Prodi Manajemen • FEB UNDIP
Seminar Manajemen MSDM
Pertemuan 9 — Penyempurnaan Draft Proposal Bab 2: Tinjauan Pustaka Sistematis Dari kumpulan kutipan yang terserak menjadi tinjauan pustaka yang runtut, sistematis, dan konsisten dengan kerangka konseptual penelitian Anda.
RPS MINGGU 10 • 2X50 MENIT
Selamat pagi, Anda semua. Minggu lalu di pertemuan delapan, Anda sudah menyusun draft awal Bab 2 dengan menyeleksi dan mengelompokkan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian masing-masing. Hari ini kita masuk tahap penyempurnaan, karena draft pertama hampir selalu masih berantakan, kutipan menumpuk tanpa alur yang jelas. Bayangkan Bab 2 Anda seperti draf artikel yang mau dikirim ke jurnal Synergy atau JEBI, editor pasti menolak kalau tinjauan pustakanya melompat-lompat tanpa benang merah. Jadi target kita hari ini adalah membuat tinjauan pustaka Anda runtut secara logis dan konsisten dengan kerangka pemikiran yang sudah dibangun di pertemuan tujuh. Tujuan Pembelajaran Hari Ini Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — RUNTUT & SISTEMATIS
MENATA ULANG ALUR TINJAUAN PUSTAKA
Menyusun urutan pembahasan dari teori umum ke variabel spesifik secara logis.
CAPAIAN 2 — SINTESIS
MENGUBAH KUTIPAN JADI ARGUMEN
Menyintesis temuan beberapa peneliti menjadi paragraf argumentatif, bukan kutip-tempel.
CAPAIAN 3 — KONSISTENSI
SELARAS DENGAN KERANGKA KONSEPTUAL
Memastikan setiap teori di Bab 2 mendukung variabel dan hipotesis di kerangka pemikiran.
CAPAIAN 4 — INTEGRITAS AKADEMIK
MENGHINDARI SITASI BERMASALAH
Mengenali dan memperbaiki kutipan yang berisiko plagiarisme atau salah atribusi.
Ini empat capaian yang akan kita kejar bersama hari ini. Kotak biru soal menata ulang alur, karena draft Bab 2 minggu lalu biasanya masih berupa daftar teori tanpa urutan yang jelas. Kotak hijau soal sintesis, keterampilan yang paling sering hilang pada mahasiswa tingkat akhir, yaitu mengolah kutipan dari tiga sampai lima peneliti menjadi satu argumen utuh. Kotak merah muda soal konsistensi dengan kerangka konseptual yang sudah Anda gambar di pertemuan tujuh, dan kotak kuning soal integritas akademik, karena Bab 2 adalah bagian proposal yang paling rawan copy-paste tanpa disadari. Mengapa Draft Bab 2 Sering Dikembalikan Dosen Pembimbing? Coba bayangkan seorang mahasiswa bimbingan menyerahkan draft Bab 2 setebal 15 halaman, penuh kutipan, tapi dikembalikan dengan catatan "belum nyambung".
GEJALA UMUM
"Kutip-Tempel Berjajar"
Paragraf demi paragraf berisi "Menurut A (2021)... Menurut B (2022)..." tanpa benang merah argumen penulis.
TARGET SETELAH DISEMPURNAKAN
"Argumen Mengalir"
Teori umum mengalir ke variabel penelitian, lalu ke hubungan antar-variabel yang mengarah pada gap penelitian Anda.
Bab 2 yang baik bukan sekadar "menunjukkan Anda sudah baca banyak jurnal", tapi membangun argumen mengapa penelitian Anda perlu dilakukan.
Ini situasi yang sangat umum terjadi, dan mungkin sebagian dari Anda sudah mengalaminya sendiri di pertemuan delapan. Draft Bab 2 sering berisi rangkaian kutipan seperti menurut peneliti A begini, menurut peneliti B begitu, tapi pembaca, termasuk dosen pembimbing Anda, tidak tahu ke mana arah argumennya. Bandingkan dengan draft yang sudah disempurnakan, di mana teori umum tentang misalnya keterikatan kerja atau employee engagement mengalir turun ke definisi variabel spesifik, lalu ke bagaimana variabel itu berhubungan dengan variabel lain, sampai akhirnya bermuara pada gap yang menjadi alasan penelitian Anda. Ingat, Bab 2 bukan pameran bacaan, tapi pembangunan argumen ilmiah. Bagian 1 dari 3
Mendiagnosis Draft Bab 2
Mengenali kesalahan umum dalam draft tinjauan pustaka minggu lalu, dan memahami ciri tinjauan pustaka yang sistematis.
