stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Perumusan Hipotesis dalam Penelitian Pasar Modal
Prodi Manajemen · FEB UNDIP

Seminar Pasar Modal

Perumusan Hipotesis dalam Penelitian Pasar Modal

Mengubah pertanyaan penelitian dan model variabel Anda menjadi hipotesis H0/H1 yang teruji secara statistik.

RPS minggu 5 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Tujuan 1
Memahami
Menjelaskan konsep hipotesis, H0, dan H1 serta perannya dalam alur penelitian pasar modal.
Tujuan 2
Membedakan
Membedakan hipotesis satu arah (directional) dan dua arah (non-directional) berdasarkan dukungan teori.
Tujuan 3
Merumuskan
Menyusun hipotesis dari model variabel yang sudah dibuat pada Pertemuan 4.
Tujuan 4
Menguji Diri
Menilai hipotesis sendiri dengan kriteria hipotesis yang baik sebelum dibawa ke desain riset.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Hipotesis dan Mengapa Penting?
Memahami posisi hipotesis dalam alur penelitian pasar modal, dari fenomena sampai dugaan yang bisa diuji.

Dari Model Variabel Menuju Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara atas rumusan masalah — dirumuskan berdasarkan teori dan riset terdahulu, lalu diuji dengan data.

P4: Model & VariabelX, Y sudah ditetapkanP5: Hipotesis (H0/H1)Dugaan hubungan X → Yarah + dasar teoriP6: Desain RisetCara menguji hipotesis

Kotak tengah (P5) hari ini digarisbawahi tebal — inilah fokus kita: mengubah pasangan variabel menjadi kalimat dugaan yang formal dan dapat diuji.

Anatomi Hipotesis: H0 vs H1

H0 — Hipotesis Nol
Pernyataan tidak ada pengaruh/perbedaan/hubungan — posisi "netral" yang ingin Anda tolak dengan data. Contoh: "Tidak ada pengaruh profitabilitas terhadap return saham."
H1 — Hipotesis Alternatif
Pernyataan yang didukung teori dan ingin Anda buktikan — kebalikan dari H0. Contoh: "Profitabilitas berpengaruh positif terhadap return saham."
Logika ujinya terbalik: Anda tidak membuktikan H1 secara langsung, melainkan menguji apakah data cukup kuat untuk menolak H0. Jika H0 ditolak, H1 didukung.

Coba Sendiri: Rasakan Trade-off Alpha, Power, dan Ukuran Sampel

Geser tingkat signifikansi (alpha) dan ukuran sampel untuk melihat bagaimana power uji berubah dan risiko Galat Tipe II.

Hipotesis Satu Arah vs Dua Arah

Satu Arah (Directional)
Dipakai kalau teori/riset terdahulu sepakat arahnya. Contoh: "Pengumuman kenaikan dividen berpengaruh positif terhadap abnormal return (return tidak wajar di luar ekspektasi pasar)."
Dua Arah (Non-Directional)
Dipakai kalau teori/riset terdahulu berselisih arah. Contoh: "Kepemilikan institusional berpengaruh terhadap return saham" (tanpa menyebut arah positif/negatif).
Jangan menebak arah tanpa dasar teori — arah hipotesis harus bisa Anda pertanggungjawabkan ke teori atau riset terdahulu, bukan intuisi pribadi.

Tiga Sumber Utama Merumuskan Hipotesis

Sumber 1
Teori
Teori pasar modal: signaling theory, efficient market hypothesis, agency theory — memberi alasan logis arah hubungan.
Sumber 2
Riset Terdahulu
Hasil penelitian sejenis (Pertemuan 3) — perkuat arah hipotesis atau justru jadi alasan hipotesis dua arah bila hasilnya beragam.
Sumber 3
Fenomena/Gap
Kesenjangan dari Pertemuan 2 — mis. reaksi pasar yang tidak sesuai prediksi teori efisiensi pasar.

