stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Merumuskan Latar Belakang, Masalah, Tujuan, dan Kontribusi Penelitian
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Seminar Manajemen MSDM

Merumuskan Latar Belakang, Masalah,
Tujuan, dan Kontribusi Penelitian

Dari Gap Penelitian Menuju Fondasi Proposal Bab 1

Mengubah gap penelitian yang sudah Anda temukan di Pertemuan 2 menjadi empat elemen fondasi proposal yang koheren.

RPS minggu 3 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merumuskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi penelitian yang saling koheren (Sub-CPMK 3.1):

Capaian 1 — Latar Belakang
Menyusun narasi latar belakang yang bergerak dari fenomena nyata menuju gap penelitian secara logis.
Capaian 2 — Rumusan Masalah
Merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik, dapat diuji, dan langsung diturunkan dari gap.
Capaian 3 — Tujuan Penelitian
Menulis tujuan penelitian yang sejajar satu-lawan-satu dengan tiap rumusan masalah.
Capaian 4 — Kontribusi
Membedakan kontribusi teoritis dan kontribusi praktis penelitian bagi ilmu dan praktik MSDM.
Bagian 1 dari 3
Dari Gap Menuju
Latar Belakang
Mengapa latar belakang bukan sekadar pengantar basa-basi, melainkan argumen berlapis yang membangun urgensi penelitian.
Piramida Terbalik Fenomena → Gap

Apa Itu Latar Belakang Penelitian?

Latar belakang bukan kumpulan definisi, melainkan argumen berlapis yang meyakinkan pembaca bahwa masalah Anda penting dan belum terjawab.

CiriLatar Belakang LemahLatar Belakang Kuat
1Dibuka dengan definisi umum: "Sumber daya manusia adalah aset penting perusahaan."Dibuka dengan fenomena konkret: tingkat turnover karyawan ritel nasional naik dari 12% menjadi 18% dalam tiga tahun.
2Tidak menyebut data atau sumber apa pun untuk mendukung klaim.Mengutip data & sumber kredibel (survei Kemnaker, laporan HR startup seperti Gojek/Tokopedia).
3Melompat langsung ke topik penelitian tanpa menjelaskan mengapa penting.Menyempit bertahap dari isu nasional → sektor → perusahaan/konteks spesifik.
4Tidak berakhir pada gap yang jelas — pembaca bingung apa masalahnya.Berakhir tepat pada gap penelitian Pertemuan 2, siap diturunkan jadi rumusan masalah.
Inti Sub-CPMK 3.1: latar belakang yang kuat selalu bergerak dari fenomenadata pendukungpenyempitan konteksgap penelitian.

Struktur Piramida Terbalik Latar Belakang

Empat lapis narasi yang menyempit dari isu besar menuju gap penelitian Anda.

LAPIS 1 — Isu Besar / Fenomena NasionalContoh: tren turnover karyawan nasional, transformasi kerja hybridLAPIS 2 — Sektor / IndustriContoh: sektor ritel, perbankan, atau startup teknologiLAPIS 3 — Perusahaan / Konteks SpesifikContoh: cabang ritel di Semarang, UMKM binaan tertentuLAPIS 4 — Gap PenelitianTitik pijak rumusan masalah

Contoh Latar Belakang: Turnover Karyawan Ritel

Ilustrasi satu paragraf latar belakang yang mengikuti pola piramida terbalik dari fenomena menuju gap:

Cuplikan Narasi Latar Belakang

"Tingkat turnover karyawan pada sektor ritel nasional meningkat dari 12% menjadi 18% dalam tiga tahun terakhir (Kemnaker, 2025). Fenomena ini paling terasa pada perusahaan ritel modern yang bersaing ketat merekrut talenta muda. Salah satu jaringan ritel di Jawa Tengah melaporkan angka resign karyawan lini depan mencapai 22% per tahun, jauh di atas rata-rata sektor. Studi terdahulu (Wibowo, 2023; Pratama & Sari, 2024) menemukan bahwa job satisfaction dan employee engagement berpengaruh terhadap turnover, namun belum ada yang menguji peran gaya kepemimpinan transformasional sebagai moderator hubungan tersebut pada konteks ritel modern — inilah gap yang akan diisi penelitian ini."

Perhatikan empat lapis: fenomena nasional → sektor ritel → perusahaan spesifik → gap (peran moderasi gaya kepemimpinan).

