stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Studi Literatur dan Penentuan Topik Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Seminar Pasar Modal

Pertemuan 3 — Studi Literatur dan Penentuan Topik Penelitian

Dari isu pasar modal yang mentah menjadi topik penelitian yang berpijak pada literatur — mencari, menilai, dan menyintesis artikel jurnal untuk menemukan celah riset.

RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menelusuri, menilai, dan menyintesis literatur untuk menentukan topik penelitian pasar modal. Secara rinci:

KONSEP
01
Membedakan jenis dan tingkatan kualitas sumber literatur akademik.
KETERAMPILAN
02
Mencari artikel jurnal relevan lewat Google Scholar, SINTA, dan Scopus, lalu menilai kelayakannya.
APLIKASI
03
Menyusun literature matrix untuk membandingkan beberapa artikel sekaligus.
SINTESIS
04
Mengidentifikasi research gap dan merumuskan calon topik penelitian yang terukur.

Dari Isu Mentah ke Topik yang Berpijak Literatur

Minggu lalu (P2) Anda sudah mengumpulkan isu aktual pasar modal, misalnya "mengapa return saham perbankan lebih stabil daripada saham teknologi di BEI". Isu ini masih terlalu luas untuk diteliti.

Tanpa literatur, isu semacam ini hanya jadi opini. Studi literatur menjawab: apa yang sudah diteliti orang lain, teori apa yang relevan, dan variabel apa yang terbukti berpengaruh — sebelum Anda menyempitkan menjadi satu topik spesifik.

Contoh penyempitan: dari isu luas "return saham perbankan vs teknologi" menjadi topik terukur seperti "Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Return Saham Perbankan di BEI Periode 2021-2025".

Bagian 1 dari 3
Menemukan dan Menilai Sumber Literatur
Jenis sumber, hierarki kualitas, dan tempat mencarinya.

Apa Itu Studi Literatur dan Mengapa Wajib?

Studi literatur (literature review) adalah proses menelusuri, membaca, dan menyintesis penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang ingin Anda teliti.

FUNGSI 1
Peta Pengetahuan
Menunjukkan apa yang sudah diketahui dan apa yang belum diketahui tentang suatu fenomena.
FUNGSI 2
Landasan Teori
Memberi kerangka teori dan definisi variabel yang sudah teruji, bukan tebakan sendiri.
FUNGSI 3
Bukti Orisinalitas
Membuktikan ke penguji bahwa topik Anda belum diteliti persis sama oleh orang lain.

Tiga Jenis Sumber Literatur

Sumber Primer

Artikel jurnal hasil penelitian asli, skripsi/tesis/disertasi, laporan keuangan perusahaan, prospektus IPO.

Sumber Sekunder

Buku teks, artikel review/meta-analisis, laporan riset (mis. laporan tahunan OJK/BEI) yang merangkum sumber primer.

Sumber Tersier

Ensiklopedia, kamus istilah, Wikipedia — hanya untuk orientasi awal, bukan untuk dikutip di skripsi.

Skripsi Anda harus didominasi sumber primer (artikel jurnal), dengan sumber sekunder sebagai pelengkap teori. Sumber tersier tidak boleh dikutip langsung.

Hierarki Kualitas Sumber Akademik

Tidak semua "jurnal" setara. Semakin tinggi posisinya, semakin ketat proses peer review-nya, dan semakin layak dijadikan rujukan utama.

Diagram: Piramida Kualitas Sumber
Jurnal Q1/ScopusJurnal Terakreditasi SINTA 1-3Jurnal Nasional SINTA 4-6 / ProsidingHindari: blog, jurnal predator, media populer tanpa data

Cek status jurnal via Scopus, SINTA (Kemendiktisaintek), atau DOAJ sebelum mengutip — waspadai predatory journal yang menerbitkan tanpa proses review layak.

Tempat Mencari Literatur Pasar Modal

Internasional
  • Google Scholar — luas, gratis, titik awal terbaik.
  • Scopus / Web of Science — jurnal terindeks bereputasi (akses kampus).
  • SSRN / ResearchGate — working paper, versi pra-cetak.
Indonesia
  • SINTA (Kemendiktisaintek) — portal jurnal nasional terakreditasi.
  • Garuda / Neliti — agregator jurnal & skripsi Indonesia.
  • IDX/OJK — laporan statistik & kajian resmi pasar modal.
Kata kunci pencarian efektif: gabungkan variabel + konteks + periode, misalnya "profitability AND stock return AND Indonesia banking 2020-2025".

Hitung dari Nol: Skor Relevansi Artikel

Anda menilai satu artikel kandidat rujukan dengan 3 kriteria berbobot: kesesuaian tema (bobot 40%, skor 90), kebaruan tahun terbit (bobot 30%, skor 100), reputasi jurnal (bobot 30%, skor 80).

LangkahPerhitunganNilai
1. Kontribusi kesesuaian tema90 × 40%
36
2. Kontribusi kebaruan100 × 30%
30
3. Kontribusi reputasi jurnal80 × 30%
24
4. Skor relevansi total36 + 30 + 24
90
Skor ≥ 75 layak masuk daftar rujukan utama. Artikel ini (skor 90) lolos — masukkan ke literature matrix.
Bagian 2 dari 3
Membaca Kritis dan Menyusun Literature Matrix
Dari tumpukan artikel menjadi tabel sintesis yang bisa dibaca sekali pandang.