Diagnosis
Alur Logis
Struktur Funnel
Kita masuk bagian pertama dari tiga bagian hari ini. Bagian ini akan menjawab, kesalahan apa saja yang paling sering muncul di draft Bab 2 yang Anda susun minggu lalu, dan bagaimana bentuk tinjauan pustaka yang sistematis itu sebenarnya. Bayangkan seperti proses quality control di pabrik sepatu, sebelum masuk tahap perbaikan, kita perlu tahu dulu di mana letak cacatnya. Setelah bagian ini, kita masuk ke bagian dua tentang teknik konkret menyempurnakan, dan ditutup dengan bagian tiga berupa praktik peer review di kelas. Draft Umum vs Tinjauan Pustaka yang Sistematis Perbedaannya bukan pada jumlah referensi, melainkan pada bagaimana referensi itu diorganisasi dan diargumentasikan.
Urutan teori mengikuti urutan mahasiswa menemukan jurnal, bukan logika konsep. Setiap paragraf berdiri sendiri, tidak ada kalimat transisi antar-teori. Tidak jelas mana teori utama (grand theory) dan mana temuan penelitian terdahulu. Mengalir dari teori umum → definisi variabel → penelitian terdahulu → gap. Ada kalimat penghubung yang menunjukkan mengapa satu sumber relevan dengan sumber lain. Setiap sub-bagian punya fungsi jelas dan mendukung kerangka konseptual di Bab 2.3. Perhatikan bahwa perbedaan utama bukan soal berapa banyak jurnal yang Anda kutip, melainkan bagaimana Anda mengorganisasinya. Di kolom kiri, gejala umum draft Anda minggu lalu, urutannya sering mengikuti urutan Anda menemukan jurnal di Google Scholar, bukan mengikuti logika konsep. Di kolom kanan, tinjauan pustaka yang sistematis punya alur yang jelas, mulai dari teori besar seperti misalnya Social Exchange Theory, turun ke definisi variabel seperti komitmen organisasi, lalu ke penelitian terdahulu yang relevan, dan akhirnya ke gap penelitian Anda. Tugas Anda hari ini adalah mengubah draft di kolom kiri menjadi seperti kolom kanan. Empat Kesalahan Umum di Draft Bab 2 Kenali dulu di mana letak masalah draft Anda sebelum mulai memperbaiki.
Melompat-lompat: membahas variabel Y lalu tiba-tiba kembali ke variabel X tanpa alasan.Sub-bab tidak lengkap: tidak ada bagian penelitian terdahulu atau kerangka pemikiran yang eksplisit.Kutip tanpa sintesis: menyalin definisi dari beberapa penulis tanpa membandingkan atau menyimpulkan.Tidak konsisten dengan hipotesis: teori yang dibahas tidak mendukung hipotesis yang diajukan di Bab 2.4.Ada empat kesalahan yang paling sering saya temukan saat memeriksa draft Bab 2 mahasiswa. Pertama, melompat-lompat, misalnya membahas kepuasan kerja, lalu tiba-tiba beralih ke turnover intention, lalu kembali lagi ke kepuasan kerja tanpa alasan yang jelas. Kedua, sub-bab yang tidak lengkap, seringkali mahasiswa lupa menulis sub-bagian penelitian terdahulu secara eksplisit. Ketiga, kutip tanpa sintesis, di mana tiga definisi dari tiga penulis berbeda hanya disalin berjajar tanpa perbandingan. Keempat, dan ini yang paling fatal, teori yang dibahas di Bab 2 ternyata tidak mendukung hipotesis yang Anda ajukan di bagian akhir bab yang sama. Struktur "Corong" (Funnel): Dari Umum ke Spesifik Cara paling aman menata urutan tinjauan pustaka adalah mengikuti pola corong, dari teori paling luas menuju gap penelitian Anda.
