Pertemuan 4 — Pengembangan Model Penelitian dan Variabel Penelitian
Dari topik yang sudah Anda temukan minggu lalu, sekarang kita rangkai menjadi peta hubungan antar-variabel — fondasi sebelum merumuskan hipotesis.
RPS MINGGU 4 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Topik ke Model Penelitian
Mengapa topik saja belum cukup — dan apa itu model penelitian (kerangka konseptual).
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun model penelitian beserta variabel-variabelnya untuk topik riset pasar modal Anda. Secara rinci:
CAPAIAN 1
KONSEP
Menjelaskan apa itu model penelitian (kerangka konseptual) dan fungsinya sebagai jembatan topik → hipotesis.
CAPAIAN 2
5 JENIS
Membedakan variabel independen, dependen, mediasi, moderasi, dan kontrol beserta perannya masing-masing.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung ilustrasi indikator kinerja keuangan (ROA) dan return saham sebagai contoh operasionalisasi variabel.
CAPAIAN 4
TERAPKAN
Menyusun draf model penelitian untuk topik sendiri, lengkap dengan definisi operasional variabel.
Mengapa Topik Saja Sering Ditolak Pembimbing?
Bayangkan seorang mahasiswa membawa topik: "pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham perusahaan di BEI". Topiknya relevan, tapi dosen pembimbing langsung bertanya tiga hal berikut:
PERTANYAAN 1
VARIABEL APA?
"Kinerja keuangan" itu diukur pakai apa — ROA, ROE, atau EPS? Mana yang independen, mana yang dependen?
PERTANYAAN 2
HUBUNGANNYA?
Apakah hubungannya langsung, atau ada variabel lain yang menjembatani atau memperkuat/melemahkannya?
PERTANYAAN 3
CARA UKUR?
Bagaimana tepatnya "return saham" dihitung — dari harga harian, bulanan, atau termasuk dividen?
Topik yang belum menjawab tiga hal ini hanya kalimat umum, belum bisa diuji secara statistik. Model penelitian memaksa Anda menjawabnya dulu — sebelum menulis satu kalimat hipotesis pun.
Apa Itu Model Penelitian (Kerangka Konseptual)?
Model penelitian (conceptual framework) adalah gambaran sistematis tentang hubungan antar-variabel yang akan diteliti, berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu.
RUJUKAN UTAMA
FERDINAND (2006)
Augusty Ferdinand, Metode Penelitian Manajemen — model penelitian harus dibangun dari telaah pustaka, bukan dari dugaan sendiri.
FUNGSI UTAMA
JEMBATAN
Menghubungkan teori (mis. teori sinyal, teori keagenan) dengan hipotesis yang akan diuji secara statistik minggu depan.
Model penelitian yang baik biasanya digambarkan sebagai diagram kotak dan panah — setiap kotak adalah satu variabel, setiap panah adalah satu hubungan yang harus didukung teori/penelitian terdahulu, bukan sekadar intuisi.
Empat Peran Variabel dalam Satu Model Penelitian
Model penelitian tersusun dari variabel yang punya peran berbeda: yang memengaruhi, yang dipengaruhi, yang menjembatani, dan yang memperkuat/melemahkan hubungan.
Tidak semua model penelitian memuat kelima variabel sekaligus — model paling sederhana hanya X → Y. Mediasi, moderasi, dan kontrol ditambahkan hanya kalau ada dasar teori yang mendukungnya.
Coba Sendiri: Susun Sendiri Peran Variabel Model Anda
Seret label variabel ke kotak independen, dependen, mediasi, moderasi, atau kontrol, lalu lihat apakah susunannya masuk akal.
Bagian 2 dari 3
Mengenal Jenis-Jenis Variabel
Independen, dependen, mediasi, moderasi, dan kontrol — peran masing-masing dalam riset pasar modal.
Variabel Independen & Variabel Dependen
VARIABEL INDEPENDEN (X)
PENYEBAB
Variabel yang memengaruhi atau menjadi sebab — dalam riset pasar modal sering berupa rasio keuangan, kebijakan, atau peristiwa (event).
VARIABEL DEPENDEN (Y)
AKIBAT
Variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat — paling sering berupa return saham, harga saham, atau volume perdagangan.
Contoh: "Pengaruh Profitabilitas (X) terhadap Return Saham (Y) pada Perusahaan Manufaktur di BEI" — profitabilitas (diukur ROA) adalah independen, return saham adalah dependen.
Variabel Mediasi (Intervening)
Variabel mediasi adalah variabel yang menjembatani hubungan X ke Y — X memengaruhi mediator, baru mediator memengaruhi Y.
X → Mediator (Z) → Y
Contoh riset pasar modal: Pengungkapan CSR (X) → Kepercayaan Investor (Z, mediator) → Return Saham (Y). CSR tidak langsung menggerakkan harga saham — ia bekerja lewat kepercayaan investor terlebih dahulu.
Uji mediasi butuh dasar teori yang kuat (mis. teori sinyal/signaling theory) — jangan sekadar menambah variabel mediasi karena "kelihatan lebih canggih".
Variabel Moderasi (Moderating)
Variabel moderasi adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan X ke Y — ia tidak berada di jalur utama, tapi memengaruhi kekuatan hubungan.
X → Y (diperkuat/diperlemah oleh W)
Contoh riset pasar modal: Profitabilitas (X) → Return Saham (Y), dimoderasi oleh Ukuran Perusahaan (W) — pengaruh profitabilitas terhadap return saham diduga lebih kuat pada perusahaan besar (mis. BBCA) dibanding perusahaan kecil, karena informasinya lebih dipercaya pasar.
