Efficient Market HypothesisHarga saham mencerminkan seluruh informasi yang tersedia secara cepat.Menguji reaksi harga saham terhadap pengumuman laba emiten.
Signaling TheoryLaporan keuangan & kebijakan dividen jadi sinyal kondisi perusahaan ke investor.Menjelaskan mengapa kenaikan ROA/ROE memengaruhi minat beli saham.
Agency TheoryKonflik kepentingan manajemen & pemegang saham memengaruhi kinerja.Menjelaskan pengaruh tata kelola terhadap kinerja keuangan & return.
Market Microstructure TheoryMekanisme perdagangan (bid-ask spread, volume) memengaruhi likuiditas & harga.Menjelaskan peran likuiditas sebagai moderator return saham.
Recap Pertemuan 8: pilih teori dari artikel yang lolos evaluasi kritis — terindeks SINTA/Scopus, metode transparan, dan terbitan maksimal 10 tahun terakhir.

Langkah demi Langkah — Menyusun Tabel Sintesis Literatur

Tabel sintesis membantu Anda menunjukkan posisi penelitian di antara studi saham-obligasi terdahulu secara ringkas dan meyakinkan.

TAHAPAN MENYUSUN TABEL SINTESIS
LangkahTindakan PenulisContoh Isian
1. Kumpulkan StudiPilih 5-8 penelitian terdahulu paling relevan (5 tahun terakhir).Jurnal SINTA 2 & Scopus tentang kinerja keuangan & return saham.
2. Ekstrak VariabelCatat variabel, sampel, dan metode tiap studi.Studi A: X=ROA, n=45 emiten perbankan, regresi panel.
3. Bandingkan TemuanKelompokkan studi yang sepakat & yang berbeda hasil.3 studi sepakat ROA signifikan positif, 2 studi tidak signifikan.
4. Tarik PosisiNyatakan di mana penelitian Anda mengisi celah."Penelitian ini menambah variabel moderasi likuiditas yang belum diuji bersama."
MANFAAT TABEL SINTESIS
Novelty Terlihat
bagi dosen penguji
Dosen penguji bisa langsung melihat perbedaan penelitian Anda dari 5-8 studi terdahulu tanpa harus membaca satu-satu — ini memperkuat argumen orisinalitas Bab 2 Anda.
Bagian 3 dari 3
Tinjauan Pustaka: Kerangka Konseptual & Hipotesis
Menerjemahkan sintesis teori menjadi peta hubungan variabel dan hipotesis yang siap diuji di Bab 3.
Kerangka Konseptual Hipotesis H0/H1 Cek Keselarasan

Contoh Kerangka Konseptual & Hipotesis

Kasus: Kinerja Keuangan (ROA) memengaruhi Return Saham, dimoderasi oleh Likuiditas Saham.

Kinerja KeuanganROA (X)Likuiditas Saham(Z — Moderator)Return SahamPerbankan (Y)H1: X → Y (langsung)H2: Z memoderasi X→Y
RUMUSAN HIPOTESIS
  • H1: Kinerja keuangan (ROA) berpengaruh positif terhadap return saham.
  • H2: Likuiditas saham memperkuat pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham.
  • H0 (untuk H1): Kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap return saham.

Benang Merah: Fenomena → Teori → Hipotesis

Sebelum menulis draf lengkap, telusuri diagram ini untuk memastikan tidak ada mata rantai yang putus.

BAB 1Rumusan Masalah"Apakah Z memoderasi X→Y?"BAB 2Teori & Hipotesis"H1, H2 dari signaling & mikrostruktur"BAB 3Desain & InstrumenUkur X, Y, Z, uji H1-H2cek balik: apakah teori & hipotesis benar-benar menjawab rumusan masalah?
Latihan mandiri: tarik garis dari rumusan masalah Anda, ke teori mana ia dijelaskan, ke hipotesis mana ia dijawab. Kalau ada yang putus, itu bagian yang harus direvisi sebelum menulis draf akhir.

Kesalahan Umum saat Menyusun Bab 1-2 Riset Pasar Modal

Kenali pola kesalahan ini pada draf Anda sendiri sebelum diserahkan untuk ditinjau.

