‹ Daftar slidePertemuan 2: Permasalahan Umum dalam Penelitian Pasar Modal
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Pasar Modal
Pertemuan 2 — Permasalahan Umum dalam Penelitian Pasar Modal
Bagaimana sebuah fenomena di Bursa Efek Indonesia — harga saham yang bergejolak, IPO yang ramai, atau kinerja keuangan yang tak sejalan dengan return — bisa diubah menjadi masalah penelitian yang layak diangkat dalam proposal skripsi Anda.
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Memahami Apa Itu Masalah Penelitian
Sebelum berburu fenomena pasar modal, kita perlu sepakat dulu: apa bedanya "topik" dan "masalah penelitian", dan ciri seperti apa yang membuat masalah penelitian itu layak diteliti.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi masalah dan isu aktual dalam penelitian pasar modal (Sub-CPMK Minggu 2). Secara rinci:
Pemahaman Konsep
Membedakan "topik", "fenomena", dan "masalah penelitian" (research problem)
Mengenali kriteria masalah penelitian yang layak diteliti (researchable)
Wawasan Praktis
Memetakan isu aktual pasar modal Indonesia sebagai bahan mentah masalah penelitian
Menyusun kalimat rumusan masalah & pertanyaan penelitian awal
Pustaka acuan minggu ini: Ferdinand (2006), Metode Penelitian Manajemen, Bab 2; Sekaran (2006), Research Methods for Business, Bab 3.
Dari Ruang Lingkup Riset Menuju Masalah Penelitian
Pertemuan 1 mengenalkan Anda pada fungsi dan ruang lingkup riset pasar modal. Pertemuan 2 ini adalah langkah pertama dari tujuh langkah menuju proposal siap sidang.
Pertemuan 1
Fungsi & ruang lingkup riset pasar modal — selesai
Pertemuan 2
Identifikasi masalah & isu aktual — hari ini
Pertemuan 3
Telusuri literatur & tentukan topik — minggu depan
Tanpa masalah penelitian yang jelas, langkah-langkah berikutnya — telusur literatur, model penelitian, hipotesis — tidak punya arah. Masalah penelitian adalah kompas seluruh proposal Anda.
Masalah Penelitian: Bukan Sekadar "Topik"
Masalah penelitian (research problem) = kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi (teori/harapan) dan apa yang senyatanya terjadi (fakta/data), yang butuh dijawab lewat riset.
Definisi ini merujuk Sekaran (2006) — berbeda dari "topik" yang hanya menyebut area kajian tanpa menunjukkan kesenjangan apa yang ingin dijawab.
Contoh "Topik" (Belum Layak)
"Return saham perbankan di BEI." — hanya menyebut area, tidak jelas kesenjangan atau pertanyaan apa yang dijawab.
Contoh "Masalah Penelitian" (Layak)
"Kinerja keuangan bank BUKU IV membaik tiap tahun, namun return sahamnya justru stagnan — mengapa gap ini terjadi?"
Empat Kriteria Masalah Penelitian yang Layak
Signifikansi (Urgency)
Ada kepentingan nyata bagi investor, regulator, atau perusahaan — bukan sekadar rasa penasaran pribadi.
Kebaruan (Novelty)
Belum banyak dijawab, atau menguji ulang di konteks/periode yang berbeda dari studi terdahulu.
Keterjangkauan (Feasibility)
Data tersedia (mis. laporan keuangan BEI, harga saham historis) dan bisa diselesaikan dalam satu semester.
Keterukuran (Researchable)
Variabel bisa diukur secara kuantitatif/kualitatif dan diuji dengan metode ilmiah, bukan opini semata.
Dari Mana Masalah Penelitian Bersumber?
Empat sumber utama yang bisa Anda gali untuk pasar modal — jangan hanya mengandalkan satu sumber saja.
1. Fenomena Bisnis/Pasar
Berita, data harga saham, laporan keuangan yang menunjukkan sesuatu "tidak biasa" — mis. IPO ramai tapi harga anjlok setelah listing.
2. Gap Teoritis
Teori (mis. efficient market hypothesis) memprediksi sesuatu, tapi kenyataan pasar sering menyimpang (anomali).
3. Gap Empiris (Riset Terdahulu)
Hasil studi-studi sebelumnya saling bertentangan (inconsistent findings) atau belum diuji di konteks Indonesia.
