‹ Daftar slidePertemuan 7: Teknik Analisis Data dalam Penelitian Pasar Modal
Prodi Manajemen · FEB UNDIP
Seminar Pasar Modal
Teknik Analisis Data dalam Penelitian Pasar Modal
Dari hipotesis yang sudah dirumuskan menuju teknik analisis yang tepat — pondasi terakhir sebelum menyusun metodologi lengkap.
RPS minggu 7 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Tujuan 1
Memetakan
Mengenali jenis-jenis teknik analisis data yang lazim dipakai riset pasar modal dan kapan masing-masing relevan.
Tujuan 2
Mencocokkan
Menghubungkan rumusan hipotesis (H0/H1) dengan teknik analisis yang secara statistik mampu mengujinya.
Tujuan 3
Menghitung
Mempraktikkan perhitungan dasar di balik uji-t regresi dan event study (abnormal return & CAR).
Tujuan 4
Menjustifikasi
Menulis alasan pemilihan teknik untuk proposal sendiri yang siap dipertahankan di sidang proposal.
Bagian 1 dari 3
Dari Hipotesis ke Peta Teknik Analisis
Memahami ragam teknik analisis data yang tersedia dan jenis data yang mendasarinya, sebelum memilih satu yang tepat.
Peta Teknik Analisis Data Penelitian Pasar Modal
Pemilihan teknik analisis selalu bermula dari bentuk hipotesis, bukan dari teknik yang paling familiar bagi peneliti.
Klasifikasi Data: Dasar Sebelum Memilih Teknik
Cross-Section
Data banyak perusahaan pada satu titik waktu — misalnya ROE 50 emiten consumer goods tahun 2025.
Time Series
Data satu objek yang diamati dari waktu ke waktu — misalnya harga saham BBCA harian selama 5 tahun.
Data Panel
Gabungan cross-section & time series — misalnya laporan keuangan 30 emiten selama 10 tahun (300 observasi).
Jenis data menentukan teknik yang tersedia: data panel membuka pintu ke regresi fixed/random effect, sementara data harga harian di sekitar peristiwa membuka pintu ke event study.
Langkah Pertama Wajib: Statistik Deskriptif
Sebelum menguji hipotesis, kenali dulu "wajah data" Anda — statistik deskriptif adalah pemeriksaan awal wajib di semua teknik analisis.
Ukuran Pemusatan
Mean, Median
Nilai rata-rata & tengah — misalnya rata-rata ROE 50 emiten = 12,4%.
Ukuran Sebaran
Std. Deviation
Seberapa jauh data menyebar dari rata-rata — makin besar, makin heterogen sampel Anda.
Statistik deskriptif juga membantu Anda mendeteksi outlier (nilai ekstrem) sejak dini — misalnya satu emiten dengan ROE 250% akibat kondisi khusus, sebelum ini merusak hasil regresi.
Uji Asumsi Klasik: Empat Pilar Kelayakan Model Regresi
1. Normalitas
Residual model harus berdistribusi normal — dicek dengan Kolmogorov-Smirnov atau grafik P-P Plot.
2. Multikolinearitas
Antar-variabel independen tidak boleh berkorelasi terlalu tinggi — dicek dengan nilai VIF (idealnya <10).
3. Heteroskedastisitas
Varians residual harus konstan (homoskedastis) — dicek dengan uji Glejser atau grafik scatterplot.
4. Autokorelasi
Residual tidak boleh berkorelasi antar-periode (khusus data time series/panel) — dicek dengan uji Durbin-Watson.
Bagian 2 dari 3
Teknik Analisis Sesuai Jenis Hipotesis
Membedah lima teknik analisis utama dalam penelitian pasar modal beserta logika perhitungannya.
Hipotesis Pengaruh: Regresi Linear Berganda
Dipakai ketika hipotesis berbentuk "X berpengaruh terhadap Y" — teknik paling umum di riset kinerja keuangan vs return saham.