1. Teori Umum (Grand Theory) 2. Definisi & Variabel Penelitian 3. Hubungan & Gap Contoh: Social Exchange Theory → definisi komitmen organisasi & kepuasan kerja → hubungan keduanya pada karyawan BUMN → gap belum ditelitinya sektor UMKM.
Bayangkan corong penyaring kopi, lebar di atas dan sempit di bawah. Begitu juga tinjauan pustaka yang baik. Anda mulai dari teori yang paling luas, misalnya Social Exchange Theory yang menjelaskan hubungan timbal balik antara karyawan dan organisasi. Kemudian menyempit ke definisi variabel spesifik penelitian Anda, misalnya komitmen organisasi dan kepuasan kerja. Baru di ujung corong yang paling sempit, Anda membahas hubungan antar-variabel tersebut berdasarkan penelitian terdahulu, dan menunjukkan celah, misalnya penelitian tentang hubungan ini sudah banyak dilakukan di sektor BUMN tapi belum di sektor UMKM. Pola corong ini yang membuat pembaca merasa argumen Anda mengalir logis, bukan melompat. Bagian 2 dari 3
Teknik Menyempurnakan Draft
Langkah konkret mengubah kutipan menjadi sintesis argumentatif, dan menjaga konsistensi dengan kerangka konseptual.
Sintesis
Konsistensi
Struktur Sub-bab
Sekarang kita masuk bagian inti, teknik konkret menyempurnakan draft Bab 2 Anda. Kita akan mengikuti dua walkthrough langkah demi langkah, pertama tentang bagaimana menyintesis beberapa kutipan menjadi satu paragraf argumentatif, dan kedua tentang bagaimana mengecek konsistensi antara teori, variabel, dan hipotesis. Anggap ini seperti proses editing naskah sebelum dikirim ke redaksi jurnal Synergy, setiap kalimat harus punya alasan mengapa ia ada di situ. Setelah bagian ini selesai, kita masuk ke bagian tiga yaitu praktik peer review langsung di kelas hari ini. Langkah demi Langkah: Menyintesis Kutipan Menjadi Argumen Kasus: mahasiswa punya tiga kutipan tentang burnout kerja dari tiga penulis berbeda, dan perlu menyatukannya menjadi satu paragraf.
Langkah Aktivitas Hasil pada Draft 1. Kumpulkan kutipan sejenis Cari 3 definisi burnout dari Maslach, Freudenberger, dan penelitian lokal 3 kutipan terpisah 2. Bandingkan persamaan & perbedaan Ketiganya sepakat: kelelahan emosional; berbeda pada penekanan dimensi 1 catatan perbandingan 3. Simpulkan pemahaman penulis Rumuskan definisi kerja yang dipakai penulis proposal sendiri 1 kalimat simpulan 4. Susun jadi paragraf argumentatif Gabungkan langkah 1–3 dengan kalimat transisi, bukan kutip-tempel 1 paragraf utuh
HASIL AKHIR
1 Paragraf Sintesis
Bukan 3 kutipan berjajar
Mari kita ikuti proses ini langkah demi langkah, sama seperti proses editing di ruang redaksi. Langkah pertama, kumpulkan dulu kutipan-kutipan yang membahas konsep sama, misalnya tiga definisi burnout dari Maslach, dari Freudenberger, dan dari penelitian lokal terbitan jurnal MEB. Langkah kedua, bandingkan, apakah ketiganya sepakat pada inti konsepnya, dan di mana letak perbedaan penekanannya. Langkah ketiga, rumuskan simpulan Anda sendiri sebagai penulis, definisi mana yang paling relevan dengan konteks penelitian Anda. Langkah keempat, gabungkan semuanya menjadi satu paragraf yang mengalir dengan kalimat transisi, sehingga hasil akhirnya bukan lagi tiga kutipan berjajar, tapi satu paragraf sintesis yang menunjukkan pemikiran Anda sebagai peneliti. Contoh Konkret: Sebelum dan Sesudah Sintesis Perhatikan bagaimana tiga kutipan berjajar berubah menjadi satu argumen yang mengalir.