Anatomi Artikel Jurnal Empiris

Diagram: Struktur Baku Artikel Empiris
AbstractIntroLit. ReviewMetodeHasilDiskusi

Untuk skimming cepat: baca Abstract (inti temuan) → Kesimpulan/Diskusi (implikasi & keterbatasan) → baru Metode (kalau relevan sebagai rujukan teknik analisis).

Membaca Kritis, Bukan Sekadar Merangkum

Saat membaca artikel, ajukan pertanyaan kritis berikut — bukan hanya "apa temuannya", tapi "apakah temuan ini bisa dipercaya dan relevan untuk konteks saya".

Pertanyaan tentang Metode
  • Berapa sampel & periode data yang dipakai?
  • Apakah teknik analisisnya sesuai jenis data?
Pertanyaan tentang Konteks
  • Diteliti di negara/pasar mana? Berlaku juga di BEI?
  • Apa keterbatasan yang diakui penulis sendiri?

Literature Matrix: Merangkum untuk Membandingkan

Satu tabel berisi ringkasan setiap artikel — memudahkan Anda melihat pola dan perbedaan antar-penelitian sekali pandang.

Penulis (Tahun)VariabelTemuan UtamaKeterbatasan / Gap
Wijaya (2022)ROA → Return SahamROA berpengaruh positif signifikanHanya sektor perbankan, 2015-2019
Kurniawan & Sari (2023)DER, ROA → Return SahamDER tidak signifikan, ROA signifikanTidak memasukkan variabel makro
Putri (2024)Likuiditas → Return SahamLikuiditas berpengaruh moderatPeriode pra-pandemi saja

Dari tabel ini terlihat pola: ROA konsisten berpengaruh, tapi belum ada yang menguji periode pasca-pandemi atau variabel makroekonomi sekaligus — calon gap!

Hitung dari Nol: Cek Kebaruan Artikel

Sekarang 2026. Anda menemukan artikel terbit tahun 2019. Kriteria program studi: artikel utama harus terbit dalam 5 tahun terakhir. Apakah artikel ini masih memenuhi syarat?

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung usia artikel2026 − 2019
7 tahun
2. Bandingkan dengan ambang batas7 tahun > 5 tahun
Melebihi
Artikel ini tidak memenuhi kriteria "mutakhir" — tetap boleh dipakai sebagai landasan teori klasik, tapi bukan sebagai bukti temuan terkini di literature matrix Anda.
Bagian 3 dari 3
Dari Literatur ke Topik Penelitian
Mengenali jenis-jenis research gap dan menyempitkannya menjadi topik yang terukur.

Empat Jenis Research Gap

GAP EMPIRIS
Hasil penelitian terdahulu saling bertentangan (mis. DER kadang signifikan, kadang tidak) — perlu diuji ulang.
GAP TEORETIS
Fenomena belum dijelaskan teori yang ada, atau dua teori bersaing memberi prediksi berbeda.
GAP METODOLOGIS
Penelitian sebelumnya pakai metode terbatas (mis. hanya regresi sederhana) — bisa diuji dengan metode lebih tepat.
GAP KONTEKSTUAL
Diteliti di negara/sektor/periode lain, belum di konteks Indonesia, sektor tertentu, atau periode terkini.

Menyempitkan Gap Menjadi Topik Terukur

Diagram: Corong Penyempitan Topik
Fenomena luas: "Return saham dipengaruhi kinerja keuangan"Gap kontekstual: belum diuji di sektor perbankan syariahTopik: Pengaruh ROA & NPF thd. Return Saham Bank Syariah BEI 2021-2025

Topik penelitian yang baik = spesifik (variabel jelas), terukur (data tersedia), dan berpijak gap (bukan mengulang penelitian yang sudah ada persis sama).

Contoh: Dua Topik Turunan Gap yang Sama

Gap Empiris

DER inkonsisten pengaruhnya terhadap return saham antar-penelitian.

Topik: "Pengaruh DER terhadap Return Saham dengan Ukuran Perusahaan sebagai Moderasi pada Emiten Manufaktur BEI 2020-2025".

Gap Kontekstual

Studi microstructure/likuiditas pasar mayoritas dari pasar modal negara maju.

Topik: "Analisis Bid-Ask Spread sebagai Proksi Likuiditas Saham LQ45 di BEI".

Latihan: Susun Literature Matrix Anda Sendiri

Tugas berkelompok (3-4 orang), dikerjakan 15 menit di kelas, dilanjutkan di luar kelas.

Langkah 1-2
Cari 3 artikel jurnal (min. SINTA 3 atau Scopus) terkait isu pasar modal dari P2 kelompok Anda. Nilai skor relevansinya seperti contoh tadi.
Langkah 3-4
Isi literature matrix (penulis, variabel, temuan, gap). Rumuskan 1 kalimat calon topik berdasarkan gap yang ditemukan.
Kumpulkan literature matrix + calon topik lewat e-learning sebelum pertemuan berikutnya — jadi bahan diskusi P4 (penyusunan model penelitian).

Rangkuman dan Sebelum Pertemuan Berikutnya

KonsepInti
Sumber literaturUtamakan primer (jurnal), hindari sumber tersier sebagai kutipan
Kualitas sumberCek status Scopus/SINTA/DOAJ, waspada jurnal predator
Literature matrixTabel penulis-variabel-temuan-gap untuk sintesis cepat
Research gapEmpiris, teoretis, metodologis, kontekstual → benih topik
Minggu depan (P4): dari calon topik Anda hari ini, kita susun model penelitian — variabel independen, dependen, dan moderasi/mediasi.