stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Presentasi Draft Proposal Penelitian — Bagian Awal
Seminar Manajemen MSDM • Prodi Manajemen, FEB UNDIP

Presentasi Draft Proposal Penelitian

Pertemuan 13 — Bagian Awal (Bab 1 & Kerangka Pemikiran)

Setelah dua belas pertemuan menyusun draft, giliran Anda menyampaikannya secara lisan & runtut di depan kelas — menguji apakah proposal Anda benar-benar dipahami, bukan sekadar ditulis.

RPS MINGGU 14 • 2 × 50 MENIT

Agenda & Tujuan Pertemuan 13

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyampaikan bagian awal proposal secara runtut dan merespons masukan secara ilmiah.

CAPAIAN 1 — STRUKTUR
ALUR RUNTUT
Menyusun urutan penyampaian: latar belakang → masalah → tujuan → kontribusi → kerangka pemikiran.
CAPAIAN 2 — PENGUASAAN
ISI PROPOSAL
Menjelaskan fenomena, gap penelitian, dan kontribusi tanpa membaca teks secara verbatim.
CAPAIAN 3 — SIKAP ILMIAH
MENJAWAB KRITIK
Merespons pertanyaan dosen & kelas dengan data dan argumen, bukan defensif.
CAPAIAN 4 — TINDAK LANJUT
CATATAN REVISI
Mencatat masukan sebagai bahan revisi menuju presentasi final Pertemuan 14.

Posisi Pertemuan 13 dalam Alur Semester

Presentasi hari ini adalah jembatan antara draft lengkap (P12) dan revisi final (P14).

P12Draft Bab 1–3 lengkap(koherensi antar-bab)P13 (HARI INI)Presentasi bagian awalLatar belakang → kerangkapemikiran secara lisanP14Presentasi & finalisasi(revisi dari masukan)Sidang Proposaldi semester berikutnya(tahap skripsi)
BAGIAN A • 01
Mengapa Presentasi Draft Ini Penting?
Menulis proposal dan menyampaikannya adalah dua keterampilan berbeda — keduanya sama-sama dinilai.

Menulis ≠ Menyampaikan: Dua Keterampilan Berbeda

Proposal yang tertulis rapi belum tentu tersampaikan jelas secara lisan.

Kompetensi Menulis (sudah Anda latih P1–P12)
  • Menyusun argumen secara sistematis di atas kertas
  • Menata kalimat baku sesuai kaidah ilmiah
  • Menyisipkan sitasi & referensi secara konsisten
Kompetensi Menyampaikan (fokus hari ini)
  • Meringkas argumen kompleks jadi narasi lisan singkat
  • Menjaga kontak mata & intonasi meyakinkan audiens
  • Berpikir cepat saat menjawab pertanyaan dadakan
Analogi: seorang analis equity research IDX bisa menulis laporan valuasi BBCA yang tebal, tapi kalau tidak mampu memaparkannya dalam 10 menit ke komite investasi, rekomendasinya tidak akan diambil keputusan.

Cakupan "Bagian Awal" yang Dipresentasikan

Fokus hari ini adalah lima komponen inti dari Bab 1 & kerangka pemikiran — bukan seluruh Bab 1–3.

01
Latar Belakang
Fenomena & gap penelitian yang memicu studi ini.
02
Rumusan Masalah
Pertanyaan penelitian yang spesifik & terjawab lewat data.
03
Tujuan & Kontribusi
Apa yang dicapai & manfaat teoretis-praktis penelitian.
Ditambah sekilas kerangka pemikiran (model hubungan antar-variabel) sebagai jembatan menuju Bab 2 & 3, yang akan dipresentasikan lebih detail di Pertemuan 14.

Kriteria Penilaian Presentasi Hari Ini

Dosen menilai berdasarkan tiga kriteria utama dengan bobot yang berbeda.

KriteriaYang DinilaiBobot
Kejelasan & KeruntutanAlur logis latar belakang → masalah → tujuan → kontribusi30%
Penguasaan MateriMampu menjelaskan tanpa membaca teks verbatim, jawab pertanyaan substantif40%
Sikap IlmiahTerbuka pada kritik, merespons dengan argumen & data, bukan defensif30%
Total bobot = 100%. Nilai akan dihitung bersama pada slide "Hitung dari Nol" di bagian C.
BAGIAN B • 02
Menyusun Struktur Presentasi yang Runtut
Dari fenomena ke gap, dari gap ke rumusan masalah — teknik funnel untuk narasi yang mengalir.