"Menurut Maslach (2018), burnout adalah kelelahan emosional. Menurut Freudenberger (2019), burnout adalah kondisi stres kronis. Menurut Nugroho (2022), burnout terjadi pada perawat rumah sakit."
"Meski Maslach (2018) dan Freudenberger (2019) menekankan dimensi emosional-fisik yang berbeda, keduanya sepakat bahwa burnout bersifat kronis akibat tekanan kerja berkelanjutan – kondisi yang dikonfirmasi Nugroho (2022) pada konteks tenaga kesehatan Indonesia."
Paragraf "sesudah" menunjukkan penulis berpikir , bukan sekadar mengumpulkan kutipan.
Perhatikan baik-baik dua kotak ini. Kotak kiri adalah pola yang sering saya temukan, tiga kalimat "menurut" berjajar tanpa hubungan satu sama lain, pembaca harus menyimpulkan sendiri apa maksud penulis. Kotak kanan adalah hasil sintesis, di mana penulis proposal secara aktif membandingkan penekanan Maslach dan Freudenberger, lalu menghubungkannya dengan temuan lokal dari Nugroho pada konteks tenaga kesehatan Indonesia. Perhatikan kata "meski" di awal kalimat, itu adalah salah satu kata transisi paling ampuh untuk menunjukkan Anda sedang membandingkan, bukan sekadar menyalin. Latihan seperti inilah yang perlu Anda terapkan ke seluruh draft Bab 2 Anda. Menjaga Konsistensi Bab 2 dengan Kerangka Konseptual Setiap teori yang Anda bahas di Bab 2 harus bisa ditelusuri hubungannya ke kerangka pemikiran yang sudah digambar di Pertemuan 7.
Landasan Teori (Bab 2.1) Kerangka Pemikiran (Bab 2.3, dari Pertemuan 7) Hipotesis (Bab 2.4) Cek diri: jika ada teori di Bab 2.1 yang variabelnya tidak muncul di kerangka pemikiran atau hipotesis — hapus atau revisi kerangkanya.
Ini adalah bagian yang paling sering diabaikan mahasiswa: konsistensi tiga sub-bagian dalam satu bab yang sama. Landasan teori di bagian 2.1, kerangka pemikiran yang Anda gambar di pertemuan tujuh pada bagian 2.3, dan hipotesis di bagian 2.4, ketiganya harus saling menjalin seperti rantai. Kalau Anda membahas teori kepemimpinan transformasional panjang lebar di bagian 2.1, tapi variabel itu sama sekali tidak muncul di kerangka pemikiran maupun hipotesis, itu tandanya ada yang salah, entah teorinya harus dihapus, atau kerangka pemikirannya yang perlu direvisi supaya mengakomodasi teori tersebut. Konsistensi inilah yang membuat dosen pembimbing Anda percaya bahwa proposal Anda dipikirkan matang, bukan ditambal sulam. Langkah demi Langkah: Mengecek Konsistensi Teori-Variabel-Hipotesis Gunakan checklist ini untuk menelusuri setiap teori di Bab 2 draft Anda satu per satu.
Langkah Pertanyaan Cek Tindak Lanjut 1. Daftar semua teori di Bab 2.1 Teori apa saja yang sudah dibahas? Buat daftar singkat 2. Tandai variabel turunannya Variabel apa yang lahir dari tiap teori? Tandai di margin draft 3. Cocokkan dengan kerangka pemikiran Apakah variabel itu muncul di Bab 2.3? Coret jika tidak muncul 4. Cocokkan dengan hipotesis Apakah variabel itu diuji di Bab 2.4? Revisi hipotesis jika perlu
Jika seluruh baris "lolos" — Bab 2 Anda sudah konsisten dan siap masuk sesi peer review.