Hitung dari Nol: Merumuskan Hipotesis Pengumuman Dividen

Contoh kasus: reaksi harga saham terhadap pengumuman kenaikan dividen (studi peristiwa/event study).

LangkahPerhitungan/PenalaranNilai
1. Amati fenomenaASII umumkan kenaikan dividen 2025; harga saham bergerak di sekitar tanggal pengumumanFenomena valid
2. Cek teoriSignaling theory: kenaikan dividen = sinyal prospek membaik → pasar diprediksi bereaksi POSITIFArah = positif
3. Cek riset terdahuluMayoritas studi peristiwa dividen di BEI konsisten menemukan abnormal return positif di sekitar tanggal pengumumanArah konsisten
4. Tentukan jenisKarena teori & riset terdahulu sepakat arah → pilih hipotesis satu arah (directional)Directional
Hipotesis Formal
H0: tidak ada AR positif; H1: AR positif
AR = abnormal return (selisih return aktual vs return ekspektasi) di sekitar tanggal pengumuman dividen

Empat Ciri Hipotesis yang Baik

1. Spesifik & Terukur
Variabel jelas dan bisa diukur dengan data — bukan "berpengaruh terhadap kinerja perusahaan" yang terlalu umum.
2. Berdasar Teori/Riset
Ada sitasi yang mendasari arah maupun eksistensi hubungan — bukan tebakan pribadi peneliti.
3. Dapat Difalsifikasi
Ada kemungkinan H0 gagal ditolak — hipotesis yang pasti benar apapun hasilnya bukan hipotesis ilmiah.
4. Konsisten dengan Model
Variabel di hipotesis harus persis sama dengan variabel di model penelitian Pertemuan 4 — tidak muncul variabel baru.

Contoh Terapan: Kinerja Keuangan vs Return Saham

Rumusan MasalahHipotesis (Contoh Baik)Jenis
Apakah ROA berpengaruh terhadap return saham perusahaan perbankan?H1: ROA berpengaruh positif terhadap return sahamSatu arah
Apakah struktur modal (DER) berpengaruh terhadap return saham?H1: DER berpengaruh terhadap return saham (arah tidak ditentukan)Dua arah
Apakah likuiditas saham berbeda sebelum-sesudah stock split?H1: Likuiditas saham sesudah stock split lebih tinggi dibanding sebelumSatu arah
Stock split = pemecahan nilai nominal saham (mis. 1:5) tanpa mengubah nilai kapitalisasi perusahaan.
Bagian 2 dari 3
Merumuskan H0 & H1 Secara Formal
Menulis hipotesis dalam notasi statistik dan menentukan jenis uji yang sesuai.

Menulis H0/H1 dalam Notasi Statistik

Setelah kalimat naratif, hipotesis perlu dituliskan dalam notasi matematis agar jelas alat uji apa yang relevan.

Uji Beda Rata-Rata (mis. sebelum-sesudah)
H0: μ1 = μ2
H1: μ1 < μ2
μ1 = rata-rata sebelum peristiwa; μ2 = rata-rata sesudah
Uji Pengaruh (mis. regresi)
H0: β = 0
H1: β > 0
β (beta) = koefisien pengaruh variabel independen terhadap dependen

Hitung dari Nol: Menentukan Arah Uji (Satu vs Dua Sisi)

Kasus: pengaruh kepemilikan institusional terhadap return saham — apakah perlu uji satu sisi atau dua sisi?