Y = α + β₁X₁ + β₂X₂ + ... + e
Contoh Kasus
"ROE (X1) dan DER (X2) berpengaruh terhadap Return Saham (Y) pada emiten consumer goods di BEI."
Uji yang Menyertai
Uji-t (parsial, per variabel), Uji-F (simultan, keseluruhan model), dan koefisien determinasi (R²).
Coba Sendiri: Rasakan Bidang Regresi Berganda dalam 3D
Putar sumbu ROE dan DER lalu lihat bagaimana bidang regresi memiringkan diri terhadap titik-titik return saham.
1. Ambil koefisien & galat baku dari output regresi
b1 = 0,42; SE(b1) = 0,15
b1=0,42; SE=0,15
2. Hitung t-hitung = b1 ÷ SE(b1)
0,42 ÷ 0,15
t-hitung = 2,80
3. Tentukan df & t-tabel (n-k-1, k=1 prediktor)
df = 50-1-1 = 48 → t-tabel (α=5%, dua-arah)
t-tabel ≈ 2,011
4. Bandingkan & simpulkan
2,80 > 2,011
H1 diterima (signifikan)
Hipotesis Perbedaan: Uji Beda Dua Kelompok
Dipakai ketika hipotesis berbentuk "terdapat perbedaan antara kelompok A dan B" — bukan pengaruh, melainkan komparasi.
Data Berdistribusi Normal
Independent Sample t-test — misalnya membandingkan rata-rata return saham syariah vs konvensional.
Data Tidak Berdistribusi Normal
Mann-Whitney U Test (non-parametrik) — alternatif ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi.
Kesalahan umum: mahasiswa memakai regresi untuk hipotesis perbedaan. Ciri kalimat hipotesis perbedaan biasanya memuat kata "berbeda", bukan "berpengaruh".
Event Study: Menguji Reaksi Pasar terhadap Peristiwa
Teknik khas riset pasar modal — mengukur apakah suatu peristiwa (pengumuman dividen, stock split, right issue) menyebabkan reaksi harga abnormal.
AR = Rit − E(Rit) | CAR = Σ AR selama jendela peristiwa
Coba Sendiri: Geser Jendela Peristiwa Event Study
Geser tanggal peristiwa dan lebar jendela estimasi untuk melihat bagaimana abnormal return dan CAR terbentuk.
Hitung dari Nol: Abnormal Return & Cumulative Abnormal Return
Kasus: saham ABCD mengumumkan right issue. Model pasar: α=0,2%, β=1,2. Return IHSG hari pengumuman = 1,0%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung return ekspektasi (model pasar)
E(Rit) = α + β×Rmt = 0,2% + (1,2×1,0%)
E(Rit) = 1,4%
2. Hitung Abnormal Return hari pengumuman
AR(0) = Rit − E(Rit) = 3,5% − 1,4%
AR(0) = 2,1%
3. Kumpulkan AR sepanjang jendela [-1,+1]
AR(-1)=0,5%; AR(0)=2,1%; AR(+1)=0,3%
Σ AR harian dicatat
4. Hitung Cumulative Abnormal Return (CAR)
CAR = 0,5% + 2,1% + 0,3%
CAR = 2,9%
Data Panel: Fixed Effect vs Random Effect
Dipakai ketika riset menggabungkan banyak perusahaan × banyak tahun — paling umum untuk riset kinerja keuangan vs return saham.
Fixed Effect Model
Mengasumsikan setiap perusahaan punya karakteristik unik tetap yang mempengaruhi hasil — cocok kalau perbedaan antar-emiten besar.
Random Effect Model
Mengasumsikan karakteristik unik perusahaan bersifat acak, tidak berkorelasi dengan variabel independen.
Pilihan antara keduanya ditentukan melalui Uji Hausman — bukan preferensi pribadi peneliti.
SEM-PLS: Untuk Model Multi-Variabel yang Kompleks
Dipakai ketika model penelitian memiliki variabel mediasi/moderasi berganda atau konstruk yang tidak diukur langsung.