Ikuti empat langkah ini secara berurutan sambil membuka draft Bab 2 Anda masing-masing. Langkah pertama, buat daftar singkat semua teori yang sudah Anda bahas di bagian 2.1, misalnya tiga atau empat teori utama. Langkah kedua, untuk setiap teori, tandai variabel apa yang diturunkan darinya, misalnya dari teori keadilan organisasi lahir variabel keadilan distributif dan keadilan prosedural. Langkah ketiga, cocokkan, apakah variabel-variabel itu benar-benar muncul di kerangka pemikiran Anda pada bagian 2.3, kalau tidak muncul, berarti ada teori yang perlu dihapus atau kerangkanya yang perlu diperluas. Langkah keempat, cocokkan lagi dengan hipotesis di bagian 2.4. Kalau seluruh baris pengecekan ini lolos, Bab 2 Anda sudah cukup konsisten untuk masuk sesi peer review hari ini. Struktur Bab 2 yang Direkomendasikan Gunakan struktur empat sub-bab ini sebagai kerangka penyempurnaan draft Anda.
2.1 Landasan Teori: grand theory dan definisi konsep utama, disusun dari teori paling umum ke paling spesifik.2.2 Penelitian Terdahulu: ringkasan studi relevan dalam bentuk matriks (peneliti, variabel, metode, temuan, gap).2.3 Kerangka Pemikiran: diagram visual hubungan antar-variabel, konsisten dengan hasil Pertemuan 7.2.4 Hipotesis: pernyataan hipotesis yang diturunkan langsung dari kerangka pemikiran di atasnya.Struktur ini bisa Anda pakai sebagai kerangka standar saat menyempurnakan draft. Sub-bab 2.1 landasan teori, tempat Anda membahas grand theory dan definisi konsep, disusun dari yang paling umum ke yang paling spesifik seperti pola corong yang kita bahas tadi. Sub-bab 2.2 penelitian terdahulu, sebaiknya disajikan dalam bentuk matriks, mirip dengan matriks penelitian yang sudah Anda latih di pertemuan dua, berisi nama peneliti, variabel, metode, dan temuan utama. Sub-bab 2.3 kerangka pemikiran, berupa diagram visual yang konsisten dengan hasil pertemuan tujuh. Dan sub-bab 2.4 hipotesis, yang harus diturunkan langsung dari kerangka pemikiran, bukan muncul tiba-tiba tanpa dasar teori. Menyusun Sub-bab 2.2: Matriks Penelitian Terdahulu Format matriks memudahkan pembaca melihat posisi penelitian Anda di antara studi-studi sebelumnya.
Peneliti (Tahun) Variabel Temuan Utama Gap Terhadap Penelitian Ini Widodo (2021), Synergy Komitmen → Kinerja Hubungan positif signifikan pada karyawan bank Belum diuji pada karyawan UMKM digital Rahmawati (2023), JEBI Kepuasan → Turnover Kepuasan menurunkan niat keluar Belum memasukkan variabel burnout Santoso (2022), MEB Beban Kerja → Burnout Beban kerja meningkatkan burnout Sampel terbatas pada satu sektor
Kolom terakhir inilah yang menjadi fondasi argumen mengapa penelitian Anda perlu dilakukan — jangan sampai kosong atau generik.
Format matriks seperti ini sangat membantu pembaca, termasuk dosen penguji nantinya, untuk cepat memahami peta penelitian di bidang Anda. Kolom pertama nama peneliti dan tahun, sebaiknya dari jurnal ber-reputasi seperti Synergy, JEBI, atau MEB sesuai anjuran mata kuliah ini. Kolom kedua variabel yang diteliti, kolom ketiga temuan utamanya, dan yang paling penting, kolom keempat adalah gap terhadap penelitian Anda sendiri. Perhatikan bahwa gap di kolom terakhir tidak boleh generik seperti "belum ada penelitian sejenis", tapi harus spesifik, misalnya konteks sampel yang berbeda atau variabel yang belum dimasukkan. Kolom inilah yang menjadi fondasi argumen kebaruan penelitian Anda. Bagian 3 dari 3
Praktik: Peer Review Bab 2
Menerapkan seluruh teknik yang sudah dipelajari untuk saling menilai draft Bab 2 teman sekelas.