LangkahPerhitungan/PenalaranNilai
1. Identifikasi variabelX = kepemilikan institusional (%); Y = return saham tahunan2 variabel jelas
2. Telusuri teoriMonitoring hypothesis: institusi awasi manajemen → POSITIF. Entrenchment hypothesis: institusi berkolusi dgn manajemen → NEGATIF2 teori bertentangan
3. Cek riset terdahuluHasil studi-studi terdahulu di BEI juga terbagi: sebagian positif, sebagian negatifTidak konsisten
4. Putuskan arah ujiKarena teori & riset terdahulu tidak sepakat → pilih uji DUA SISI (non-directional)Two-tailed
Hipotesis Formal
H0: β = 0; H1: β ≠ 0
Diuji dua sisi (two-tailed test) — nilai kritis dibagi di kedua ujung distribusi

Lima Kesalahan Umum Merumuskan Hipotesis

Terlalu Umum
"Ada pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan" — variabel harus spesifik (mis. ROE, bukan "kinerja keuangan").
Arah Tanpa Dasar
Menulis hipotesis satu arah tanpa sitasi teori/riset pendukung — pembimbing akan menanyakan dasarnya.
Tidak Sesuai Model
Variabel di hipotesis berbeda dari model Pertemuan 4 — mis. muncul variabel moderasi baru tanpa penjelasan.
Hipotesis Ganda dalam 1 Kalimat
"ROA dan DER berpengaruh terhadap return" digabung — seharusnya dipecah H1a dan H1b agar bisa diuji terpisah.
Kesalahan kelima: lupa menulis H0 — banyak draf hanya menulis H1, padahal H0 wajib ada karena itu yang secara statistik diuji.

Menghubungkan Hipotesis ke Kerangka Pemikiran

X1: Profitabilitas (ROA)Variabel independenX2: Struktur Modal (DER)Y: Return SahamVariabel dependenH1a, H1b1 hipotesis per anak panah

Aturan emas: satu anak panah di kerangka pemikiran = satu hipotesis. Jumlah hipotesis harus sama dengan jumlah anak panah.

Latihan 1: Rumuskan Hipotesis Anda Sendiri (15 menit)

Instruksi
  • Ambil model variabel dari Pertemuan 4 (X1, X2, ... → Y).
  • Untuk tiap anak panah, tentukan: satu arah atau dua arah? (cek teori/riset terdahulu)
  • Tulis kalimat naratif H0 & H1, lalu tulis notasi statistiknya (μ atau β).
  • Cek dengan 4 ciri hipotesis yang baik (Slide 9).
Kerjakan mandiri dahulu — hasil ini menjadi bahan diskusi kelompok pada latihan berikutnya.
Bagian 3 dari 3
Peer Review & Menuju Pertemuan 6
Menguji hipotesis Anda melalui sudut pandang pembaca luar sebelum menentukan desain riset.

Latihan 2: Peer Review Hipotesis (15 menit)

Instruksi
  • Bertukar hipotesis dengan teman sebangku.
  • Nilai memakai 4 ciri hipotesis yang baik: spesifik, berdasar teori, dapat difalsifikasi, konsisten dengan model.
  • Tandai bila arah hipotesis (satu/dua arah) tidak sesuai dengan dasar teori yang disebutkan.
  • Diskusikan revisi yang diperlukan sebelum hipotesis final dicatat.
Hipotesis yang lolos peer review hari ini akan menjadi dasar penentuan desain riset pada Pertemuan 6.

Rangkuman: Cheat Sheet Perumusan Hipotesis

LangkahYang DicekHasil yang Diharapkan
1. SumberTeori, riset terdahulu, fenomena/gapDasar argumentasi jelas
2. ArahTeori/riset sepakat atau berselisih?Satu arah / dua arah
3. FormalKalimat naratif + notasi (μ/β)H0 & H1 lengkap
4. Uji Mandiri4 ciri hipotesis yang baikSiap peer review
Ingat: yang diuji secara statistik adalah H0. Kalau H0 ditolak, H1 didukung oleh data.

Penutup: Tugas & Pertemuan Berikutnya

Tugas Minggu Ini
  • Finalisasi H0 & H1 (naratif + notasi statistik) untuk semua variabel di model Anda.
  • Lampirkan minimal 1 sitasi per hipotesis sebagai dasar arah.
  • Kumpulkan hasil peer review sebagai lampiran.
Pertemuan 6
Desain Riset
Memilih desain riset kuantitatif/kualitatif yang paling sesuai untuk menguji hipotesis Anda.