‹ Daftar slidePertemuan 7: Menyusun Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian
FEB UNDIP · Seminar Manajemen MSDM
Menyusun Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian
Pertemuan 7 · Dari Tinjauan Pustaka Menuju Model Penelitian yang Teruji
Anda sudah punya latar belakang, rumusan masalah, dan tinjauan pustaka. Hari ini kita rangkai semuanya menjadi satu peta hubungan antar-variabel yang logis — lalu diterjemahkan menjadi dugaan sementara yang bisa diuji secara statistik.
RPS minggu 7 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun kerangka pemikiran dan merumuskan hipotesis penelitian yang konsisten dengan tinjauan pustaka Anda. Secara rinci:
Capaian 1 — Kerangka Pemikiran
A
Definisi · Fungsi · Komponen
Menjelaskan apa itu kerangka pemikiran, fungsinya dalam proposal, dan komponen yang wajib ada di dalamnya.
Capaian 2 — Model Penelitian
B
Diagram · Notasi · Jalur
Menggambar model penelitian visual — variabel independen, dependen, mediator, moderator — dengan notasi baku.
Capaian 3 — Hipotesis
C
H0 · Ha · Direksional
Merumuskan hipotesis penelitian yang jelas, dapat diuji, dan berlandaskan teori dari tinjauan pustaka.
Capaian 4 — Konsistensi
D
Teori ↔ Model ↔ Hipotesis
Menilai konsistensi antara kerangka pemikiran, model visual, dan hipotesis — bekal menuju Bab 2 di Pertemuan 8.
Mengapa Bab 1 Belum Cukup untuk Melangkah ke Bab 2?
Latar belakang dan tinjauan pustaka Anda berisi banyak teori dan temuan terpisah. Sebelum menulis Bab 2 secara sistematis, semuanya harus dirangkai jadi satu peta yang utuh.
Tanpa Kerangka Pemikiran
✗
Teori berserakan
Bab 2 menjadi kumpulan kutipan teori tanpa benang merah — pembaca bingung mengapa variabel A dibahas berdampingan dengan variabel B.
Dengan Kerangka Pemikiran
✓
Alur logis & teruji
Setiap teori punya posisi dan fungsi dalam peta hubungan variabel, dan setiap hubungan siap diuji lewat hipotesis.
Kerangka pemikiran adalah jembatan antara tinjauan pustaka (Pertemuan 6) dan penyusunan Bab 2 yang sistematis (Pertemuan 8) — inilah alasan pertemuan ini ditempatkan tepat sebelum UTS.
Blok 1 dari 3
Mengenal Kerangka Pemikiran
Sebelum menggambar model, kita perlu sepakat dulu: apa sebenarnya kerangka pemikiran itu, apa fungsinya, dan komponen apa saja yang wajib ada di dalamnya.
DefinisiFungsiKomponen
Apa Itu Kerangka Pemikiran?
Kerangka pemikiran (conceptual framework) adalah penjelasan naratif dan/atau visual tentang bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan, disusun berdasarkan teori dan temuan penelitian terdahulu.
Bukan Kerangka Pemikiran
Kumpulan definisi istilah tanpa keterkaitan
Ringkasan ulang seluruh isi tinjauan pustaka
Daftar teori tanpa penjelasan hubungan sebab-akibat
Kerangka Pemikiran yang Benar
Menjelaskan mengapa X diduga memengaruhi Y
Berpijak pada teori (mis. teori pertukaran sosial)
Didukung penelitian terdahulu yang relevan
Empat Fungsi Kerangka Pemikiran dalam Proposal
Kerangka pemikiran bukan formalitas — ia menjalankan empat fungsi konkret yang menentukan kekuatan seluruh proposal Anda.
Fungsi
Penjelasan
Contoh Konteks MSDM
1. Menyusun logika
Menata argumen agar rumusan masalah terjawab secara sistematis
Mengapa turnover tinggi di sebuah startup e-commerce
2. Dasar hipotesis
Setiap panah dalam model menjadi cikal bakal satu hipotesis
Kompensasi → Kepuasan Kerja menjadi H1
3. Batas penelitian
Menegaskan variabel mana yang diteliti, mana yang tidak
Fokus pada 3 variabel, bukan seluruh teori SDM
4. Alat komunikasi
Memudahkan pembimbing/penguji memahami model dalam sekali lihat
Diagram model di sidang proposal
Tiga Komponen Wajib Kerangka Pemikiran
Setiap kerangka pemikiran yang lengkap harus memuat tiga komponen berikut — hilang satu, kerangka pemikiran Anda dianggap belum utuh oleh penguji.
