stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Studi Kasus: Penelitian tentang Market Microstructure
Program Studi Manajemen • FEB

Seminar Pasar Modal

Pertemuan 11 — Studi Kasus: Penelitian tentang Market Microstructure

Membedah bagaimana peneliti empiris mengukur likuiditas, spread, dan mikro-perilaku perdagangan di Bursa Efek Indonesia — bekal sebelum Anda merancang proposal riset sendiri.

RPS MINGGU 12 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Pertemuan ini menghubungkan konsep desain riset dari Pertemuan 4–7 dengan topik yang sangat aktif di jurnal finance saat ini: market microstructure. Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

Kemampuan Konseptual
  • Menjelaskan apa itu market microstructure dan mengapa penting bagi investor & regulator
  • Membedakan komponen bid-ask spread dan ukuran likuiditas lain
  • Mengenali variabel dan data yang lazim dipakai riset microstructure di Indonesia
Kemampuan Aplikatif
  • Menghitung bid-ask spread dan Amihud illiquidity ratio secara manual
  • Mengidentifikasi tantangan metodologis khas riset microstructure
  • Merancang kerangka awal proposal microstructure milik Anda sendiri
Bagian 1
Mengenal Market Microstructure

Dari anatomi order book sampai bagaimana spread benar-benar terbentuk di lantai bursa.

Apa Itu Market Microstructure?

Market microstructure adalah cabang keuangan yang mempelajari bagaimana proses perdagangan — aturan bursa, perilaku order, dan interaksi pembeli-penjual — memengaruhi harga, likuiditas, dan biaya transaksi.

Fokus Riset
Proses, Bukan Hasil
Bukan hanya berapa harga saham, tapi bagaimana harga itu terbentuk lewat order beli-jual.
Pertanyaan Kunci
Biaya Tersembunyi
Berapa biaya sesungguhnya bertransaksi — di luar komisi broker — akibat spread dan dampak harga?
Relevansi
Kebijakan Bursa
Hasil riset ini jadi dasar BEI & OJK mengatur fraksi harga, tick size, dan jam perdagangan.
Pelopor bidang ini adalah Maureen O'Hara (1995, Market Microstructure Theory) — kerangka ini kemudian banyak diterapkan pada bursa negara berkembang termasuk BEI.

Anatomi Order Book & Bid-Ask Spread

Setiap saat, bursa mencatat daftar order beli (bid) dan order jual (ask) yang menunggu dieksekusi — inilah "order book" yang jadi objek utama riset microstructure.

BID (Order Beli)ASK (Order Jual)Rp9.500 — 20.000 lembarRp9.475 — 35.000 lembarRp9.450 — 50.000 lembarRp9.525 — 18.000 lembarRp9.550 — 30.000 lembarRp9.575 — 42.000 lembarSPREADBest bid = harga beli tertinggiBest ask = harga jual terendah

Selisih antara best bid (Rp9.500) dan best ask (Rp9.525) inilah bid-ask spread — ukuran likuiditas paling dasar dalam riset microstructure.

Hitung dari Nol #1: Bid-Ask Spread

Menggunakan data order book saham ilustratif di atas, mari kita hitung spread absolut dan spread relatifnya — dua ukuran yang paling sering dilaporkan di paper microstructure.

LangkahPerhitunganNilai
Spread absolut = Ask − BidRp9.525 − Rp9.500Rp25
Mid-price = (Ask + Bid) / 2(Rp9.525 + Rp9.500) / 2Rp9.512,5
Spread relatif (%) = Spread / Mid-price × 100Rp25 / Rp9.512,5 × 100~0,26%
Relative Bid-Ask Spread
~0,26%
Rp25 / Rp9.512,5 × 100

Studi Kasus A: Kebijakan Fraksi Harga & Likuiditas di BEI

BEI beberapa kali merevisi ketentuan fraksi harga (tick size) — kelipatan minimum perubahan harga saham — dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan mempersempit spread.

TahapYang TerjadiDugaan Dampak ke Likuiditas
1. Sebelum revisiFraksi harga relatif besar untuk saham harga menengah — lompatan harga minimum terasa kasarSpread minimum "terkunci" oleh aturan, bukan oleh kondisi pasar sebenarnya
2. Revisi fraksi hargaBEI mempersempit kelipatan fraksi untuk kelompok harga tertentu (mis. simplifikasi jenjang harga 2023)Spread minimum yang mungkin terjadi ikut mengecil
3. Setelah revisiPeneliti membandingkan rata-rata spread & volume sebelum-sesudah (event study)Umumnya spread relatif turun, namun depth (jumlah lembar per level harga) bisa ikut menipis

Studi Kasus B: High-Frequency Trading & Microstructure Noise

Di bursa maju, sebagian besar order kini berasal dari algoritma yang bertransaksi dalam hitungan milidetik — fenomena ini melahirkan cabang riset khusus tentang microstructure noise.