KesalahanDampak pada ProposalCara Menghindari
Variabel "menghilang"Variabel disebut di rumusan masalah tapi tak dijelaskan teorinya di Bab 2.Buat daftar variabel & cek silang antar-bab.
Teori tanpa fungsiTeori dicantumkan hanya sebagai pelengkap, tidak menjelaskan hipotesis.Pastikan tiap teori langsung dipakai menjelaskan arah hubungan.
Periode data tidak jelasFenomena Bab 1 pakai data 2020, tapi tinjauan pustaka Bab 2 semua terbitan sebelum 2015.Selaraskan rentang waktu fenomena & rujukan literatur.
Sitasi tidak konsistenNama penulis/tahun berbeda antara badan teks & daftar pustaka.Gunakan Zotero/Mendeley, cek ulang sebelum final.

Format Teknis & Sistematika Penulisan

Selain isi, kerapian format juga dinilai penguji sebagai indikator kesungguhan mahasiswa menyusun proposal riset pasar modal.

FORMAT DOKUMEN
  • Font Times New Roman 12pt, spasi 1,5, margin 4-4-3-3 cm (ikuti pedoman skripsi FEB terbaru).
  • Estimasi panjang: Bab 1 (~6-9 hal), Bab 2 (~10-15 hal).
  • Penomoran halaman & bab konsisten sesuai template panduan skripsi.
GAYA SITASI & RUJUKAN
  • Gaya sitasi APA edisi ke-7, konsisten di badan teks & daftar pustaka.
  • Minimal 80% rujukan berasal dari jurnal 10 tahun terakhir (idealnya 5 tahun).
  • Prioritaskan jurnal terindeks SINTA/Scopus, hindari sumber blog tanpa peer-review.
Format rapi bukan sekadar formalitas — ia menyampaikan pesan bahwa Anda serius dan teliti, kesan yang juga akan dinilai penguji sebelum membaca isi argumen.

Rubrik Penilaian Draf Bab 1 dan Bab 2

Gunakan rubrik ini untuk menilai draf Anda sendiri sebelum melanjutkan ke penyusunan Bab 3 minggu depan.

KriteriaBobotIndikator Skor Tinggi
Koherensi Bab 1-230%Rumusan masalah, teori, dan hipotesis saling menjawab tanpa mata rantai putus.
Kekuatan Latar Belakang20%Data pasar modal pendukung kuat, celah penelitian dinyatakan eksplisit.
Kualitas Tinjauan Pustaka30%Sintesis literatur tajam, kerangka konseptual & hipotesis logis.
Format & Bahasa20%Mengikuti pedoman FEB, bahasa baku, sitasi konsisten.
Rubrik ini menjadi dasar rubrik yang lebih lengkap saat Anda mempresentasikan proposal lengkap di akhir semester (UAS).

Latihan Kelas: Menyusun Draf Bab 1-2 Anda

Gunakan sisa waktu sesi ini untuk menyatukan hasil Pertemuan 2-11 menjadi satu naskah Bab 1 Pendahuluan dan Bab 2 Tinjauan Pustaka.

INSTRUKSI KERJA (60 MENIT)
  • 10 menit: Kumpulkan seluruh draf Pertemuan 2-11 (isu, topik, model, variabel, hipotesis, evaluasi jurnal) dalam satu dokumen.
  • 20 menit: Susun latar belakang mengikuti pola piramida terbalik pada Slide 6, lalu turunkan rumusan masalah & tujuan.
  • 20 menit: Susun landasan teori, tabel sintesis literatur, kerangka konseptual, dan hipotesis untuk Bab 2.
  • 10 menit: Telusuri benang merah memakai diagram pada Slide 16, tandai mata rantai yang masih putus.
Kumpulkan draf Bab 1 dan Bab 2 (PDF, format sesuai pedoman FEB) di e-learning sebelum Pertemuan 13 sebagai dasar penyusunan Bab 3 metodologi.

Ringkasan Pembelajaran Pertemuan 12

Proposal riset pasar modal yang kuat dimulai dari fenomena nyata, ditopang teori yang tepat, dan berujung pada hipotesis yang bisa diuji.

BAB 1
Fenomena pasar modal → celah penelitian → rumusan masalah → tujuan yang sejajar satu-satu.
BAB 2 — TEORI
Grand theory & sintesis penelitian terdahulu → gap penelitian dinyatakan eksplisit.
BAB 2 — HIPOTESIS
Kerangka konseptual & hipotesis H0/H1 yang benar-benar lahir dari teori, siap diuji di Bab 3.
Persiapan minggu depan: bawa draf Bab 1-2 yang sudah utuh ke Pertemuan 13 untuk dilengkapi metodologi penelitian dan hipotesis final.