‹ Daftar slidePertemuan 6: Metodologi Penelitian: Desain dan Pendekatan
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Pasar Modal
Pertemuan 6 — Metodologi Penelitian: Desain dan Pendekatan
Setelah merumuskan hipotesis H0/H1 minggu lalu, sekarang saatnya menentukan bagaimana hipotesis itu akan diuji — desain penelitian, populasi, sampel, dan sumber data.
RPS MINGGU 6 · 2×50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dua Filosofi Besar Desain Penelitian
Memilih antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sesuai rumusan masalah dan hipotesis yang sudah Anda susun.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memilih dan merancang desain penelitian kuantitatif/kualitatif yang tepat untuk topik pasar modal Anda. Secara rinci:
Bayangkan seorang mahasiswa sudah punya hipotesis: "ROA berpengaruh positif terhadap return saham." Namun ia langsung menyebar kuesioner ke teman-temannya tanpa menjawab tiga pertanyaan dasar berikut.
PERTANYAAN 1
DESAIN APA?
Untuk menguji hipotesis "pengaruh", apakah kuesioner ke teman kuliah data yang tepat, atau justru data laporan keuangan emiten?
PERTANYAAN 2
POPULASI SIAPA?
Populasinya seluruh perusahaan tercatat di BEI, atau hanya sektor tertentu seperti perbankan atau consumer goods?
PERTANYAAN 3
DATA DARI MANA?
Laporan keuangan & harga saham historis (sekunder), atau wawancara & kuesioner (primer)?
Kuesioner ke teman kuliah TIDAK BISA menguji hipotesis "ROA berpengaruh terhadap return saham" — hipotesis tentang emiten BEI harus diuji dengan data emiten BEI, bukan opini mahasiswa.
Kuantitatif vs Kualitatif: Dua Filosofi Riset
Kedua pendekatan menjawab pertanyaan berbeda: kuantitatif menjawab "seberapa besar/kuat", kualitatif menjawab "mengapa dan bagaimana secara mendalam".
KUANTITATIF (POSITIVISME)
ANGKA & UJI
Data berbentuk angka, diuji statistik untuk membuktikan/menolak hipotesis H0/H1 — misalnya regresi ROA terhadap return saham.
KUALITATIF (INTERPRETIVISME)
MAKNA & KONTEKS
Data berbentuk narasi/teks, dianalisis untuk memahami makna — misalnya alasan investor ritel panik menjual saat pasar anjlok.
Karena hipotesis H0/H1 Anda sudah dirumuskan sejak Pertemuan 5, mayoritas topik Seminar Pasar Modal akan memakai desain kuantitatif — kualitatif tetap relevan untuk isu governance atau perilaku investor yang butuh pemahaman mendalam.
Desain Kuantitatif: Tiga Jenis Utama
Ketiganya berbeda pada seberapa dalam hubungan antar-variabel yang ingin dibuktikan.
MENGGAMBARKAN
DESKRIPTIF
Menggambarkan satu fenomena apa adanya — contoh: rata-rata return saham sektor perbankan BEI tahun 2023.
MEMBANDINGKAN
KOMPARATIF
Membandingkan dua kelompok/periode — contoh: kinerja saham syariah vs konvensional sebelum & sesudah COVID-19.
MEMBUKTIKAN PENGARUH
ASOSIATIF/KAUSAL
Menguji hubungan sebab-akibat antar-variabel — contoh: pengaruh ROA terhadap return saham (hipotesis H0/H1).
Karena Pertemuan 5 sudah menghasilkan hipotesis H0/H1 berbentuk "pengaruh X terhadap Y", desain yang paling relevan untuk proposal Anda adalah asosiatif/kausal.
Desain Kualitatif: Kapan Relevan di Riset Pasar Modal?
Meski jarang jadi pilihan utama, tiga desain kualitatif ini tetap dipakai untuk topik yang tidak bisa dijawab angka saja.
STUDI KASUS
1 PERISTIWA
Menelaah mendalam 1 emiten/peristiwa — contoh: strategi manajemen krisis Garuda Indonesia saat restrukturisasi utang.
