‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Pasar Modal dan Ruang Lingkup Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB
Seminar Pasar Modal
Pertemuan 1 — Pengantar Pasar Modal dan Ruang Lingkup Penelitian
Mengenal fungsi pasar modal, mengapa fenomena pasar modal layak diteliti, dan bagaimana alur satu semester ini akan mengantar Anda menyusun proposal penelitian sendiri.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan fungsi dan ruang lingkup pasar modal serta memahami mengapa pasar modal menjadi lahan penelitian yang produktif.
Fungsi & Struktur
Menjelaskan apa itu pasar modal, fungsi ekonomi & keuangannya, serta lembaga-lembaga yang mengaturnya di Indonesia (OJK, BEI, KSEI, KPEI).
Ruang Lingkup Riset
Mengidentifikasi jenis-jenis fenomena pasar modal yang layak diteliti, dan bagaimana mata kuliah ini akan membimbing Anda menyusun proposal.
Materi ini adalah fondasi — konsep & istilah hari ini akan terus dipakai sampai pertemuan ke-14 (presentasi proposal).
Bagian 1 dari 3
Mengenal Pasar Modal
Definisi, fungsi, struktur kelembagaan, dan instrumen yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia.
Apa Itu Pasar Modal?
Menurut UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan efek (surat berharga seperti saham dan obligasi), perusahaan publik, serta lembaga dan profesi yang terkait dengannya.
Sisi Perusahaan (Emiten)
Emiten: perusahaan yang menerbitkan & menjual efek ke publik.
Pasar modal jadi sumber dana jangka panjang selain kredit bank.
Contoh: Tbk (Terbuka) di belakang nama perusahaan menandakan sudah "go public".
Sisi Pemodal (Investor)
Investor menempatkan dana untuk mendapat return (imbal hasil).
Pasar modal jadi alternatif investasi selain tabungan/deposito bank.
Contoh: mahasiswa membeli saham BBCA lewat aplikasi sekuritas.
Struktur Kelembagaan Pasar Modal Indonesia
Empat lembaga utama menjaga pasar modal Indonesia berjalan tertib, transparan, dan aman bagi investor.
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengawasi seluruh industri jasa keuangan; BEI (Bursa Efek Indonesia, dikenal juga IDX) adalah bursa tempat saham benar-benar diperjualbelikan.
Instrumen yang Diperdagangkan
Empat instrumen utama pasar modal Indonesia, dari yang paling populer sampai yang paling kompleks.
Saham (Equity)
Bukti kepemilikan sebagian perusahaan. Pemegang saham berhak atas dividen (bagi hasil laba) & suara di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Contoh: saham BBCA, TLKM.
Obligasi (Bond)
Surat utang — investor meminjamkan dana ke penerbit (perusahaan/negara) dan menerima bunga (kupon) berkala. Contoh: Obligasi Ritel Indonesia (ORI) terbitan pemerintah.
Reksa Dana
Wadah dana bersama yang dikelola manajer investasi untuk dibelikan portofolio saham/obligasi — cocok untuk investor pemula bermodal kecil.
Derivatif
Kontrak yang nilainya "diturunkan" dari aset lain, seperti kontrak berjangka indeks saham — instrumen paling kompleks, umumnya untuk lindung nilai (hedging).
Hitung dari Nol: Menghitung Return Saham
Return (imbal hasil) saham terdiri dari dua komponen: capital gain (selisih harga) dan dividend yield (imbal hasil dividen). Kasus: Anda beli saham BBCA di harga Rp9.000/lembar awal tahun, jual Rp10.000/lembar akhir tahun, dan menerima dividen Rp200/lembar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Selisih harga (capital gain)
Rp10.000 − Rp9.000
Rp1.000
2. Capital gain (%)
Rp1.000 ÷ Rp9.000 × 100
11,11%
3. Dividend yield
Rp200 ÷ Rp9.000 × 100
2,22%
4. Total return
11,11% + 2,22%
13,33%
Total Return BBCA (1 Tahun)
13,33%
Capital gain 11,11% + dividend yield 2,22%
Fungsi Ekonomi dan Keuangan Pasar Modal
Fungsi Ekonomi
Menyalurkan dana dari pihak surplus (investor) ke pihak defisit (perusahaan) yang butuh modal.