Apa Itu Microstructure Noise
  • Fluktuasi harga jangka sangat pendek yang bukan mencerminkan informasi fundamental baru
  • Muncul dari bid-ask bounce — harga transaksi melompat antara bid dan ask secara mekanis
  • Membuat estimasi volatilitas dari data frekuensi tinggi menjadi bias jika tidak dikoreksi
Relevansi untuk Riset Anda
  • BEI belum sepadat bursa AS dalam hal algorithmic trading, tapi porsinya terus naik
  • Riset lokal lebih realistis fokus pada data harian/menitan, bukan tick-by-tick murni
  • Konsep ini tetap penting dipahami sebagai batas literatur yang bisa Anda kutip

Ukuran Likuiditas yang Lazim Dipakai Peneliti

Bid-ask spread hanyalah satu dari beberapa ukuran likuiditas — pilihan ukuran bergantung pada data yang tersedia dan pertanyaan riset Anda.

Dimensi Harga
Bid-Ask Spread
Biaya transaksi langsung — butuh data kuotasi bid-ask, tidak selalu tersedia gratis.
Dimensi Dampak Harga
Amihud Illiquidity
Seberapa besar harga bergerak per rupiah volume transaksi — cukup pakai data harga & volume harian.
Dimensi Volume
Turnover Ratio
Volume transaksi dibagi jumlah saham beredar — proksi seberapa aktif saham diperdagangkan.
Untuk skripsi/proposal berbasis data BEI, Amihud illiquidity ratio paling praktis karena hanya butuh data harga & volume harian yang tersedia luas — kita hitung bersama di slide berikutnya.
Bagian 2
Merancang Riset Microstructure Anda

Dari perhitungan Amihud illiquidity sampai menghindari jebakan metodologis yang umum.

Hitung dari Nol #2: Amihud Illiquidity Ratio

Amihud (2002) mendefinisikan ILLIQ sebagai rata-rata rasio harian antara nilai absolut return dan volume transaksi rupiah — makin tinggi nilainya, makin tidak likuid saham tersebut.

LangkahPerhitunganNilai
Return harian |Rt| = |(Pt − Pt-1) / Pt-1||(Rp5.100 − Rp5.000) / Rp5.000|0,02 (2%)
Volume transaksi rupiah hari ituRp8 miliar
ILLIQt = |Rt| / Volume Rupiah (miliar)0,02 / 80,0025
Amihud ILLIQ Hari Ini
0,0025
|2%| / Rp8 miliar volume

Coba Sendiri: Bandingkan Bid-Ask Spread dan Amihud ILLIQ

Geser harga bid/ask dan volume transaksi untuk melihat bagaimana dua ukuran likuiditas ini bergerak, kadang searah kadang tidak.

Contoh Model Penelitian & Hipotesis Microstructure

Berikut kerangka sederhana yang bisa Anda adaptasi — menghubungkan karakteristik saham/kebijakan dengan ukuran likuiditas sebagai variabel dependen.

ILLIQi,t = β0 + β1Ukuran_Perusahaani,t + β2Volatilitasi,t + β3Kepemilikan_Institusii,t + εi,t
Contoh Hipotesis
  • H1: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap ILLIQ (perusahaan besar lebih likuid)
  • H2: Volatilitas harga berpengaruh positif terhadap ILLIQ
  • H3: Kepemilikan institusi berpengaruh negatif terhadap ILLIQ
Kaitan dengan Pertemuan Sebelumnya
  • Perumusan H0/H1 — lihat kembali Pertemuan 5
  • Pemilihan desain riset kuantitatif panel — lihat kembali Pertemuan 6
  • Teknik analisis: regresi data panel (fixed/random effects)

Tantangan Metodologis Riset Microstructure

Topik ini punya jebakan metodologis khas yang perlu Anda antisipasi sejak proposal, bukan ditemukan setelah data terkumpul.

TantanganMengapa BermasalahCara Mengantisipasi
1. EndogenitasLikuiditas & volatilitas bisa saling memengaruhi (simultan), bukan hanya satu arahGunakan lag variabel independen, atau nyatakan sebagai keterbatasan eksplisit
2. Ketersediaan data bid-askData kuotasi bid-ask historis BEI jarang tersedia gratis untuk mahasiswaGunakan proksi berbasis harga-volume (Amihud, turnover) sebagai alternatif realistis
3. Hari libur & suspensi sahamData harga hilang saat saham disuspensi bisa merusak perhitungan return & ILLIQNyatakan kriteria eksklusi saham di awal (mis. minimum hari transaksi per periode)
4. Efek kebijakan bersamaanPerubahan fraksi harga sering berbarengan dengan kebijakan bursa lainPerjelas jendela event study & sebutkan kebijakan lain sebagai batasan (delimitasi)

Sumber Data Microstructure untuk Riset di Indonesia

Sesuaikan pilihan ukuran likuiditas dengan data yang benar-benar bisa Anda akses sebagai mahasiswa — jangan rancang model yang butuh data yang tidak tersedia.