Struktur Slide Ideal untuk Bagian Awal

Urutan penyampaian mengikuti logika sebab-akibat, bukan urutan bab di dokumen.

Fenomenadata/fakta nyataGap Penelitianapa yang belum terjawabRumusan Masalahpertanyaan spesifikTujuanapa yang dicapaiKontribusimanfaat teori-praktikKerangkaPemikiran(sekilas → jembatan)
Setiap panah adalah "jembatan kalimat" — contoh: "Karena gap inilah, saya merumuskan pertanyaan penelitian: ..."

Teknik Funnel: Dari Umum ke Spesifik

Latar belakang yang baik menyempit bertahap, seperti corong — bukan melompat langsung ke masalah.

Walkthrough — Contoh Kasus: Turnover Karyawan UMKM
  • Tahap 1 — Konteks makro: tren turnover karyawan UMKM sektor kuliner meningkat pasca-pandemi
  • Tahap 2 — Data pendukung: survei asosiasi UMKM menunjukkan rata-rata masa kerja karyawan memendek
  • Tahap 3 — Penyempitan topik: fokus pada peran kepuasan kerja & komitmen organisasi
  • Tahap 4 — Gap penelitian: studi terdahulu jarang menguji dua variabel ini bersama pada UMKM
  • Tahap 5 — Rumusan masalah: "Bagaimana pengaruh kepuasan kerja & komitmen organisasi terhadap turnover intention karyawan UMKM kuliner?"

Hitung dari Nol: Alokasi Waktu Presentasi Anda

Dengan durasi 2 × 50 menit untuk seluruh kelas, berapa menit jatah tiap kelompok?

LangkahPerhitunganNilai
1. Total waktu kelas2 × 50 menit100 menit
2. Waktu pembukaan & penutup dosen10 + 10 menit20 menit
3. Waktu efektif presentasi100 − 2080 menit
4. Jumlah kelompok presentasi hari ini(asumsi kelas)5 kelompok
5. Waktu per kelompok80 ÷ 516 menit
6. Alokasi paparan (≈62,5%)16 × 62,5%≈10 menit
7. Alokasi tanya-jawab16 − 106 menit
JATAH WAKTU PER KELOMPOK
16 menit
≈10 menit paparan + ≈6 menit tanya-jawab

Coba Sendiri: Hitung Alokasi Waktu Kelompok Anda

Ubah total durasi kelas dan jumlah kelompok yang presentasi hari ini, lalu lihat berapa menit jatah paparan dan tanya-jawab kelompok Anda.

Menyampaikan Rumusan Masalah & Tujuan Secara Ringkas

Gunakan kalimat aktif & spesifik — hindari kalimat panjang yang membingungkan audiens.

Kurang Efektif
  • "Penelitian ini secara umum ingin melihat berbagai faktor yang mungkin berkaitan dengan kinerja karyawan pada beberapa perusahaan"
  • Kalimat panjang, pasif, tidak spesifik variabel & objeknya
Lebih Efektif
  • "Penelitian ini menguji pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan di UMKM ritel Kota Semarang"
  • Kalimat aktif, sebutkan variabel & objek studi secara jelas
Uji sendiri: jika rumusan masalah Anda dibaca sekali oleh teman dan dia tidak bisa menyebut ulang variabel yang diuji, kalimatnya perlu dipadatkan.
BAGIAN C • 03
Etika & Dinamika Sesi Presentasi
Bagaimana bersikap ilmiah saat dikritik, dan bagaimana skor akhir Anda dihitung.

Etika Presentasi Ilmiah

Sikap ilmiah tercermin dari kejujuran dan keterbukaan pada kritik, bukan dari kesempurnaan jawaban.

Yang Dijunjung
  • Mengakui keterbatasan penelitian secara jujur, bukan menutupinya
  • Menyebut sumber gagasan & data secara jelas (hindari klaim tanpa dasar)
  • Mendengarkan kritik sampai selesai sebelum merespons
Yang Dihindari
  • Defensif atau memotong pertanyaan dosen sebelum selesai
  • Menjawab "pokoknya begitu" tanpa argumen berbasis data/teori
  • Menyalahkan anggota kelompok lain di depan kelas

Teknik Menjawab Pertanyaan Dosen & Kelas

Gunakan struktur tiga langkah agar jawaban Anda runtut, bukan berputar-putar.

