‹ Daftar slidePertemuan 9: Studi Kasus: Penelitian Empiris Saham dan Obligasi
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Seminar Pasar Modal
Pertemuan 9 — Studi Kasus: Penelitian Empiris Saham dan Obligasi
Membedah dua contoh riil riset empiris pasar modal — satu tentang saham, satu tentang obligasi — untuk melihat bagaimana masalah, model, hipotesis, dan metode bekerja bersama dalam satu artikel utuh.
RPS MINGGU 10 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 10).
TUJUAN 1
01
Mengidentifikasi struktur anatomi riset empiris saham dan obligasi dari masalah sampai kesimpulan.
TUJUAN 2
02
Membandingkan bagaimana variabel dan hipotesis dibangun berbeda untuk pasar saham vs pasar obligasi.
TUJUAN 3
03
Menelusuri jejak metode — dari desain riset ke teknik analisis data — pada kedua studi kasus.
TUJUAN 4
04
Menarik pelajaran praktis untuk proposal penelitian mahasiswa sendiri yang akan disusun mulai P12.
Bagian 1 dari 3
Studi Kasus 1: Riset Empiris Saham
Anomali January effect dan reaksi harga saham terhadap pengumuman laba di Bursa Efek Indonesia.
Latar Belakang: Anomali Pasar Saham
FENOMENA YANG DIAMATI
Return saham cenderung lebih tinggi pada bulan Januari dibanding bulan lain — dikenal sebagai January effect.
Harga saham bereaksi tajam dalam beberapa hari di sekitar tanggal pengumuman laba (earnings announcement) emiten.
Kedua fenomena ini janggal jika pasar benar-benar efisien seperti diasumsikan hipotesis pasar efisien (efficient market hypothesis).
MENGAPA JADI MASALAH PENELITIAN
Kalau pola ini konsisten dan bisa diprediksi, investor bisa memperoleh abnormal return — bertentangan dengan efisiensi pasar bentuk lemah.
Perlu bukti empiris dari data BEI, bukan sekadar dugaan, untuk memastikan pola ini nyata atau hanya kebetulan statistik.
Relevan bagi investor ritel di Tokopedia-nya pasar modal, yaitu aplikasi sekuritas seperti IPOT atau Stockbit.
Model Penelitian: Reaksi Harga terhadap Pengumuman Laba
Variabel bebas: kejutan laba (selisih laba aktual vs ekspektasi analis). Variabel terikat: abnormal return harian di sekitar tanggal pengumuman. Volume perdagangan menjadi variabel kontrol karena ikut memengaruhi besaran reaksi harga.
Hipotesis: Studi Kasus Saham
RUMUSAN H0 DAN H1
H0: Kejutan laba tidak berpengaruh signifikan terhadap abnormal return saham di sekitar tanggal pengumuman.
H1: Kejutan laba berpengaruh positif signifikan terhadap abnormal return saham di sekitar tanggal pengumuman.
Arah hipotesis (positif) berasal dari teori sinyal (signalling theory): laba yang lebih tinggi dari ekspektasi dibaca pasar sebagai sinyal baik, sehingga direspons dengan kenaikan harga.
Hitung dari Nol: Abnormal Return Saham BBCA
Ilustrasi perhitungan abnormal return satu hari di sekitar tanggal pengumuman laba (event study sederhana).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Return aktual saham BBCA hari pengumuman
(harga tutup − harga buka) ÷ harga buka
2,5%
Return ekspektasian (return pasar IHSG hari sama)
diasumsikan mengikuti model pasar
0,8%
Abnormal return
2,5% − 0,8%
1,7%
Dalam basis poin (bps) untuk pelaporan jurnal
1,7% × 100
170 bps
Kesimpulan Sementara
+1,7%
Abnormal return positif satu hari — konsisten arah H1
Desain Riset dan Teknik Analisis: Studi Kasus Saham
DESAIN RISET (LIHAT P6)
Kuantitatif, event study — mengamati jendela waktu tertentu di sekitar peristiwa pengumuman laba.