Kesalahan Umum dalam Menulis Latar Belakang

Empat jebakan yang paling sering membuat dosen pembimbing meminta revisi Bab 1:

Jebakan Konten
  • Membuka dengan definisi kamus, bukan fenomena
  • Klaim tanpa data atau sumber pendukung
  • Terlalu banyak teori, minim fenomena empiris
Jebakan Struktur
  • Tidak menyempit — melompat dari umum ke spesifik
  • Gap tidak disebut eksplisit di akhir paragraf
  • Topik berubah di tengah jalan, kehilangan fokus
Uji sendiri: baca ulang latar belakang Anda — apakah pembaca yang belum tahu topik Anda bisa menebak gap penelitian hanya dari paragraf terakhir?
Bagian 2 dari 3
Merumuskan Masalah
dan Tujuan Penelitian
Mengubah gap penelitian menjadi pertanyaan yang tajam, lalu menerjemahkannya satu-lawan-satu menjadi tujuan yang terukur.
Rumusan Masalah Kesejajaran Tujuan

Anatomi Rumusan Masalah yang Baik

Rumusan masalah menerjemahkan gap menjadi pertanyaan penelitian — bukan pernyataan, dan harus dapat diuji secara empiris:

Syarat 1 — Spesifik

Menyebut variabel dan konteks yang jelas, bukan pertanyaan umum.

Syarat 2 — Dapat Diuji

Bisa dijawab lewat data & metode yang tersedia, bukan pertanyaan filosofis.

Syarat 3 — Berasal dari Gap

Langsung menjawab gap yang dipetakan di latar belakang, bukan topik baru.

"Apakah [gaya kepemimpinan transformasional] memoderasi hubungan [job satisfaction] terhadap [turnover intention] pada [karyawan ritel di Jawa Tengah]?"

Hitung dari Nol: Menghitung Skor Kesejajaran Proposal

Dosen pembimbing sering menilai koherensi Bab 1 dengan skor kesejajaran — persentase rumusan masalah yang punya tujuan pasangan:

LangkahPerhitunganNilai
1Jumlah rumusan masalah dalam proposal
5 masalah
2Jumlah tujuan yang punya pasangan rumusan masalah persis (1-ke-1)
4 tujuan
3Skor kesejajaran = (tujuan berpasangan ÷ total masalah) x 100
4 ÷ 5 x 100
4Hasil akhir skor kesejajaran proposal
80%
Skor 80% berarti ada 1 rumusan masalah tanpa tujuan pasangan — dosen pembimbing akan meminta Anda melengkapi atau menghapusnya sebelum Bab 1 disetujui.

Coba Sendiri: Cek Skor Kesejajaran Proposal Anda

Ubah jumlah rumusan masalah dan jumlah tujuan yang berpasangan, lalu amati bagaimana skor kesejajaran naik-turun mendekati atau menjauhi standar aman.

Menerjemahkan Rumusan Masalah Menjadi Tujuan

Tujuan penelitian adalah jawaban terbalik dari rumusan masalah — kalimat tanya menjadi kalimat kerja aktif:

LangkahRumusan MasalahTujuan Penelitian
1"Apakah job satisfaction berpengaruh terhadap turnover intention?""Menganalisis pengaruh job satisfaction terhadap turnover intention."
2"Apakah gaya kepemimpinan transformasional memoderasi hubungan tersebut?""Menguji peran moderasi gaya kepemimpinan transformasional pada hubungan tersebut."
3"Bagaimana perbedaan pengaruh tersebut antara karyawan lini depan dan staf kantor?""Membandingkan pengaruh tersebut antara karyawan lini depan dan staf kantor."
Kata kerja tujuan (menganalisis, menguji, membandingkan) harus konsisten dengan metode yang akan dipakai di Bab 3 — jangan menulis "mengeksplorasi" kalau metode Anda kuantitatif survei.

Latihan Mandiri: Susun Rumusan Masalah & Tujuan

Gunakan gap penelitian yang Anda petakan di Pertemuan 2 untuk menyusun draf berikut (kerjakan 15 menit, lalu diskusi kelompok kecil):

Instruksi Latihan
  • Tulis 2-3 rumusan masalah dari gap Anda (format kalimat tanya)
  • Terjemahkan tiap rumusan masalah menjadi tujuan (kata kerja aktif)
  • Periksa: apakah jumlah tujuan = jumlah rumusan masalah?
Format Pengumpulan
📝
Tulis di kertas/dokumen singkat, difoto/di-upload ke portal kelas sebelum sesi berakhir untuk dibahas dosen.
Bagian 3 dari 3
Merumuskan Kontribusi
Penelitian
Menjawab pertanyaan "lalu apa manfaatnya" — bagi ilmu pengetahuan dan bagi praktik manajemen SDM sehari-hari.
Kontribusi Teoritis Kontribusi Praktis

Dua Jenis Kontribusi Penelitian

Kontribusi yang baik menjawab manfaat penelitian untuk dua audiens berbeda — akademisi dan praktisi:

Kontribusi Teoritis
🎓
Menyumbang pada pengembangan teori/model — misalnya menguji variabel moderasi baru yang belum diteliti dalam konteks Indonesia, atau memperluas teori dari sektor lain ke MSDM.
Kontribusi Praktis
💼
Memberi rekomendasi terapan bagi manajer/HRD — misalnya strategi retensi karyawan, desain program pelatihan, atau kebijakan kompensasi berbasis temuan.
Proposal yang kuat mencantumkan kedua jenis kontribusi — bukan hanya salah satu — karena skripsi MSDM idealnya menjembatani teori dan praktik.