Walkthrough — Struktur Menjawab Pertanyaan Kritis
  • Langkah 1 — Konfirmasi ulang pertanyaan secara singkat ("Jadi pertanyaannya mengenai...")
  • Langkah 2 — Jawab inti pertanyaan langsung, jangan berputar-putar
  • Langkah 3 — Dukung dengan data/teori dari proposal, atau akui jika belum terjawab & catat sebagai masukan revisi
Contoh: dosen bertanya "Kenapa memilih komitmen organisasi, bukan motivasi kerja?" — jawab dengan alasan teoretis dari kerangka pemikiran Anda, bukan "karena lebih mudah dicari datanya".

Hitung dari Nol: Skor Rubrik Penilaian Gabungan

Contoh skor sebuah kelompok — bagaimana ketiga kriteria digabung menjadi satu nilai akhir?

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor kejelasan & keruntutan (bobot 30%)80 × 30%24
2. Skor penguasaan materi (bobot 40%)75 × 40%30
3. Skor sikap ilmiah (bobot 30%)90 × 30%27
4. Total nilai akhir24 + 30 + 2781
NILAI AKHIR PRESENTASI
81
kategori "Baik" — sikap ilmiah jadi penyelamat skor

Kesalahan Umum Saat Presentasi Bagian Awal

Kenali pola kesalahan ini sebelum giliran Anda tampil di depan kelas.

KESALAHAN 1
MEMBACA SLIDE
Membaca teks slide kata demi kata tanpa kontak mata — kesan tidak menguasai materi sendiri.
KESALAHAN 2
LATAR BELAKANG TERLALU PANJANG
Menghabiskan 8 dari 10 menit hanya di fenomena, waktu untuk kontribusi & kerangka jadi terpotong.
KESALAHAN 3
RUMUSAN MASALAH KABUR
Variabel penelitian tidak disebut jelas, audiens tidak tahu apa yang sebenarnya diuji.
KESALAHAN 4
DEFENSIF SAAT DIKRITIK
Membela diri berlebihan alih-alih mencatat masukan sebagai bahan revisi.

Checklist Persiapan Sebelum Tampil

Gunakan checklist ini H-1 sebelum presentasi kelompok Anda.

Self-Check Kelompok
  • Sudah berlatih dengan stopwatch, total ≤10 menit untuk paparan?
  • Setiap anggota kelompok tahu bagian mana yang ia presentasikan?
  • Rumusan masalah & tujuan disebutkan dengan kalimat aktif & spesifik?
  • Sudah menyiapkan jawaban untuk 2–3 pertanyaan kritis yang mungkin muncul?
  • Slide tidak berisi paragraf panjang — cukup poin-poin kunci?

Latihan Kelas: Simulasi Presentasi Kelompok

Instruksi untuk sesi latihan sebelum presentasi resmi.

Instruksi:
  1. Berkumpul dalam kelompok proposal masing-masing (5–6 mahasiswa).
  2. Latih paparan bagian awal proposal selama maksimal 10 menit, gunakan stopwatch HP.
  3. Satu anggota kelompok lain berperan sebagai "dosen penguji" dan mengajukan 2 pertanyaan kritis.
  4. Kelompok yang presentasi mencatat masukan menggunakan checklist di slide sebelumnya.
  5. Bergantian peran sampai semua kelompok kecil mendapat giliran latihan.
Waktu latihan: ±25 menit dari total 80 menit efektif pertemuan ini, sisanya untuk presentasi resmi ke seluruh kelas.

Ringkasan Pertemuan 13 & Langkah Berikutnya

Hari ini Anda berlatih menyampaikan, bukan sekadar menulis, bagian awal proposal Anda.

Yang Sudah Kita Bahas
  • Perbedaan kompetensi menulis & menyampaikan proposal
  • Struktur runtut: fenomena → gap → masalah → tujuan → kontribusi
  • Alokasi waktu & perhitungan skor rubrik penilaian
  • Etika & teknik menjawab kritik secara ilmiah
Menuju Pertemuan 14
  • Revisi bagian awal proposal berdasarkan masukan hari ini
  • Persiapkan presentasi final & finalisasi seluruh Bab 1–3
  • Rujukan: Fuad Mas'ud, 40 Myths of MSDM; jurnal Synergy, JEBI, MEB