4. Perubahan Regulasi
Aturan baru OJK/BEI (mis. papan akselerasi, securities crowdfunding) membuka pertanyaan riset baru.
Alur Berpikir: Fenomena → Gap → Rumusan Masalah
Ketiga elemen ini harus muncul berurutan dalam latar belakang proposal Anda — jangan loncat langsung dari fenomena ke rumusan masalah tanpa menunjukkan gap-nya.
Kesalahan tersering: mahasiswa menulis fenomena panjang lebar, lalu tiba-tiba menulis rumusan masalah tanpa menjelaskan gap-nya. Pembimbing akan selalu bertanya: "gap-nya di mana?"
Bagian 2 dari 3
Isu Aktual Pasar Modal Indonesia
Tiga kelompok isu yang sedang ramai dibicarakan di BEI — bahan mentah favorit untuk masalah penelitian mahasiswa Seminar Pasar Modal.
Isu Aktual #1: Gelombang IPO & Pendanaan Alternatif
IPO & Go Public
Underpricing (harga IPO ditawarkan lebih rendah dari harga pasar) yang berulang di banyak emiten baru BEI
Perusahaan teknologi/startup go public (mis. GoTo tahun 2022) dengan pola return jangka pendek vs jangka panjang yang berbeda
Papan Akselerasi BEI untuk perusahaan skala kecil-menengah
Pendanaan Alternatif
Securities crowdfunding (SCF) — urun dana berbasis saham/utang yang diawasi OJK
Obligasi & sukuk ritel (mis. ORI, SR) sebagai instrumen alternatif tabungan masyarakat
Minibond/obligasi tenor pendek untuk UMKM naik kelas
Isu Aktual #2: Tata Kelola, ESG, dan Kinerja
Tata Kelola Perusahaan
Struktur kepemilikan keluarga (family ownership) pada emiten BEI & pengaruhnya pada kinerja
Peran komisaris independen & komite audit terhadap kualitas laporan keuangan
ESG (Environmental, Social, Governance)
Skor ESG emiten vs return & biaya modal — apakah investor Indonesia benar-benar menghargai ESG?
Risiko greenwashing (klaim ramah lingkungan tanpa substansi) & obligasi berkelanjutan (sustainability-linked bond)
Data ESG emiten Indonesia sudah tersedia publik lewat indeks seperti SRI-KEHATI & laporan keberlanjutan — feasible untuk skripsi satu semester.
Isu Aktual #3: Anomali Pasar & Perilaku Investor
Anomali Pasar
January effect, momentum, dan size effect — apakah masih terjadi di BEI periode terbaru?
Reaksi harga saham terhadap pengumuman dividen, akuisisi, atau pergantian direksi
Perilaku Investor Ritel
Herding behavior (perilaku ikut-ikutan) investor ritel pengguna aplikasi Ajaib/Stockbit/IPOT
Overconfidence & day trading berlebihan pasca kemudahan akses fintech
Hitung dari Nol: Mengukur Underpricing IPO
Underpricing adalah salah satu fenomena paling sering dijadikan masalah penelitian — mari kita hitung initial return-nya dari data sederhana.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga penawaran IPO (offering price)
data prospektus
Rp 1.000
Harga penutupan hari pertama listing
data perdagangan BEI
Rp 1.250
Selisih harga
Rp 1.250 − Rp 1.000
Rp 250
Underpricing (initial return)
Rp 250 ÷ Rp 1.000 × 100
25%
Hasil
25%
Rata-rata underpricing IPO di BEI berkisar ~20–30% pada banyak studi — angka ini menjadi bahan pertanyaan: mengapa emiten "rela" ditawar lebih murah?
Hitung dari Nol: Abnormal Return dalam Studi Peristiwa
Event study (studi peristiwa) mengukur apakah harga saham bereaksi "tidak normal" terhadap sebuah pengumuman — ini fondasi banyak masalah penelitian di P9–P11 nanti.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Return aktual saham saat pengumuman (t=0)
data harga saham
3%
Return ekspektasi (return pasar/IHSG)
data indeks pasar
1%
Abnormal return (AR) hari t=0
3% − 1%
2%
Cumulative Abnormal Return (t−1 s.d. t+1)
0,5% + 2% + 1%
3,5%
Hasil
3,5%
CAR (cumulative abnormal return) positif ~3,5% berarti pasar bereaksi lebih baik dari ekspektasi — masalah penelitian: apa pengumuman ini & mengapa reaksinya sebesar itu?