Self-Review
Integritas Sitasi
Peer Review
Kita masuk ke bagian terakhir hari ini, praktik langsung di kelas. Setelah memahami teknik sintesis dan konsistensi di bagian dua, sekarang saatnya Anda menerapkannya pada draft Bab 2 milik sendiri, sekaligus saling menilai draft teman sekelas. Sebelum itu, kita akan bahas dulu checklist self-review dan jebakan sitasi yang harus dihindari, supaya proses peer review nanti lebih terarah. Anggap sesi ini seperti forum diskusi kecil sebelum naskah dikirim ke jurnal, masukan dari rekan sejawat seringkali menangkap hal yang luput dari mata penulis sendiri. Checklist Self-Review Sebelum Dikumpulkan Periksa lima hal ini pada draft Bab 2 Anda sebelum menyerahkannya untuk peer review atau ke dosen pembimbing.
CEK 1
ALUR CORONG
Apakah urutan sub-bab mengikuti pola umum → spesifik → gap?
CEK 2
SINTESIS, BUKAN KUTIP-TEMPEL
Apakah tiap paragraf berisi argumen penulis, bukan kutipan berjajar?
CEK 3
KONSISTENSI KERANGKA
Apakah semua teori muncul di kerangka pemikiran dan hipotesis?
CEK 4 & 5
SITASI & FORMAT
Apakah kutipan bersumber jurnal kredibel dan format APA konsisten?
Sebelum menyerahkan draft untuk dinilai teman atau dosen pembimbing, jalankan checklist lima poin ini terlebih dahulu. Cek pertama, alur corong, apakah Bab 2 Anda benar-benar bergerak dari teori umum ke gap penelitian, bukan melompat-lompat. Cek kedua, sintesis, apakah setiap paragraf sudah menunjukkan pemikiran Anda sendiri, bukan hanya kutipan berjajar seperti contoh yang kita bahas tadi. Cek ketiga, konsistensi kerangka, apakah semua teori yang dibahas benar-benar relevan dengan kerangka pemikiran dan hipotesis. Cek keempat dan kelima, soal sitasi dan format, apakah sumber yang Anda pakai kredibel seperti jurnal Synergy, JEBI, atau MEB, dan apakah format kutipannya konsisten mengikuti gaya APA sepanjang naskah. Kesalahan Sitasi yang Harus Dihindari Bab 2 adalah bagian proposal yang paling rawan masalah integritas akademik — kenali batas antara parafrasa dan plagiarisme.
Parafrasa semu: hanya mengganti beberapa kata dari kalimat sumber tanpa mengubah struktur — tetap dianggap plagiarisme.Sitasi tidak langsung dari sumber asli: mengutip teori dari artikel lain yang mengutip, tanpa menelusuri sumber pertama.Sumber tidak kredibel: mengandalkan blog atau situs populer untuk konsep teoritis, alih-alih jurnal terindeks seperti Synergy, JEBI, atau MEB.Gunakan aplikasi pengecekan kemiripan (mis. Turnitin) sebagai alat bantu , bukan pengganti pemahaman Anda sendiri atas teori yang dikutip.
Bab 2 adalah bagian yang paling sering bermasalah dari sisi integritas akademik, karena mahasiswa berinteraksi dengan banyak sumber sekaligus. Jebakan pertama, parafrasa semu, misalnya hanya mengganti kata "meningkatkan" menjadi "menaikkan" tapi struktur kalimatnya sama persis dengan sumber asli, ini tetap dianggap plagiarisme oleh sebagian besar dosen. Jebakan kedua, mengutip teori dari artikel lain yang sebenarnya juga mengutip sumber pertama, tanpa Anda menelusuri sumber aslinya, ini berisiko salah atribusi. Jebakan ketiga, mengandalkan blog populer atau artikel media untuk konsep teoritis, padahal seharusnya Anda merujuk jurnal terindeks seperti Synergy, JEBI, atau MEB. Aplikasi pengecekan kemiripan seperti Turnitin bisa membantu, tapi bukan pengganti pemahaman Anda sendiri atas teori yang dikutip. Latihan Kelas: Peer Review Berpasangan Waktu: 30 menit. Bawa draft Bab 2 Anda dari Pertemuan 8, lalu tukar dengan pasangan yang ditentukan dosen.