Mendorong pertumbuhan usaha & penciptaan lapangan kerja.
Contoh: dana IPO (Initial Public Offering — penawaran saham perdana ke publik) GOTO dipakai membiayai ekspansi UMKM digital.
Fungsi Keuangan
Memberi investor peluang memperoleh return sesuai risiko yang ditanggung.
Menyediakan sarana diversifikasi (menyebar risiko ke banyak instrumen).
Contoh: mahasiswa membeli reksa dana campuran agar risiko tidak terpusat di satu saham.
Dua fungsi ini berjalan simultan — pasar modal yang sehat menguntungkan perusahaan (dapat modal) sekaligus investor (dapat return).
Bagian 2 dari 3
Mengapa Pasar Modal Layak Diteliti?
Isu aktual, anomali pasar, dan peran riset akademik dalam menjembatani teori dengan praktik.
Isu Aktual: Ladang Subur untuk Penelitian
Pasar modal Indonesia terus menghasilkan fenomena baru yang belum tentu terjelaskan sempurna oleh teori — inilah sumber pertama ide penelitian Anda.
Volatilitas & Krisis
Anjloknya saham Garuda Indonesia 2018 akibat masalah tata kelola & laporan keuangan yang disengketakan auditor.
Gelombang IPO Digital
IPO GOTO & startup digital lain — investor bertanya-tanya soal kinerja keuangan vs. valuasi yang tinggi.
Perilaku Investor Ritel
Lonjakan investor ritel milenial pasca-pandemi — muncul fenomena baru seperti euforia saham "gorengan".
Anomali Pasar: Benarkah Pasar Selalu "Efisien"?
Efficient Market Hypothesis (EMH) — hipotesis pasar efisien — menyatakan harga saham selalu mencerminkan seluruh informasi yang tersedia, sehingga sulit "mengalahkan pasar" secara konsisten.
Jika EMH benar sepenuhnya → tidak ada strategi yang bisa memberi return abnormal secara konsisten
Namun kenyataannya, riset menemukan anomali — pola berulang yang "seharusnya" tidak ada jika pasar benar-benar efisien, misalnya January effect (harga saham cenderung naik di awal Januari) atau momentum effect (saham yang naik cenderung terus naik dalam jangka pendek).
Anomali-anomali inilah yang sejak puluhan tahun lalu menjadi salah satu topik penelitian pasar modal paling produktif di jurnal-jurnal keuangan dunia.
Hitung dari Nol: Indeks Harga Saham Sederhana
Indeks (seperti IHSG) mengukur pergerakan rata-rata nilai pasar sekelompok saham. Kasus sederhana: 3 saham dengan total nilai pasar (kapitalisasi) periode dasar Rp500 miliar, naik menjadi Rp575 miliar periode sekarang.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Nilai pasar periode dasar
Jumlah (harga × saham beredar) 3 saham
Rp500 miliar
2. Nilai pasar periode sekarang
Jumlah (harga × saham beredar) terkini
Rp575 miliar
3. Rasio nilai pasar
Rp575 miliar ÷ Rp500 miliar
1,15
4. Nilai indeks
1,15 × 100 (basis awal = 100)
115
Indeks Naik
115
Dari basis 100 → nilai pasar gabungan naik 15%
Peran Riset Akademik: Menjembatani Teori dan Praktik
Peneliti menguji apakah teori lama (mis. EMH) masih relevan menjelaskannya.
Dari Teori ke Praktik
Temuan riset membantu regulator (OJK) menyusun kebijakan perlindungan investor.
Analis & manajer investasi memakai temuan riset untuk strategi portofolio.
Riset Anda semester ini, meski skala kecil, tetap mengikuti siklus ilmiah yang sama seperti riset yang dipublikasikan di jurnal keuangan internasional.