Mudah Diakses (Gratis/Kampus)
  • IDX Statistics/idx.co.id — harga, volume, kapitalisasi pasar harian
  • Yahoo Finance — harga historis harian untuk hitung return & Amihud
  • Laporan Keuangan Perusahaan (annual report) — ukuran perusahaan, kepemilikan institusi
Lebih Sulit (Berbayar/Perlu Akses Khusus)
  • KSEI — data kepemilikan efek per investor (perlu izin/akses institusi)
  • Bloomberg/Refinitiv — data bid-ask tick-by-tick (biasanya lewat lab kampus)
  • Data order book historis BEI — umumnya untuk riset kerja sama institusi, bukan akses individu

Latihan: Rancang Kerangka Riset Microstructure Anda

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 20 menit, siapkan untuk dipresentasikan singkat di akhir sesi.

Instruksi Tugas
  • Pilih satu isu microstructure di BEI (mis. dampak fraksi harga, likuiditas saham IPO baru, likuiditas saham syariah vs non-syariah)
  • Tentukan ukuran likuiditas yang akan dipakai (spread, Amihud, atau turnover) — jelaskan alasannya
  • Rumuskan 1 hipotesis utama (H1) beserta variabel independennya
  • Identifikasi 1 tantangan metodologis dari slide sebelumnya yang relevan dengan topik Anda
  • Sebutkan sumber data konkret yang akan Anda pakai
Setelah 20 menit, dua kelompok akan diminta mempresentasikan hasilnya secara singkat (3 menit per kelompok) — siapkan poin utama Anda.
Bagian 3
Dari Studi Kasus ke Proposal Anda

Mengenali kesalahan umum, lalu memastikan kesiapan sebelum menyusun proposal penuh.

Kesalahan Umum Riset Microstructure

Empat kesalahan yang paling sering ditemukan pada proposal mahasiswa yang mengangkat topik microstructure — kenali sejak awal supaya tidak terulang.

Kesalahan Konseptual
  • Menyamakan "likuiditas" dengan "profitabilitas" — ini dua konsep berbeda
  • Mengklaim kausalitas kuat dari desain event study sederhana tanpa kontrol yang memadai
Kesalahan Praktis
  • Merancang model yang butuh data bid-ask tick-by-tick padahal tidak punya akses
  • Mengabaikan saham yang disuspensi/delisting di tengah periode observasi
Jika salah satu tanda ini muncul di draf Anda, kembali ke slide "Tantangan Metodologis" sebelum melanjutkan ke Pertemuan 12.

Checklist Kesiapan Menuju Proposal

Sebelum Pertemuan 12 (penyusunan pendahuluan & tinjauan pustaka), pastikan lima hal berikut sudah Anda punya, minimal dalam bentuk draf kasar.

1–2
Topik microstructure spesifik dipilih, dan ukuran likuiditas (spread/Amihud/turnover) sudah ditentukan
3–4
Minimal 1 hipotesis utama dirumuskan, dan sumber data konkret sudah diidentifikasi & dicek aksesnya
5
Minimal 3 artikel jurnal terkait topik Anda sudah dibaca abstraknya (kaitkan dengan Pertemuan 8)

Rangkuman Hari Ini

Kita bergerak dari konsep dasar market microstructure sampai berlatih menghitung dua ukuran likuiditas yang paling praktis untuk riset Anda.

Yang Sudah Kita Kuasai
  • Anatomi order book & komponen bid-ask spread
  • Perhitungan bid-ask spread relatif & Amihud illiquidity ratio
  • Tantangan metodologis khas riset microstructure (endogenitas, data, suspensi saham)
Kesalahan yang Harus Dihindari
  • Mencampur likuiditas dengan profitabilitas
  • Klaim kausalitas berlebihan dari event study sederhana
  • Merancang model dengan kebutuhan data yang tidak realistis

Menuju Pertemuan 12: Menulis Pendahuluan & Tinjauan Pustaka

Mulai minggu depan, kita masuk fase merakit proposal secara bertahap. Bawa hasil latihan kelompok hari ini sebagai bahan awal.

Persiapan Pertemuan 12
  • Finalisasi topik microstructure (atau topik lain) yang akan Anda angkat sebagai proposal individu/kelompok
  • Kumpulkan minimal 5 artikel jurnal untuk mulai menulis tinjauan pustaka
  • Bawa laptop — sesi akan langsung praktik menulis pendahuluan
Ingat: proposal yang baik dimulai dari pertanyaan riset yang jelas dan data yang benar-benar bisa Anda akses — bukan topik paling canggih yang pernah Anda baca di jurnal internasional.