Kesalahan Umum Merumuskan Masalah Penelitian
Kesalahan Sering Terjadi
Topik terlalu luas ("pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham") tanpa gap yang jelas
Meniru judul skripsi kakak tingkat tanpa mengganti konteks/periode (replikasi tanpa novelty)
Masalah menarik tapi datanya tidak tersedia publik
Cara Memperbaikinya
Persempit dengan konteks spesifik: sektor, periode, atau variabel moderasi
Tunjukkan gap eksplisit: teori vs fakta, atau studi A vs studi B
Cek ketersediaan data di BEI/OJK/laporan tahunan sebelum menetapkan masalah
Masalah penelitian yang "tidak terukur" (mis. "apakah saham ini bagus untuk dibeli?") bukan masalah ilmiah — itu opini investasi, bukan pertanyaan riset.
Bagian 3 dari 3
Menyusun Rumusan Masalah & Pertanyaan Penelitian
Mengubah fenomena dan gap yang sudah teridentifikasi menjadi kalimat rumusan masalah yang siap masuk Bab Pendahuluan proposal Anda.
Template Merumuskan Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian (research question) adalah versi operasional dari rumusan masalah — harus memuat variabel, konteks, dan periode yang jelas.
"Bagaimana pengaruh [variabel independen] terhadap [variabel dependen] pada [konteks/sektor] selama periode [rentang waktu]?"
Contoh Terapan #1
"Bagaimana pengaruh skor ESG terhadap biaya modal ekuitas pada emiten sektor konsumer di BEI periode 2020–2024?"
Contoh Terapan #2
"Bagaimana perbedaan tingkat underpricing IPO sebelum dan sesudah penerapan Papan Akselerasi BEI?"
Struktur Bab Pendahuluan: Dari Fenomena ke Rumusan Masalah
Ini adalah kerangka yang akan Anda pakai penuh saat menyusun Bab Pendahuluan di pertemuan 12 — simpan baik-baik urutannya.
Bagian
Isi
Contoh Singkat
1. Fenomena/Data Awal
Fakta empiris yang memicu keingintahuan
Underpricing IPO rata-rata 20–30%
2. Kajian Literatur Singkat
Apa kata teori/studi terdahulu
EMH memprediksi harga langsung efisien
3. Gap
Kesenjangan teori vs fakta, atau studi A vs B
Studi X vs Y beda hasil soal signaling theory
4. Rumusan Masalah
Kesimpulan kesenjangan dalam 1–2 kalimat
Masih belum jelas faktor penentu underpricing terbaru
5. Pertanyaan Penelitian
Versi operasional & terukur
"Bagaimana pengaruh reputasi penjamin emisi…"
Rumusan Masalah: Contoh Baik vs Buruk
Kriteria
Contoh Buruk
Contoh Baik
Kejelasan konteks
"Pengaruh laba terhadap harga saham"
"…pada emiten sektor perbankan BUKU IV periode 2021–2024"
Ada gap eksplisit
Langsung ke rumusan masalah tanpa gap
Menyebut hasil studi A vs studi B yang bertentangan
Keterukuran
"Apakah saham ini layak dibeli?"
"Apakah CAR berbeda signifikan sebelum & sesudah pengumuman dividen?"
Latihan cepat: baca ulang draf rumusan masalah Anda — kalau bisa dijawab hanya dengan opini, bukan data, berarti belum layak.
Latihan Mandiri: Identifikasi Masalah Penelitian Anda
Kerjakan sebelum pertemuan 3 — akan menjadi bahan diskusi kelompok penelusuran literatur minggu depan.
Cari 1 berita/fenomena aktual pasar modal Indonesia (BEI, OJK, atau media keuangan) dari 6 bulan terakhir.
Tuliskan fenomenanya dalam 2–3 kalimat disertai data pendukung (angka, tanggal, sumber).
Identifikasi gap-nya: apa yang menurut teori/studi terdahulu seharusnya terjadi, dan apa faktanya berbeda?
Tulis 1 kalimat rumusan masalah & 1 kalimat pertanyaan penelitian menggunakan template yang kita pelajari.
Cek kriteria kelayakan: signifikan, baru, feasible, terukur — beri catatan singkat untuk masing-masing.
Bawa hasil latihan ini ke pertemuan 3 — akan langsung kita pakai untuk menelusuri literatur pendukung topik Anda.