Bagian 3 dari 3
Ruang Lingkup Mata Kuliah Ini
Peta topik riset pasar modal, alur 14 pertemuan, dan referensi utama yang akan menemani Anda satu semester.
Peta Topik dan Variabel Riset Pasar Modal
Riset pasar modal umumnya berputar di sekitar empat kelompok variabel berikut — Anda akan memilih kombinasi dari sini untuk proposal Anda.
Return & Risiko
Return saham, volatilitas, risiko sistematis (beta) — variabel paling umum jadi variabel dependen.
Kinerja Keuangan
ROA, ROE, rasio leverage, laba per saham (EPS) — sering jadi variabel independen yang memengaruhi return.
Karakteristik Perusahaan
Ukuran perusahaan, tata kelola (governance), struktur kepemilikan — faktor kontrol yang sering diuji.
Market Microstructure
Likuiditas, bid-ask spread (selisih harga beli-jual), volume perdagangan — topik lebih lanjut di pertemuan 11.
Alur Perkuliahan: Pra-UTS (Pertemuan 1–7)
Tujuh pertemuan pertama membangun fondasi metodologis Anda, langkah demi langkah, sebelum Ujian Tengah Semester.
Anda hari ini berdiri di titik P1 — tujuh langkah lagi menuju siap menghadapi Ujian Tengah Semester dengan kerangka riset yang solid.
Alur Perkuliahan: Pasca-UTS (Pertemuan 8–14)
Tujuh pertemuan kedua mempertajam kemampuan kritis Anda lewat studi kasus riil, lalu merakit seluruh proposal secara bertahap.
Pertemuan 12–14 adalah fase "merakit" — Anda menyusun proposal Anda sendiri bab demi bab, berpuncak presentasi di Ujian Akhir Semester.
Referensi Utama Mata Kuliah
Tiga buku ini akan sering saya rujuk sepanjang semester — sangat disarankan Anda memilikinya, minimal versi digital.
Ferdinand (2006)
Metode Penelitian Manajemen — rujukan utama struktur proposal & metodologi riset manajemen di Indonesia.
Sekaran (2006)
Research Methods for Business — kerangka berpikir riset bisnis, dari rumusan masalah sampai desain riset.
Ghozali (2007)
Model Persamaan Struktural (SEM) dengan AMOS — rujukan teknik analisis data lanjutan di pertemuan 7.
Latihan Kelas: Diskusi Kelompok Kecil
Dalam kelompok 3–4 orang, diskusikan selama 10 menit, lalu satu kelompok akan diminta presentasi singkat 2 menit.
Instruksi:
Sebutkan satu berita/fenomena pasar modal Indonesia yang Anda ingat dalam 6 bulan terakhir.
Fenomena itu termasuk kelompok variabel apa (return-risiko, kinerja keuangan, karakteristik perusahaan, atau market microstructure)?
Menurut kelompok Anda, mengapa fenomena itu menarik untuk diteliti secara ilmiah?
Tidak ada jawaban salah di sesi ini — tujuannya melatih kepekaan Anda mengaitkan berita sehari-hari dengan kerangka riset yang baru saja kita pelajari.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 2
Poin Kunci Hari Ini
Pasar modal = penawaran & perdagangan efek, diatur OJK-BEI-KPEI-KSEI.
Instrumen utama: saham, obligasi, reksa dana, derivatif.
Pasar modal kaya fenomena untuk diteliti — anomali & isu aktual jadi sumber ide.
14 pertemuan berujung pada proposal penelitian lengkap Anda sendiri.
Tugas Sebelum Pertemuan 2
Baca 1 berita ekonomi/pasar modal terbaru (BEI/OJK/media keuangan) & tuliskan 3 kalimat: apa fenomenanya, siapa yang terdampak, dan mengapa menarik diteliti.
Pertemuan 2: Identifikasi Masalah dan Isu Aktual Pasar Modal — kita akan melatih Anda mengubah fenomena mentah menjadi rumusan masalah penelitian yang tajam.