Kapan Dipakai
Model dengan beberapa jalur sekaligus, misalnya literasi keuangan → keputusan investasi → kinerja portofolio, dengan variabel mediasi/moderasi.
Dua Tahap Evaluasi
Outer model (validitas & reliabilitas indikator) diuji dahulu, baru inner model (hubungan antar-konstruk).
Rujukan utama teknik ini: Ghozali (2007), Model Persamaan Struktural — Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS/SmartPLS.
Bagian 3 dari 3
Memilih & Menjustifikasi Teknik untuk Proposal Anda
Menerapkan peta teknik analisis pada hipotesis milik masing-masing dan menulis justifikasinya.
Tabel Pemilihan Teknik Analisis Sesuai Hipotesis
Bentuk Hipotesis
Ciri Kalimat
Teknik yang Tepat
Pengaruh (1 titik waktu/panel)
"X berpengaruh terhadap Y"
Regresi linear berganda / regresi data panel
Perbedaan antar-kelompok
"A berbeda dengan B"
Independent sample t-test / Mann-Whitney
Reaksi pasar atas peristiwa
"Peristiwa X mengubah harga/return"
Event study (Abnormal Return & CAR)
Model multi-jalur/konstruk laten
"X mempengaruhi Y melalui/dimoderasi Z"
SEM-PLS
Simpan tabel ini — Anda akan memakainya lagi saat menulis metodologi penelitian di Pertemuan 13.
Latihan: Tentukan & Justifikasi Teknik untuk Proposal Anda (20 menit)
Instruksi
Ambil hipotesis H0/H1 hasil Pertemuan 5 milik Anda sendiri.
Identifikasi bentuk kalimat hipotesis: pengaruh, perbedaan, reaksi pasar, atau model multi-jalur.
Cocokkan dengan Tabel Pemilihan Teknik (Slide 17) untuk menentukan teknik analisis yang tepat.
Tulis 2-3 kalimat justifikasi: "Teknik ini dipilih karena..." (sebutkan bentuk hipotesis & jenis data Anda).
Bawa hasil latihan ini sebagai draf awal subbab teknik analisis data untuk Bab 3 proposal.
Kesalahan Umum dalam Memilih Teknik Analisis
Teknik Ditentukan Duluan, Hipotesis Menyesuaikan
Mahasiswa sudah "cinta" pada regresi sejak awal, lalu memaksa hipotesis mengikuti bentuk teknik tersebut — seharusnya sebaliknya.
Mengabaikan Uji Asumsi Klasik
Langsung membaca output regresi tanpa memeriksa normalitas/multikolinearitas — hasil bisa menyesatkan meski terlihat signifikan.
Jendela Peristiwa Terlalu Panjang
Event study dengan jendela 30 hari berisiko menangkap peristiwa lain yang tidak relevan, mencemari hasil CAR.
Tidak Bisa Menjelaskan "Kenapa"
Bisa menjalankan software (SPSS/Eviews/SmartPLS) tapi tidak bisa menjelaskan logika di balik angka signifikansi.
Rangkuman & Penutup: Tugas dan Pertemuan Berikutnya
Rangkuman Hari Ini
Teknik analisis dipilih dari bentuk hipotesis & jenis data — bukan sebaliknya.
Regresi (pengaruh) · Uji beda (perbedaan) · Event study (reaksi pasar) · SEM-PLS (model kompleks).
Uji asumsi klasik & statistik deskriptif adalah pemeriksaan wajib sebelum uji hipotesis.
Tugas Minggu Ini
Draf Justifikasi
Selesaikan & rapikan justifikasi teknik analisis dari latihan hari ini — bawa ke UTS sebagai bahan revisi proposal.
Setelah UTS (Pertemuan 8), kita masuk ke evaluasi kritis artikel jurnal empiris — teknik yang kita pelajari hari ini akan langsung Anda temukan dipakai di jurnal-jurnal tersebut.