Langkah 1 (10 menit): baca draft Bab 2 pasangan Anda, tandai bagian yang terasa melompat-lompat atau kutip-tempel.Langkah 2 (10 menit): isi checklist lima poin (alur corong, sintesis, konsistensi kerangka, sitasi, format) untuk draft pasangan.Langkah 3 (10 menit): diskusikan lisan dengan pasangan, sepakati minimal dua perbaikan konkret untuk revisi minggu depan.Hasil peer review ini menjadi bekal Anda menyusun variabel operasional di Pertemuan 10 minggu depan.
Sekarang saatnya praktik langsung. Anda punya waktu tiga puluh menit, dibagi tiga langkah masing-masing sepuluh menit. Langkah pertama, baca draft Bab 2 pasangan Anda dengan cermat, tandai bagian yang menurut Anda melompat-lompat atau masih berupa kutip-tempel seperti contoh yang kita bahas di awal tadi. Langkah kedua, isi checklist lima poin yang baru saja kita pelajari, lakukan ini secara objektif seperti Anda sedang menjadi reviewer jurnal. Langkah ketiga, diskusikan temuan Anda secara lisan dengan pasangan, dan sepakati setidaknya dua perbaikan konkret yang akan direvisi sebelum pertemuan berikutnya. Saya akan berkeliling kelas untuk membantu jika ada pasangan yang kesulitan menentukan letak masalahnya. Rangkuman Pertemuan Hari Ini POIN 1
POLA CORONG
Susun Bab 2 dari teori umum → variabel → hubungan & gap.
POIN 2
SINTESIS AKTIF
Bandingkan & simpulkan kutipan, jangan sekadar menyalin berjajar.
POIN 3
KONSISTENSI
Teori, kerangka pemikiran, dan hipotesis harus saling menjalin.
MENUJU PERTEMUAN 10
VARIABEL OPERASIONAL
Minggu depan: menurunkan variabel Bab 2 menjadi definisi & indikator terukur.
Mari kita rangkum apa yang sudah kita pelajari hari ini. Poin pertama, pola corong, urutan tinjauan pustaka bergerak dari teori umum ke variabel spesifik lalu ke gap penelitian. Poin kedua, sintesis aktif, di mana Anda membandingkan dan menyimpulkan kutipan, bukan sekadar menyalin definisi berjajar. Poin ketiga, konsistensi antara landasan teori, kerangka pemikiran, dan hipotesis, ketiganya harus saling menjalin seperti rantai yang tidak boleh putus. Minggu depan di pertemuan sepuluh, kita akan melangkah lebih jauh, menurunkan variabel-variabel yang sudah Anda bahas di Bab 2 menjadi definisi operasional dan indikator pengukuran yang konkret, sebagai bekal menyusun instrumen penelitian Anda. Tugas & Referensi Pendukung Revisi draft Bab 2 berdasarkan masukan peer review hari ini, minimal dua perbaikan konkret per sub-bab. Lengkapi matriks penelitian terdahulu (2.2) menjadi minimal lima studi dengan gap yang spesifik. Kumpulkan draft revisi via LMS paling lambat H-1 sebelum Pertemuan 10. Mas'ud, F. 40 Mitos Manajemen Sumber Daya Manusia . Badan Penerbit Undip. Jurnal Synergy , Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (JEBI) , dan Media Ekonomi dan Manajemen (MEB) — edisi 3 tahun terakhir. Panduan penulisan proposal skripsi FEB UNDIP (format APA edisi terbaru). Sebelum pertemuan sepuluh minggu depan, ada tiga tugas yang harus Anda selesaikan. Pertama, revisi draft Bab 2 berdasarkan masukan peer review hari ini, pastikan minimal dua perbaikan konkret di setiap sub-bab. Kedua, lengkapi matriks penelitian terdahulu Anda menjadi minimal lima studi, dengan kolom gap yang benar-benar spesifik, bukan generik. Ketiga, kumpulkan draft revisi melalui LMS paling lambat sehari sebelum pertemuan berikutnya, supaya saya sempat memeriksanya. Untuk referensi pendukung, selain buku 40 Mitos Manajemen Sumber Daya Manusia karya Fuad Mas'ud, silakan rujuk jurnal Synergy, JEBI, dan MEB edisi tiga tahun terakhir, serta panduan format APA terbaru dari fakultas.