1. Teori Dasar
T
Grand theory / middle theory
Teori utama yang menaungi hubungan antar-variabel, mis. Social Exchange Theory untuk kepuasan kerja.
2. Variabel
V
Independen · Dependen · dst.
Konsep yang diukur — variabel independen (sebab), dependen (akibat), serta mediator/moderator bila ada.
3. Alur Logis
→
Argumen keterkaitan
Kalimat/panah yang menjelaskan mengapa satu variabel memengaruhi variabel lain, didukung studi terdahulu.
Ingat glosarium: variabel independen = variabel sebab/bebas yang diduga memengaruhi; variabel dependen = variabel akibat/terikat yang dipengaruhi.
Hitung dari Nol: Jumlah Jalur pada Model Mediasi Sederhana
Sebelum menggambar model, Anda perlu tahu berapa jalur (panah) yang mungkin terbentuk dari sejumlah variabel — inilah dasar menghitung jumlah hipotesis nanti.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tentukan jumlah variabel dalam model (kasus: Kompensasi → Kepuasan Kerja → Turnover Intention)
n = 3 variabel (1 independen, 1 mediator, 1 dependen)
n = 3
2. Hitung jumlah pasangan variabel yang mungkin dihubungkan (kombinasi 2 dari n)
C(3,2) = (3 × 2) ÷ 2
3 pasangan
3. Saring pasangan yang punya arah kausal masuk akal secara teori
3 pasangan × 100% relevan (semua didukung teori)
3 jalur terpakai
4. Tetapkan jumlah hipotesis awal dari jalur yang tersisa
3 jalur = 3 hipotesis
H1, H2, H3
Hasil Akhir
3
Jalur (Kompensasi→Kepuasan, Kepuasan→Turnover, Kompensasi→Turnover)
Contoh Kerangka Pemikiran Naratif — Kepuasan Kerja dan Turnover
Berikut cuplikan alur berpikir seorang mahasiswa yang meneliti karyawan toko ritel modern seperti Indomaret/Alfamart:
"Karyawan yang merasa kompensasinya adil cenderung lebih puas dengan pekerjaannya (teori keadilan); kepuasan yang rendah, menurut teori pertukaran sosial, mendorong niat untuk keluar dari perusahaan."
Blok 2 dari 3
Menggambar Model Penelitian Visual
Kerangka pemikiran yang sudah matang perlu diterjemahkan menjadi diagram — bahasa visual yang dipahami semua penguji dalam sekali pandang.
Jenis HubunganNotasiLatihan
Tiga Jenis Hubungan Antar-Variabel dalam Model MSDM
Sebelum menggambar, kenali dulu tiga pola hubungan yang paling sering muncul dalam penelitian MSDM.
Glosarium: mediator = variabel penghubung/perantara yang menjelaskan mengapa/bagaimana X memengaruhi Y; moderator = variabel yang memperkuat/memperlemah hubungan X→Y (kapan/untuk siapa).
Notasi Baku Menggambar Model Penelitian
Gunakan notasi yang konsisten agar model Anda mudah dibaca dosen pembimbing dan penguji — hindari simbol buatan sendiri.
Elemen
Notasi
Arti
Variabel
Kotak persegi panjang
Satu konsep yang diukur (mis. Kompensasi)
Pengaruh langsung
Panah garis penuh (→)
Hubungan sebab-akibat yang diuji langsung
Pengaruh dimoderasi
Panah garis putus-putus menuju garis panah lain
Variabel yang mengubah kekuatan hubungan X→Y
Variabel kontrol
Kotak di pinggir, biasanya tanpa panah utama
Variabel yang "dinetralkan" pengaruhnya secara statistik
Kesalahan umum: menggambar panah dua arah untuk hubungan kausal. Model penelitian kuantitatif MSDM umumnya bersifat satu arah (X memengaruhi Y, bukan sebaliknya) kecuali Anda memang menguji hubungan resiprokal.