ANALISIS KONTEN
TEKS/NARASI
Membedah isi laporan tahunan atau sentimen berita — contoh: nada optimis/pesimis Management Discussion emiten pasca-rugi.
FENOMENOLOGI
PENGALAMAN
Menggali pengalaman subjektif — contoh: bagaimana investor ritel pemula memaknai kerugian pertama mereka di bursa.
Ketiga desain ini bukan pilihan utama untuk menguji hipotesis H0/H1 yang sudah Anda rumuskan — tetap relevan bila topik Anda diperluas menjadi penelitian mixed-method di masa depan (mis. tesis S2).
Bagian 2 dari 3
Populasi, Sampel, dan Sumber Data
Menentukan siapa yang diteliti, bagaimana menyaringnya menjadi sampel, dan dari mana data diperoleh.
Populasi Penelitian Pasar Modal: Siapa yang Diteliti?
Populasi adalah keseluruhan objek/subjek yang ingin Anda simpulkan hasilnya — di riset pasar modal, populasi umumnya bukan orang, melainkan perusahaan tercatat (emiten).
Contoh populasi lain: seluruh investor ritel aktif di aplikasi sekuritas tertentu — dipakai jika topik Anda tentang perilaku investor, bukan kinerja emiten.
Coba Sendiri: Saring Populasi Emiten Jadi Sampel
Atur kriteria sektor dan periode lalu lihat berapa emiten dari populasi BEI yang lolos menjadi sampel penelitian.
Teknik Sampling: Probability vs Non-Probability
PROBABILITY SAMPLING
ACAK
Setiap anggota populasi punya peluang sama terpilih — random, sistematis, stratified. Umum untuk survei perilaku investor skala besar.
NON-PROBABILITY SAMPLING
TERSARING
Anggota sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu, bukan acak — purposive sampling paling dominan di riset emiten BEI.
Purposive sampling (glos: penarikan sampel berdasarkan kriteria/tujuan tertentu, bukan acak) dipilih di riset pasar modal karena tidak semua emiten punya data lengkap — kita harus menyaring yang memenuhi syarat analisis.
Hitung dari Nol: Menyaring Sampel Purposive dari Populasi BEI
Ilustrasi topik "Pengaruh ROA terhadap Return Saham" pada sektor consumer goods BEI, periode 2019–2023.
≈ 56% dari populasi awal 85 emiten — inilah sampel yang dipakai di regresi Pertemuan 7
Sumber Data: Sekunder vs Primer
DATA SEKUNDER
SUDAH ADA
Laporan keuangan & harga saham historis dari idx.co.id, situs perusahaan, atau data provider (RTI, Yahoo Finance).
DATA PRIMER
DIAMBIL SENDIRI
Kuesioner atau wawancara langsung ke responden — misalnya persepsi risiko investor ritel terhadap saham UMKM yang baru IPO.
Riset Seminar Pasar Modal dengan desain asosiatif/kausal (mis. pengaruh ROA terhadap return) hampir selalu memakai data sekunder — objektif, terverifikasi auditor, dan tidak rentan bias jawaban responden.
Coba Sendiri: Rumus Slovin — Menentukan Ukuran Sampel
Jika topik Anda memakai data primer (kuesioner ke investor ritel), rumus Slovin membantu menentukan jumlah responden minimal dari populasi yang diketahui. Geser margin kesalahan & populasi, amati ukuran sampel berubah.
Bagian 3 dari 3
Struktur Data & Merangkai Desain Utuh
Memahami dimensi waktu data, lalu menyusun rancangan desain penelitian yang lengkap dan konsisten.
Time Series, Cross-Section, dan Data Panel
Ketiganya berbeda pada dimensi waktu data yang dikumpulkan — pilihan ini menentukan teknik analisis di Pertemuan 7.
Riset asosiatif "pengaruh ROA terhadap return saham" pada 48 perusahaan × 5 tahun berarti Anda menggunakan data panel (glos: gabungan data lintas-perusahaan & lintas-waktu) — jenis data paling umum di skripsi/proposal Seminar Pasar Modal.
Hitung dari Nol: Menghitung Total Observasi Data Panel
Melanjutkan sampel 48 perusahaan dari Hitung dari Nol sebelumnya, diamati selama periode 2019–2023.