Beda dengan mediasi: mediator ADA di antara X dan Y sebagai variabel yang dipengaruhi X; moderator TIDAK dipengaruhi X, ia hanya mengubah kekuatan hubungan X-Y.
Variabel Kontrol (Control Variable)
Variabel kontrol adalah variabel yang pengaruhnya "dikunci" secara statistik, agar tidak mengganggu hubungan utama X ke Y yang sedang diteliti.
CONTOH 1
UKURAN FIRMA
Total aset perusahaan — dikontrol agar perbandingan antar-emiten lebih adil.
CONTOH 2
LEVERAGE
Rasio utang terhadap aset — dikontrol karena juga memengaruhi risiko & return.
CONTOH 3
TAHUN/SEKTOR
Efek waktu (mis. krisis) & sektor industri — dikontrol agar hasil tidak bias.
Variabel kontrol biasanya tidak digambar sebagai panah utama di diagram model, tapi tetap dimasukkan ke persamaan regresi sebagai variabel tambahan.
Definisi Operasional Variabel (DOV)
Setiap variabel dalam model harus punya definisi operasional — penjelasan konkret bagaimana variabel itu diukur, bukan sekadar definisi konseptual.
Variabel
Definisi Konseptual
Definisi Operasional (Cara Ukur)
Profitabilitas (X)
Kemampuan perusahaan menghasilkan laba
ROA = Laba Bersih ÷ Total Aset × 100%
Return Saham (Y)
Tingkat pengembalian investasi saham
Rt = (Pt − Pt−1) ÷ Pt−1
Ukuran Perusahaan (W)
Skala/besar-kecilnya perusahaan
Ln(Total Aset)
Kesalahan umum: menulis "profitabilitas diukur dengan kinerja keuangan yang baik" — ini bukan definisi operasional karena tidak bisa dihitung angkanya.
Skala Pengukuran Variabel
Definisi operasional harus diikuti skala pengukuran yang tepat — ini menentukan teknik analisis data yang boleh dipakai nanti (Pertemuan 7).
Skala
Ciri
Contoh Riset Pasar Modal
Nominal
Kategori tanpa urutan
Sektor industri (manufaktur/keuangan/energi)
Ordinal
Kategori berurutan/berjenjang
Peringkat obligasi (AAA > AA > A > BBB)
Interval
Angka berjarak sama, tanpa nol mutlak
Tahun pengamatan (2020, 2021, 2022)
Rasio
Angka berjarak sama, ADA nol mutlak
ROA, return saham, total aset (Rp)
Sebagian besar variabel riset pasar modal (rasio keuangan, harga saham) berskala rasio — skala paling "kuat" karena bisa dianalisis dengan hampir semua teknik statistik.
Hitung dari Nol: Mengukur Profitabilitas dengan ROA
Ilustrasi PT Konsumer Sejahtera Tbk (fiktif) — menghitung Return on Assets (ROA) sebagai definisi operasional variabel profitabilitas.
LANGKAH PERHITUNGAN ROA TAHUN BERJALAN
Langkah
Perhitungan
Nilai
Laba bersih setahun
—
Rp 50.000.000.000
Total aset akhir tahun
—
Rp 500.000.000.000
Rasio laba terhadap aset
Rp 50 M ÷ Rp 500 M
0,10
ROA (dipersen)
0,10 × 100%
10%
ROA PT KONSUMER SEJAHTERA
10%
setiap Rp 100 aset menghasilkan Rp 10 laba bersih per tahun
Studi Kasus: Menyusun Model CSR, Kepercayaan Investor, dan Return Saham
Mari susun langkah demi langkah model penelitian dengan mediator dan moderator, memakai isu CSR yang sedang aktual di pasar modal Indonesia.
Langkah 2 — Tetapkan X & Y: X = Pengungkapan CSR (diukur indeks GRI), Y = Return Saham.
Langkah 3 — Cek teori penjembatan: teori sinyal → CSR mengubah persepsi/kepercayaan investor SEBELUM memengaruhi harga — tambahkan Z = Kepercayaan Investor sebagai mediator.
Langkah 4 — Cek konsistensi hubungan: apakah kekuatan hubungan berbeda antar-perusahaan? Ya — perusahaan besar (mis. emiten LQ45) lebih dipercaya → tambahkan W = Ukuran Perusahaan sebagai moderator.
Langkah 5 — Tambahkan kontrol: Leverage & sektor industri, agar hasil tidak bias oleh faktor lain di luar CSR.
Bagian 3 dari 3
Menyusun Model Penelitian Anda
Menghitung return saham, mempraktikkan penyusunan model, dan mengenali kesalahan umum.
Hitung dari Nol: Menghitung Return Saham Harian
Ilustrasi saham "PT ABC Tbk" (harga fiktif untuk latihan) — menghitung return saham sebagai definisi operasional variabel dependen.
LANGKAH PERHITUNGAN RETURN SAHAM
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga saham hari ini (Pt)
—
Rp 4.550
Harga saham hari sebelumnya (Pt−1)
—
Rp 4.200
Selisih harga
Rp 4.550 − Rp 4.200
Rp 350
Return (desimal)
Rp 350 ÷ Rp 4.200
0,0833
Return saham (persen)
0,0833 × 100%
8,33%
RETURN HARIAN PT ABC TBK
8,33%
kenaikan harga dari Rp 4.200 ke Rp 4.550 dalam satu hari perdagangan
Coba Sendiri: Korelasi Bukan Kausalitas
Sebelum menetapkan arah pengaruh antar variabel, ingat: dua variabel yang bergerak bersama belum tentu saling menyebabkan.