Data sekunder harian dari BEI dan laporan keuangan emiten yang dipublikasikan.
Populasi: seluruh emiten LQ45; sampel dipilih dengan purposive sampling sesuai kriteria kelengkapan data.
TEKNIK ANALISIS (LIHAT P7)
Uji beda rata-rata (paired t-test) abnormal return sebelum vs sesudah pengumuman.
Regresi linear sederhana: abnormal return atas kejutan laba, dengan volume sebagai kontrol.
Uji signifikansi pada α = 5% untuk menerima atau menolak H0.
Bagian 2 dari 3
Studi Kasus 2: Riset Empiris Obligasi
Pengaruh peringkat kredit (credit rating) terhadap yield obligasi korporasi di pasar surat utang Indonesia.
Latar Belakang: Yield Obligasi Korporasi
FENOMENA YANG DIAMATI
Obligasi korporasi dengan peringkat rendah (misalnya BBB) menawarkan yield jauh lebih tinggi dibanding peringkat AAA.
Sebagian emiten mengalami downgrade peringkat di tengah masa berlaku obligasi, memicu gejolak harga di pasar sekunder.
Investor institusi seperti dana pensiun sangat bergantung pada peringkat kredit untuk keputusan alokasi portofolio.
MENGAPA JADI MASALAH PENELITIAN
Perlu bukti kuantitatif seberapa besar tiap tingkat peringkat memengaruhi yield spread terhadap obligasi pemerintah (SUN).
Penting bagi emiten (mis. BUMN Karya) yang menerbitkan obligasi untuk mengetahui biaya dana riil di tiap level rating.
Berbeda dari saham, data obligasi sering tidak likuid sehingga menuntut pendekatan data yang cermat.
Model Penelitian: Peringkat Kredit dan Yield Spread
Variabel bebas: peringkat kredit (dikonversi jadi skala numerik ordinal, mis. AAA=1 ... BBB=10). Variabel terikat: yield spread. Tenor dan likuiditas pasar sebagai variabel kontrol karena keduanya juga memengaruhi besaran yield.
Hipotesis: Studi Kasus Obligasi
RUMUSAN H0 DAN H1
H0: Peringkat kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap yield spread obligasi korporasi.
H1: Peringkat kredit yang lebih rendah (angka ordinal lebih besar) berpengaruh positif signifikan terhadap yield spread.
Arah hipotesis berasal dari teori risiko kredit (credit risk theory): makin rendah peringkat, makin besar risiko gagal bayar yang dipersepsikan, sehingga investor menuntut kompensasi yield lebih tinggi.
Hitung dari Nol: Yield Spread Obligasi Korporasi
Ilustrasi perhitungan yield spread satu obligasi korporasi tenor 5 tahun terhadap SUN tenor sama.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Yield obligasi korporasi (peringkat A, tenor 5 tahun)
data pasar sekunder
7,8%
Yield SUN tenor 5 tahun (acuan bebas risiko)
data pasar sekunder
6,8%
Yield spread
7,8% − 6,8%
1,0%
Dalam basis poin untuk pelaporan jurnal
1,0% × 100
100 bps
Interpretasi
100 bps
Premi risiko kredit peringkat A vs bebas risiko
Coba Sendiri: Bangun Yield Spread dari Harga Obligasi
Geser harga dan kupon obligasi korporasi lalu bandingkan yield-nya terhadap SUN untuk melihat yield spread berubah.
Desain Riset dan Teknik Analisis: Studi Kasus Obligasi
DESAIN RISET (LIHAT P6)
Kuantitatif, cross-sectional atau panel — membandingkan banyak obligasi korporasi pada satu atau beberapa periode.
Data sekunder dari Bursa Efek Indonesia (papan obligasi) dan lembaga pemeringkat Pefindo/Fitch.
Populasi: obligasi korporasi aktif diperdagangkan; sampel dipilih dengan kriteria data lengkap dan likuiditas minimum.