LANGKAH PERHITUNGAN TOTAL OBSERVASI PANEL
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah perusahaan sampel (N)
dari sampel purposive
48 perusahaan
Periode pengamatan (T)
2019–2023
5 tahun
Total observasi panel (kotor)
48 × 5
240 observasi
Kurang: observasi data tidak lengkap
240 − 12
228 observasi
TOTAL OBSERVASI PANEL FINAL
228 Observasi
panel tidak seimbang (unbalanced) dari 48 perusahaan × 5 tahun, dikurangi 12 observasi data hilang
Walkthrough: Merangkai Desain Penelitian Utuh
Topik contoh: "Pengaruh ROA terhadap Return Saham Perusahaan Consumer Goods di BEI" — lima komponen ini harus konsisten satu sama lain.
1. Desain penelitian: asosiatif/kausal — karena hipotesisnya berbentuk "pengaruh X terhadap Y" (H0/H1 dari Pertemuan 5).
2. Populasi: seluruh perusahaan sektor consumer goods tercatat di BEI (± 85 emiten).
3. Teknik sampling: purposive sampling — kriteria: terdaftar penuh 2019–2023, laporan lengkap, tidak rugi berturut-turut → 48 perusahaan.
4. Sumber data: data sekunder — laporan keuangan (idx.co.id) & harga saham historis.
5. Struktur data: data panel — 48 perusahaan × 5 tahun = 228 observasi (setelah dikurangi data tidak lengkap).
Perhatikan: kelima komponen ini saling mengunci — desain asosiatif menuntun ke populasi emiten, populasi emiten menuntun ke purposive sampling, dan seterusnya.
Latihan: Rancang Desain Penelitian Topik Anda
Kerjakan individu/berpasangan, 15 menit. Gunakan topik & hipotesis dari Pertemuan 3–5, lalu isi kelima komponen berikut secara ringkas:
LANGKAH 1
1–2
Tentukan desain penelitian (asosiatif/deskriptif/komparatif) dan populasi yang sesuai topik.
Tentukan sumber data (sekunder/primer) dan struktur data (time series/cross-section/panel).
Beberapa mahasiswa akan diminta menyampaikan rancangannya secara singkat (2 menit) — kelas lain boleh bertanya "apakah kriteria sampling Anda punya alasan metodologis, atau sekadar mengarang supaya jumlahnya pas?"
Kesalahan Umum Menyusun Desain Penelitian
KESALAHAN 1
DESAIN SEBELUM HIPOTESIS
Memilih desain penelitian sebelum hipotesis final — padahal bentuk hipotesis (deskriptif/pengaruh) yang menentukan desain.
KESALAHAN 2
POPULASI TERLALU LUAS
Menulis "seluruh perusahaan di BEI" sebagai populasi tanpa batasan sektor/periode — sulit dijustifikasi & sulit disaring.
KESALAHAN 3
KRITERIA SAMPLING DIKARANG
Menyusun kriteria purposive sampling mundur agar jumlah sampel "pas", bukan berdasar alasan metodologis yang jelas.
KESALAHAN 4
STRUKTUR DATA SALAH
Memakai data cross-section 1 tahun untuk menguji hipotesis pengaruh jangka panjang — seharusnya data panel multi-tahun.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
CHEAT SHEET — 5 KOMPONEN DESAIN PENELITIAN
Komponen
Inti
Desain
Deskriptif/komparatif/asosiatif (kuantitatif) — ikuti bentuk hipotesis H0/H1
Populasi
Emiten BEI (atau investor) sesuai batasan sektor & periode topik
Sampling
Purposive sampling — kriteria beralasan, bukan dikarang mundur
Sumber data
Sekunder (laporan keuangan/harga saham) dominan; primer bila perilaku investor
Struktur data
Data panel (N × T) paling umum untuk uji hipotesis pengaruh
MINGGU DEPAN (P7)
Teknik Analisis Data — memilih uji statistik (regresi, uji-t, uji-F) yang sesuai desain & struktur data hari ini.
TUGAS
METODOLOGI DRAF
Tuliskan lengkap kelima komponen desain penelitian topik Anda & kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.