Kontribusi Lemah vs Kontribusi Kuat

Perbandingan kalimat kontribusi yang sering ditulis mahasiswa dengan versi yang lebih meyakinkan penguji:

JenisKontribusi LemahKontribusi Kuat
Teori"Penelitian ini menambah wawasan bagi pembaca tentang MSDM.""Penelitian ini memperluas model Job Demands-Resources dengan menambahkan gaya kepemimpinan transformasional sebagai moderator pada konteks ritel Indonesia."
Praktik"Penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan pada umumnya.""Hasil penelitian memberi rekomendasi konkret bagi manajer ritel untuk merancang program pengembangan kepemimpinan guna menekan turnover karyawan lini depan hingga di bawah 15%."
Pola kuat selalu menyebut siapa yang diuntungkan, apa yang disumbangkan, dan seberapa spesifik manfaatnya.

Merangkai Empat Elemen Menjadi Bab 1 yang Koheren

Alur logis dari fenomena sampai kontribusi — setiap panah harus bisa ditelusuri balik.

LATAR BELAKANGFenomena → Gap(Pertemuan 3, Bagian 1)RUMUSAN MASALAHPertanyaan spesifik(Pertemuan 3, Bagian 2)TUJUAN PENELITIANSejajar 1-ke-1(Pertemuan 3, Bagian 2)KONTRIBUSITeoritis & Praktis(Pertemuan 3, Bagian 3)Uji koherensi: telusuri balik dari kontribusi ke fenomena — setiap panah harus konsisten kedua arah

Checklist Self-Audit Sebelum Bab 1 Ditulis

Gunakan daftar ini untuk menguji draf Anda sendiri sebelum dikonsultasikan ke dosen pembimbing:

Latar Belakang & Masalah
  • Dibuka dengan fenomena, bukan definisi
  • Ada data/sumber kredibel yang mendukung klaim
  • Menyempit bertahap sampai ke gap yang jelas
  • Rumusan masalah berbentuk pertanyaan spesifik
Tujuan & Kontribusi
  • Jumlah tujuan = jumlah rumusan masalah
  • Kata kerja tujuan konsisten dengan rencana metode
  • Kontribusi teoritis menyebut teori/model spesifik
  • Kontribusi praktis menyebut penerima manfaat konkret

Studi Kasus Singkat: Motivasi Kerja UMKM Binaan

Contoh penerapan keempat elemen pada topik non-korporat — relevan bila proposal Anda mengangkat konteks UMKM:

Ringkasan Kerangka Bab 1

Latar belakang: program pembinaan UMKM oleh pemerintah daerah tumbuh pesat, namun tingkat keterlibatan karyawan UMKM binaan masih rendah dibanding usaha besar. Rumusan masalah: apakah pelatihan kewirausahaan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan UMKM binaan? Tujuan: menganalisis pengaruh pelatihan kewirausahaan terhadap motivasi kerja karyawan UMKM binaan. Kontribusi: teoritis — memperluas teori motivasi kerja pada konteks usaha mikro; praktis — masukan bagi dinas koperasi & UMKM merancang program pembinaan.

Latihan Kelompok: Peer Review Draf Bab 1

Tukar hasil latihan Pertemuan 3 dengan teman sebangku, lalu beri masukan menggunakan checklist self-audit:

Langkah Peer Review (10 menit)
  • Tukar draf latar belakang, masalah, tujuan singkat
  • Tandai bagian yang belum sejajar/masih umum
  • Beri 1 saran perbaikan konkret secara lisan
Fokus Masukan
🔍
Bukan menilai benar/salah, tetapi menguji koherensi: apakah tujuan benar-benar menjawab rumusan masalah pasangannya?

Persiapan Pertemuan 4

Hari ini Anda belajar merumuskan latar belakang, masalah, tujuan, dan kontribusi yang koheren. Pertemuan depan kita rangkai semuanya menjadi draf proposal Bab 1 utuh.

Pertemuan 4 — Draft Proposal Bab 1

Menyusun struktur sistematis Bab 1 memakai empat elemen hari ini:

  • Menyusun latar belakang lengkap (multi-paragraf)
  • Menuliskan rumusan masalah & tujuan final
  • Merangkai kontribusi teoritis & praktis
Tugas Mandiri (sebelum P4)
📝
Tugas 1: Selesaikan draf latar belakang lengkap (3-4 paragraf) berdasarkan gap Pertemuan 2.

Tugas 2: Finalisasi rumusan masalah, tujuan, dan kontribusi memakai checklist self-audit hari ini.
Kuasai pola piramida terbalik, kesejajaran masalah-tujuan, dan dua jenis kontribusi hari ini. Sampai jumpa di Pertemuan 4 — Menyusun Draft Proposal Bab 1.