TEKNIK ANALISIS (LIHAT P7)
Regresi berganda: yield spread atas peringkat kredit, tenor, dan likuiditas sebagai kontrol.
Uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas) sebelum interpretasi koefisien.
Uji signifikansi pada α = 5% dan uji koefisien determinasi (R²) untuk menilai kekuatan model.
Bagian 3 dari 3
Membandingkan dan Menarik Pelajaran
Persamaan dan perbedaan pola riset saham vs obligasi, serta cara mengadaptasinya ke proposal Anda sendiri.
Perbandingan: Riset Empiris Saham vs Obligasi
Aspek
Studi Kasus Saham
Studi Kasus Obligasi
Variabel terikat utama
Abnormal return
Yield spread
Sumber data utama
Harga harian BEI
Papan obligasi BEI & Pefindo
Desain riset
Event study (jendela waktu)
Cross-sectional / panel
Tantangan data
Menentukan tanggal peristiwa tepat
Likuiditas pasar rendah
Teori acuan
Teori sinyal (signalling)
Teori risiko kredit
Kesalahan Umum saat Membaca Studi Kasus Empiris
JEBAKAN 1
Hanya membaca abstrak dan kesimpulan, melewatkan bagian metode — padahal di situlah letak keterampilan yang harus ditiru.
JEBAKAN 2
Menganggap hasil satu studi (mis. January effect terbukti di BEI 2015) berlaku selamanya — padahal pasar berubah tiap periode.
JEBAKAN 3
Meniru topik persis tanpa menyesuaikan periode/sampel — berisiko dianggap replikasi tanpa kebaruan (novelty).
JEBAKAN 4
Tidak mengecek apakah data yang dipakai peneliti (mis. Bloomberg berbayar) benar-benar bisa Anda akses sebagai mahasiswa.
Menjembatani ke Proposal Penelitian Anda
Gunakan kedua studi kasus ini sebagai cetakan (template), bukan sebagai jawaban akhir. Ganti fenomena, variabel, dan periode data sesuai isu aktual yang sudah Anda identifikasi di P2 dan P3.
JIKA TERTARIK SAHAM
Cari fenomena harga terbaru: mis. reaksi saham emiten teknologi seperti GOTO terhadap laporan keuangan kuartalan.
Tentukan jendela peristiwa dan sumber data harga yang tersedia gratis (mis. Yahoo Finance, IDX).
JIKA TERTARIK OBLIGASI
Cari fenomena terbaru: mis. dampak kenaikan/penurunan peringkat kredit BUMN terhadap yield obligasi korporasi.
Pastikan sampel obligasi tersedia dan likuid di data publik BEI sebelum melangkah lebih jauh.
Latihan Terbimbing: Analisis Mini Studi Kasus
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu 3 pasangan akan diminta presentasi singkat di depan kelas.
INSTRUKSI
Pilih SATU studi kasus (saham atau obligasi) yang baru saja dibahas.
Tuliskan ulang: (1) masalah penelitian, (2) satu variabel bebas & satu variabel terikat, (3) H0/H1, (4) teknik analisis yang cocok.
Identifikasi SATU keterbatasan data yang mungkin dihadapi jika Anda meniru studi ini dengan data Indonesia terkini.
Rangkuman dan Pratinjau Pertemuan 10
RANGKUMAN HARI INI
Dua studi kasus (saham & obligasi) menunjukkan bahwa masalah, model, hipotesis, dan metode selalu saling terkait.
Perbedaan pasar saham vs obligasi memengaruhi pilihan desain riset dan sumber data.
Studi kasus adalah cetakan yang harus diadaptasi, bukan disalin mentah.
PRATINJAU P10
Pertemuan 10: Riset Kinerja Keuangan vs Return Saham — studi kasus lanjutan yang lebih fokus pada rasio keuangan (ROA, ROE, DER) sebagai variabel bebas.
Bawa satu ide topik pribadi (saham atau obligasi) untuk didiskusikan singkat di awal P10.