Langkah Demi Langkah: Dari Kerangka Pemikiran ke Diagram
Kasus: penelitian tentang pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi kerja sebagai penghubung.
Tahap
Yang Dilakukan
Hasil
1. Identifikasi variabel dari rumusan masalah
Baca kembali rumusan masalah & tinjauan pustaka Pertemuan 6
3 variabel: Kepemimpinan, Motivasi, Kinerja
2. Tentukan peran tiap variabel
Tanyakan: mana sebab, mana akibat, mana penghubung?
Apa Itu Hipotesis, dan Apa Syarat Hipotesis yang Baik?
Hipotesis adalah dugaan sementara tentang hubungan antar-variabel, dirumuskan berdasarkan teori, yang akan diuji kebenarannya dengan data.
Syarat 1–2
✓
Jelas & Spesifik
Menyebut variabel secara eksplisit dan arah hubungan (positif/negatif) bila teori mendukung.
Syarat 3–4
✓
Dapat Diuji & Berteori
Dapat diukur secara statistik dan berlandaskan teori/temuan terdahulu, bukan tebakan pribadi.
Rumus pola dasar: "Diduga [variabel independen] berpengaruh [positif/negatif] terhadap [variabel dependen]."
Mengenal H0, Ha, dan Arah Hipotesis
Dalam pengujian statistik nanti (Bab 3), setiap hipotesis penelitian Anda selalu punya pasangan formal: hipotesis nol dan hipotesis alternatif.
Istilah
Arti
Contoh
H0 (Hipotesis Nol)
Menyatakan tidak ada pengaruh/hubungan
Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja
Ha (Hipotesis Alternatif)
Menyatakan ada pengaruh/hubungan — inilah yang ditulis di proposal
Kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja
Direksional
Menyebut arah pengaruh (positif/negatif)
Beban kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja
Non-direksional
Menyatakan ada pengaruh tanpa menyebut arah
Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Pilih direksional jika tinjauan pustaka Anda cukup kuat mendukung satu arah tertentu; pilih non-direksional bila temuan terdahulu masih beragam/bertentangan.
Hitung dari Nol: Menurunkan Jumlah Hipotesis dari Model Lengkap
Kasus: model dengan 3 variabel independen (Kompensasi, Lingkungan Kerja, Kepemimpinan) → 1 mediator (Kepuasan Kerja) → 1 dependen (Turnover Intention), plus 1 moderator (Masa Kerja) pada jalur mediator–dependen.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung jalur dari tiap variabel independen ke mediator
3 variabel independen × 1 mediator
3 jalur (H1–H3)
2. Hitung jalur dari mediator ke variabel dependen
1 mediator × 1 dependen
1 jalur (H4)
3. Hitung jalur moderasi pada hubungan mediator–dependen
1 moderator × 1 jalur (mediator→dependen)
1 jalur (H5)
4. Jumlahkan seluruh jalur menjadi total hipotesis
3 + 1 + 1
5 hipotesis
Total Hipotesis
5
H1–H5, siap ditulis di Bab 2
Coba Sendiri: Hitung Jumlah Hipotesis Model Anda
Ubah jumlah variabel independen, mediator, dan moderator pada model Anda, lalu lihat berapa total hipotesis yang harus dituliskan.
Rumusan Hipotesis: Bandingkan yang Buruk dan yang Baik
Perhatikan bagaimana revisi kecil membuat hipotesis jauh lebih jelas dan dapat diuji.
✗ Kurang Baik
"Ada hubungan antara SDM dan kinerja perusahaan."
"Kompensasi itu penting bagi karyawan."
"Kepemimpinan mungkin berpengaruh ke beberapa hal."
✓ Diperbaiki
H1: Pelatihan berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan
H2: Kompensasi finansial berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja
H3: Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap motivasi kerja
Variabel harus spesifik ("SDM" bukan nama variabel yang bisa diukur) dan kalimat harus menyebut arah pengaruh yang jelas, bukan sekadar "penting" atau "mungkin".
Penutup
Dari Peta Konsep Menuju Bab 2 yang Sistematis
Hari ini Anda menyusun kerangka pemikiran, menggambar model penelitian, dan merumuskan hipotesis. Pertemuan 8 minggu depan: menyusun draf Bab 2 lengkap berdasarkan tiga produk ini.